cover
Contact Name
Ahmad Muttaqin
Contact Email
ahmadmuttaqin@uinsaizu.ac.id
Phone
+6281211693283
Journal Mail Official
jpa@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Agama
ISSN : 14115875     EISSN : 2597954X     DOI : https://doi.org/10.24090/jpa
Jurnal Penelitian Agama is a journal that specifically become a communication medium for scholars, researchers and practitioners to public for the results of religious research. This journal is published two times a year by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Purwokerto. This journal aims to provide readers with a better understanding of religious studies in Indonesia and around the world. The Journal invites scholars, researchers, and practitioners who focuses on religious studies to submit articles in this journal. Articles will be reviewed by selected expert in this field. The editor is able to make editorial changes without altering the substance of writing.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 1 (2014)" : 10 Documents clear
MILITANSI KIAI KAMPOENG SEJARAH NAHDLATUL ULAMA MASA PENDUDUKAN JEPANG 1942:1945 Kholid Mawardi
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1461.308 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i1.2014.pp86-100

Abstract

Abstract: The results of this study is that at the beginning of the Japanese occupation, NU moderate religious ideas turn out to be very radical. Ihis is caused by Japanisasi policy, particularly issues related to respect for the Emperor of Japan. Saikeirei, a Japanese policy that makes NU took the political decision not to cooperate with Japan in any form. The political decision was taken after the fatwa banning saikeirei by Rais Akbar NU. As a result of this decision, many elite NU captured and imprisoned by the Japanese. Japan repressive measures against the NU elite and the destruction of people's lives under NU ralses concerns, which led to the return of religious thought NU moderation. Shifting religious understanding is in line with the Japan's policy of political ruralization, which put rural NU elite government partners. lntimacy to the government is gefting better after elite NU incorporated into the government apparatus. Keywords: History, Nahdlatul Ulama, and Japan Abstrak: Hasil penelitian ini adalah bahwa pada awal pendudukan Jepang, sikap moderat paham keagamaan NU menghilang berubah menjadi sangat radikal. Hal ini disebabkan oleh kebijakan Japanisasi, terutama persoalan yang terkait dengan penghormatan Kaisar Jepang. Saikeirei, sebuah kebijakan Jepang yang membuat NU mengambil keputusan politik untuk tidak bekerjasama dengan Jepang dalam bentuk apapun. Keputusan politik ini diambil setelah adanya fatwa haram melakukan saikeirei o/eh Rais Akbar NU. Akibat dai keputusan ini, banyak elite NU ditangkap dan dipenjarakan oleh Jepang. Kepihatinan terhadap tindakan represif Jepang kepada elite NU dan rusaknya kehidupan masyarakat bawah NU menyebabkan kembalinya sikap moderat paham keagamaan NU. Pergeseran paham keagamaan ini seiing dengan kebijakan ruralisasi politik Jepang, yang menempatkan elite-elite NU pedesaan menjadi mitra pemerintah. Kedekatan dengan pemeintah semakin membaik setelah elite-elite NU dimasukkan menjadi aparatur pemeintah. Kata Kunci: Sejarah, Nahdlatul Ulama, dan Jepang
Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Etika Sosial (Telaah Pemikiran A. Qodri A. Azizy Afif Muhammad
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.624 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i1.2014.pp1-25

