cover
Contact Name
Yohan Bakhtiar
Contact Email
yohan.bakhtiar@polinema.ac.id
Phone
+6285648036960
Journal Mail Official
jaeb.psdkukediri@polinema.ac.id
Editorial Address
Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Politeknik Negeri Malang di Kota Kediri Kampus 1, JL Mayor Bismo No 27 Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, Kota Kediri
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis
ISSN : 22524479     EISSN : 25485326     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis (JAEB) PSDKU Kediri merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Akuntansi dan Keuangan PSDKU Politeknik Negeri Malang di Kota Kediri. JAEB adalah jurnal yang dapat diakses secara umum (terbuka). JAEB menerbitkan jurnal secara berkala dua kali dalam satu tahun, pada bulan April dan Oktober. Pada setiap volume terdiri dari 5 artikel. Setiap artikel akan diulas paling sedikit oleh dua orang pengulas.Artikel ilmiah yang termuat dalam jurnal penelitian ini fokus pada bidang Akuntansi, Keuangan, Manajemen, Ekonomi dan Bisnis.
Articles 94 Documents
LABA ATAU ARUS KAS SEBAGAI PARAMETEK KINERJA PERUSAHAAN BERDASARKAN SIKLUS HIDUP PERUSAHAAN Riza Lailatul Qodriyah
Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri Vol. 1 No. 1 (2012): Vol 1 No 1 April 2012
Publisher : Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.358 KB)

Abstract

This research is aimed to know earning or cash flow has value relevance with use life cycle of firm. Life cycle of firm is distinguished to four stage. They are start up stage, growth stage, maturity stage and decline stage. Cash flow are predicted to be used accounting measure in start up, growth and decline stage and than in maturity stage, earning are expected to be more value relevance as accounting measure. This research use manufacture industries in Indonesian as sample of the research. The samples have classified by Indonesian Capital Market Directory in 2008. There 128 firms are used sample in this research and with three years research, 2005-2007. And then the firms are classified to life cycle of firm with cash flow patterens metode. The result of this research can show that earning can use accouting measure in start up stage and cash flow can use accouting measure in growth stage. Accounting measure for the maturity stage is earning and cash flow. But in this research can not examine firms in decline stage because the firms sample in decline stage just six firms and three years research.
PENGARUH BIAYA TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI Achmad Fauzi Arifanto
Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2 Oktober 2012
Publisher : Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.509 KB)

Abstract

ABSTRACT The purpose of this research is to test the effect of CSR on firm financial. This research is motivated by the fact that there is a lower level of activities of CSR and its disclosure and also mixed results from previous research. This research used Corporate Social Disclosure Index (CSDI) as a measure of CSR disclosure, based on indicators from Global Reporting Initiatives (GRI). The samples of this research are 170 public firms listed in Indonesian Stock Exchange (IDX) year 2007 and 2008 Relatively lower score of CSDI shows that CSR disclosure in firms annual report is still low. This may due to there is still no mandatory rules regarding CSR disclosure in Indonesia and the lack of firms awareness of the importance of CSR and its disclosure in annual report. Test results show that CSR disclosure have positive and not significant effect on Return on Equity as a measure of financial performance.
ANALISIS PENGARUH VARIABEL PERATAAN LABA TERHADAP EKSPEKTASI KINERJA LABA MASA DEPAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2007-2008 Achmad Fauzi Arifanto
Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri Vol. 5 No. 1 (2016): Vol 5 No 1 April 2016
Publisher : Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.123 KB)

