cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1, Januari 2012" : 10 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMILIHAN KONTRASEPSI KB SUNTIK DI BPS. RUVINA SURAKARTA Rahajeng Putriningrum
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.867 KB)

Abstract

ABSTRAK Pemerintah terus menekan laju pertambahan penduduk yang semakin hari semakin meningkat. Saat ini pertumbuhan penduduk Indonesia 1,6 persen per tahun. Suatu pertumbuhan yang cukup mengkhawatirkan, karena dari pertumbuhan ini masih dihasilkan sekitar 3-4 juta jiwa manusia baru di Indonesia. Program Keluarga Berencana saat ini merupakan program yang diprioritaskan. Salah satu dari metode Keluarga Berencana adalah suntik, dan alat kontrasepsi ini paling banyak peminatnya. Tujuan penelitian adalah mengetahui secara umum faktor-faktor yang berhubungan dengan pilihan ibu menjadi akseptor KB suntik berdasarkan pendidikan, paritas, pengetahuan, pekerjaan, motivasi bidan dan peran suami. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah semua akseptor KB suntik yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Keseluruhan sampel berjumlah 34 responden. Kuesioner yang dibagikan terlebih dahulu di uji validitas dan reliabilitas dengan rumus product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ke enam faktor yang diteliti ada 4 faktor yang mempunyai pengaruh yaitu faktor pengetahuan, faktor pendidikan, faktor jumlah anak, faktor peran suami. ABSTRACT Pemerintah terus menekan laju pertambahan penduduk yang semakin hari semakin meningkat. Saat ini pertumbuhan penduduk Indonesia 1,6 persen per tahun. Suatu pertumbuhan yang cukup mengkhawatirkan, karena dari pertumbuhan ini masih dihasilkan sekitar 3-4 juta jiwa manusia baru di Indonesia. Program Keluarga Berencana saat ini merupakan program yang diprioritaskan. Salah satu dari metode Keluarga Berencana adalah suntik, dan alat kontrasepsi ini paling banyak peminatnya. Tujuan penelitian adalah mengetahui secara umum faktor-faktor yang berhubungan dengan pilihan ibu menjadi akseptor KB suntik berdasarkan pendidikan, paritas, pengetahuan, pekerjaan, motivasi bidan dan peran suami. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah semua akseptor KB suntik yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Keseluruhan sampel berjumlah 34 responden. Kuesioner yang dibagikan terlebih dahulu di uji validitas dan reliabilitas dengan rumus product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ke enam faktor yang diteliti ada 4 faktor yang mempunyai pengaruh yaitu faktor pengetahuan, faktor pendidikan, faktor jumlah anak, faktor peran suami.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PEMASANGAN KONTRASEPSI IMPLANT Desy Handayani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.69 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1). Apakah ada pengaruh media pembelajaran terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant, 2). Apakah ada pengaruh minat belajar terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant, dan 3). Apakah ada interaksi pengaruh media pembelajaran dan minat belajar terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasy experimental design) Control Group Posttest Only Design. Penelitian ini dilaksanakan di Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester IV Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta. Teknik sampel penelitian yang digunakan sampling jenuh, yaitu seluruh mahasiswa semester IV berjumlah 90 mahasiswa. Sampel dibagi tiga kelompok yaitu 30 mahasiswa diberi perlakuan dengan media VCD, 30 mahasiswa diberi perlakuan dengan media gambar dan 30 mahasiswa diberi perlakuan dengan media model sebagai kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes untuk pengetahuan pemasanagan kontrasepsi implant dan angket untuk instrumen minat belajar. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas variansi menggunakan uji F, dengan taraf signifikansi penelitian sebesar 5%, dilanjutkan dengan uji Schefee. Berdasarkan hasil penelitian maka (1) ada pengaruh yang signifikan media pembelajaran terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant dengan hasil F = 189,186 (sig=0.00 < 0.05 ) sehingga hipotesis yang dikemukakan terbukti kebenarannya, (2) ada perbedaan pengaruh yang signifikan minat belajar terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant dengan hasil F = 7,197 (sig=0.09 < 0.05 ) sehingga hipotesis yang dikemukakan terbukti kebenarannya, (3). Tidak terdapat interaksi pengaruh yang signifikan antara media pembelajaran dan minat belajar terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant dengan hasil F = 0,424 (sig=0,656 > 0.05) sehingga hipotesis yang dikemukakan tidak terbukti kebenarannya ABSTRACT Purpose of this research are 1) to know the influence of learning media toward knowledge about installation of implants's contraception, 2) to know the influence interest of learning toward knowledge about installation of implant contraception, and 3) to know the interaction of learning media and learning interests toward knowledge about installation of implants contraception. The technique of collecting data knowledge of contraceptive implant installation using the tests, while the data learning of interest using questionere. The technique analyzed data using two-way analysis of variance. Prerequisite test using the test of normality and homogeneity of using F test, with significance level of 5% followed by Schefee test. The research use an quasy experimental design control group posttest only design. This research was conducted in the course DIII Midwifery STIKes Kusuma Husada Surakarta. The population involved the research was all of student fourth semester. The population in this study are all students at four semester study program DIII Midwifery STIKes Kusuma Husada Surakarta. Techniques sampling used are sample saturated, total all students are 90 students, and then this sample is divided into three groups: 30 students were treated with VCD media, 30 students were treated with media images and 30 students were treated by the media as a control of model Conclusion the results of this study are : (1) there is significant influence learning media toward knowledge about the installation of implant contraception with the result F = 189.186 (sig = 0.00 <0.05), so the hypothesis hypothesis can be acceptable (2) there is significant influence of interest's learning toward knowledge about the installation of implant contraception with the result F = 7.197 (sig = 0.09 <0.05), so the hypothesis can be acceptable (3). There were no significant influence interaction between instructional media and interest in learning toward knowledge about the installation of implant contraception with the result F = 0.424 (sig = 0.656> 0.05) so that the hypothesis can nto acceptable
PERSEPSI PERAWAT TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) DI UPJ RSUP DR. KARIADI SEMARANG P Pratondo; O Oktavianus
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.184 KB)

