cover
Contact Name
Abdurrahman Alfaqiih
Contact Email
jipro.fhuii@gmail.com
Phone
+62274898444
Journal Mail Official
jipro.fhuii@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kaliurang Km 14,5 Sleman DIY
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JIPRO : Journal Of Intellectual Property
ISSN : -     EISSN : 26542889     DOI : https://doi.org/10.20885/jipro
Core Subject : Social,
Bahwa Journal of Intellectual Property yang disingkat JIPRO dihadirkan dan dikembangkan dalam rangka menjawab kebutuhan terhadap upaya disimenasi dan promosi segala hal berkaitan dengan ekspresi ide, kreativitas atau kekayaan intelektual dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemanfaatan atas ekspresi ide, kreativitas atau kekayaan intelektual guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas berdasarkan pendekatan lintas disipin ilmu dan multidisiplin. Fokus JIPRO dilakukan pada semua bidang keilmuan yang bersifat interdisipliner dan multidisipliner yang berkaitan dengan ekspresi ide dalam hal kreativitas, inovasi atau kekayaan intelektual yang dapat memberikan nilai pengetahuan dan pemanfaatan dari kreatiitas, inovasi atau kekayaan intelektual itu sendiri guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya suatu penghargaan atas kreativitas, inovasi atau kekayaan intelektual yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "JIPRO, Vol. 2. No. 1, 2019" : 5 Documents clear
Huququ al-Malakiyah al-Fikriyah fi al-Islam Ahmad Sadzali
JIPRO: Journal of Intellectual Property JIPRO, Vol. 2. No. 1, 2019
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jipro.vol2.iss1.art1

Abstract

Akal merupakan salah satu anugerah terpenting bagi manusia yang diberikan oleh Allah. Perkembangan akal manusia telah menghantarkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat signifikan. Akhirnya, produk akal menjadi sesuatu yang bernilai tinggi, bahkan memiliki nilai ekonomis. Maka inilah yang kemudia dikenal dengan kekayaan intelektual. Karena nilainya itulah maka kekayaan intelektual membutuhkan suatu perlindungan agar tidak disalahgunakan. Dewasa ini, studi tentang hak kekayaan intelektual menunjukkan geliat yang cukup baik. Tulisan ini mencoba untuk memperkaya perspektif bagi studi-studi tentang hak kekayaan intelektual, dengan meneliti pandangan Islam terhadap hak kekayaan intelektual. Sebab selama ini studi tentang hak kekayaan intelektual sebagian besar masih didominasi oleh perspektif Barat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep hak kekayaan intelektual mengandung konsep hak, konsep kepemilikan, konsep pemikiran, serta konsep harta di dalam Islam. Dengan mengkaji konsep-konsep ini, maka terlihat jelas bahwa hak kekayaan intelektual mendapat pengakuan di dalam syariat Islam. Mayoritas ulama berpendapat bahwa kekayaan intelektual dapat dikategorikan sebagai harta atau yang memiliki nilai ekonomis. Dengan begitu, kekayaan intelektual juga termasuk dalam kategori sesuatu yang dapat dimiliki, sehingga membutuhkan perlindungan atas hak-hak kepemilikan. Namun meski demikian, syariat Islam juga menganjurkan agar kekayaan intelektual tersebut tidak selalu dinilai dari aspek materi saja, melainkan juga dari aspek immateri seperti keberkahan, sehingga dapat mendatangkan manfaat yang luas bagi kemaslahatan manusia.
Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Terhadap Perbatikan (Tinjauan Terhadap Batik Yogyakarta Dan Solo) Euis Sunaryo
JIPRO: Journal of Intellectual Property JIPRO, Vol. 2. No. 1, 2019
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/10.20885/jipro.vol2.iss1.art2

Abstract

One of the traditional knowledges in the arts and culture that is protected by Indonesia is Batik. Traditional batik with its classic motifs has been worked on for generations and is included in Traditional Knowledge and Traditional Cultural Expressions. Not all batik is registered for copyright because batik that needs copyright protection under Article 11 paragraph (1) letter f of the 1987 Copyright Act is a new art of batik. The problem that arises is how the legal protection of Yogyakarta Batik and Solo Batik is applied as Traditional Knowledge and Intellectual Property Rights (IPR). The purpose of this research is to know and understand the legal protection that can be obtained by Batik Yogyakarta and Batik Solo as the application of Traditional Knowledge and Intellectual Property Rights (IPR). The main theory used in this thesis research is John Locke's theory of Natural Law which states that the concept of property has something to do with human rights with its statement 'life, liberty, property'. The research method used is empirical normative research with qualitative research carried out in the field (field research) and take a research method with a non-judicial case study approach. The conclusion of the research is legal protection for Batik Yogyakarta and Solo as Traditional Knowledge carried out by the State by inventorying traditional batik motifs and maintaining Traditional Knowledge and Traditional Cultural Expressions.The legal protection of Intellectual Property Rights (IPR) that can be applied to Yogyakarta and Solo Batik is through the Copyright, Trademark, Patent and Trade Secret regimes.
Kriteria Pembatasan Hak Cipta Lagu Dalam Praktik Covering Melalui Youtube Faghlaifi Naim
JIPRO: Journal of Intellectual Property JIPRO, Vol. 2. No. 1, 2019
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jipro.vol2.iss1.art3