Abstract

Abstract: This study is aimed at knowing 1) how Islamic Education developssocial ethics according to A. Qodri A. Azizy and 2) how Islamic Education developssocial ethics in according to A. Qodri A. Azizy in the present implementation ofIslamic education. This is a literary study in which data were gained from books andarticles written by A. Qodri A. Azizy, especially those related to Islamic education.Data were analyzed with qualitative method. This research found that there arethree main points that are transferred by Islamic education, i.e. values, knowledge,and skills. In relation to social ethics, Islamic education emphasizes that Islamprincipally teaches social moral values in regards with the relationship among humanbeing. The main points of materials in Islamic education include belief (aqidah),worship (syari’ah), and moral (akhlak). With the materials, Islamic education isoriented to social values.Keywords: Islamic education, social ethics, A. Qodri A. Azizy. Abstrak: Hasil penelitian ini menunjukkan ada tiga hal penting yang akanditransfer melalui pendidikan Agama Islam, yaitu nilai (values), pengetahuan(knowledge), dan keterampilan (skills). Kaitannya dengan etika sosial, terletakpada penekanan terpenting dari ajaran Islam yang pada dasarnya adalah hubungansesama manusia yang sarat dengan nilai-nilai yang berkaitan dengan moralitassosial. Inti materi PAI meliputi; keimanan (akidah), keislaman (syari’ah), dan ikhsan(akhlak). Tiga ajaran inti ini kemudian dijabarkan dalam bentuk rukun Iman, rukunIslam, dan Akhlak; dan beberapa keilmuan: ilmu tauhid, ilmu fiqh dan ilmu akhlak.Berdasarkan materi-materi tersebut, PAI berorientasi pada nilai-nilai sosial kemasyarakatan.Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam dan Etika Sosial.
Analisis Kesalahan Linguistik Hasil Terjemahan Mesin Terjemah Google Translate dari Teks Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia Khoirul Amru Harahap
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.679 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i1.2014.pp26-43

Abstract

Abstract: This study is aimed at analyzing linguistic errors of Arabic-to-Indonesian translation resulted from Google Translate. This is a literary research inwhich data were collected through taking sample errors in the provided texts. Thefindings of this research are as follows. Arabic-to-Indonesian translation resultedfrom Google Translate contains some linguistic errors, comprising morphological,syntactic, and semantic levels. Morphological errors include errors related to bothism and fi’il. Related to ism, for example, Google translate misread the harakat ismmusytaq; kasrah is read as fathah; which causes changes in meaning. GoogleTranslate also mistranslate ism mudzakkar to ism muannats. In addition, Googletranslates ism jamak into mufrad and not appropriately gives the equivalence toism maqshur. Meanwhile, in relation to fi’il, Google translates fi’il ma’lum into majhul,and fi’il majhul into ma’lum.Keywords: Linguistic, Translation, Google Tanslate, Indonesian Language. Abstrak: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapakesalahan linguistik dalam hasil terjemahan Google Translate dari teks bahasaArab ke dalam bahasa Indonesia, baik kesalahan pada tataran morfologis dankesalahan pada tataran sintaksis, maupun kesalahan pada tataran semantik.Kesalahan morfologis dari hasil terjemahan Google Translate, ada yang berkaitandengan ism dan ada yang berkaitan dengan fi’il. Yang berkaitan dengan ism,misalnya, Google keliru membaca harakat ism musytaq, yang seharusnya kasrahdibaca fathah. Hal ini membawa dampak pada perubahan makna. Google jugasalah menerjemahkan ism mudzakkar dan menerjemahkannya dengan bentukism muannats. Di samping itu, Google juga menerjemahkan ism jamak denganmufrad dan keliru mencari padanan arti yang tepat untuk ism maqshur. Sedangyang berkaitan dengan fi’il, Google menerjemahkan fi’il ma’lum menjadi majhuldan fi’il majhul menjadi ma’lum.Kata Kunci: Linguistik, Terjemahan, Google Tanslate, dan Bahasa Indonesia.
Pengaruh Budaya dan Iklim Organisasi terhadap Profesionalitas serta Implikasinya pada Kinerja Pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) (Studi Kasus Moratorium Bedolan di Kabupaten Cilacap) Fathul Aminudin Aziz
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.587 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i1.2014.pp44-54

