cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
Potensi Kandungan Zat Lilin Daun Pisang sebagai Spray Anti Air Ahmad Ramadhan; Dian Wardana; Rizka Alfi Fadhilah; Eddiyanto Eddiyanto
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.562 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v14i1.6524

Abstract

Kondisi cuaca yang tidak menentu seperti hujan mengakibatkan beberapa masalah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pelindung air saat ini memiliki bentuk yang sulit untuk dibawa. Tumbuhan pisang yang banyak terdapat di Indonesia memiliki potensi dalam menangani permasalahan tersebut. Zat lilin yang terkandung didalam daun pisang menyebabkan daun pisang bersifat anti air. Penelitian ini bertujuan untuk mamanfaatkan zat lilin daun pisang tersebut sebagai bahan anti air yang dapat dikemas dalam bentuk spray anti air sehingga mudah dibawa. Proses kerja yang dilakukan adalah  mengekstraksi zat lilin daun pisang kering dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Setelah itu, zat lilin diisolasi dari ekstrak dengan pendinginan. Rendemen tertinggi dari zat lilin yang dihasilkan selanjutnya diformulasi dengan n-heksana dengan cara pelarutan pada berbagai jumlah zat lilin yang digunakan dan kemudian diuji. Hasil pengisolasian zat lilin daun pisang dengan berbagai pelarut menghasilkan rendemen tertinggi yaitu sebesar 1,46 % pada penggunaan n-heksana. Pengujian terhadap spray anti air yang dihasilkan menunjukan bahwa penggunaan 3 gram zat lilin dalam spray anti air mampu bersifat anti air dengan massa air yang terserap pada kain terendah yaitu sebesar 0,64 %. Pasca penyemprotan, kondisi optimum untuk waktu pengeringan adalah 180 sekon dengan % massa air yang terserap pada kain sebesar 0,65 % dan waktu bertahan untuk tetap bersifat anti air adalah lebih dari 30 menit.
Penjernihan Minyak Jelantah menggunakan Adsorben Kulit Durian (Durio zibethinus) Teraktivasi Kalium Hidroksida Dinda Prihatini Fitri Amne; Hery Gunawan Togatorop; Putri Sintiani; Lisnawaty Simatupang
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.134 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v14i1.6626

Abstract

Minyak jelantah merupakan sisa penggunaan bahan pangan, jika di konsumsi akan berbahaya bagi kesehatan. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk menjernihkan minyak jelantah menggunakan adsorben kitozenus yaitu dari limbah kulit durian. Metode penelitian secara laboratorium dengan metode fisika dan kimia. Hasil penelitian dilihat dari kualitas minyak jelantah setelah dijernihkan, yaitu dengan mengetahui bilangan iod dan perubahan warna. Proses pembuatan adsorben kitozenus menggunakan limbah kulit durian dengan diaktivasi KOH variasi konsentrasi 25%, 27% dan 30%. Yang sebelumnya adsorben melalui tahap karbonisasi dan setelahnya dilanjutkan dengan tahap kalsinasi pada suhu 900oC. Adsorben kitozenus yang telah diperoleh kemudian dikarakterisasi dengan uji FTIR, SEM dan XRD. Hasil FTIR menunjukkan pada sampel adsorben Kitozenus dapat diketahui bahwa pada adsorben Kitozenus tampak pola yang hampir sama, diperoleh dengan variasi konsentrasi 30% puncak serapan pada bilangan gelombang 1033,85 cm-1 yang merupakan vibrasi ulur asimetri dari gugus  Si-O pada gugus siloksan (Si-O-Si). Variasi konsentrasi alkalis (KOH) 25%, 27%, dan 30% untuk aktivasi adsorben kitozenus menunjukkan semakin tinggi konsentrasi KOH (Alkalis) maka puncak serapan untuk Si-O pada adsorben semakin rendah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak silaka yang lepas dari adsorben (proses desilikalisasi). Hasil uji SEM menunjukkan dengan konsentrasi 30% lebih baik diantara semua variasi yaitu terlihat bahwa adsorben kitozenus memiliki rongga-rongga pori yang banyak dan tampak lebih jelas. Hasil bilangan iod yang diperoleh dari ketiga variasi yaitu 6,143 (25%), 5,314 (27%) dan 7,906 (30%). dan menunjukkan perubahan warna setelah penjernihan menggunakan adsorben kitozenus.Kata Kunci: adsorben, bilangan iod, minyak jelantah.Used cooking oil is the rest of the use of food, if consumed will be harmful to health. The purpose of this research is to purify used cooking oil using adsorbent kitozenus, which is from durian skin waste. Laboratory research methods using physical and chemical methods. The results of the study are seen from the quality of used cooking oil after being cleared, namely by knowing iodine numbers and color changes. The process of making kitozenus adsorbent uses durian skin waste by activating KOH variations in concentrations of 25%, 27% and 30%. The previous one was adsorbed through the carbonization stage and after that it was continued with the calcination stage at 900oC. The obtained kitozenus adsorbent was then characterized by FTIR, SEM and XRD tests. FTIR results showed that in the Kitozenus adsorbent sample it can be seen that on the Kitozenus adsorbent there was a similar pattern, obtained by varying the concentration of 30% absorption peak at wave number 1033.85 cm-1 which is the asymmetric stretching vibration of the Si-O group in the siloxane group ( Si-O-Si). The variations in alkaline concentration (KOH) of 25%, 27%, and 30% for activation of the kitozenus adsorbent showed that the higher the concentration of KOH (Alkalis), the higher the absorption peak for Si-O on the adsorbent. This shows that more and more silaka are separated from the adsorbent (desilicalization process). The SEM test results showed that with a concentration of 30% better among all variations, it was seen that the adsorbent kitozenus had many pores. The iodine numbers obtained from the three variations were 6,143 (25%), 5,314 (27%) and 7,906 (30%) and showed color changes after purification using the kitozenus adsorbent.Keywords: adsorbent, iodine number, used cooking oil 
Pembuatan Bio Oil Dari Sekam Padi dengan Proses Pirolisis Lambat Nyoto Prasetio; Dhea Pranita; Ari Susandy Sanjaya
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.617 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v14i1.6542

