cover
Contact Name
Setyo Admoko
Contact Email
setyoadmoko@unesa.ac.id
Phone
+6282144347073
Journal Mail Official
physics@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetaahuan Alam Jl. Ketintang, Gd C3 Lt 1, Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : 28303881     DOI : -
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang pendidikan fisika meliputi bidang Filsafat dan Kurikulum, Inovasi Pembelajaran, Media Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika diterbitkan secara berkala oleh Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya sebanyak tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juli, dan September.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2013)" : 4 Documents clear
WGES (Water Gas Electrolyzer System): Studi Eksperimental Elektrolisis Air Terhadap Emisi Gas ‎Buang dan Konsumsi Bahan Bakar pada Kendaraan Bermotor Rosyidi, Fiktor; Dwikoranto, Dwikoranto
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha untuk menghemat pemakaian bahan bakar merupakan pekerjaan yang sangat penting yang harus dilakukan saat ini dan masa depan, salah satu diantaranya adalah dengan menggunakan Brown Gas. Di sisi lain, penggunaan Brown Gas pada kendaraan sebagai bahan bakar belum optimal, hanya menggunakan elektrolisis sederhana, memperpendek usia aki, energi listrik sisa pengisian masih terbuang, elektrolisis belum memanfaatkan sistem HTES, hasil gas hidrogen belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data kadar emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar sepeda motor berbahan bakar bensin dan dengan menggunakan WGES. Penelitian dilakukan dengan dua pengujian, yaitu pengujian standar dan pengujian eksperimen dengan menggunakan WGES. Data yang telah diperoleh dimasukkan ke dalam tabel dan ditampilkan dalam bentuk grafik yang kemudian akan dianalisis dan ditarik kesimpulannya, sehingga dapat diketahui perbandingan antara penggunaan WGES dengan standar. Dari data perbandingannya maka dapat diketahui persentase konsumsi bahan bakar dan kadar emisi gas buang pada Honda GL MAX 124,1 cc yang masih standart dan menggunakan WGES. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan WGES dapat menurunkan konsumsi bahan bakar dan meningkatkan kualitas emisi gas buang. Penurunan konsumsi bahan tertinggi sebesar 62% didapatkan pada putaran 6000 rpm. Selain itu juga terjadi peningkatan kualitas emisi gas buang dengan menurunnya kadar emisi CO, HC, dan meningkatnya kadar CO2. Penurunan emisi kadar CO tertinggi yang sebelumnya 9,22% vol pada pengujian standart menjadi 3.92% vol dengan menggunakan WGES pada putaran 6000 rpm, penurunan kadar HC tertinggi yang sebelumnya 2728,33 ppm pada pengujian standart menjadi 178,00 ppm pada pengujian WGES, kenaikan kadar CO2 tertinggi yang sebelumnya 5,33% vol pada pengujian standart menjadi 8,57 % vol pada pengujian WGES. Siswa di kelas 2 mesin otomotif SMK NEGERI 2 PURWOSARI BOJONEGORO mempunyai respons yang sangat kuat sekali sebesar 94%.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Metode Eksperimen pada Materi ‎Getaran dan Gelombang Kelas VIII di SMP N 1 Bangsal Mojokerto Septina, Norma Dewi; Mulyaningsih, Sri
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyataan yang ada di SMP N 1 Bangsal Mojokerto bahwa cara mengajar guru di sekolah tersebut dengan teori dan praktikum yang belum terarah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa, mendeskripsikan aktivitas siswa, dan mendeskripsikan respon siswa melalui kegiatan belajar mengajar dengan model pembelajaran STAD dengan metode eksperimen. Penelitain ini merupakan eksperimental dengan randomized control group pretest posttest design dengan empat kelas eksperimen (VIIIA, VIIIC, VIIIF) dan satu kelas kontrol (VIIIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran STAD dengan metode eksperimen lebih baik daripada hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajar STAD dengan metode demonstrasi dengan aktivitas siswa ketika pembelajaran berlangsung yang paling menonjol adalah aktivitras berdiskusi dengan anggota kelompok dan siswa memberikan respon yang baik terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan metode eksperimen tersebut.
