cover
Contact Name
Muhammad Syahrir
Contact Email
syahrir_gassa@yahoo.com
Phone
+6275172201
Journal Mail Official
sofyan@kemenperin.go.id
Editorial Address
http://litbang.kemenperin.go.id/jli/about/editorialTeam
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Litbang Industri
Core Subject : Science,
Jurnal Litbang Industri (JLI) is a scientific journal published regularly twice a year in June and December. JLI contains primary articles or reviews are sourced directly from results of industrial research such as processing of agricultural products, food processing, fishing industry, mining industry, industrial standardization, and pollution control. All submissions are reviewed by qualified reviewers in their field.
Articles 213 Documents
Adsorpsi Cu2+ Menggunakan Nanofiber Polisulfon-FeOOH Yang Disintesis Dengan Metode Elektrospinning Dini Hariyati Adam; Hamzar Suyani; Muhamad Nasir; Safni Safni; Willy Cahya Nugraha
Jurnal Litbang Industri Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1725.154 KB) | DOI: 10.24960/jli.v3i2.629.101-108

Abstract

It had been done a research about adsorption of Cu2+ using polysulfone-FeOOH nanofiber prepared by elektrospinning method. Polysulfone-FeOOH nanofiber was synthesized by dissolving polysulfone pellets in 30 mL dimethylacetamide (DMAc). The effects of process conditions such as concentration, distance between the nozzle and collector, voltage and flow rate on the morphology and diameter of nanofibers were investigated. The optimum conditions of polysulfone nanofiber synthesizing was obtained with concentration 25%, distance 12 cm, voltage 25 kV, and flow rate  0.05 mL/min with average diameters of fibers was 762.927 nm. Polysulfone nanofiber was coated with FeOOH to increase the adsorbtion capacity of Cu2+. The results showed that optimum condition for removal of Cu2+ used polysulfone-FeOOH nanofiber was obtained in 2 hours contact time, pH 6, adsorbent dosage 25 mg, and concentration of Cu2+ 10 mg/L with adsorbstion capacity was 9.79 mg/g, while for polysulfone nanofiber the adsorption capacity was 8.34 mg/g. The adsorbtion pattern of Cu2+ by the both of adsorbent followed the Freundlich isotherm pattern.ABSTRAK Penelitian mengenai pemisahan ion Cu2+menggunakan nanofiber polisulfon-FeOOH yang disintesis dengan metode elektrospinning telah dilakukan. Nanofiber polisulfon P-3500 disintesis dengan cara melarutkan pelet polisulfon ke dalam 30 mL dimethylacetamide (DMAc). Pengaruh kondisi seperti konsentrasi, jarak nozzle dengan kolektor, tegangan dan laju alir terhadap morfologi dan diameter serat dipelajari. Kondisi optimum pembuatan nanofiber polisulfon diperoleh dengan konsentrasi 23 %, jarak 12 cm, tegangan 25 kV, dan laju alir 0,05 mL/min dengan ukuran diameter serat rata-rata 762,927 nm. Nanofiber yang terbentuk dilapisi dengan FeOOH untuk meningkatkan kapasitas penyerapannya terhadap ion Cu2+. Dari hasil penelitian didapatkan kondisi optimum untuk pemisahan ion Cu2+ menggunakan nanofiber polisulfon-FeOOH yaitu waktu kontak 2 jam, pH 6, bobot adsorben 25 mg, dan konsentrasi Cu2+10 mg/L dengan kapasitas penyerapan 9,79 mg/g, sedangkan untuk nanofiber polisulfon kapasitas penyerapan 8,34 mg/g. Pola penyerapan Cu2+ untuk kedua jenis adsorben lebih sesuai dengan pola isoterm Freundlich 
Pengaruh ukuran saringan dan konsentrasi gula terhadap sifat fisika kimia konsentrat sari buah kundur (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn) Inda Three Anova; Kamsina Kamsina; Firdausni Firdausni; Yulia Helmi Diza; Yurnita Yurnita
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.092 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7400.145-150

