cover
Contact Name
Khalisah Visiana
Contact Email
khalisah.subekti@uta45jakarta.ac.id
Phone
+6285701209000
Journal Mail Official
akuntansipmanajerial@uta45jakarta.ac.id
Editorial Address
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Jl. Sunter Permai Raya, Sunter Podomoro, Jakarta 14350
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Akuntansi Manajerial (Managerial Accounting Journal)
ISSN : 25026704     EISSN : 25026704     DOI : https://doi.org/10.52447/jam
Core Subject : Economy, Education,
Journal of Managerial Accounting is the official journal for scientific publications, which contains articles on research results, studies, and thoughts on Management and Behavioral Accounting, Financial Accounting and Capital Markets, Public Sector Accounting, Accounting Information Systems, Professional Ethics, Accounting Education, Good Governance, Corporate Social Responsibility, and Fraud and Forensic Accounting
Articles 139 Documents
Pengaruh Tax Planning, Pengungkapan Esg, Profitabilitas, Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kualitas Laba Sebagai Variabel Moderasi Nadhifatul Lailiyah
Jurnal Akuntansi Manajerial Vol 10, No 2 (2025): Journal Akuntansi Manajerial
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jam.v10i2.9096

Abstract

Riset ini ditujukan guna menganalisis pengaruh tax planning, pengungkapan ESG, profitabilitas, serta kebijakan dividen pada nilai perusahaan, melalui pertimbangan kualitas laba sebagai variable moderasi. Riset ini dilandasi oleh teori agensi, stakeholder theory, dan signaling theory yang bersama-sama menjelaskan bagaimana manajemen perusahaan mengelola informasi juga pengambilan keputusan strategis guna mengurangi asimetri informasi serta meningkatkan kepercayaan investor. Studi ini mengimplementasikan pendekatan kuantitatif serta data sekunder yang didapat dari laporan keuangan serta laporan non keuangan perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tahun 2020 hingga 2023. Melalui metode purposive sampling, didapat 68 observasi dari seluruh total populasi 227 data. Analisis dijalankan melalui penggunaan MRA. Temuan studi mengindikasikan bahwa: tax planning berdampak negatif pada nilai perusahaan, sedangkan pengungkapan ESG tak berdampak pada nilai perusahaan. Namun sebaliknya, profitabilitas berdampak positif pada nilai perusahaan, disamping itu, kebijakan dividen tak berdampak pada nilai Perusahaan. Uji moderasi mengindikasikan bahwa kualitas laba tak memoderasi korelasi antara tax planning, pengungkapan ESG, dan profitabilitas pada nilai perusahaan. Namun, kualitas laba terbukti bisa memperkuat dampak kebijakan dividen pada nilai perusahaan. Temuan ini juga memperkaya literatur terkait peranan strategis kualitas laba dalam memperjelas korealasi antara indikator fundamental perusahaan pada persepsi pasar.
Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Akuntansi Dewan, Leverage dan Market Kapitalisasi terhadap Tingkat Pertumbuhan Keberlanjutan Aurellya Zinta; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Akuntansi Manajerial Vol 10, No 2 (2025): Journal Akuntansi Manajerial
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jam.v10i2.9007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latar belakang pendidikan akuntansi dewan, kapitalisasi pasar, dan leverage terhadap tingkat pertumbuhan berkelanjutan (Sustainable Growth Rate/SGR) pada perusahaan publik di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) serta situs resmi perusahaan untuk periode 2019–2023. Analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi Stata untuk menguji hubungan antara variabel independen dan SGR. Hasil penelitian diharapkan dapat menunjukkan sejauh mana latar belakang pendidikan akuntansi dewan, kapitalisasi pasar, dan leverage memengaruhi kemampuan perusahaan dalam mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi orisinal dengan mengisi kesenjangan dalam literatur melalui fokus pada peran latar belakang pendidikan akuntansi dewan serta kapitalisasi pasar terhadap SGR. Selain itu, studi ini juga menawarkan wawasan praktis bagi perusahaan dalam merancang strategi pertumbuhan jangka panjang berbasis struktur dewan dan kebijakan keuangan. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada penggunaan data kuantitatif sekunder dan belum mempertimbangkan faktor kualitatif seperti proses pengambilan keputusan strategis. Oleh karena itu, untuk memperoleh pemahaman yang lebih lengkap mengenai  pertumbuhan berkelanjutan, penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel seperti corporate governance maupun kondisi makroekonomi.
Manajemen Laba: Kajian Berdasarkan Kinerja Keuangan, Tax Avoidance dan Kualitas Audit. Reni Yendrawati
Jurnal Akuntansi Manajerial Vol 10, No 2 (2025): Journal Akuntansi Manajerial
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jam.v10i2.9102