Analisis Perbandingan Level Kognitif dan Keterampilan Proses Sains dalam Standar Isi (SI), Soal ‎Ujian Nasional (UN), Soal (Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS), dan ‎Soal Programme for International Student Assessment (PISA)‎ Ramadhan, Danny; Wasis, Wasis
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan level kognitif dan keterampilan proses sains dalam SI, Soal UN, TIMSS, dan PISA. Level kognitif yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: C1 (mengingat), C2 (memahami), C3 (menerapkan), C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (menciptakan), sedangkan keterampilan proses sains yang digunakan meliputi: kemampuan mengamati, merumuskan hipotesis, merencanakan percobaan, melakukan percobaan, menginterpretasi data/grafik, meramal/memprediksi, menerapkan konsep, dan kemampuan berkomunikasi. Dalam penelitian ini soal yang dianalisis meliputi soal UN tahun 2011/2012, soal TIMSS tahun 2007 yang direlease, dan soal PISA tahun 2006 yang direlease. Analisis level kognitif dan keterampilan proses sains disajikan berupa tabel kemudian dibuat dalam bentuk diagram dan dikomparasikan hingga diperoleh suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) level kognitif dalam standar isi lebih dominan pada level C3 (menerapkan), sedangkan keterampilan proses sains yang terukur sebesar 48% dari seluruh standar isi yang dianalisis. 2) level kognitif dalam soal UN lebih dominan pada level C3 (menerapkan), sedangkan keterampilan proses sains yang terukur sebesar 78% dari seluruh soal UN yang dianalisis. 3) level kognitif dalam soal TIMSS lebih dominan pada level C2 (memahami), sedangkan keterampilan proses sains yang terukur sebesar 96% dari seluruh soal TIMSS yang dianalisis. 4) level kognitif dalam soal PISA lebih dominan pada level C2 (memahami), sedangkan keterampilan proses sains yang terukur sebesar 89% dari seluruh soal PISA yang dianalisis. 5). Perbandingan level kognitif yang terukur pada soal UN dan PISA diperoleh bahwa soal UN masih rendah pada level tinggi yaitu C4 dan C5 dibanding dengan soal PISA, serta perbandingan persentase keterampilan proses sains pada SI, UN, TIMSS, dan PISA secara berturut-turut 48%, 78%, 96%, dan 89%.. Penelitian ini hanya menganalisis ditinjau pada level kognitif dan keterampilan proses sains sehingga perlu dikembangkan secara lebih luas ditinjau dari aspek yang lain.
Pengaruh Penerapan Pendekatan Masalah Terbuka dalam PBI (Problem Based Instruction) ‎Terhadap Hasil Belajar di SMA N 1 Menganti Gresik Riyanti, Suci; Kholiq, Abdul
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IPA mencakup dua hal yaitu proses dan produk. Oleh karena itu , peneliti mencoba menerapkan pendekatan masalah terbuka dalam PBI terhadap hasil belajar pada materi listrik dinamis di SMA N 1 Menganti Gresik. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan pengaruh pendekatan masalah terbuka dalam PBI terhadap hasil belajar siswa. Rancangan peneliti ini adalah true experiment design. Berdasarkan hasil analisis pre-test diperoleh kelas X-1, X-2 (kelas eksperimen), dan X-3 (kelas kontrol) berdistribusi normal dan homogen. Hasil post-test yang dianalisis menggunakan uji-t satu pihak menunjukkan bahwa thitung pada kelas eksperimen tidak terletak antara –t1-1/2α dan t1-1/2α dengan dk = (n1 + n2 +2) dan taraf signifikan α = 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol di indikasikan dengan nilai afektif terhadap hasil belajar siswa, dengan nilai sebagai berikut: X-1 nilai afektif sebesar 78,262 dan hasil belajar sebesar 73,436; X-2 nilai afektif sebesar 75,993 dan hasil belajar sebesar 68,397; X-3 nilai afektif sebesar 71,321 dan hasil belajar sebesar 57,835. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulakan bahwa hasil belajar siswa dengan penerapan pendekatan masalah terbuka dalam PBI lebih baik daripada dengan pembelajaran konvesional.

Page 1 of 1 | Total Record : 4