Abstract

Abstract: Anxiety of religious affairs office employees against Bedolan oratoriumis being felt almost in every corner of the archipelago. The stigma of receivingratuities to the headman has increased his image as a clean institution extremelyhas degraded in the eyes of society. SEM Model Analysis methodology using AMOSsoftware program, then analyzed by using 3 kinds; Univariate, bivariate, and thecomplex one (multivariate). This study starts from the theory of performance whichstates that the work can be accomplished by a person or group within an organizationin accordance with the authority and responsibility of each in achieving the goals ofthe organization concerned not illegally breaking the law and in accordance withthe moral and ethical. These results indicate that the organizational culture,organizational climate and professionalism effect on employee performanceindicated from the value of R-Square of 0.839. This suggests that organizationalculture, organizational climate and professionalism simultaneously have a significantcontribution to the performance of employees. An active step that must be undertakenby the Ministry of Religious Affairs is to publish rules on Bedolan Marriage in orderto increase the performance of religious affairs office employees.Keywords: culture, organizational climate, employee professionalism andperformance. Abstrak: Menikah bedolan adalah mengundang petugas KUA di luar jamkerja, sehingga konsekuensinya pihak keluarga mempelai harus menyediakanuang transport bagi penghulu yang datang untuk mencatat proses pernikahan.Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Agama (Kemenag)menyepakati penghulu dilarang menerima amplop atau uang tanda terima kasih(transport) terkait pelaksanaan tugasnya sebagai petugas pencatat nikah, yangdianggap sebagai gratifikasi. Penelitian ini berdasar teori kinerja yang menyatakanbahwa pekerjaan dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok dalam sebuahorganisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalammencapai tujuan organisasi yang bersangkutan tidak secara ilegal melanggarhukum dan sesuai dengan moral dan etika. Hasil ini menunjukkan bahwa budayaorganisasi, iklim organisasi, dan profesionalisme mempunyai dampak terhadap kinerja karyawan ditunjukkan dari nilai R-Square dari 0,839. Hal ini menunjukkanbahwa ketiga aspek secara bersamaan memiliki kontribusi yang signifikanterhadap kinerja karyawan. Langkah aktif yang harus dilakukan oleh KementerianAgama adalah untuk mempublikasikan aturan tentang Bedolan Pernikahan dalamrangka meningkatkan kinerja karyawan agama urusan kantor.Kata kunci: budaya, iklim organisasi, profesionalisme karyawan dan kinerja.
Analisis Kompetensi Profesional Guru Madrasah Ibtidaiyah dalam Pelajaran Matematika di Purwokerto Maria Ulpah
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.403 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i1.2014.pp152-162

Abstract

Abstract: Teachers’ professional competence is interesting to study. The datasaid that Indonesian teachers’ professional competence is still low, it’s supportedby score of teachers’ competence test. This study aims to describe elementaryschool teachers’ professional competence in Purwokerto. The professionalcompetence is supported by four indicators. The result of this study shows that theteachers have a high score for mastering mathematics material, a middle score formaking problem relating to daily life, and low score for solving problem with morethan one way and giving reason for steps of solving problem.Keywords: Competence, professional, teacher, mathematics. Abstrak: kompetensi profesional guru menarik untuk dikaji. Data mengatakanbahwa kompetensi profesional guru di Indonesia masih rendah, itu didukung olehskor guru uji kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkankompetensi profesional guru sekolah dasar di Purwokerto. Kompetensi profesionaldidukung oleh empat indikator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gurumemiliki skor tinggi untuk menguasai materi matematika, nilai tengah untukmembuat masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, dan skor rendahuntuk memecahkan masalah dengan lebih dari satu cara dan memberikan alasanuntuk langkah-langkah pemecahan masalah.Kata kunci: Kompetensi, profesional, guru, matematika.
Sumbangsih Pondok Pesantren Al-Amin Rejomulyo Kota Kediri Jawa Timur pada Masyarakat Pelajar di Sekitarnya Syamsul Huda
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.693 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i1.2014.pp163-178