Abstract

Informasi laba merupakan komponen laporan keuangan perusahaan yang bertujuan untuk menilai kinerja manajemen, membantu mengestimasi kemampuan laba yang representatif dalam jangka panjang, meramalkan laba, menaksir resiko dalam berinvestasi. Hal ini disadari oleh manejem perusahaan, sehingga cenderung melakukan perilaku tak semestinya yaitu dengan melakukan praktik perataan laba. Dalam hal ini perusahaan manufaktur yang dijadikan sorotan, karena perusahaan manufaktur sebagai emiten terbesar dari seluruh perusahaan yang go public di Bursa Efek Indonesia tentunya tidak bisa lepas dari praktik perataan laba. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor perataan laba seperti laba bersih, leverage, total asset, ukuran perusahaan, dan discretionary accrual terhadap kinerja (laba) masa depan perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat korelatif, yaitu mencari hubungan antara perataan laba (income smoothing) dengan ekspektasi kinerja (laba) masa depan. Sampel dalam penelitian ini adalah 122 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007 sampai dengan 2008. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel independen yang meliputi: net earning, leverage, total asset, size, discretionary accrual dan expected earning sebagai variabel dependen. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi yang diambil dari laporan keuangan perusahaan terkait dan buku-buku yang menunjang dalam penelitian. Analisis data untuk penelitian ini adalah dengan analis uji asumsi klasik, uji korelasi, uji determinasi (r²), uji F dan uji individual (uji t) . Hasil penelitian ini menyatakan bahwa variabel perataan laba (net earning, leverage, total asset, size, dan discretionary accrual) mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja (laba) masa depan perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Indonesia. Hal ini di buktikan dengan hasil Uji Keberartian Model (Uji F) yakni variabel independen besama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap expected earning, dan juga dibuktikan dengan hasil uji koefisien determinasi (r²) yang nilainya cukup tinggi sebesar 97,7% sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perataan laba dengan expected earning perusahaan. Namun ada variabel perataan laba yang dinyatakan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ekspektasi kinerja (laba) masa depan perusahaan pada Uji Signifikansi Parameter Individual. Analisis regresi dengan menggunakan metode uji-t dengan taraf signifikansi 0,05 menunjukkan bahwa dari lima variabel yang diujikan terhadap expected earning, hanya dua variabel yang memiliki pengaruh signifikanyakni net earnings dan total asset perusahaan.
ANALISIS PENGARUH VARIABEL PERATAAN LABA TERHADAP EKSPEKTASI KINERJA LABA MASA DEPAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2007-2008 RITA PUSPITASARI
Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2 Oktober 2012
Publisher : Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.187 KB)

Abstract

Informasi laba merupakan komponen laporan keuangan perusahaan yang bertujuan untuk menilai kinerja manajemen, membantu mengestimasi kemampuan laba yang representatif dalam jangka panjang, meramalkan laba, menaksir resiko dalam berinvestasi. Hal ini disadari oleh manejem perusahaan, sehingga cenderung melakukan perilaku tak semestinya yaitu dengan melakukan praktik perataan laba. Dalam hal ini perusahaan manufaktur yang dijadikan sorotan, karena perusahaan manufaktur sebagai emiten terbesar dari seluruh perusahaan yang go public di Bursa Efek Indonesia tentunya tidak bisa lepas dari praktik perataan laba. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor perataan laba seperti laba bersih, leverage, total asset, ukuran perusahaan, dan discretionary accrual terhadap kinerja (laba) masa depan perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat korelatif, yaitu mencari hubungan antara perataan laba (income smoothing) dengan ekspektasi kinerja (laba) masa depan. Sampel dalam penelitian ini adalah 122 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007 sampai dengan 2008. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel independen yang meliputi: net earning, leverage, total asset, size, discretionary accrual dan expected earning sebagai variabel dependen. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi yang diambil dari laporan keuangan perusahaan terkait dan buku-buku yang menunjang dalam penelitian. Analisis data untuk penelitian ini adalah dengan analis uji asumsi klasik, uji korelasi, uji determinasi (r²), uji F dan uji individual (uji t) . Hasil penelitian ini menyatakan bahwa variabel perataan laba (net earning, leverage, total asset, size, dan discretionary accrual) mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja (laba) masa depan perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Indonesia. Hal ini di buktikan dengan hasil Uji Keberartian Model (Uji F) yakni variabel independen besama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap expected earning, dan juga dibuktikan dengan hasil uji koefisien determinasi (r²) yang nilainya cukup tinggi sebesar 97,7% sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perataan laba dengan expected earning perusahaan. Namun ada variabel perataan laba yang dinyatakan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ekspektasi kinerja (laba) masa depan perusahaan pada Uji Signifikansi Parameter Individual. Analisis regresi dengan menggunakan metode uji-t dengan taraf signifikansi 0,05 menunjukkan bahwa dari lima variabel yang diujikan terhadap expected earning, hanya dua variabel yang memiliki pengaruh signifikanyakni net earnings dan total asset perusahaan.
PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN Septiana Ike Kusumawardhani
Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2 Oktober 2012
Publisher : Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.085 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Good Corporate Governance terhadap kinerja perusahaan. Praktek Good Corporate Governance pada penelitian ini diukur dengan Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Komisaris Independen, dan Kualitas Audit. Kinerja Perusahaan diukur dengan nilai Return on Equity sebagai kinerja operasional perusahaan dan Tobin’s Q sebagai nilai kinerja pasar perusahaan. Metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Sampel penelitian adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan mengikuti survei yang dilakukan oleh IICG tahun 2004.2008 dan termasuk dalam CGPI. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat diambil kesimpulan bahwa Good Corporate Governance mempengaruhi nilai kinerja pasar perusahaan dengan menggunakan Regresi Simultan (Uji F). Hal ini membuktikan bahwa semakin besar nilai pasar asset maka semakin besar pula kerelaan investor untuk mengeluarkan pengorbanan yang lebih untuk memiliki perusahaan tersebut, sehingga perusahaan tersebut memiliki brand image perusahaan yang sangat kuat karena implementasi Good Corporate Governance berhubungan dengan peningkatan citra perusahaan. Namun, Good Corporate Governance tidak mempengaruhi secara Uji Signifikansi Parameter Indivudual (Uji t) terhadap Return on Equity dan Tobin’s Q. Hal ini membuktikan bahwa masih rendahnya kesadaran emiten dalam menerapkan Good Corporate Governance.
PREDIKSI KEBANGKRUTAN MENGGUNAKAN METODE Z-SCORE DAN PENGARUHNYA TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Ubaidillah Roykhan
Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2 Oktober 2012
Publisher : Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.918 KB)