Abstract

ABSTRAK Resusitasi Jantung Paru (RJP) pertama kali digunakan di tahun 1960. Selama kurun waktu 40 tahun sejak diperkenalkannya RJP modern, telah banyak perubahan dan perkembangan. RJP dilakukan dengan memberikan bantuan ventilasi, kompresi dada, dan mengembalikan sirkulasi ke dalam kondisi normal. Hanya 10 % dari pasien yang dapat bertahan hidup setelah mendapatkan resusitasi. Keberhasilan RJP dipengaruhi barbagai faktor. Tujuan dari evidence base ini adalah untuk mengetahui persepsi perawat tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan resusitasi jantung paru (RJP). Jenis dan rancangan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Tehnik sampling menggunakan random sampling dengan melibatkan 4 informan. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview Hasil dari studi evidence base ini menggambarkan bahwa persepsi perawat tentang faktor yang meningkatkan keberhasilan RJP adalah ketersediaan alat, kompetensi perawat, penanganan pasca resusitasi, kolaborasi dengan dokter, panduan RJP, dan response time. Kesiapan alat dan kondisi pasien merupakan faktor yang menghambat dalam keberhasilan RJP. Kesimpulan yang didapat bahwa ketersediaan alat tanpa disertai kesiapan untuk digunakan menurunkan respon time perawat dalam memberikan resusitasi pada pasien yang mengalami cardiac arrest. Kompetensi perawat menguasai panduan RJP dan kolaborasi dengan dokter menentukan kualitas resusitasi yang diberikan kepada pasien. Penghentian RJP dengan mempertimbangkan durasi RJP dan kondisi pasien dilakukan untuk memberi kesempatan pada klien untuk meninggal dengan tenang. Penanganan pasca resusitasi setelah pasien stabil perlu persiapkan sebagai penanganan berkelanjutan dari RJP
EFEKTIVITAS SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DARAH PADA LANSIA MEROKOK DI DUSUN PIRAK MERTOSUTAN SIDOLUHUR GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2009 Sri Hartini; M Mulyanti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.192 KB)