Abstract

Buah kundur (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn) telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu bahan pangan fungsional. Pemanfaatan buah kundur biasanya dengan cara dibuat sari buah yang diminum langsung atau dikombinasikan dengan campuran sari buah lainnya. Kandungan buah kundur terdiri dari air, protein, karbohidrat, serat vitamin dan mineral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh dari perlakuan variasi ukuran saringan yaitu 40 mesh,  60 mesh,  80 mesh, dan konsentrasi gula yaitu 30% dan 40% yang digunakan pada pembuatan konsentrat sari buah kundur. Terhadap konsentrat yang diperoleh dilakukan pengamatan pH, kekentalan, analisa kadar serat, kadar gula, mineral, vitamin C dan aktivitas antioksidan. Perlakuan ukuran saringan 40 mesh dengan  konsentrasi gula 40% memberikan hasil yang optimal dengan pH 4,87, kekentalan 12,09 cP, kadar serat 0,15%,  kadar gula 29,91%, kandungan mineral kalsium (Ca) 0,0002%, magnesium (Mg) 0,0057%, kalium (K) 0,0474 % dengan kadar vitamin C 0,0057%  dan aktivitas antioksidan 55,65%.
Rasio pelarut etanol dan etil asetat pada proses ekstraksi terhadap karakteristik katekin dari gambir Inda Three Anova; Gustri Yeni
Jurnal Litbang Industri Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1856.194 KB) | DOI: 10.24960/jli.v10i2.6506.121-127

Abstract

Gambir salah satu tanaman herbal yang mempunyai banyak manfaat, terutama untuk produk farmasi, kosmetik, pewarna dan lain sebagainya. Kandungan senyawa katekin yang tinggi pada gambir sangat dipengaruhi oleh proses ekstraksi yang dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk melihat pengaruh dari rasio pelarut etanol dan etil asetat serta waktu ekstraksi yang digunakan terhadap rendemen dan karakteristik katekin gambir yang dihasilkan. Proses ekstraksi menggunakan pelarut etanol dan etil asetat, dengan rasio sebagai berikut : E1= etil asetat : etanol (0:1), E2 = etil aetat : etanol (1:0), E3= etil asetat : etanol (3 : 2),  E4 = etil asetat : etanol (4 : 1); waktu ekstraksi : 5 jam (T1) dan 6 jam (T2), rasio pelarut dan gambir tetap yaitu 1:2. Pada produk katekin yang didapatkan dilakukan perhitungan rendemen, kadar katekin, kandungan unsur mineral logam dan non logam dengan uji XRF dan morfologi SEM EDX. Perlakuan optimal didapat pada perlakuan E3T2 dengan rendemen 74,86% dan  kadar katekin 98,66%. Menurut uji XRF terdapat beberapa jenis unsur logam dan non logam yang lebih kompleks seperti Mg, Al, Si, P, Cl, K, Ca, Fe, Cu, Ag, S, Eu dan Cd, morfologi SEM menunjukkan bentuk partikel yang masih sama serta tidak teratur dengan ukuran partikel yang lebih kecil jika dibandingkan dengan ukuran partikel bahan baku gambir.
Pengaruh Perbedaan Persentase Penambahan Gliserin dan Konsentrasi Larutan Ekstrak Gambir Terhadap Beberapa Sifat Fisika dan Kadar Tanin Tinta Stempel Silfia Silfia; Hendri Muchtar; Failisnur Failisnur
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.126 KB) | DOI: 10.24960/jli.v5i1.667.53-59

