INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan
INSANIA adalah jurnal kependidikan yang diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto. INSANIA menerbitkan artikel ilmiah dengan rumpun keilmuan pendidikan antara lain Perencanaan pendidikan, Evaluasi Pendidikan, Pembelajaran, Kurikulum Pendidikan, Strategi Pendidikan, Pendidikan Islam, Pendidikan Dasar Islam, Pendidikan Anak Usia Dini, dan tema kependidikan lain
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 19 No 1 (2014)"
:
10 Documents
clear
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA MADRASAH DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
Fathul Aminudin Aziz
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (187.919 KB)
|
DOI: 10.24090/insania.v19i1.461
Tulisan ini disusun sebagai panduan bagi kepala madrasah untuk mempraktikkan gaya kepemimpinan transformasional agar guru dan karyawan di madrasah memiliki kesiapan dalam implementasi kurikulum 2013. Ada enam peran yang dimainkan oleh kepala madrasah dalam praktik kepemimpinan transformasionalnya. Pertama, melakukan sosialisasi kurikulum 2013. Kedua, membina pribadi guru dan karyawan dengan melakukan pembinaan mental, pembinaan moral, pembinaan fisik, dan pembinaan artistik. Ketiga, membina pribadi peserta didik. Keempat, mengubah paradigma guru. Kelima, memenuhi berbagai fasilitas dan sumber belajar yang mendukung dalam implementasi kurikulum 2013. Keenam, menciptakan lingkungan madrasah yang kondusif-akademik, baik secara fisik maupun nonfisik. This paper is organized as a guide for the headmaster to practice transformational leadership style so that the teachers and staff at the school ready to apply the 2013 curriculum. There are six roles that play by the headmaster in the practice of transformational leadership. First role is to disseminate the curriculum of 2013. Second role is fostering teachers and employees personality to perform mental, moral, physical, and artistic development. Third role is fostering the learners’ personality. Fourth role is changing the paradigm of teachers. Fifth role is fulfilling a variety of facilities and learning resources that support the implementation of the 2013 curriculum. Sixth role is creating an academic-supported environment in madrasah both physical and nonphysical.
DIMENSI KECERDASAN MAJEMUK DALAM KURIKULUM 2013
Imam Machali
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.488 KB)
|
DOI: 10.24090/insania.v19i1.462
This paper aims to reveal the relevance of changing and developing of 2013 curriculum with nine intelligences theory (multiple intelligences) developed by Howard Gardner. The results show that 2013 curriculum contains the development dimension of multiple intelligences that can be seen in three areas, the first is the development of competencies which consists of four competency cores; those are spiritual attitude, social attitudes, knowledge and skills. In agrove of multiple intelligences, they belong to several kinds of intelligences such as the dimensions of existential, interpersonal, intrapersonal, linguistic, logical-mathematical, musical, visual/spatial, bodily-kinesthetic, and naturalist/environment intelligence. The second is in the approach used in the form of a scientific approach, including; observing, asking, trying, reasoning, and communicating. The third is the scoring system done by authentic assessment.
PEMBELAJARAN TEMATIK-INTEGRATIF DI SD/MI DALAM KURIKULUM 2013
Imam Nur Hakim
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (142.976 KB)
|
DOI: 10.24090/insania.v19i1.463
This paper is intended to describe the concept and implementationof thematic-integrated learning in SD/MI. Integrated thematic approach is a learning approach that integrates the various competencies of the various subjects in various tema. The aim is to encourage students tobe able to have better observation, questioning, reasoning, and communicating (presenting), what they earn or they know after receive learning materials. The object of learning is related to natural phenomena, social, art, and culture. Through a thematic-integrated approach, it is expected that student will have better competence attitudes, skills, and knowledge. Tulisan ini ditujukan untuk mendeskripsikan konsep dan implementasi pembelajaran tematik-integratif di SD/MI. Pendekatan tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Tujuannya adalah untuk mendorong peserta didik mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Objek yang menjadi pembelajarannya adalah berkaitan dengan fenomena alam, sosial, seni, dan budaya. Melalui pendekatan tematik-integratif ini diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang jauh lebih baik.