Abstract

ABSTRAK Penuaan merupakan proses alami dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Angka kesakitan lanjut usia juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan timbul berbagai penyakit degeneratif salah satunya disebabkan karena peningkatan kadar kolesterol darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas senam lansia terhadap penurunan kadar kolesterol darah pada lansia merokok di Dusun Pirak Mertosutan Sidoluhur Godean Sleman Yogyakarta tahun 2009. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasy eksperimen (eksperimen semu), dengan pendekatan rancangan one group pretest-postest yaitu suatu rancangan penelitian dimana tidak ada kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang aktif merokok atau mempunyai riwayat merokok dan mempunyai kadar kolesterol darah lebih dari 200 mg/dl yang diukur menggunakan alat ukur kolesterol darah. Besarnya sampel dalam penelitian ini sebanyak 7 orang. Responden diberi perlakuan berupa senam lansia secara rutin 3 kali dalam 1 minggu selama 1 bulan mulai dari tanggal 22 Mei 2009 hingga tanggal 17 Juni2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan kadar kolesterol darah antara pretest dan posttest yaitu sebanyak 28-43 mg/dl. Data yang telah didapatkan dilakukan uji statistik dengan menggunakan T-test dependent. Berdasarkan uji statistik didapatkan asymp. Sig. (2-tailed) = 0.000 < a (0.05) sehingga dapat disimpulkan senam lansia yang dilakukan secara rutin efektif untuk menurunkan kadar kolesterol darah pada lansia merokok.
STUDI ANALISA PEMANFAATAN AIR KELAPA SEBAGAI INTERVENSI NON FARMAKOLOGI DALAM MENGURANGI NYERI HAID PADA REMAJA DALAM SUDUT PANDANG KEPERAWATAN S Sumino; Fransiska Arie Nursanti; Dewi Trisnawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.252 KB)

Abstract

ABSTRAK Usia remaja merupakan usia dimana seseorang mengalami perkembanagn khususnya pada organ reproduksi. Pada masa remaja, wanita akan mengalami menstruasi. Pada saat wanita mengalami menstruasi mereka sering mengeluh nyeri. Nyeri haid sering disebut dismenore. Gunawan (2002) mengemukakan nyeri haid pada 27,6 % responden memerlukan obat dengan sebagian aktivitas terganggu, Mengkonsumsi obat dalam frekuensi yang tinggi dapat menimbulkan gangguan pada fungsi organ tubuh. Tindakan non farmakologis yaitu dengan pemanfaatan bahan herbal. Air kelapa dikatakan dapat mengurangi rasa nyeri saat haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan air kelapa sebagai terapi non farmakologis dalam mengurangi nyeri haid pada remaja dalam sudut pandang keeperawatan. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu wawancara dan studi literatur. Hasil yang didapatkan adalah bahwa intervensi keperawatan non farmakologis dalam mengurangi nyeri dapat dilakukan dengan pemberian air kelapa. Air kelapa mengandung elektrolit dan mineral. Cairan dan darah yang keluar dapat digantikan oleh elektrolit dan asam folat yang terkandung dalam air kelapa. Elektrolit bermanfaat untuk mencegah dehidrasi. Asam folat membantu dalam proses produksi sel darah merah. Nyeri haid diakibatkan oleh ketidakseimbangan kadar prostaglandin. Belum terdapat literatur yang menuliskan kandungan air kelapa yang dapat mengurangi rasa nyeri. Kesimpulan dari studi yang telah dilakuan adalah intervensi keperawatan non farmakologis dalam mengurangi nyeri dapat dilakukan dengan pemberian air kelapa. Belum ada sumber yang menyatakan kandungan air kelapa yang dapat mengurangi rasa nyeri. Nyeri haid berkurang karena efek sekunder dari peran elektrolit dan asam folat. ABSTRACT Adolesence is age where someone having development of reproduction organ. Female will start have menstruation in adolesence. When being in period, female complains pain. Menstruation pain is usually named dismenorre. Gunawan (2002) wrote that dismenorre to 27,6 % respondents need medicine while disturbance activity. Consuming medecine in high intensity can cause disturbance to body organ function. Non farmacology intervension is by using herbal materials. Coconut water said capable to relief dismenorre. This research lead to identify using of coconut water as non farmacology intervention in reducing dismenorre in nursing point of view. The methods was interview and study literature. The result showed that non farmacology intervention doing for reducing dismenorre was by consuming coconut water. It contained minerals and electrolyts. Wasting bBlood and fluid could be recharged by electrolyts ang folic acid. Electrolyts prevented dehydration. Folic acid helped red blood cell production. Dismenorre was caused by unstabil prostaglandin. No written literature showed analgesic substance in coconut water.The conclusion is non farmacology intervention doing for reducing dismenorre was by consuming coconut water. No written literature showed analgesic substance in coconut water. Dismenorre was relieved by folic acid and electrolyts.
PENGARUH KOMPRES METRONIDAZOL TERHADAP LUKA KAKI DIABETIKUM Edy Mulyono; Galih Setia Adi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.845 KB)