Abstract

This study aims to examine the effect of financial performance, tax avoidance, and audit quality on earnings management. The population of this study consists of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2018–2022. The sampling method used is purposive sampling, resulting in 320 samples that meet the specified criteria. Hypothesis testing is conducted using multiple linear regression analysis. The results indicate that financial performance, tax avoidance, and audit quality have a negative effect on earnings management. Practically, the findings of this study provide recommendations for investors to enhance their understanding of the underlying reasons behind manipulation typically carried out by managers, thereby helping investors mitigate the negative consequences of earnings management practices conducted by companies.
Fintech Peer-To-Peer (P2P) Lending: Explanation For The Issues In Indonesia Kiko Armenita Julito; Sheila Silvia Permatasari; Safira Zakkiyah Dwi Santosa
Jurnal Akuntansi Manajerial Vol 10, No 2 (2025): Journal Akuntansi Manajerial
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jam.v10i2.9078

Abstract

Financial technology (fintech) in Indonesia is developing rapidly. This is demonstrated by the acceleration of digital development and transformation in this country. The interaction between society and financial services has evolved very quickly over the last few years. On October 9, 2023, there were 101 companies as the total of Fintech peer-to-peer lending companies which listed at Otoritas Jasa Keuangan (OJK) or Financial Service Authority. However, from 2018 to 2023, OJK was recorded as having blocked 6,680 illegal fintech lending companies. The illegal Fintech lending companies have many risks. This research will observe several fintech lending problems in Indonesia along with the explanations of why these things occur. A qualitative approach will be used as a method in this research with NVIVO 14 software as a tool for analyzing data. The results of this study have provided an explanation of several problems that occur in Indonesia regarding FinTech P2P lending. Several of these problems are outlined into five points including: unclear admin fees; illegal access obtained from borrowers; threats, slander, fraud, sexual harassment; data misuse, high interest rates without limits.
Pengaruh Penerapan Kode Etik Akuntan Publik terhadap Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Fraud pada Perusahaan Asuransi: Suatu Kajian Literatur Ariesyarti Setiadewi; Tiolina Evi Pardede
Jurnal Akuntansi Manajerial Vol 11, No 1 (2026): Journal Akuntansi Manajerial
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jam.v11i1.9386

Abstract

This study aims to analyze the influence of the implementation of the public accountant code of ethics on auditors’ ability to detect accounting fraud in insurance companies using a Systematic Literature Review (SLR) approach. Fraud in financial statements is a serious issue that can reduce public trust in corporate financial information. In this context, auditors play an essential role in ensuring the fairness of financial statements through an independent and professional audit process. The implementation of the public accountant code of ethics, which includes the principles of integrity, objectivity, professional competence, and independence, is believed to contribute to improving audit quality and auditors’ ability to identify indications of fraud. This research employs the Systematic Literature Review method by examining relevant scientific articles from national and international journals published between 2015 to 2025. The literature selection process was conducted through stages of identification, screening, and analysis of studies related to professional ethics, auditors’ fraud detection ability, and audit quality. The results indicate that the implementation of the public accountant code of ethics has a positive influence on auditors’ ability to detect fraud through increased integrity, professional skepticism, and auditor independence. These findings provide theoretical contributions to the auditing literature and practical implications for the accounting profession in strengthening ethical compliance to improve audit effectiveness, particularly in the insurance industry.
Dimensi Sosial Dan Regulasi Fiskal: Studi Kualitatif Tentang Perpajakan Di Yayasan Sosial Antonius Anton; Khristina Yunita; Nina Febriana Dosinta
Jurnal Akuntansi Manajerial Vol 11, No 1 (2026): Journal Akuntansi Manajerial
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jam.v11i1.8994