KURIKULUM 2013 DAN ARAH BARU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Lili Hidayati
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.91 KB)
|
DOI: 10.24090/insania.v19i1.464
Tulisan ini ditujukan untuk mengulas fenomena perubahan kurikulum di tahun 2013. Perubahan sebagai suatu keniscayaan tidak dapat dipungkiri juga telah merambah dunia pendidikan sebagai jawaban atas fenomena kehidupan masyarakat yang terus mengalami dinamika. Perubahan diperlukan untuk menyiapkan generasi muda dalam menyongsong Indonesia emas yang sangat membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap bersaing di pasar global. Dalam pendidikan Islam, perubahan kurikulum ini memberi arah yang menguntungkan di beberapa aspek. Dimulai dari tujuan pembelajaran yang mengintegrasikan tiga domain pembelajaran, proses yang lebih “manusiawi†serta evaluasi sebagai akhir yang mengakomodasi seluruh potensi peserta didik. This paper is intended to review the phenomenon of changes inthe 2013 curriculum. The changes are an undeniable necessity; it also penetrated the education world as an answer to the phenomenon of a dynamics society living. Changes are needed to prepare young generation in facing great Indonesia that needs qualified and ready human resources to compete in the global market. In Islamic education, curriculum change is to give direction favorable in some aspects. It is starting from the learning objectives that integrate the three domains of learning, a process that is more â€humane†as well as a final evaluation that accommodate all potential learners.
TINJAUAN FILOSOFIS KURIKULUM 2013
Muh. Hanif
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.335 KB)
|
DOI: 10.24090/insania.v19i1.465
Tulisan ini menelaah aspek filosofis pada kurikulum 2013. Secara eksplisit kurikulum 2013 berdasarkan berbagai fondasi aliran filsafat dan aliran filsafat pendidikan. Kurikulum 2013 mencoba mengakomodasi dan menggabungkan halhal yang positif dari berbagai aliran filsafat dan aliran filsafat pendidikan. Namun bila ditinjau secara lebih mendalam, kurikulum 2013 lebih mementingkan tersampaikannya materi pelajaran meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang ditentukan oleh para ahli secara sentralistis. Berdasarkan tinjauan mendalam tersebut, kurikulum 2013 lebih condong ke aliran filsafat idealisme, aliran filsafat pendidikan perrenialisme dan esensialisme. This paper examines the philosophical aspects of the 2013Curriculum. Explicitly, 2013 Curriculum is based on a variety of foundation in schools of philosophy and philosophical schools of education. 2013 Curriculum tries to accommodate and incorporate the positive things from various schools of philosophy and philosophical schools of education. Nevertheless, if we make a deeper view, the 2013 curriculum more concerned with the receipt of the curriculum subject by students include the knowledge, skills, and attitudes that are determined by experts in a centralized way. Based on the in-depth review, the curriculum in 2013 are more inclined to idealism philosophical schools, perrenialism and essentialism educational philosophy schools.
OPTIMALISASI KURIKULUM AKTUAL DAN KURIKULUM TERSEMBUNYI DALAM KURIKULUM 2013
Muhammad Nurhalim
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.737 KB)
|
DOI: 10.24090/insania.v19i1.466
Tulisan ini ditujukan untuk mendeskripsikan bagaimana upayamengoptimalkan kurikulum aktual dan kurikulum tersembunyi dalam kurikulum 2013. Hal itu dilakukan agar setiap lembaga pendidikan tidak hanya berkutat pada pengoptimalan rencana atau kurikulum idealnya saja, tetapi juga perlu pengoptimalanpelaksanaan atau kurikulum aktualnya dan juga pengoptimalan setiap sesuatu yang mendukung pelaksanaannya tersebut atau pengoptimalan kurikulum tersembunyinya. Dalam tulisan ini, penulis mencoba memberikan altenatif nyata bagaimana agar kedua bentuk kurikulum baik kurikulum aktual maupun kurikulum tersembunyi mampu dengan tepat mengoptimalkan hasil sebagaimana yang diharapkan dalam Kurikulum 2013. This paperis intended to describe how the efforts to optimize theactual curriculum and the hidden curriculum in the 2013 curriculum. This is done so that every educational institution is not only focused on the optimization of plan or curriculum ideally, but also need to be optimized to implement or actual curriculum and also optimizing everything that supports the implementation or optimization of the hidden curriculum. In this paper, the author tries to give a real alternative how to keep both forms of curriculum. Both actual and hidden curriculum will be able to precisely optimize the results as expected in 2013 curriculum.
NILAI-NILAI SPIRITUALITAS DALAM PEMBELAJARAN PAI PADA KURIKULUM 2006 DAN KURIKULUM 2013
Nasri Kurnialloh
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (164.198 KB)
|
DOI: 10.24090/insania.v19i1.467
Tulisan ini ditujukan untuk menemukan dan membandingkan nilainilai spiritual pada kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Upaya tersebut dilakukan untuk mengetahui seberapa besar “keberpihakan†kurikulum 2013 terhadap agama Islam. Kenapa ditarik ke agama Islam? Hal ini karena nilai yang tumbuh dan berkembang di dalam pendidikan memiliki peranan yang sangat besar dalam membentuk akhlak dan budi pekerti seseorang yang berorientasi pada nilai-nilai spiritualitas. This paper is intended to find and to compare the spiritual values in the 2006 curriculum and 2013 curriculum. The investigation is being done to determine how much â€partisanship†of 2013 curriculum toward Islam. Why must be drawn to Islam? This is because the value of growing and developing in education has a very large role in shaping the morals and manners of someone who oriented spiritual values.
