cover
Contact Name
Kartika Magdalena Suwanto
Contact Email
kartika.suwanto@uph.edu
Phone
+6285780522262
Journal Mail Official
de.lite.journal@uph.edu
Editorial Address
Universitas Pelita Harapan MH Thamrin Boulevard 1100, Klp. Dua, Kec. Klp. Dua, Kota Tangerang, Banten 15811
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
de-lite
de.lite Journal of Visual Communication Design Study and Practice is a peer reviewed billingual journal that focuses on the foundational discussion of visual communication design. The journal is published by the Department of Visual Communication Design of Universitas Pelita Harapan, and managed by Universitas Pelita Harapans Editorial dan Publication Design Laboratory.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2021): July 2021" : 5 Documents clear
Perancangan Visual Directory Untuk Art Practice Services for The Elderly (APSTE) di Lingkungan Urban Bagus Setiawan; Adikara Rachman; - Indralaksmi; Yosua Reydo Respati
de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice Vol 1, No 1 (2021): July 2021
Publisher : Visual Communication Design Department of Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v1i1.3929

Abstract

Isu sosial dalam seni rupa dan desain ini diangkat dari topik tugas akhir program studi DKV S1 Universitas Trisakti tahun akademik 2020 – 2021 semester gasal. fokusnya pada peran seni untuk menjembatani antara kalangan muda dengan para lansia ditengah dinamika keseharian urban. Dua generasi yang terpisah oleh tingkat aktifitas dan aksesibilitas kehidupan urban termasuk seni dan desain. Secara sosial para lansia terisolasi dalam keterbatasan fisik dan jauh dari asupan artistik, oleh karena itu, fungsi sosial seni dan desain dipandang sebagai solusi supaya para lansia memiliki kembali semangat hidup untuk memaknai masa tuanya sebagai hal yang menyenangkan. Art Practice Services for The Elderly (APSTE) adalah program layanan seni kolaboratif musik dan visual dari kalangan muda untuk kelompok para lansia sebagai wujud kepedulian sosial yang dirancang dalam bentuk Visual Directory (VD), berfungsi sebagai buku panduan pelaksanaan yang dilengkapi ilustrasi bernarasi sosial dan karakter urban. Perancangan VD APSTE sebagai luaran studi kualitatif dilengkapi sejumlah aturan dasar psikologi praktis, hal teknis, dan format kolaborasi untuk para sukarelawan. VD APSTE secara permanen akan diintegrasikan pada situs jejaring www.listentotheworld.net suatu program literasi berpayung budaya dibawah supervisi www.sacredbridge.org 
Enhancing Village Image through Murals In the Astagina Field, Padangsambian Kelod Village, Denpasar Made Arini Hanindharputri
de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice Vol 1, No 1 (2021): July 2021
Publisher : Visual Communication Design Department of Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v1i1.3747

Abstract

The Covid-19 pandemic that has hit all countries in the world including Indonesia, has made access to tourism and community activities not optimal. However, in a situation like this, the city of Denpasar, Bali, which has been named a creative city with a cultural perspective by the Indonesian Creative Agency, continues to carry out branding activities in the hope that after the pandemic ends, both local and foreign people will continue to visit Bali and carry out their usual activities. One tourist village that wants to do branding is Padang Sambian Kelod Village. This village collaborates with the Bali Design and Business Institute to carry out the Community Service program in the form of a mural which is carried out in Astagina Field, as a form of enhancing the image of the village and welcoming the planned Porsenides (Village Sports and Art Week) activities when the pandemic situation has decreased or ended. The method used is a participatory design approach, which will connect humans (lecturers and students who carry out the mural), place (the identity of the tourist village) and function functions (knowledge and action). The result of this activity is the design of a mural that features Balinese traditional sports as a characteristic of Padangsambian Kelod Village, where this mural is expected not only to beautify the village, but also to improve the image of the village itself, and of course to become an icon of Porsenides in the village.
Kajian Estetika Karya Poster Propaganda Perang Dunia I & II Berdasarkan Perspektif Teori Ekspresi Leo Tolstoy Alfiansyah Zulkarnain; Natashia Salim
de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice Vol 1, No 1 (2021): July 2021
Publisher : Visual Communication Design Department of Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v1i1.3787