Abstract

This study aims to find out the Criteria for Song Copyright Restriction in Covering Practices through Youtube. The formulation of the problem proposed is namely : What is The Criteria for Song Copyright Restriction in Covering Practices through Youtube. This study included a normative research typology. This normative legal research is doctrinal legal research. also referred to as library research or document study. It is called doctrinal law research because this research is carried out or aimed only at written regulations or other legal materials. It is called doctrinal law research because this research is carried out or aimed only at written regulations or other legal materials. Primary legal material is material that has juridical binding powers, such as legislation, court decisions, and agreements. Secondary legal materials are materials that do not have juridical binding powers, such as: draft legislation, literatures, and journals. Tertiary legal materials are complementary to primary data and secondary data, such as dictionaries and encyclopedias. Analysis is carried out with approaches including: legislation, conceptual, historical, comparative, and philosophical. The results of this study indicate that there are criteria for copyright restrictions in the internal YouTube regulations that must be considered to practice music covering.
Perlindungan Hukum Terhadap Hak Cipta Batik Motif Ceplok Segoro Amarto Di Kota Yogyakarta Dyah Ayu Widyastutiningrum
JIPRO: Journal of Intellectual Property JIPRO, Vol. 2. No. 1, 2019
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jipro.vol2.iss1.art4

Abstract

Ceplok Segoro Amarto motive batik is a batik with contemporary motives that are protected by copyright obtained automatically or by means of a mechanism for recording copyright. Dekranasda of Yogyakarta City as the copyright holder has moral and economic rights to duplicate and distribute Ceplok Segoro Amarto motive batik as stated in Article 9 of the Copyright Law. Even though it has been protected by copyright, in fact there is still a copyright infringement of Ceplok Segoro Amarto motive batik which is done by piracy by other parties without the permission of the copyright holder in an unlawful manner. This study aims to determine the legal protection of the copyright of the Segoro Amarto Ceplok motive batik as stipulated in Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2018 about Copyright. The formulation of the problem posed is: What is the legal protection of the copyright of Ceplok Segoro Amarto Batik motive in the city of Yogyakarta?  The results of this study indicate that the Ceplok Segoro Amarto motive batik has been protected by copyright, both obtained automatically because it has been manifested in a tangible form and the motive itself has been recorded in the Ministry of Law and Human Rights. The occurrence of copyright infringement can be submitted to the settlement efforts by resolving through alternative dispute resolution, submitting a claim for compensation to the Commercial Court or filing a criminal claim. This study recommends the need for the Dekranasda of Yogyakarta City and Yogyakarta City Government to make an announcement to the general public that the Ceplok Segoro Amarto batik motif is one of the typical batik of Yogyakarta City and is protected by copyright under Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2018 about Copyright.
The Comparative Studies Of Compulsory License Regulation For Pharmaceutical Product Between Indonesia And India Tasa Gina Santoso
JIPRO: Journal of Intellectual Property JIPRO, Vol. 2. No. 1, 2019
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jipro.vol2.iss1.art5

Abstract

Paten merupakan salah satu perlindungan yang diberikan oleh pemerintah kepada pemegang paten atas penemuannya. Perlindungan yang diberikan oleh negara adalah hak eksklusif yang berdampak terhadaphak monopoli dari pemegang paten. Hal tersebut membuat beberapa negara seperti Indonesia dan India yang merupakan negara anggota WTO dan juga negara berkembang menggunakan fleksibilitas paten. Salah satu pengunaan fleksibilitas paten adalah lisensi wajib. Lisensi wajib adalah jenis lisensi untuk menggunakan penemuan tanpa persetujuan pemegang paten yang diberikan dengan prosedur tertentu. Namun, ada pengecualian untuk memberikan lisensi wajib secara langsung seperti untuk produk farmasi karena terkait dengan kepentingan umum. Permasalahan dalam penelitian ini difokuskan pada (1) persamaan dan perbedaan antara peraturan Indonesia dan India mengenai lisensi wajib produk farmasi terutama dalam hal obat-obatan HIV / AIDS; dan (2) implikasi hukum dari regulasi mengenai lisensi wajib di Indonesia dan India terutama dalam hal pengobatan HIV / AIDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kesamaan antara Indonesia dan India sebagai anggota WTO mewajibkan untuk menerapkan lisensi wajib berdasarkan Perjanjian TRIPs yang mempengaruhi prinsip umum yang sama. Namun, masih terdapat perbedaan diantara para anggota terutama Indonesia dan India. Perbedaannya terkait dengan subjek yang memberikan lisensi wajib. Lisensi wajib untuk produk farmasidalam prakteknya di Indonesia belum diterapkan. Selanjutnya, peraturan tentang lisensi wajib untuk produk farmasi dalam perlindungan paten memberikan implikasi hukum bagi Indonesia dan India. Implikasi hukum terkait dengan kepastian hukum untuk lisensi wajib di Indonesia dan India, perlindungan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam lisensi wajib, bentuk pemanfaatan lisensi wajib di Indonesia dan India.

Page 1 of 1 | Total Record : 5