cover
Contact Name
Muhammad Syahrir
Contact Email
syahrir_gassa@yahoo.com
Phone
+6275172201
Journal Mail Official
sofyan@kemenperin.go.id
Editorial Address
http://litbang.kemenperin.go.id/jli/about/editorialTeam
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Litbang Industri
Core Subject : Science,
Jurnal Litbang Industri (JLI) is a scientific journal published regularly twice a year in June and December. JLI contains primary articles or reviews are sourced directly from results of industrial research such as processing of agricultural products, food processing, fishing industry, mining industry, industrial standardization, and pollution control. All submissions are reviewed by qualified reviewers in their field.
Articles 213 Documents
Pengaruh Penggunaan Talas (Xanthosoma sagittifolium) Terhadap Mutu dan Tingkat Penerimaan Panelis pada Produk Roti, Pastel, Pancake, Cookies, dan Bubur Talas Wilsa Hermianti; Firdausni Firdausni
Jurnal Litbang Industri Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.677 KB) | DOI: 10.24960/jli.v6i1.1250.51-60

Abstract

Kimpul taro (Xanthosoma sagittifolium) contains high enough of starch and fibers so that it can function as a non-rice food carbohydrates source. Previous research was done a research about taro block process technology (Hermianti et al., 2010). In this study, taro blocks was used for making of various wet food, semi-wet and dry food products such as bread, pies, cookies, pancakes, and taro porridge by substituting wheat flour and rice flour. The research was aimed to find out the composition of the appropriate use of taro block in making of various food products with a good quality and preferred. Bread, pies, and cookies were made with percentage of taro block 0% (control/without taro block), 25%, 50%, and 75%, whereas for pancakes with formula of taro block 0% (control/without taro block ), 30%, 50%, 100%. Porridge was made to subtitute rice flour with percentage of taro block 0% (control/without taro block), 30%, 50%, and 100%. The chemical analysis of taro block was done on several parameter included moisture content, ash content, starch, and protein, while for processed food products were conducted the organoleptic test (color, aroma, taste, and texture) based on the panelists acceptance level. The most products of taro cookies and taro bread preferred by panelists were analyzed the fat content, protein, carbohydrates and calories and storability for dry food products (cookies). The results showed that taro block moisture content 12.40%, ash content 1.12%, starch content 73.37%, amylose 2.88%, amylopectin 70.49%, and  protein 3.4%. The organoleptic test with optimal results and preferably were bread and pastel with the use of taro 25%, cookies with the use of taro 50%, taro pancake formula with 50%  taro block,  and porridge with usage of taro block 30%.ABSTRAKTalas kimpul (Xanthosoma sagittifolium) mengandung karbohidrat dan serat yang tinggi  sehingga dapat berfungsi  sebagai sumber bahan pangan karbohidrat. Penelitian terdahulu telah dilakukan teknologi pembuatan talas blok (Hermianti et al, 2010). Pada penelitian ini dilakukan  penggunaan talas blok untuk pembuatan aneka produk makanan basah, semi basah, dan makanan kering seperti roti, pastel, cookies, pancake, dan bubur talas dengan mensubstitusi tepung terigu dan tepung beras. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui jumlah penggunaan talas yang memberikan hasil yang optimal dalam pembuatan beberapa produk tersebut sehingga dihasilkan pangan dengan mutu yang baik dan disukai.  Penelitian substitusi terigu dengan talas  yang dilakukan dalam pembuatan roti, pastel, dan cookies 0% (kontrol/ tanpa talas blok), 25%, 50% dan 75%, untuk pancake dengan formula talas dengan terigu  0% (kontrol/tanpa talas blok), 30%, 50%,100%, sedangkan untuk bubur talas dengan formula talas dengan tepung beras 0% (kontrol/tanpa talas blok), 30%, 50%, dan 100%. Analisis  kimia dilakukan  terhadap bahan baku talas blok meliputi kadar air, kadar abu, kadar pati, dan protein sedangkan untuk produk olahan pangan dilakukan uji organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) berdasarkan tingkat penerimaan panelis. Produk cookies talas dan roti talas yang paling disukai panelis dianalisis kandungan lemak, protein, karbohidrat dan kalorinya serta daya simpan untuk produk makanan kering (cookies). Hasil penelitian menunjukkan talas blok mengandung kadar air 12,40%, kadar abu 1,12%, kadar pati 73,37%, amilosa 2,88%, amilopektin 70,49% dan protein 3,4%. Hasil  uji organoleptik dengan hasil yang optimal dan lebih disukai adalah roti dan pastel dengan penggunaan 25% talas, cookies dengan penggunaan 50% talas, pancake dengan formula talas  dengan tepung 50% dan bubur dengan pemakaian talas blok 30%.
Isolasi dan identifikasi spesies mikroalga air tawar sebagai antioksidan dan antihiperglikemik Anggela Marta Tasman; Abdi Dharma; Syafrizayanti Syafrizayanti
Jurnal Litbang Industri Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2279.277 KB) | DOI: 10.24960/jli.v10i1.5956.61-71