Abstract

ABSTRAK Infeksi kaki diabetes adalah penyebab umum morbiditas baik dalam masyarakat dan rumah sakit. Infeksi kaki diabetik diklasifikasikan sebagai rumit jika infeksi telah menyebar ke dalam jaringan lebih lembut, jika intervensi bedah diperlukan, atau jika pasien telah menulis kondisi yang wajar menghambat respon terhadap pengobatan (misalnya diabetes mellitus atau human immunodeficiency virus). Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui manfaat menggunakan metronidazol dan 0,9% dalam pengobatan infeksi kaki diabetes yang rumit yang membutuhkan rawat inap. Luka perawatan menggunakan metronidazol dan NaCl yang baik dan benar akan mempercepat penyembuhan luka kaki diabetik (selama 3 minggu luka lebih baik) daripada hanya menggunakan NaCl saja (selama 6 minggu pemulihan luka baru jaringan terjadi). Karena metrodinazole antibiotik, antibakteri dan antiprotozoa. Obat ini melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan amuba dalam tubuh. Metronidazole adalah antibakteri dan antiprotozoa sintetik nitroimidazoi derivatif yang memiliki aktivitas bakterisid, amebisid dan trikomonosid. ABSTRACT Diabetic foot infections are a common cause of morbidity in both the community and hospitals. Diabetic foot infections are classified as complicated if the infection has spread into the softer tissues, if surgical intervention is required, or if the patient has co reasonable conditions inhibit the response to treatment (eg, diabetes mellitus or human immunodeficiency virus). The purpose of this article is to investigate the benefits of using metronidazole and 0.9% in the treatment of complicated diabetic foot infections requiring hospitalization. Wound treatment using metronidazole and NaCl is good and true will accelerate the healing of diabetic foot wounds (for 3 weeks improved wound) than just using NaCl alone (for 6 weeks a new wound tissue recovery occurs). Because metrodinazole an antibiotic, and antibacterial antiprotozoa. This drug against infections caused by bacteria and amoeba in the body. Metronidazole is a synthetic antibacterial and antiprotozoa nitroimidazoi derivatives that have activity bacterisid, amebisid and trikomonosid”.
PERBANDINGAN FAKTOR RESIKO TERJADINYA KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT PETANI DAN PEGAWAI KANTOR DI DESA TRAYU Saptorini Murdyastuti; Yunita Wulandari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.755 KB)

