cover
Contact Name
Mustasim
Contact Email
mustasim06102010@gmail.com
Phone
+6281247234924
Journal Mail Official
mustasim06102010@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Airaha
ISSN : 21307163     EISSN : 26219638     DOI : https://doi.org/10.15578/ja.
Jurnal Airaha is published 2 (two) times a year (June, and December) with ISSN Number 2301-7163 and E-ISSN Number 2621-9638. Jurnal Airaha contains articles from original research and peeling (review) Journal of Research Related to The Disciplines of Fishing Technology, Fishery Machinery, Aquaculture, Coastal Resource Management and Fishery Processing, Marine Tourism, Processing and Storage of Catches. By submitting the manuscript to Jurnal Airaha, the author automatically agrees that the manuscript sent to Jurnal Airaha is a manuscript that has not been and will not be published in other similar media, unless the manuscript has been declared unable to be published in Jurnal Airaha.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1: Juni 2014" : 5 Documents clear
Analisis Pengaruh Perbedaan Hanging Ratio pada Jaring Insang (Gillnet) Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Abudarda Razak; Sepri Sumbung; Mustasim Mustasim; Muhfizar Muhfizar
Jurnal Airaha Vol 3 No 1: Juni 2014
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1455.835 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan hanging ratio terhadap hasil tangkapan Gillnet. Penelitian dilakukan di Perairan Sorong, bulan Oktober 2013 - November 2013 menggunakan Gillnet dengan hanging ratio 0,30, 0,40, dan 0,50 masing-masing sebanyak 2 piece. Ketiga tipe gillnet dioperasikan secara bersama-sama. Hasil tangkapan selama penelitian dengan jumlah total pengambilan sampel 20 diperoleh 16 jenis spesies ikan yang didominasi oleh Belanak (Mugil cephalus) dengan jumlah dan total berat hasil tangkapannya adalah 166 ekor dan 125,60 kg, Daun Bamboo (Chorinemus spp) dengan jumlah dan total berat hasil tangkapannya adalah 146 ekor dan 131, 29 kg. Rataan jumlah ikan dan total berat hasil tangkapan per setting dari setiap jenis jaring insang memberikan indikasi adanya pengaruh nyata faktor hanging ratio. Rataan pada jumlah ikan Belanak (Mugil cephalus) per setting memperlihatkan kecenderungan menurun dengan meningkatnya hanging ratio. Sedangkan rataan jumlah ikan Bamboo (Chorinemus spp) terlihat maksimum untuk jaring dengan hanging ratio 0.40. Analisis sidik ragam menyimpulkan bahwa faktor tersebut signifikan pada taraf a = 0,05.
Pengembangan Daerah Penangkapan Ikan dengan Memanfaatkan Ina-Geoportal M Ali Rozaki; M Ali Ulat
Jurnal Airaha Vol 3 No 1: Juni 2014
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1109.594 KB)

Abstract

Pemetaan titik koordinat lokasi pengoperasian alat tangkap ikan pada suatu daerah penangkapan ikan sangat penting artinya untuk keperluan riset dan juga titik dasar penetapan kebijakan selanjutnya. Oleh karenanya diperlukanlah sebuah perangkat yang dapat dikerjakan dengan mudah , akurat dan cepat untuk dipergunakan dalam pembuatan peta daerah penangkapan ikan , dalam hal ini soft ware Ina-Geoportal hasil pengembangan Badan Informasi Geopasial (BIG). Mapping the coordinates of the location of the operation of fishing gear ina fishing area is very important for research purposes and all of point basis for setting future policy. Therefore requires the adevice that can be done easily, accurately and quickly to be used in the manufacture of fishing area maps, in this case the soft ware development Ina-Geoportal results geospatial Information Agency (BIG). Pengambilan data lapangan dilakukan selama 15 hari kerja operasi penangkapan ikan di Laut Aru. Data imputan meliputi lokasi , waktu kegiatan penangkapan dan hasil tangkapan dalam format Microsoft Excel csv. import data menghasilkan struktur data vektor (vector data structure) pada peta, sehinggga dengan cepat dan mudah dapat di jelaskan lokasi serta hasil tangkapan dari sebuah armada kapal ikan yang melakukan kegiatan penangkapan ikan di tiap lokasi serta dapat dilakukan koreksian data error. Data collection was carried out for 15 days field working fishing operationsin the Aru Sea. Imputan data includes location, time of fishing activity and catchescsv file in Microsoft Excel format. import data generating vector data structure (vector of data structure) on the map, so as to quickly and easily can be described as well as the location of the catch of a fishing leet that conduct fishing activities in each location as well as the data error correction scan be done.
Estimasi Sebaran Frekuensi Panjang Udang Banana (Penaeus merguensis) yang Tertangkap dengan Alat Tangkap Pukat Udang di Perairan Kaimana - Timika M Ali Rozaki; Arhandy Arfah; Rohyadi Rohyadi; Franklyn Hoek
Jurnal Airaha Vol 3 No 1: Juni 2014
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.018 KB)