Abstract

Mikroalga memiliki kinerja yang hampir sama dengan tumbuhan bersel banyak, akan tetapi tidak memiliki akar, daun, dan batang untuk berfotosintesis. Mikroalga diibaratkan sebagai pabrik kecil dalam ukuran sel mikro yang mengubah karbondioksida menjadi material potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi mikroalga, mengidentifikasi spesiesnya secara morfologi dan molekuler, selanjutnya menentukan kandungan total fenolik, bioaktivitas antioksidan dan antihiperglikemik dari ekstrak mikroalga tersebut. Uji antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan uji antihiperglikemik dengan metode inhibitor enzim α-amilase. Mikroalga yang berhasil diisolasi termasuk dalam jenis Chlorella vulgaris. Ekstrak metanol dari biomassa kering mikroalga memberikan kandungan fenolik total paling tinggi yaitu sebesar 10,8 mg GAE/g jika dibandingkan ekstrak air (1,8 mg GAE/g) dan heksana (1,1 mg GAE/g). Nilai IC50 ekstrak metanol dalam menangkap radikal bebas DPPH adalah 75,9 µg/mL dan mampu menginhibisi 50% aktivitas enzim α-amilase pada konsentrasi 839,9 µg/mL. Berdasarkan hasil uji bioaktivitas ekstrak metanol mikroalga Chlorella vulgaris yang diisolasi dari perairan Sungai Kincir Kamba Tigo memiliki kemampuan yang rendah sebagai antioksidan dan antihiperglikemik.
Studi Potensi Pembentukan Biogas Dari Sampah Makanan dan Ko-Substrat Feses Sapi Untuk Energi Listrik Alternatif: Studi Kasus Di Universitas Andalas Ardinal Ardinal; Rima Senditya Gewe; Slamet Raharjo; Iskandar R Iskandar R
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.194 KB) | DOI: 10.24960/jli.v5i2.673.101-111

Abstract

The potential raw materials for biogas formation through anaerobic treatments available on the campus of Andalas University (Unand) in Padang are the cafeteria’s food waste and cow feces. This study was aimed to look at the effect of cow feces in the formation of biogas from food waste that used a floating drum digester which was conditioned twice. Retention time was 20 days and the pH of packing material was conditioned by adding limestone. The ratio variation of packing materials composition such as food waste and cow feces were 100:0 (control digester), 75:25 (test 1 digester with a C/N ratio 30) and 50:50 (test 2 digester with a C/N ratio 25). The results showed that cumulative volume of biogas in control digester was 0.927 liters with methane gas estimated 591.885 mg/L and did not light when burned. The cumulative volume of biogas in test 1 digester was 13.715 liters with methane gas estimated was 15502.61 mg/L with the reddish color of blue flame. The cumulative volume of biogas in test 2 digester was 10.18 liters with concentration of methane gas was estimated 23297.59 mg/L and with blue color flame.ABSTRAKBahan baku potensial pembentukan biogas melalui pengolahan anaerobik yang tersedia di Kampus Universitas Andalas (Unand) Padang yakni sampah makanan kantin dan feses sapi. Studi ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan feses sapi dalam pembentukan biogas dari sampah makanan menggunakan floating drum digester yang dikondisikan duplo. Waktu retensi 20 hari dan pH bahan isian dikondisikan dengan menambahkan batu kapur. Variasi rasio komposisi bahan isian berupa sampah makanan dan feses sapi yakni 100:0 (digester kontrol), 75:25 (digester uji 1 dengan rasio C/N 30) dan 50:50 (digester uji 2 dengan rasio C/N 25). Hasil penelitian menunjukkan volume kumulatif biogas digester kontrol yakni 0,927 liter dengan estimasi gas metana 591,885 mg/L serta tidak menyala saat dibakar. Volume kumulatif biogas digester uji 1 yakni 13,715  liter dengan estimasi konsentrasi gas metana 15502,61 mg/L serta warna nyala biru kemerahan. Volume kumulatif biogas digester uji 2 yakni 10,18 liter dengan estimasi konsentrasi gas metana 23297,59 mg/L serta warna nyala biru.
Karakteristik konsentrasi timbel (Pb) dalam daun 3 (tiga) jenis pohon di sekitar pabrik peleburan aki bekas di Tangerang dan Bekasi Ridwan Fauzi; Muhamad Yusup Hidayat; Bambang Hindratmo; Siti Masitoh
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.978 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i2.4867.97-104