Abstract

Gambier extract derived from leaves of Uncaria Gambier Roxb contain catechin and tannin which belonged to polyphenolic compounds. Gambier extract when added with ferosulfat salt will form a complex compound that can give a green color to black and can be used as a dye in the stamp ink. This study aims was to see how far the effect of adding glycerin and concentration of the Gambier extract solution against some physical properties and levels of tannin stamp ink. The ink manufacturing was done through a washing process of gambier, filtering, cube black manufacture, dissolution and formulation. The making of the stamp ink was done by a non factorial completely randomized design with a variation of the concentration of glycerin Ao = Without the addition of glycerin, A1 = 15% = 20% A2, A3 and A4 = 25% = 30% and the concentration of the extract gambier B1 = 20%, B2 = 25% = 30% B3, B4 and B5 = 35% = 45%. Results of the research showed that the addition of glycerin could increase some physical properties, especially against the homogenity of the ink. The best treatment was obtained on the use of gambier extracts 35% (B3) with pH 3.27, total solids 41.33%, tannin content 2.5788%, visual observation of color strength was clear and flat, viscosity was medium, not expand and not sticky, and homogeneous.ABSTRAKGambir berasal dari ekstrak daun tanaman Uncaria Gambier Roxb, mengandung senyawa katechin dan tanin yang termasuk golongan senyawa polifenol. Ekstrak gambir jika ditambahkan dengan garam ferosulfat akan membentuk senyawa komplek yang dapat memberikan warna hijau sampai hitam dan dapat digunakan sebagai pewarna pada tinta stempel. Penelitian ini bertujuan untukmelihat sejauh mana pengaruh penambahan gliserin dan konsentrasi larutan ekstrak gambir terhadap beberapa sifat fisika dan kadar tanin tinta stempel. Pembuatan tinta dilakukan melalui proses pencucian gambir, penyaringan, pembuatan cube black, pelarutan dan formulasi. Pembuatan tinta stempel dilakukan dengan rancangan acak lengkap non faktorial dengan variasi konsentrasi gliserin (0%, 15%, 20%, 25%, dan 30%) dan konsentrasi ekstrak gambir (25%, 30%, 35%, 40%, dan 45%). Hasil penelitan menunjukkan bahwa penambahan gliserin dapat meningkatkan beberapa sifat fisika terutama terhadap homogenitas tinta. Perlakuan terbaik diperoleh pada penggunaan ekstrak gambir 35% dengan pH 3,27, padatan total 41,33%, kadar tanin 2,58%, pengamatan visual terhadap kekuatan pewarnan jelas dan rata, kekentalan sedang, tidak mengembang dan tidak lengket serta homogen.
Pembuatan tablet effervescent berbahan aktif sediaan kering ekstrak daun senduduk dan bakteri asam laktat asal dadih Sijunjung sebagai minuman fungsional Yulia Helmi Diza; Alfi Asben; Tuty Anggraini
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.992 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i1.5273.59-67