Abstract

Pengelolaan sumberdaya perikanan dan pembangunan perikanan bagaiman dapat mempertahankan struktur umur produktif dari suatu jenis udang, sehingga memberi kesempatan kepada udang yang masih relatif muda untuk tumbuh, dan mampu reproduksi sebelum tertangkap. Dengan cara demikian, penangkapan ikan dapat dilakukan secara kontinyu dan berkelanjutan di masa depan. Untuk itu tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui komposisi hasil tangkapan udang penaeid, ukuran panjang udang Banana (Penaeus merguensisi) yang tertangkap pada jaring pukat udang dan distribusi jenis udang Banana (Penaeus merguensisi) menurut kedalaman.Hasil penelitian ini bahwa komposisi Hasil Tangkapaan yangdiperoleh selama pengoperasian pukat udang jenis double rig trawl sebanyak 5 jenis udang penaeid tertangkap dan Udang banana/jerbung ( Penaeus merguensis) yang dominan.Udang Banana/jerbung (Penaeus merguensis)dengan ukuran panjang total (TL) antara 15.81 – 16.20 cm dan pola hubungan antara kedalaman dengan hasil tangkapan udang banana (Penaeus merguensis) di Perairan Kaimana –Timika mengikuti model persamaan regresi kuadratik. Hal ini menunjukkan, bahwa produksi hasil tangkapan berbentuk parabola yang memiliki titik maksimum, pada kedalaman < 17 meter cenderung menaik produksi hasil tangkapan sedangkan pada kedalaman > 17 cenderung menurun produksi hasil tangkapan.
Estimasi Indeks Keragaman Ikan Karang di Daerah Perlindungan Laut (DPL) Kabupaten Raja Ampat - Papua Barat Franklyn Hoek; Arhandy Arfah; Abdul Gofir
Jurnal Airaha Vol 3 No 1: Juni 2014
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1783.645 KB)

Abstract

Kabupaten Raja Ampat Luas wilayahnya diperkirakan 46.000 Km persegi, 85% merupakan wilayah perairan laut, dan sisanya sekitar 6.000 Km persegi merupakan daratan. Kabupaten ini memiliki sekitar 610 pulau. Tujuan penelit ian untuk melihat keanekaragaman dan kelimpahan jenis ikan karang yang ada pada lokasi Daerah Perlindungan Laut (DPL) di kabupaten Raja Ampat di perairan wilayah Kecamatan Waigeo Selatan, Meosmansar, Waigeo Barat, Waigeo Barat Kepulauan dan Selat Sagawin Kabupaten Raja Ampat. Hasilnya Kelimpahan ikan karang di keseluruhan DPL (23 Lokasi) Kabupaten Raja Ampat ditemukan sebanyak 178 jenis ikan karang yang termasuk dalam 24 suku. Jenis ikan karang yang memiliki kelimpahan tertinggi adalah Jenis Pterocaesio tile (famili Caesionidae). Indeks keanekar agaman (H’) tertinggi terdapat pada hampir disemua DPL, hal itu dapat diketahui bahwa komunitas dalam keadaan stabil atau keragaman tinggi dengan jumlah individu tiap spesies seragam dan tidak ada yang dominan (H’>3), sedangkan Indeks keanekaragaman terendah hanya terdapat pada DPL Kampung Kapisawar dan kampung Kurkapa disebabkan kelimpahan jenis Lutjanus biguttatus dan Caesio caerulaurea cukup banyak jumlah individunya, hal ini dapat diketahui bahwa kumunitas dalam keadaan sedang kestabilannya atau keanekaragaman sedang dengan jumlah individu tiap spesies t idak seragam tetapi tidak ada yang dominan (1< H’< 3). Indeks keseragaman (E) hampir disemua DPL, keseragaman spesies tinggi (E> 0) sedangkan pada DPL Kampung Kapisawar dan Kampung Kurkapa, keseragaman spesies sedang (0,4 < E < 0,6). Indeks dominan (C) pada semua DPL yang berada di kabupaten Raja Ampat, ini menunjukan rendah bahwa ada cenderungan tidak ada individu yang mendominasi komunitas tersebut. Dan Uji beda terdapat perbedaan nilai jumlah individu yang signifikan dari 23 DPL.
Sebaran Lamun (Seagrass) di Pulau Jefman Amir M Suruwaky
Jurnal Airaha Vol 3 No 1: Juni 2014
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.651 KB)

Abstract

Lamun (seagrass) merupakan suatu tumbuhan yang hidup terendam di dalam laut. Umumnya membentuk padang lamun yang luas didasar laut yang masih dapat dijangkau oleh cahaya matahari yang memadai bagi pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis lamun yang dominan tumbuh diperairan Pulau Jefman. Metode yang digunakan yaitu metode trasker dengan pembuatan garis transek. sepanjang 25 meter dari garis pantai kemudian dibuat kuadrat 1x1 meter, pengambilan sampel dilakukan secara acak (Random sampling). Lamun yang ditemukan dalam plot, diidentifikasi jenisnya dan dihitung jumlah tegakkannya dengan menggunakan kunci identifikasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu ditemukan sebanyak 3 spesies lamun pada kedua lokasi substrak yang berbeda. Ketiga spesies lamun terebut yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii dan Holophila minor. Species lamun tersebut terdiri dari dua family yaitu Hydrocharitaceae dan Cymodoceaceae.

Page 1 of 1 | Total Record : 5