Abstract

Konsentrasi timbel (Pb) yang tinggi di udara, khususnya di sekitar pabrik peleburan aki bekas berisiko bagi kesehatan manusia. Tumbuhan mempunyai fungsi filtrasi terhadap polutan udara sehingga udara yang dihasilkan menjadi lebih segar. Peran tumbuhan dalam penyerapan timbel di lokasi sekitar peleburan aki bekas belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik konsentrasi timbel dalam daun di sekitar pabrik peleburan aki bekas di kawasan industri Kadu Manis Tangerang dan kawasan industri Jababeka Bekasi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, sampel yang diambil merupakan daun pada pohon yang berada di sekitar kawasan industri Kadu Manis Tangerang dan kawasan industri Jababeka Bekasi. Sampel daun diambil sesuai arah mata angin dengan jenis pohon yang diambil adalah Trembesi (Samanea saman), Bintaro (Cerbera manghas), dan Glodokan (Polyalthia longifolia). Sampel daun diambil dalam radius 0 hingga 7,5 km dari lokasi peleburan aki bekas. Konsentrasi timbel dalam daun dihitung dengan menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah angin berpengaruh nyata terhadap konsentrasi timbel dalam daun. Pepohonan yang berada di sebelah utara pabrik peleburan mempunyai kadar timbel paling besar dibanding tiga arah lainnya. Jarak dengan peleburan aki bekas hanya berpengaruh nyata terhadap konsentrasi timbel di kawasan industri Jababeka Bekasi.ABSTRACTThe high concentration of lead (Pb) in the air, especially around the smelter of used batteries is harmful for human health. Plants have a good filtration function for air pollutants. Effect of plants in the absorption of lead in the air, especially in locations around the smelting of used batteries has not been widely studied. This study aims to identify the characteristics of lead concentration in leaves around the smelter in industrial area of Kadu Manis, Tangerang and industrial area of Jababeka, Bekasi. This research is quantitative research, samples taken are leaves on trees that are around the smelters. Leaf samples were taken following the direction of the wind, with the tree species taken were Trembesi (Samanea saman), Bintaro (Cerbera manghas), and Glodokan (Polyalthia longifolia). Samples were taken in a radius of 0 to 7.5 km from the smelters. The lead concentration was analyzed using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Data analysis was performed using multiple linear regression. Wind direction has a significant effect on lead concentration in leaves. Trees that are north of the smelter have the highest lead levels compared to the other three directions. The distance with lead smelting only has a significant effect on lead concentration in Jababeka Industries.
Pemanfaatan Teknik Ko-Kristalisasi Untuk Produksi Serbuk Ekstrak Sirsak Lukman Junaidi; Enny Hawani Loebis; Rizal Alamsyah
Jurnal Litbang Industri Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.012 KB) | DOI: 10.24960/jli.v3i2.625.67-76