Abstract

Pembuatan tablet effervescent dengan bahan aktif ekstrak kering daun senduduk  dan sediaan kering bakteri asam laktat yang berasal dari dadih Kabupaten Sijunjung telah dilakukan melalui pencetakan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan minuman fungsional yang mengandung senyawa antioksidan dan bakteri baik yang mudah dan cepat disajikan. Bahan aktif yang digunakan adalah sediaan kering BAL asal dadih sebanyak 2%, 4% dan 6% dari bahan penyusun tablet dan ekstrak kering daun senduduk sebanyak 15% untuk semua perlakuan. Terhadap produk yang dihasilkan dilakukan pengujian total BAL, aktivitas antioksidan, total fenol, pH larutan, kadar air, waktu larut, kekerasan, dan uji kesukaan meliputi penampakan tablet, rasa, warna larutan dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total BAL yang tumbuh pada larutan tablet effervescent yang memenuhi syarat untuk pangan fungsional adalah perlakuan penambahan sediaan kering BAL 4% dan 6%, yaitu 4,04x106 kol/g, 1,72x107 kol/g, aktivitas antioksidan 52,20% dan 54,50% dengan total fenol 0,81 mg GAE/g dan 0,86 mg GAE/g. Dari hasil uji kesukaan diketahui bahwa perlakuan yang mempunyai rata-rata nilai kesukaan tertinggi adalah perlakuan dengan bahan aktif ekstrak kering senduduk 15% dan sediaan kering BAL 4% dengan pH 5,03, kadar air 9,34%, waktu larut 1,875 menit dan kekerasan 4,18 kg.ABSTRACTMaking of effervescent tables with active ingredients of dried extracts of senduduk leaves and dried preparations of lactic acid bacteria from dadih Sijunjung have been done through direct compression. This study aims to make functional beverage preparations that contain antioxidant compounds and bacteria both easily and quickly served. The active ingredients used were dried LAB preparations from dadih as much as 2%, 4% and 6% of the constituent tablets and dried extracts of senduduk leaves as much as 15% for all treatments. The products were  tested of total LAB, antioxidant activity, total phenol, pH of the solution, moisture content, dissolution time, hardness, and test of preference included tablet appearance, taste, solution color, and flavour. The results showed that the total LAB that grown in the effervescent tablet solution met the requirements for functional food was the treatment of the addition of 4% and 6%  LAB dry dosage, namely 4.04x106 col/g, 1.72x107 col/g, antioxidant activity 52.20% and 54.50% with total phenol 0.81 mg GAE/g and 0.86 mg GAE/g. From the test results, it was known that the treatment that had the highest average value of preference was treatment with the active ingredient of dry extract of 15% and dry preparation of LAB 4%  with pH 5.03, moisture content 9.34%, soluble time 1.875 minutes, and hardness 4.18 kg. 
Biodegradabilitas Polikarboksilat Dari Asam Alginat dan Tapioka Isananto Winursito
Jurnal Litbang Industri Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.924 KB) | DOI: 10.24960/jli.v3i1.619.39-47

Abstract

Abundantly occurring carbohydrates in nature can be used to obtain functional and biodegradable polycarboxylate for its application in various industrial fields. Partially-dicarboxylated of carbohydrate in alginic acid and tapioca with dicarboxylation degree from 13 to 78 mol% were prepared. The biodegradability of dicarboxylated alginic acid and tapioca, evaluated by biochemical oxygen demand (BOD), depended on dicarboxylation degree. Dicarboxylated alginic acid and tapioca containing high remaining glucopyranose groups showed excellent biodegradation, though dicarboxylated alginic acid with the dicarboxylation degree of 56 mol% was no longer biodegradable. However, dicarboxylated tapioca was still biodegrade up to the dicarboxylation degree of 74 mol%.ABSTRAK Karbohidrat yang terdapat secara melimpah di alam dapat digunakan untuk membuat polikarboksilat fungsional dan biodegradabel yang dapat dipakai di berbagai bidang industri. Dikarboksilasi-sebagian telah dilakukan terhadap karbohidrat dalam asam alginat dan tapioka, menghasilkan polimer terdikarboksilasi dengan derajat dikarboksilasi 13-78 mol%. Biodegradabilitas asam alginat dan tapioka terdikarboksilasi, dihitung berdasarkan kebutuhan oksigen untuk aktivitas biokimia (BOD), tergantung pada derajat dikarboksilasi. Asam alginat dan tapioka terdikarboksilasi dengan sisa gugus glukopiranosa yang tinggi dapat terdegradasi dengan baik. Asam alginat terdikarboksilasi pada derajat dikarboksilasi 56 mol% sudah tidak mengalami biodegradasi lagi, namun tapioka terdikarboksilasi masih dapat mengalami biodegradasi sampai derajat dikarboksilasi 74 mol%.
Peningkatan daya buih susu skim sebagian rekombinasi dengan penggunaan penstabil Ahmad Johari; Sugiyono Sugiyono; Dede Robiatul Adawiyah
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.43 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i2.6745.79-89