Abstract

Abstract: The role of boarding schools is needed by the community. Astraditional social institutions, Pesantren Al-Amin has a very wide influence androoted to the people around him, especially in the village of Rejomulyo Kediri.Contribution in the form of boarding facilities and Islamic education to the communityenvironment. Results from this study are: (1). Activities and education in Al-Aminboarding school Rejomulyo Kediri is madrasah diniyah, al-Qur'an, al-Hadith, Tafsir,Akhlaq, Tawheed, Fiqh, Sufism, Nahwu, Shorof, and others, as well as other religiousactivities. (2). Facilities provided Pondok Pesantren al-Amin to the students in thesurrounding communities are free of charge for the students Rejomulyo Villageresidents, Hot spot areas, bulletin boards, social activities, and other intellectualactivities, as well as living facilities.Keywords: boarding school, Contribution, Education, Facility. Abstrak: Peran pondok pesantren sangat dibutuhkan kehadirannya olehmasyarakat. Sebagai lembaga sosial tradisional, Pesantren Al-Amin mempunyaipengaruh yang sangat luas dan mengakar kepada masyarakat yang ada disekitarnya, khususnya di lingkungan Desa Rejomulyo Kota Kediri. Sumbangsihpondok pesantren dewasa ini sudah sampai ke dalam ranah fasilitas, danpendidikan agama Islam kepada masyarakat lingkungannya. Hasil dari penelitianini adalah: (1). Kegiatan dan pendidikan yang ada di pondok pesantren Al-AminRejomulyo Kota Kediri adalah madrasah diniyah, dengan mengkaji al-Qur’an, al-Hadis, Tafsir, Akhlaq, Tauhid, Fiqih, Tasawuf, Nahwu, Shorof, dan yang lain, sertakegiatan-kegiatan keagamaan lainnya. (2). Fasilitas yang diberikan PondokPesantren al-Amin terhadap masyarakat pelajar di sekitarnya adalah biaya gratisbagi para santri kalong warga Kelurahan Rejomulyo, Hot spot Area, Mading,Kegiatan sosial, dan kegiatan intelek yang lainnya, juga tidak ketinggalan adalahfasilitas tinggal.Kata Kunci: Pesantren, Sumbangsih, Pendidikan, Fasilitas.
Pola Pembelajaran Multimedia (Studi Proses Pembelajaran di STAIN Purwokerto) Tri Rachmijati; Mutijah Mutijah; Rahmini Hadi
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.011 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i1.2014.pp133-151

Abstract

Abstract: Multimedia learning useful for improving learning outcomes. Lecturersat STAIN Purwokerto environment also seemed to respond positively STAINPurwokerto effort that has been providing electronic media in the form of LCDprojectors in every classroom. This is evident in the use of laptops and LCD projectorsas a medium of learning in the lecture. Nevertheless, the use of laptops and LCDprojectors require caution in order not to make the learning becomes centered onthe lecturer alone. The results showed that most of the lecturers STAIN Purwokertohave used laptops and LCD in the learning process. Multimedia learning undertakenutilizing text, pictures/photos, sound, animation, and film/video. More than half of therespondents expressed consent to and support for the lectures with a laptop/computerand LCD projector or multimedia learning.Keywords: Learning, Multimedia, Laptop/Computer, SCL. Abstrak: Pembelajaran multimedia bermanfaat bagi upaya peningkatan hasilbelajar. Dosen-dosen di lingkungan STAIN Purwokerto juga tampak meresponpositif upaya STAIN Purwokerto yang telah menyediakan media elektronik yangberupa LCD proyektor di setiap kelas. Hal tersebut terlihat pada penggunaan laptopdan LCD proyektor sebagai media pembelajaran dalam proses perkuliahan. Meskidemikian, penggunaan laptop dan LCD proyektor tersebut menuntut kehati-hatianagar tidak membuat pembelajaran yang menggunakan komputer menjadi berpusatpada dosen saja. Permasalahan yang dikaji melalui penelitian adalah: [1]Bagaimanakah pola pembelajaran multimedia oleh para dosen STAIN Purwokerto?[2] Seberapa banyak pembelajaran multimedia tersebut, dan untuk fungsi apasaja? [3] Bagaimana kesesuaian pembelajaran multimedia dengan strategipembelajaran yang semestinya dilaksanakan berdasarkan tujuan pembelajaranyang ingin dicapai? Dan [4] Bagaimana penilaian mahasiswa peserta kuliah terhadappembelajaran multimedia? Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagianbesar dosen STAIN Purwokerto telah memanfaatkan dan menggunakan laptopdan LCD dalam proses pembelajaran. Pembelajaran multimedia yang dilaksanakanmemanfaatkan teks, gambar/foto, suara, animasi, dan film/video. Lebihdari separuh responden menyatakan kesetujuan dan dukungannya terhadapperkuliahan dengan menggunakan laptop/komputer dan LCD proyektor ataupembelajaran multimedia. Selain itu, ada saran agar lebih variatif dalam menggunakanmedia dan metode pembelajaran, atau sesekali perlu belajar di luarkelas, sehingga terpaku pada materi di power point.Kata Kunci: Pembelajaran, Multimedia, Laptop/Komputer, SCL.
Konsep Kenabian menurut Ibnu Khaldun (Telaah Korelasi Kemaksuman dan Kemanusiaan Nabi Muhammad SAW) Munawir Munawir
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.704 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i1.2014.pp116-132