Abstract

Research on application of co-crystallization technique on production of soursop extract powder conducted to diversify soursop product that could be used as industrial commodity. Treatment on this research was influence of: (1) anti-caking magnesium oxide (MO), magnesium carbonate (MC), and magnesium silicate (MS), and (2) storage period (0, 1, 2, and 3 months), on the characteristics of soursop powder quality. The results showed co-crystallization could be applied to produce soursop powder that met the requirements of SNI 01-4320-1996. Based on its quality characteristics, soursop powder oursop powder MC resulted a better quality compared to s MO and s MS. MC had a quality characteristics: oursop powder Soursop powder water content 1.89%, pH 4.17, sugar content 83.75%, vitamin C 42.7  total soluble solids 98.1%, TPC mg/100g, 55 colonies/g, soursop powder until coliform < 3 MPN, and contain no mold and yeast. Storage of 3 months increased water content, pH, and TPC, and contrarily decreased sugar content, vitamin C  total soluble solids.  Based on the quality characteristics, soursop powder that , and was stored for 3 months still met the SNI 01-4320-1996 requirements.ABSTRAK Penelitian pemanfaatan teknik ko-kristalisasi untuk produksi serbuk ekstrak sirsak dilakukan untuk diversifikasi produk olahan buah sirsak yang dapat dijadikan komoditas industri. Perlakuan yang diamati meliputi pengaruh: (1) penggunaan jenis anti-kempal magnesium oksida (MO), magnesium karbonat (MC), dan magnesium silikat (MS) dan (2) masa simpan (0, 1, 2, dan 3 bulan) terhadap karakteristik mutu serbuk sirsak. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa teknik ko-kristalisasi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan serbuk sirsak yang memenuhi persyaratan mutu SNI 01-4320-1996. Berdasarkan karakteristik mutunya, serbuk sirsak MC memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan serbuk sirsak MS dan serbuk sirsak MO.  Serbuk sirsak MC memiliki karakteristik mutu: kadar air 1,89%, pH 4,17, kadar gula 83,75%, Vitamin C 42,7 mg/100g, total padatan terlarut 98,1%, ALT 55 koloni/g, koliform < 3 APM, dan tidak mengandung kapang dan khamir.  Penyimpanan serbuk sirsak sampai dengan 3 bulan mengakibatkan terjadinya peningkatan kadar air, pH, dan ALT, dan sebaliknya mengakibatkan penurunan kadar gula, vitamin C dan total padatan terlarut.  Berdasarkan karakteristik mutunya, serbuk sirsak yang disimpan selama 3 bulan tetap memenuhi persyaratan mutu SNI 01-4320-1996.
Utilization of mensiang (Actinoscorpus grosus L.) as a cellulose-rich material for furfural synthesis Fransiska Angelina G Rezekinta; Anwar Kasim; Novizar Nazir; F Failisnur
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.683 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7212.117-123

Abstract

The cellulose content of mensiang varies from 22% in the flower to 33% in the root. This could be used as a starting point for furfural synthesis. To separate furfural, several conditions are set for the distillation and evaporation processes. The conditions were rootstock part (A), upper stem part (B), whole stem part (C), whole stem with flowers part (D), and whole stem, flowers, and root part (E). Furfural content in the mensiang plant was conducted using Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GCMS) for the highest yield 11.78%, D treatment. Furfural synthesized from the mensiang plant has a furfural content of 96%. Furfural's density was 1.160 g/ml, boiling point was 161 oC, refractive index was 1.5120 obrix, and its viscosity was 1.46 cp.
The effect of type and method of mordant towards cotton fabric dyeing quality using jengkol (Archidendron jiringa) pod waste S. Sofyan; F. Failisnur; S. Silfia
Jurnal Litbang Industri Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.355 KB) | DOI: 10.24960/jli.v8i1.3830.1-9