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah arterial, sistol ≥ 130 mmHg dan diastol ≥ 90mmHg. Tekanan darah ditentukan oleh cardiac output dan resistensi perifer. Tujuan penelitian hipertensi ini untuk mengetahui faktor resiko terjadinya hipertensi antara pekerja kantoran dan petani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode cross - sectional study ( pengambilan data sewaktu ) dan pendidikan kesehatan tentang hipertensi. Penggunaan pengambilan data sewaktu dengan cara menghitung prosentase pada 20 masyarakat yang masing - masing 10 orang bekerja di kantoran dan 10 orang bekerja sebagai petani. Metode pendidikan kesehatan dilakukan setelah pengukuran tekanan darah dengan memberikan penjelasan hasil yang disertai leaflet kepada masing - masing masayarakat. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dari 20 orang yang resiko terkena hipertensi dari masyarakat yang bekerja sebagai petani dan bekerja di kantor,yaitu yang bekerja sebagai petani 20% Hipertensi berat, sedangkan yang bekerja di kantor 5 % yang terkena hipertensi berat. ABSTRACT Hypertension is the increase in arteria lblood pressure, systolic ≥130 mmHg and diastolic ≥ 90 mmHg. Blood pressure is determined by cardiac output and peripheral resistance. The purpose of this hypertension study to determine risk factors of hypertension among officer and farmers. The method used is the method of cross - sectional study and health education about hypertension. The use of any data retrieval by calculating the percentage of the 20 people each - every 10 people working in the office and 10 people work as farmers. Methods of health education carried out after the measurement of blood pressure by giving the explanation that accompanied the leaflet to each community. The results obtained from this study of 20 people who risk of hypertension than people who worked as a farme rand worked in the office, which I sworking as a farmer Hipertensi 20% by weight, while those working in the office affected 5% of severe hypertension.
HUBUNGAN ANTARA GOLONGAN DARAH DENGAN KEPRIBADIAN ANAK O Oktavianus; Galih Setia Adi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.882 KB)

Abstract

ABSTRAK Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Kepribadian adalah organisasi sikap – sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku. Dilihat dari sisi psikologis, masing-masing material golongan darah menumbuhkan perbedaan pada pembentukan perasaan dan tubuh kita. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara golongan darah dengan kepribadian anak. Strategi penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah deskriptif yang dilakukan secara cross sectional. Distribusi responden menurut golongan darah menunjukkan sebagian besar responden memiliki golongan darah B, yaitu sebanyak 13 responden (39%), selanjutnya golongan darah O sebanyak 11 responden (33%), golongan darah A sebanyak 6 responden (18%), dan AB sebanyak 3 responden (9%). Distribusi responden menurut tipe kepribadian sebagian besar adalah sanguinis yaitu sebanyak 16 responden (49%), selanjutnya koleris dan phlegmatis masing-masing sebanyak 7 responden (21%), dan melankolis sebanyak 3 responden (9%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan golongan darah terhadap kepribadian anak
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI BAYI UMUR 6-24 BULAN DI POSYANDU KARYAMULYA JETIS JATEN Dheny Rohmatika
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.428 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan tentang makanan pendamping ASI yang dimiliki ibu sangat berpengaruh, semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang semakin baik pelaksanaannya. Keadaan kurang gizi pada bayi dan anak disebabkan pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat dan ketidaktahuan ibu tentang manfaat dan cara pemberian makanan pendamping ASI yang benar sehingga berpengaruh terhadap pemberian makanan pendamping ASI. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu dan pemberian makanan pendamping ASI bayi umur 6-24 bulan serta mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian makanan pendamping ASI bayi umur 6-24 bulan di posyandu Karya Mulya Jetis Jaten. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian di Posyandu karya Mulya Jetis Jaten. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 responden, dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat pengumpulan data adalah kuesioner dalam bentuk cheklist dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian di Posyandu Karya Mulya menunjukkan responden yang memberikan MP-ASI dengan tingkatan pengetahuan baik sebanyak 66,7%; kelompok tingkatan pengetahuan cukup sebanyak 16,7%; kelompok ibu yang tingkat pengetahuannya kurang sebanyak 3,3%. Kesimpulan ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian makanan pendamping ASI bayi umur 6-24 bulan. ABSTRACT The food was given for the first time will be a huge impact on the future health of babies that are beneficial to growth and development. In this case, knowledge about complementary feeding mothers held very influential, the higher a person's level of knowledge the better implementation. The state of malnutrition in infants and children caused by the provision of complementary feeding is not appropriate and the ignorance of mothers about the benefits and how the provision of proper complementary feeding and therefore contributes to the provision of complementary feeding The objective to determine the level of knowledge capital, know breast milk feeding infants aged 6-24 months and to determine the relationship of the level of knowledge of mothers with breast milk feeding infants aged 6-24 months in posyandu work Mulya Jetis Cork. The study was an observational analytic cross sectional design. Location of research work carried out in IHC Mulya Jetis Cork. The population in this study were 30 respondents, the sampling technique using total sampling. Data collection tool used was a questionnaire in the form of checklist with univariate and bivariate analyzes. The results in IHC work Mulya the respondent with a good level of knowledge, providing complementary feeding with a good level of 66.7%, while providing complementary feeding with sufficient levels of as much as 16.7%, and from women whose levels provide knowledge about complementary feeding as much as 3.3%. There is a relationship between the level of knowledge of mothers with breast milk feeding bari aged 6-24 months.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN KLIEN HIPERTENSI DALAM MENJALANI PENGOBATAN DI PUSKESMAS GONDANGREJO KARANGANYAR Diyah Ekarini
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.924 KB)