Abstract

Abstract: The results of this study found that Ibn Khaldun divides the soul intothree tiers. The first level is the common man, the soul remains bound by merephysical experience of body organs. The second level, the soul seekers of God, thesoul can rise above physical attachment to a limited degree. The third level is thesoul of the prophet. The prophets are individuals within them God has provided anatural ability to be able to release its humanitarian dimension. This capacity couldchange all of humanity and human spirituality into the highest level of angelic, sothat they can learn all things there without the help of a physical body organs. Thenthey bring back what they have learned it to the level of ability of human understanding,because then that knowledge can be taught to humans. These events were latercalled "nubuwwah" (prophetic).Keywords: Prophethood, Ibnu Khaldun, Infallibility, and Humanity. Abstrak: Hasil penelitian ini menemukan bahwa bahwa Ibnu Khaldunmembagi jiwa ke dalam tiga tingkatan. Tingkatan pertama dimiliki oleh manusiabiasa, jiwa yang tetap terikat dengan pengalaman organ tubuh fisiknya belaka.Tingkatan kedua, jiwa para pencari Tuhan, jiwa ini bisa naik di atas keterikatan fisiksampai pada tingkat yang terbatas. Adapun tingkatan ketiga adalah jiwa paranabi. Para nabi adalah individu-individu yang di dalam diri mereka telah ditanamkanTuhan suatu kemampuan alamiah untuk mampu melepaskan dimensi kemanusiaannya.Suatu kapasitas yang tentu saja khusus hanya dimiliki mereka danyang tidak didistribusikan secara universal untuk bisa mengubah semua kemanusiaandan spiritualitas manusia menjadi tingkat tertinggi kemalaikatan, sehinggamereka bisa mempelajari semua hal di sana tanpa bantuan organ tubuh fisik.Kemudian mereka membawa kembali apa yang telah mereka pelajari itu ke tingkatkemampuan pemahaman manusia, karena dengan begitu pengetahuan itu bisadiajarkan kepada manusia. Peristiwa inilah yang kemudian disebut dengan“nubuwwah” (kenabian).Kata Kunci: Kenabian, Ibnu Khaldun, Kemaksuman, dan Kemanusiaan.
Sistem Pendayagunaan Zakat Produktif (Kajian tentang Metode Istinbāṭ Hukum Perspektif Usul Fikih) Khariri Khariri
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.839 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i1.2014.pp74-100