Abstract

This study aims to explore how the management of social foundations serving children with physical disabilities understand and manage their tax obligations, as well as how tax compliance contributes to organizational accountability and legitimacy. This research employs a qualitative approach through in-depth interviews, documentation, and non-participant observation to gain a comprehensive understanding of the experiences and practices of foundation managers in responding to fiscal demands. The findings show that the managers’ understanding of taxation remains limited and does not fully cover the technical aspects required for withholding, depositing, and reporting taxes. Limited human resources, manual administrative systems, and the lack of training create challenges that slow down the compliance process. The study also identifies a dilemma between fulfilling social service needs and meeting fiscal obligations due to budget constraints and administrative capacity. Nevertheless, tax compliance enhances accountability and strengthens public trust in the foundation. The study concludes that tax compliance is not only a formal requirement but also an essential component of good governance and organizational legitimacy. The implications suggest the need for improved tax literacy, the development of stronger administrative systems, and continuous technical support to enable foundations to meet their fiscal responsibilities more effectively and sustainably.
Perubahan Struktur Laporan Keuangan dan Resiko Akuntansi akibat Implementasi PSAK 116: Systematic Literature Review Ariesyarti Setyadewi; Trinandari Prasetya Nugrahanti
Jurnal Akuntansi Manajerial Vol 11, No 1 (2026): Journal Akuntansi Manajerial
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jam.v11i1.9595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan struktur laporan keuangan dan resiko akuntansi akibat implementasi PSAK 116 tentang sewa melalui pendekatan Systematic Literature Review. Kajian dilakukan terhadap 20 artikel yang dipublikasikan pada periode 2018–2026 dari google scholar dengan menggunakan kata kunci implementasi PSAK 116. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi PSAK 116 membawa perubahan mendasar dalam penyajian laporan keuangan, terutama melalui pengakuan aset hak-guna dan liabilitas sewa yang sebelumnya pada sewa operasi tidak selalu disajikan dalam laporan posisi keuangan. Pengakuan aset hak-guna menyebabkan peningkatan total aset perusahaan, sedangkan pengakuan liabilitas sewa meningkatkan kewajiban dan memengaruhi struktur pendanaan serta tingkat leverage. Pada laporan laba rugi, beban sewa operasi berubah menjadi beban penyusutan atas aset hak-guna dan beban bunga atas liabilitas sewa, sehingga berdampak pada laba bersih, profitabilitas, serta potensi perbedaan antara laba akuntansi dan laba fiskal. Selain itu, pada pihak lessor, penerapan PSAK 116 memengaruhi pengakuan pendapatan sewa, aset sewaan, piutang sewa pembiayaan, dan pendapatan bunga sesuai dengan klasifikasi sewa. Implementasi PSAK 116 juga menimbulkan resiko akuntansi, terutama terkait pengukuran nilai sewa, pengungkapan kontrak sewa, sistem pencatatan, pengendalian internal, audit berbasis resiko, serta perubahan rasio keuangan seperti DER, DAR, ROA, dan ROE. Dengan demikian, penerapan PSAK 116 tidak hanya meningkatkan transparansi dan keandalan informasi laporan keuangan, tetapi juga menuntut perusahaan untuk lebih cermat dalam mengelola resiko akuntansi yang muncul akibat perubahan pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi sewa.
Pengaruh Literasi Teknologi, Pengetahuan Digital Ekonomi, dan Cashless Society Terhadap Perilaku Keuangan Dengan Literasi Akuntansi Sebagai Pemoderasi Kiko Armenita Julito; Nisa Tiana; Sheila Silvia Permatasari; Khalisah Visiana Subekti
Jurnal Akuntansi Manajerial Vol 11, No 1 (2026): Journal Akuntansi Manajerial
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jam.v11i1.9581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Literasi Teknologi, Pengetahuan Digital Ekonomi, Cashless society, dan Literasi Akuntansi terhadap Perilaku Keuangan. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner daring kepada 150 responden yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum yang telah menggunakan layanan keuangan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dua variabel, yaitu cashless society dan literasi akuntansi, yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan. Sementara itu, literasi teknologi dan pengetahuan digital ekonomi tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Selain itu, literasi akuntansi juga tidak memperkuat hubungan antara ketiga variabel tersebut terhadap perilaku keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun masyarakat semakin akrab dengan teknologi dan ekonomi digital, pemahaman tersebut belum sepenuhnya diiringi dengan perilaku pengelolaan keuangan yang baik tanpa adanya kesadaran dan kebiasaan finansial yang disiplin. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi lembaga pendidikan dan keuangan untuk memperkuat literasi akuntansi serta mengintegrasikannya dengan praktik keuangan digital guna membentuk perilaku finansial yang rasional dan berkelanjutan.
Pengaruh Komite Audit Dan Tenur Audit Terhadap Integritas Laporan Keuangan (Studi Empiris Di Sektor Infrastruktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2023) Fany Alvionita; Tiolina Evi Pardede
Jurnal Akuntansi Manajerial Vol 11, No 1 (2026): Journal Akuntansi Manajerial
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jam.v11i1.9385