FORMAT KEGIATAN KEPRAMUKAAN SEBAGAI EKSTRAKURIKULER WAJIB DI MADRASAH IBTIDAIYAH DALAM KURIKULUM 2013
Novan Ardy Wiyani
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.501 KB)
|
DOI: 10.24090/insania.v19i1.468
Tulisan ini ditujukan untuk menguraikan format kegiatan kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib di Madrasah Ibtidaiyah dalam kurikulum 2013. Kegiatan Kepramukaan dijadikan sebagai ekstrakurikuler wajib berdasarkan Lampiran III Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81A Tahun 2013. Berdasarkan kebijakan formal tersebut, penyelenggaraan kegiatan Kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib di MI dalam kurikulum 2013 dilaksanakan melalui lima langkah yaitu: (1) menetapkan kebijakan kegiatan Kepramukaan di MI; (2) merumuskan tujuan kegiatan Kepramukaan di MI; (3) menentukan alat lunak pendidikan karakter dan keterampilan pendidikan karakter dalam kegiatan Kepramukaan di MI; (4) membuat program semesteran kegiatan Kepramukaan di MI; dan (5) membuat program mingguan kegiatan Kepramukaan di MI. This paper is intended to describe the format of scouting as obligatory extracurricular activities in the 2013 curriculum for Elementary School. Scouting serves as extracurricular activities required based on Appendix III of the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia Regulation Number 81A Year 2013. Based on the formal policy, organizing scouting as obligatory extracurricular activities in MI in 2013 curriculum must implement five steps: (1) establish policies of scouting activities in MI; (2) formulate objectives of scouting activities in MI; (3) determine the soft ware of character education and character education skill in scouting activities in MI; (4) make semester program Scouting activities in MI; and (5) create a weekly program of scouting activities in MI.
PEMBELAJARAN MENULIS SURAT RESMI DI SEKOLAH DASAR DALAM KURIKULUM 2013
Prayitno Prayitno
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (137.01 KB)
|
DOI: 10.24090/insania.v19i1.469
Tulisan ini bertujuan agar siswa Sekolah Dasar dapat menulis surat yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan bentuk surat dan kaidah bahasa. Peningkatan pembelajaran menulis surat resmi dapat ditanggulangi guru kelas dengan cara: (1) mengemas materi bahasa Indonesia dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran /kegiatan inti/langkah-langkah pembelajaran menulis surat resmi yang sesuai dengan kompetensi dasar Kurikulum 2013, dan (2) mengaplikasikan metode pemodelan dalam pembelajaran menulis surat resmi tentang peristiwa bencana alam pada peserta didik kelas 5 Sekolah Dasar. This paper aims that elementary school students can write a good and correct letter in accordance with the provisions of letter forms and rules of language. Improving learning in writing an official letter can be overcome by teachers by means of: (1) packing the Bahasa Indonesian material in the lesson plan/core activities/steps of learning to write an official letter that corresponds to the basic competence in 2013 curriculum, and (2) applying modeling methods in learning to write an official letter of natural disasters on 5th grade elementary school students.
PENILAIAN DALAM PERSPEKTIF KURIKULUM 2013
Wuri Wuryani;
Muhamad Irham
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (162.253 KB)
|
DOI: 10.24090/insania.v19i1.470
Tujuan tulisan ini adalah untuk menguraikan bagaimana konsep dan implementasi penilaian dalam kurikulum 2013 di madrasah. Hal itu dilakukan karena implementasi kurikulum 2013 di madrasah masih menjadi permasalahan serius, terutama pada pelaksanaan proses pembelajaran dan penilaiannya. Pembelajaran yang menggunakan scientific approach harus didukung proses penilaian dengan pendekatan otentik. Penilaian otentik mampu menggambarkan kompetensi peserta didik secara lebih komprehensif dan objektif, bahkan sampai ketika ia telah menyelesaikan program pendidikannya. Pelaksanaan penilaian otentik perlu dilakukan dengan cara mengkombinasikan metode-metode portofolio, self assessment, project, performance, product, dan sebagainya. The purposeof this paper is to describe how the concept andimplementation of 2013 curriculum assessment in madrasah. This is done because the implementation of the 2013 curriculum at the school remains a serious problem, especially in the implementation of the learning and assessment process. Learning to use the scientific approach to the assessment process should be supported authentic approach. Authentic assessment is able to describe the competence of learners in a more comprehensive and objective even when he has completed his education program. Implementation of authentic assessment needs to be done by combining the methods of portfolio, self-assessment, project, performance, product, and so on.