Abstract

Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tentunya tidak bisa lepas dari dampak krisis keuangan global pada tahun 2008. Stabilitas sistem keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia sangat rentan terhadap krisis keuangan global, hal ini apabila tidak segera diantisipasi oleh manajemen akan mengakibatkan potensi kebangkrutan yang tinggi pada perusahaan terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengatahui bagaimana metode Z-Score Altman yang dikembangkan pada tahun 1984 mampu memprediksi kebangkrutan yang terjadi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, serta mengetahui dan menguji pengaruh prediksi kebangkrutan tersebut terhadap harga saham pertusahaan terkait. Z-Score yang diterapkan dalam penelitian ini berhasil menggolongkan sampel perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada kategori tidak bangkrut, daerah rawan, dan tidak bangkrut. Uji hipotesis untuk mengetahui pengaruh terhadap harga saham dalam penelitian ini menggunakan uji t, dimana hasil uji tersebut menyatakan bahwa ada pengaruh antara prediksi kebangkrutan menggunakan Z-Score terhadap harga saham perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
ANALISA PERBANDINGAN AKUNTABILITAS ANTARA LAPORAN LABA RUGI BERBASIS AKUNTANSI KONVENSIONAL DENGAN VALUE ADDED STATEMENT (VAS) BERBASIS AKUNTANSI SYARIAH Yutri Kesuma Wardani
Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2 Oktober 2012
Publisher : Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.707 KB)

Abstract

Akuntansi syariah merupakan ilmu yang telah lama ada, namun secara intensif baru dikenal dibandingkan dengan akuntansi konvensional yang lebih mendunia. Aturan-aturan baku dalam prinsip syariah Islam telah melalui perbaikan dari masa ke masa demi tercapainya prinsip pertanggungjawaban. Hal ini ditujukan karena akuntansi konvensional yang ada saat ini dianggap tidak sesuai dengan syariah Islam yang sesungguhnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji perbedaan keduanya serta meneliti perbedaan apa saja yang ada dalam Laporan Laba Rugi berbasis akuntansi konvensional dan Value Added Statement (VAS) berbasis akuntansi syariah. Perbedaan mencolok antara kedua ilmu akuntansi ini dapat dilihat dari berbagai aspek seperti perbedaan sumber hukum, aturan dalam bertransaksi, termasuk didalamnya mengenai aturan penyusunan laporan laba rugi atau yang lebih dikenal dengan Value Added Statement (VAS) dalam prinsip syariah. Akuntansi syariah lebih membawa manfaat positif bagi semua pihak dibandingkan dengan akuntansi konvensional yang berfokus pada kepentingan satu pihak. Laporan laba rugi berbasis akuntansi konvensional dari segi akuntabilitas dinilai masih kurang dibandingkan dengan Value Added Statement (VAS). Penyusunan Value Added Statement (VAS) berdimensi amanah dengan prinsip keadilan demi tercapainya masyarakat yang sejahtera. Perbedaan antara keduanya bisa dilihat, misalnya saja dari diwajibkannya zakat dalam prinsip syariah dan diterapkannya prinsip bagi hasil yang menguntungkan kedua pihak.
PENGARUH DENDA TERHADAP TINGKAT NON PERFORMING LOAN (STUDI KASUS PADA PT. BRI (PERSERO),Tbk CABANG KEDIRI TAHUN 2012-2014) Sherly Ayu Aprylya
Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri Vol. 5 No. 1 (2016): Vol 5 No 1 April 2016
Publisher : Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.134 KB)