Abstract

Abstract: The results of this study is the first, the productive utilization of zakatsystem viewed from the aspect istinbat legal proposal in the perspective ofjurisprudence is the istislahi method. Second, the views of scholars associatedproductive utilization of zakat divided into two, namely there who agree and somedo not. Third, according to the authors, the scholars do istinbat law on zakat productiveby analyzing three methods, namely bayani, ta'lili, and istislahi. Through the methodof Bayani, the scholars explore a comprehensive explanation of the text passagesto find out how the pronunciation nas show productive law intended. Meanwhile, withthe method ta'lîlî the scholars seek to legal discovery for the case that there is nolegal text. Here the text of the existing legal scope expanded so it can include charityproductive. With the method istislahi, the scholars tried to generate productive zakatlegal conclusions relevant to the objectives of Islamic law.Keywords: System, Reform, Zakat, and Productive. Abstrak: Hasil penelitian ini adalah pertama, sistem pendayagunaan zakatproduktif dilihat dari aspek istinbat hukumnya dalam perspektif usul fikih adalahdengan metode istislahi. Kedua, pandangan ulama terkait pendayagunaan zakatsecara produktif terbagi menjadi dua, yaitu ada yang setuju dan ada yang tidaksetuju. Ketiga, menurut penulis, para ulama melakukan istinbat hukum terhadapzakat produktif dengan menganalisis tiga metode, yaitu bayani, ta’lili, dan istislahi.Melalui metode bayânî, para ulama mengeksplorasi suatu penjelasan secarakomprehensif terhadap teks nas untuk mengetahui bagaimana cara lafal nasmenunjukkan kepada hukum produktif yang dimaksudkannya. Sementara itu,dengan metode ta’lîlî para ilama berupaya melakukan penemuan hukum untukkasus yang tidak ada teks hukumnya. Di sini teks hukum yang ada diperluascakupannya sehingga bisa mencakup zakat produktif yang tidak terdapat tekshukumnya. Dengan metode istislahi, para ulama berusaha mengeluarkankesimpulan hukum zakat produktif yang sesuai dengan tujuan hukum Islam.Kata Kunci: Sistem, Pendayagunaan, Zakat, dan Produktif.
Potret Pendidikan Multikultural dalam Kurikulum Sekolah di Purwokerto Muhammad Nurhalim
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.514 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i1.2014.pp101-115

Abstract

Abstract: This study intends to present a comprehensive comparison of thedescription of ideal curriculum, actual curriculum, and hidden curriculum at SDN 1Purwokerto Wetan, SMPN 1 and SMAN 1 Purwokerto in relation to multiculturaleducation. The results showed that: 1) The ideal shape curriculum in three schoolsclearly visible in the learning plan that includes characters, materials, teachingmethods, and plan learning activities that allow every religion, race, ethnicity, andgender participation. 2) The actual curriculum has clearly visible reference to theideal multicultural curriculum perspective. 3) The shape of the hidden curriculumare clearly visible from the regulation, habituation program, symbols, environment,and the school system is conducive to the formation of a culture that is basedmulticultural values. Schools also provide equal opportunities to students in service,education, and teaching.Keywords: Ideal Curriculum, Curriculum Actual, Hidden Curriculum,Multicultural education. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menyajikan perbandingan secaramendalam dan komprehensif tentang deskripsi Ideal Kurikulum di SDN 1Purwokerto Wetan, SMPN 1 dan SMAN 1 Purwokerto dalam kaitannya denganpendidikan multikultural; Deskripsi Aktual Kurikulum di SDN 1 Purwokerto Wetan,SMPN 1 dan SMAN 1 Purwokerto dalam kaitannya dengan pendidikan multikultural;dan Deskripsi Hidden Kurikulum di SDN 1 Purwokerto Wetan, SMPN 1 dan SMAN1 Purwokerto dalam kaitannya dengan pendidikan multikultural. Hasil penelitianini menunjukkan bahwa: 1) Bentuk ideal kurikulum di tiga sekolah terlihat secarajelas dalam rencana pembelajaran yang mencakup karakter, materi, metodepembelajaran, dan rencana kegiatan belajar yang memungkinkan setiap agama,ras, suku, dan gender berpartisipasi. 2) Bentuk aktual kurikulum terlihat secarajelas telah mengacu pada ideal kurikulum yang telah berperspektif multikultural.3) Bentuk hidden kurikulum terlihat secara jelas dari peraturan, programpembiasaan, simbol-simbol, lingkungan, dan sistem sekolah yang kondusif untukpembentukan budaya yang berasaskan nilai multikultural. Sekolah jugamemberikan kesempatan yang sama kepada peserta didik dalam pelayanan,pendidikan, dan pengajaran.Kata kunci: Ideal Curriculum, Actual Curriculum, Hidden Curriculum,pendidikan Multikultural.

Page 1 of 1 | Total Record : 10