Abstract

Jengkol pod is waste from jengkol (dogfruit). Its extract contains 5.28% tannin and can be used as a natural dye for textile to add its value. This study was conducted by extracting jengkol pod waste by using water. The treatment of this research is type and method of mordant. The mordant type was Al2(SO4)3, CaO, and FeSO4 and mordant method was conducted using three ways, simultaneous, post, and the combination of both. Dying was applied to cotton fabrics. To find out the effect of each treatment, the colored fabrics measured the strength and darkness of the color. The quality of the colored fabrics was determined by testing the color fastness against washing, acidic and alkaline sweat, light, and rubbing. The results showed that mordant type and method affected the color strength and darkness. The highest color darkness and differences were obtained in the treatment using mordant FeSO4 for all mordant methods. The mordant type and method did not have a significant effect on the color fastness of the fabric. The average of non-mordant fabric (control) has a higher fastness value compared to the colored fabrics. Some treatments have the same color fastness as the control fabric. The CaO mordant treatment with post and combined mordant method had better color fastness against alkaline sweat and light than controlled fabric treatment.AbstrakKulit jengkol merupakan limbah yang dihasilkan dari buah jengkol. Ektrak kulit jengkol mengandung tanin sebesar 5,28% dan dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alam tekstil untuk meningkatkan nilai tambahnya. Penelitian dilakukan dengan mengekstrak kulit jengkol menggunakan air. Perlakuan penelitian yaitu jenis dan metode mordan. Jenis mordan yang digunakan adalah Al2(SO4)3, CaO, dan FeSO4. Metode mordan dilakukan dengan tiga cara yaitu simultan, pasca, dan gabungan. Pewarnaan diaplikasikan pada kain katun. Untuk melihat pengaruh masing-masing perlakuan maka kain yang telah diwarnai diukur arah dan ketuaan warnanya. Kualitas kain hasil pewarnaan dilihat dengan menguji ketahanan luntur warna terhadap pencucian, keringat asam dan basa, sinar, dan gosokan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan metode mordan mempengaruhi arah dan ketuaan warna kain. Ketuaan dan perbedaan warna paling tinggi diperoleh pada perlakuan menggunakan mordan FeSO4 untuk semua metode mordan baik simultan, pasca, dan gabungan. Jenis dan metode mordan tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap ketahanan luntur warna kain. Kain kontrol tanpa mordan rata-rata mempunyai nilai ketahanan luntur yang lebih tinggi dibandingkan dengan kain yang diwarnai. Beberapa perlakuan mempunyai ketahanan luntur warna yang sama dengan kain kontrol. Perlakuan mordan CaO dengan metode mordan pasca dan gabungan mempunyai ketahanan luntur warna terhadap keringat basa dan sinar yang lebih baik dari perlakuan kain kontrol.
Stabilitas madu herbal dengan penambahan emulsifier dan antioksidan menggunakan metode spontan Nur Ahmad Habibi; Nur Heni Sri Palupi; Azis Boing Sitanggang
Jurnal Litbang Industri Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.521 KB) | DOI: 10.24960/jli.v10i2.6114.111-120

Abstract

Herbal honey with blackseed oil and olive oil is susceptible to change in stability during the storage period, such as separation and oxidation. The aim of this study was to observe the effect of emulsifier and antioxidant to stability of herbal honey. This study used a completely randomized factorial design with two repetitions. The first factor was concentration antioxidant tocopherol (0; 0,005; 0,01%) and the second factor was concentration of emulsifier Tween 80 (0; 0,001; 0,002%) so there were 9 combinations. Herbal honey was made using the spontaneous method. The study observed particle size distribution, stability against separation, and predict shelf life. Based on observation, the largest particle size distribution was in the herbal honey T1TW1 group  with size 1004.70 ± 5.80 nm. The smallest particle distribution was in the T3TW3 group with size 117.10 ± 1.56 nm. Based on the stability, T3TW3 group was able to keep the rate of emulsion separation that occurs compared to other groups. Based on ASLT test, herbal honey with antioxidan and emulsifier had shelf life 241 days and without 140 days. Conclusion this study is antioxidant tocopherol and Tween 80 emulsifier can improve the stability of herbal honey significant. 
Pemanfaatan Daun Ubi Kayu Menjadi Dendeng Sebagai Makanan Alternatif Vegetarian Pengganti Protein Firdausni Firdausni; Inda Three Anova
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.147 KB) | DOI: 10.24960/jli.v5i1.662.61-69