Abstract

This study aims to examine the effect of the audit committee and audit tenure on the integrity of financial statements. The audit committee is measured by the number of audit committee members in each company, while audit tenure is measured by the length of the engagement between the auditor and the client company. The integrity of financial statements is proxied by accrual conservatism (ConAcc) based on the model developed by Givoly, D., & Hayn, C. (2002), which is calculated as the difference between Net Income and Operating Cash Flow. The conservatism value is then classified into two categories: a value of 1 for a negative difference indicating conservative financial reporting, and 0 for a positive difference indicating non-conservative financial reporting. The sample was determined using a purposive sampling technique, resulting in 162 firm observations over a three-year research period. Hypothesis testing was conducted using logistic regression analysis to examine the relationship between the independent variables and the integrity of financial statements. The results indicate that the audit committee and audit tenure have a significant effect on the integrity of financial statements. These findings contribute to the corporate governance literature and provide practical implications for regulators and stakeholders in enhancing the reliability and quality of financial reporting.
Analisis Financial Distress pada Perusahaan Jasa Service Alat Berat: Studi Kasus Tiga Perusahaan Baru di Kalimantan Barat Mahendra Purnama; Sari Rusmita; Khristina Yunita; Nina Febriana Dosinta
Jurnal Akuntansi Manajerial Vol 11, No 1 (2026): Journal Akuntansi Manajerial
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jam.v11i1.8993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab financial distress pada tiga perusahaan jasa service alat berat di Kalimantan Barat dengan pendekatan studi kasus multipel. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia sekaligus kerentanannya terhadap kegagalan usaha akibat keterbatasan modal, rendahnya literasi akuntansi, serta lemahnya pengelolaan keuangan. Fenomena distress dalam konteks jasa service alat berat memiliki karakteristik unik karena sektor ini membutuhkan modal besar, menghadapi risiko piutang tinggi, dan bergantung pada hubungan dengan vendor serta klien korporasi. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi keuangan sederhana, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress berkembang secara bertahap melalui pola pengelolaan kas yang tidak disiplin, penundaan pembayaran vendor, penggunaan dana untuk aset tidak produktif, serta pencampuran kepentingan pribadi dengan keuangan perusahaan yang melanggar prinsip entity concept. Selain itu, keterbatasan modal kerja dan rendahnya pemanfaatan sistem akuntansi memperburuk kondisi likuiditas dan memicu agency problem. Kasus PT C memberikan bukti bahwa keterlibatan akunting sejak awal mampu memitigasi distress dengan penerapan pemisahan keuangan, pengendalian arus kas, dan pemanfaatan laporan akuntansi sebagai dasar pengambilan keputusan. Penelitian ini memperkuat teori financial distress, working capital management, dan stakeholder theory, sekaligus menambahkan kebaruan berupa perspektif insider yang jarang diulas dalam literatur UMKM Indonesia. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya literasi akuntansi manajerial, disiplin pembayaran kewajiban, serta penguatan peran akunting sebagai instrumen kontrol dan strategi keberlanjutan usaha.