cover
Contact Name
Syamsul
Contact Email
maro@unma.ac.id
Phone
+6282312340218
Journal Mail Official
syammulya81@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Abdul Halim No 103 Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 2655822X     EISSN : 26215012     DOI : https://doi.org/10.31949
Core Subject : Economy, Social,
Maro; Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis fokus pada Ekonomi Islam, Manajemen Islam, Akuntansi Syariah, Bisnis Islam, Wakaf, Zakat dan Shadaqoh serta Perbankan Syariah
Articles 242 Documents
Pengaruh CAR, NPF, BOPO Terhadap ROA Dengan DPK Sebagai Variabel Moderating Bank Umum Syariah Tahun 2019-2023 Rabiatul Adwiah; Novi Febriyanti
Maro: Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis Vol. 8 No. 3 (2026): Special Issue
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/maro.v8i3.17558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh CAR, NPF, BOPO terhadap Return On Assets dengan DPK sebagai variebel moderating pada Bank Umum Syariah Tahun 2019-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kuantitatif dengan menggunakan data sekunder BUS tahun 2019-2023. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan aplikasi SPPS 22. Analisis data menggunakan analisi regresi linier berganda dan untuk menguji variabel moderasi penulis menggunakan uji MRA atau Moderated Regression Analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets (ROA), dengan nilai signifikansi 0,290 (> 0,05) dan t-hitung 1,073 lebih kecil dari t-tabel 2,02619. Hal ini mengindikasikan bahwa kecukupan modal yang dimiliki bank tidak secara langsung meningkatkan profitabilitas. Selanjutnya, Non-Performing Financing (NPF) juga tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, dengan nilai signifikansi 0,604 (> 0,05) dan t-hitung 0,524 lebih kecil dari t-tabel. Ini menunjukkan bahwa pembiayaan bermasalah belum berdampak langsung pada profitabilitas bank. Sebaliknya, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, dengan nilai signifikansi 0,003 (< 0,05) serta t-hitung -3,148. Artinya, semakin tinggi BOPO, semakin rendah profitabilitas bank, yang mengindikasikan efisiensi operasional berperan penting dalam meningkatkan kinerja keuangan. saran bagi penelitian selanjutnya untuk mempertimbangkan variabel lain yang berpotensi mempengaruhi variable dependen selain CAR, NPF, BOPO.
Urgensi Penerapan Smart Contract Sebagai System-Embedded Compliance Pada Pengawasan Fintech Syariah Fitrawansah Fitrawansah; Sri Aisyah Yope; Evi Harviani
Maro: Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis Vol. 8 No. 3 (2026): Special Issue
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/maro.v8i3.17659

Abstract

The rapid growth of the Islamic financial technology (fintech) industry in Indonesia faces serious challenges regarding Sharia compliance assurance due to the limitations of conventional supervision mechanisms. The current supervision system, which relies on manual post-transaction (post-facto) audits and sampling-based checks by the Sharia Supervisory Board (DPS), has proven inadequate in keeping pace with the volume and complexity of digital transactions. These weaknesses trigger various violations, ranging from fictitious murabahah practices without real assets to moral hazard risks caused by information asymmetry in profit-sharing contracts. This study aims to analyze the urgency of implementing smart contract technology as a solution to overcome this supervision gap. The method used is library research with a descriptive-analytical qualitative approach, examining regulations (DSN-MUI Fatwas and POJK) as well as prior scientific literature related to the weaknesses of the DPS and the characteristics of smart contracts. The analysis results indicate that smart contracts are deemed capable of functioning as a "Digital DPS" that automates Sharia parameters into algorithms. Unlike manual supervision, this system offers a real-time pre-transaction (ex-ante) validation mechanism that automatically rejects (auto-reject) any transaction failing to meet the valid conditions of the contract before funds are disbursed. In conclusion, the transition towards smart contract-based system-embedded compliance is deemed capable of maintaining the integrity of the fintech industry in the digital era.