Abstract

The research on utilization of cassava leaves in making of jerky as a protein source  was aimed to optimize the utilization of cassava leaves became products which were delicious, preferably and as a source of protein for vegetarians. Processing of cassava leaves became jerky was made by several stages of the process and addition of fillers, flour, and other seasoning condiment to produce a soft jerky with preferred taste. The first  stage was done to get  the right process and variation of flour addition, control (0%) craftsmen version, the addition of tapioca flour 25%, 50% and 75%. The results showed that the addition of flour ratio affected the levels of protein, carbohydrate and organoleptic of cassava leaves jerky. The making of cassava leaves jerky by treatment tapioca flour addition of 50% indicated optimal results with water content  2.91%, ash content  4.47%, protein 14.01%, fat content 20.15%, and crude fiber 11.10 %, and organoleptic testing for taste, color, aroma and texture were preferred. Observations storability of cassava leaves jerky with plastic packaging at room temperature was still in good condition visually for three months of storage.ABSTRAK Penelitian pemanfaatan daun ubi kayu dalam pembuatan dendeng sebagai sumber protein bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan daun ubi kayu menjadi produk olahan yang enak, disukai dan sebagai sumber protein bagi vegetarian. Pengolahan daun ubi kayu menjadi dendeng dilakukan dengan beberapa tahapan proses dan penambahan bahan pengisi, tepung, dan bumbu-bumbu yang lain sehingga dihasilkan dendeng yang empuk dengan rasa yang disukai. Tahap awal dilakukan untuk mendapatkan proses yang tepat dan variasi penambahan tepung yaitu kontrol (0%) versi pengrajin, penambahan tepung tapioka 25, 50, dan 75%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan penambahan tepung berpengaruh terhadap kadar protein,  karbohidrat, dan organoleptik dendeng daun ubi kayu.  Pembuatan  dendeng daun ubi kayu dengan perlakuan penambahan tepung tapioka 50% menunjukkan  hasil yang optimal dengan  kadar air 2,91%, kadar abu 4,47 %, protein 14,01%,  lemak 20,15%, dan serat kasar 11,10%, dan uji organoleptik rasa, warna, aroma dan tekstur disukai.  Dendeng daun ubi kayu dengan kemasan plastik pada suhu ruang masih dalam kondisi baik secara visual selama tiga bulan  penyimpanan.
Degradasi senyawa fenol secara fotokatalisis dengan menggunakan katalis C-doped TiO2 S Safni; Vepilia Wulanda; K Khoiriah; Diana Vanda Wellia
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.838 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i1.4675.51-57

Abstract

Fenol merupakan senyawa kimia yang banyak digunakan dalam proses industri. Akan tetapi fenol dalam konsentrasi berlebihan dapat menimbulkan efek buruk terhadap kehidupan manusia dan lingkungan pada umumnya. Pada penelitian ini, fenol didegradasi secara fotolisis tanpa dan dengan menggunakan  katalis TiO2/C di bawah sinar UV (10 Watt, λ= 365 nm) dan sinar tampak (lampu philips LED 13 watt 1400 lux, λ= 465-640 nm). Larutan fenol yang telah didegradasi diukur dengan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 200-400 nm. Hasil karakterisasi XRD dan DRS UV-Vis memperlihatkan bahwa katalis modifikasi titania menggunakan unsur karbon berpotensi aktif pada sinar tampak. Aplikasi katalis TiO2/C mampu meningkatkan efisiensi dari degradasi fenol pada sistem fotolisis. Larutan fenol 8 mg/L terdegradasi sebanyak 38,98% dan 35,59% tanpa katalis dan meningkat menjadi 51,69% dan 66,10% dengan penambahan 5 mg katalis TiO2/C masing-masing di bawah sinar UV dan sinar tampak.ABSTRACTPhenol is a chemical compound that is widely used in industrial processes. However, phenol in excessive concentration can endanger human life and the environment. In this study, phenol was degraded without and using TiO2/C catalyst under UV-light (10 Watts, λ = 365 nm) and visible-light (13 watt Philips, lux= 1400, λ = 465-640 nm) photolysis. The degraded of phenol solution was measured by a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength 200-400 nm. The results of XRD and DRS UV-Vis characterization show that the modified of titania catalyst using carbon potentially actives in visible-light. Application of TiO2/C catalyst can improve the efficiency of phenol degradation in photolysis system. Phenol solution with concentration 8 mg/L was degraded by 38.98% and 35.59% without catalyst and increased to be 51.69% and 66.10% in presence of 5 mg TiO2/C catalyst under UV-light and visible-light, respectively.