Abstract

This research aims to know the influence of fines against the level of NPL. Fines in this study was divided into two fine daily and monthly fines as measured by nominal. NPL at this research is measured by a ratio. This research is the research hypothesis tests that test the influence of the variables that can affect the level of NPL. This study uses secondary data collection techniques, by conducting studies, librarianship and documentation. Secondary data used in the study was obtained from the financial statements of PT BRI (Persero), Tbk branch of Kediri in 2012-2014. The sample in this research is one hundred clients with credit research period from 2012 to 2014, with a sampling technique used was purposive sampling. Technique of data analysis in this study using multiple linear regression, hypothesis testing method used is test the coefficient of determination , the keberartian test model, and the significance of the individual parameters. Determination of coefficient of test results was 33.5%, which means that daily fines and fines affecting monthly NPL amounting to 33.5% and the rest IE 66,5% explained by causes other than the independent variable used in this research. The results of this research show that simultaneously daily fines and fines significantly influential monthly against the level of NPL. The influential daily fines partially significantly to the level of NPL, and significantly influential monthly fines against the level of NPL.
PENGARUH PERSEPSI KEADILAN PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP PERILAKU KEPATUHAN FORMAL Aisyah Nur Heniar; Mienati Somya Lasmana
Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri Vol. 2 No. 1 (2013): Vol 2 No 1 April 2013
Publisher : Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.925 KB)

Abstract

This study aims first to examine whether there is the influence of perceived tax fairness on individual taxpayers compliance behaviour. The second bjective is to examine whether there is a moderating role of financial condition in the relation of perceived tax fairness on individual taxpayers compliance behaviour. The study was conducted in KPP Pratama Sidoarjo Utara by questionnaire survey method to 100 individual taxpayers. Moderated Regression Analysis was used to identify the study variables (perceived tax fairness, financial condition, and tax compliance). The results of this study indicate that there is a statistically ignificant influence of perceived tax fairness to the level of tax compliance behavior. The subvariabels of tax fairness identified are general tax fairness, tax rate structure, self interest, and special provisions, but the taxpayers consider the exchange with government is not fair enough. The financial condition also has a significant moderating influence of perceived tax fairness to the level of tax compliance behaviour.
PENGARUH INFORMASI AUDIT DAN NON AUDIT TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA) ADITYA MURTANDI PUTRA
Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri Vol. 2 No. 2 (2013): Vol 2 No 2 Oktober 2013
Publisher : Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis PSDKU kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.333 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi-informasi audit dan non audit yang dapat mempengaruhi harga saham pada perusahaan manufaktur. Penelitian ini merupakan penelitian uji hipotesis (hypothesis testing study), yang menguji pengaruh variabel-variabel yang dapat mempengaruhi harga saham. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sekunder, dengan melakukan studi kepustakaan dan dokumentasi. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia dan situs Yahoo Finance. Perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 26 dengan periode penelitian dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2011, dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang digunakan adalah laporan keuangan dan harga saham. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi berganda, dengan metode pengujian hipotesis yang digunakan adalah koefisien determinasi, uji koefisien regresi serentak, dan uji koefisien regresi parsial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan semua informasi audit, yang terdiri dari audit delay, opini audit, dan Kantor Akuntan Publik, dan informasi non audit, yang terdiri dari laba bersih dan tingkat inflasi, berpengaruh terhadap harga saham. Secara parsial hanya audit delay yang tidak berpengaruh terhadap harga saham, sedangkan hanya opini audit yang berpengaruh negatif terhadap harga saham.

Page 2 of 10 | Total Record : 94