Abstract

Teori Ekspresi adalah teori filsafat seni yang memfokuskan karyanya pada sisi emosi, atau dapat didefiniskan melalui representasi atau manifestasi dari realitas batin seniman. Makalah ini akan membahas kajian analisis terhadap dua studi kasus karya poster propaganda Perang Dunia berdasarkan sudut pandang Teori Ekspresi menurut Leo Tolstoy. Tujuan dari kajian ini adalah untuk melihat relevansi aspek persuasi dan aspek etis sebagai esensi seni dan desain melalui kedua studi kasus. Kajian akan dilakukan melalui riset literatur untuk menjelaskan secara mendalam atas bentuk, konten dan konteks dari karya poster propaganda J.Howard Miller dan James Montgomery Flagg. Kemudian akan dilakukan pembuktian kriteria esensi seni Teori Ekspresi Tolstoy atas tiap studi kasus. Hasil kajian menunjukkan bahwa dengan menggunakan kacamata teoritis Teori Ekspresi Tolstoy, dapat disimpulkan terkandung nilai estetis pada desain poster propaganda.
Perancangan Komik Tentang Menjaga Identitas Kebangsaan bagi Komunitas Weeaboo Milenial di Indonesia Lukas Ardandireza; Sayid Mataram
de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice Vol 1, No 1 (2021): July 2021
Publisher : Visual Communication Design Department of Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v1i1.3660

Abstract

Kebudayaan adalah salah satu aspek penting dalam identitas bangsa Indonesia. Namun dewasa ini arus globalisasi yang begitu pesat mengakibatkan begitu mudahnya budaya asing untuk merasuk ke sendi-sendi bangsa. Salah satunya adalah kebudayaan Jepang. Budaya Jepang ini dibawa oleh beberapa produk media budaya populer Jepang yaitu diantaranya anime serta manga. Rasa tertarik terhadap produk asing, khususnya  anime dan manga, mempengaruhi rasa memiliki identitas bangsanya. Saat ini di Indonesia telah lahir generasi Phi di era millenial yang merupakan generasi penggerak sekaligus pengubah hingga 50 tahun ke depan. Generasi tersebut sangat mudah terpengaruh oleh perkembangan trend global daripada generasi sebelumnya. Kecenderungan perilaku negatif telah muncul dengan adanya komunitas weeaboo sebagai bentuk ekstrim dari perilaku penggemar budaya Jepang. Sehingga dibutuhkan upaya mempertahankan dan menjaga identitas bangsa Indonesia dikalangan generasi milenial. Bukan tidak mungkin identitas bangsa Indonesia suatu saat akan tergerus dan luntur. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana menjaga identitas kebangsaan bagi komunitas weeaboo milenial di Indonesia serta menciptakan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan guna menjaga identitas bangsa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjaga identitas bangsa dari pengaruh ekstrim budaya asing di Indonesia. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan semiotika visual untuk menciptakan media komik. Media komik merupakan media yang relevan dikonsumsi oleh komunitas weeaboo sehingga media tersebut efektif sebagai media perancangan. Hasil yang diperoleh yaitu meskipun para weeaboo merupakan penggamar ekstrim budaya Jepang yang bahkan menganggap budaya Jepang lebih baik daripada budayanya sendiri, namun tidak menutup kemungkinan hal itu bisa diantisipasi dengan adanya upaya menjaga identitas bangsa mereka.Kata Kunci: Komik, Generasi millenial, Weeaboo, Identitas bangsa
Application of The Synesthetic Approach in A Layout Design Course Ellis Melini
de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice Vol 1, No 1 (2021): July 2021
Publisher : Visual Communication Design Department of Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v1i1.3928

Abstract

In visual communication design education, teachers strive to help students understand how to generate ideas in whatever form of graphics they are trying to create. This paper focuses on how we apply the concept of synesthesia in a visual composition, specifically in the form of a page layout comprising both text and images. This research is done in a class of second-year students majoring in graphic design in a visual communication design bachelor program. Students are given an assignment to create a multi-column layout and incorporate the synesthesia concept in their design. The result is quite interesting, with some artworks showing what can be considered as universal synesthetic experience for the viewers. The artworks are then evaluated and considered for future classroom exercises.

Page 1 of 1 | Total Record : 5