Abstract

Abstract- The pyrolysis of bio oil, and bio char formation of rice husk has been investigated. This research was conducted using the method of slow pyrolysis. Slow pyrolysis process is performed at a temperature of 300oC, 350oC and 400oC with pyrolysis time 90 minutes. These results indicate that the higher temperature, the more yield of bio oil produced, while the yield of char produced decreases. The substances in the bio oil was detected by GCMS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry). Key word: slow pyrolysis, bio char, bio oil, rice husk
Pemanfaatan Tanaman sebagai Inhibitor Organik untuk Penghambatan Laju Korosi Logam Seng (Zink) dalam Larutan HCl Aditia Ramadhan; Tegar Laxmi Pratiwi; Mardiah Mardiah
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.066 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v14i1.6502

Abstract

Korosi merupakan masalah besar bagi bangunan dan peralatan yang menggunakan material dasar logam. Beberapa cara yang dapat memperlambat laju reaksi korosi antara lain, dengan cara penambahan zat (inhibitor). Bahan alam dapat digunakan sebagai inhibitor organik, seperti biji kopi dan daun teh. Metode pengukuran korosi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kehilangan berat (gravimetri). Dengan penambahan inhibitor biji kopi dan daun teh, mampu menghambat laju korosi pada logam seng dalam larutan HCl. Koefisien korelasi linear yang didapatkan untuk masing-masing inhibitor alami adalah untuk inhibitor biji kopi adalah 0,661 dan koefisien korelasi linear untuk inhibitor daun teh adalah 0,6392, berdasarkan teori Adsorpsi Isoterm Langmuir. Dari persamaan linear pada logam seng  diperoleh nilai regresi tanpa inhibitor yaitu 0,9579, regresi dengan penambahan inhibitor biji kopi yaitu 0,77 dan regresi dengan penambahan inhibitor daun teh yaitu 0,7547
Analisis Kandungan Mangan (Mn) pada Air Sumur di Sekitar Kawasan Pertambangan Batubara di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar Rahmat Yunus; Dahlena Ariyani; Intan Aprilia Rahayu
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.75 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v14i1.6480

Abstract

Penelitian tentang analisis kandungan logam berat Mn pada air sumur di sekitar kawasan pertambangan batubara di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan pada 10 sampel dan bertujuan untuk mengetahui parameter kualitas perairan (Suhu, TSS, TDS, pH dan DO) dan kadar Mn pada air sumur di sekitarkawasan pertambangan batubara di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kualitas perairan berupa suhu, TDS dan DO telah memenuhi persyaratan baku mutu yang ditetapkan oleh Permenkes No. 416/MENKES/PER/IX/1990dan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001, sedangkan beberapa sampel untuk parameter TSS dan pH didapatkan hasil melebihi baku mutu yang telah ditetapkan. Kadar Mn yang terukur pada sampel didapatkan hasil yang bervariasi, dimana kadar terendah didapatkan pada sampel 2 yaitu sebesar 0,01mg/L dan kadar tertinggi terukur pada sampel 5 yaitu sebesar 2,04mg/L. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan pada sebagian besar air sumur di sekitar kawasan pertambangan batubara di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar masih tergolong kualitas sedang dan masih layak digunakan sebagai air bersih, namun untuk sebagian besar sampel masih belum layak digunakan sebagai air minum karena beberapa parameter telah melebihi baku mutu yang ditetapkan.
Pengaruh Lama Paparan Pestisida Terhadap Aktivitas Kolinesterase, Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) pada Pekerja yang Terpapar Pestisida Golongan Organofosfat Devyana Dyah Wulandari; Andreas Putro Ragil Santoso; Devyani Diah Wulansari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.882 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v14i1.6516

Abstract

Pestisida merupakan racun yang sengaja dibuat oleh manusia untuk membunuh organisme pengganggu tanaman dan insekta penyebar penyakit. Organofosfat merupakan jenis pestisida yang paling banyak di gunakan di bidang pertanian. Paparan pestisida yang terlalu sering dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Biomarker yang paling sering dipakai dalam menentukan gejala keracunan pestisida adalah kadar kolinesterase. Oleh karena itu pada penelitian ini akan diteliti pengaruh lama paparan pestisida terhadap kolinesterase (ChE) dan transaminase (SGOT dan SGPT). Pemeriksaan kolinesterase dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri menggunakan reagen thiol 5,5'-dithio-bis (2-nitro asam benzoat) (DTNB), sedangkan pemeriksaan SGOT dan SGPT dilakukan menggunakan photometer. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara lama paparan pestisida organofosfat dengan kadar SGOT, SGPT, dan kolinesterase. Hal ini disebabkan karena seluruh responden tertib dalam pemakaian APD selama bekerja.

Page 1 of 1 | Total Record : 6