Abstract

Susu banyak digunakan untuk memberikan rasa milky dan kestabilan buih pada minuman kopi seperti cappuccino dan latte. Karakteristik buih susu pada lapisan atas minuman kopi akan menentukan kualitas keseluruhan suatu produk. Penstabil berperan penting pada stabilitas buih dan tekstur produk akhir yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula susu skim sebagian rekombinasi yang disukai oleh konsumen dan meningkatkan daya buih formula terpilih dengan penambahan penstabil microcrystalline cellulose (MCC) atau xanthan gum (XG). Konsentrasi xanthan gum yang digunakan adalah 0,10%, 0,15%, 0,20% dan konsenstrasi microcrystalline cellulose yang digunakan adalah 0,08%, 0,10%, 0,12%. Formula yang disukai oleh konsumen adalah formula dengan kadar laktosa 1,60%. Formula dengan penambahan microcrystalline cellulose tidak berbeda nyata dibandingkan dengan kontrol pada volume buih dan foam volume stability index (FVSI). Penambahan xanthan gum memberikan pengaruh nyata pada volume buih dan FVSI. Konsentrasi terbaik xanthan gum adalah 0,10% dengan suhu frothing 60 °C dan biaya formula Rp. 6.176,00 per Kg. Penambahan xanthan gum secara nyata meningkatkan nilai viskositas dan berdampak nyata pada sifat sensori. Sampel terpilih yang disimpan selama 0-7 hari pada suhu 4 oC memiliki nilai pH, viskositas, warna, volume buih dan FVSI yang tidak berbeda nyata serta sifat sensori (atribut gurih, milky dan asin) yang sama.
Back Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 7 No. 2 Desember Tahun 2017 Sofyan Sofyan
Jurnal Litbang Industri Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.227 KB) | DOI: 10.24960/jli.v7i2.3563.%p

Abstract

Back Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 7 No. 2 Desember Tahun 2017
Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit secara Sonochemical Laila Kusuma; Darmadi Darmadi; Adisalamun Adisalamun
Jurnal Litbang Industri Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.867 KB) | DOI: 10.24960/jli.v7i1.2691.29-39

Abstract

Hospital as a service provider has an important role in human life, especially for people who are experiencing physical and mental disorders. Various types of diseases and therapies performed in hospitals has made it as one of the producers of hazardous and infectious waste that requires special handling and processing so as not to pollute the water, soil, and air environment. Hospital wastewater treatment was conducted to determine the ability of sonochemical method to reduce level of Chemical Oxygen Demand (COD) and determine the optimum conditions of the parameters used by the design of Response Surface Methodology Box-Behnken. The parameters that affected this process was the concentration of hydrogen peroxide (H2O2), pH, and reaction time. The Waste used was taken from the waste water treatment plant in Zainoel Abidin General Hospital in Banda Aceh with COD value 260.65 ppm. The optimum conditions of this treatment process occured at pH 2, H2O2 concentration 500 ppm, and reaction time 119.98 minutes with reduction of COD was 81.88%.ABSTRAKRumah sakit sebagai penyedia layanan jasa memegang peranan cukup penting dalam kehidupan manusia, terutama bagi orang-orang yang sedang mengalami gangguan fisik dan mental. Berbagai jenis penyakit dan terapi yang dilakukan di rumah sakit telah menjadikannya sebagai salah satu penghasil limbah berbahaya dan infeksius yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus agar tidak mencemari lingkungan yaitu air, tanah dan udara. Pengolahan limbah cair rumah sakit dilakukan untuk mengetahui kemampuan metode sonochemical dalam menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan menentukan kondisi optimum dari parameter yang digunakan berdasarkan disain Response Surface Methodology Box-Behnken. Parameter yang mempengaruhi proses ini adalah konsentrasi hidrogen peroksida (H2O2), pH, dan waktu reaksi. Limbah yang digunakan diambil dari instalasi pengolahan air limbah di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Kota Banda Aceh dengan nilai COD sebesar 260,65 ppm. Kondisi optimum dari proses pengolahan terjadi pada pH 2, konsentrasi H2O2 500 ppm, dan waktu reaksi 119,98 menit dengan penurunan COD sebesar 81,88 %
Back Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 10 No. 1 Juni Tahun 2020 Sofyan Sofyan
Jurnal Litbang Industri Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.925 KB) | DOI: 10.24960/jli.v10i1.6276.xiii-xv

Abstract

Back Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 10 No. 1 Juni Tahun 2020