Abstract

ABSTRAK Penyakit hipertensi sering disebut sebagai the silent disease atau pembunuh diam-diam, karena pada umumnya penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Kepatuhan dalam menjalani pengobatan sangat diperlukan untuk mendeteksi dini terjadinya penyakit hipertensi. Beberapa faktor yang mempengaruhi klien hipertensi dalam menjalani pengobatan, diantaranya adalah pendidikan, pengetahuan serta motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara pendidikan, pengetahuan, serta motivasi dengan kepatuhan klien hipertensi dalam menjalankan pengobatan. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental dengan deskripsi kolerasi. Pendekatan yang digunakan adalah desain cross sectional dan uji statistik chi Square. Responden yang menjadi subjek penelitian ini adalah klien hipertesi yang melakukan kunjungan di Puskesmas Gondangrejo Karanganyar selama 02 Juli – 01 September 2011 dan berusia minimal 20 tahun. Teknik sampling berupa simple random sampling dan didapatkan umlah sampel sebanyak 75 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 75 responden mayoritas berpendidikan tinggi sebesar 37,3%, berpengetahuan tinggi sebesar 62,7 %, yang memiliki motivasi tinggi sebesar 84.0%, serta patuh dalam menjalani pengobatan sebesar 78 ,7%. Analisa uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang sangat bermakna antara tingkat pendidikan dengan tingkat kepatuhan klien hipertensi dalam menjalani pengobatan, terdapat hubungan yang sangat bermakna antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan klien hipertensi dalam menjalani pengobatan, begitu juga antara tingkat motivasi dengan tingkat kepatuhan klien hipertensi dalam menjalani pengobatan terdapat hubungan yang sangat bermakna (p<0,05). ABSTRACT The hypertension related disease is often called by silent disease, because Generally the patient does not realize whether he has got this disease before he checks his blood tension. The compliance during the medication is very needed to defect the occurrence of early hypertension disease. Some factors that influence the hypertension client during the medication are the education, knowledge, and motivation. The objective of this research is to know the relation between the education, knowledge, and motivation with the compliance of the hypertension patient during the medication. The research was a quantitstive research of non experimental with correlation description. The approach used in this research was cross sectional design and statistical analysis applied was Chi-Square. The research samples were the client with hypertension who visited to the Puskesmas Gondangrejo Karanganyar during 02 Juli – 01 September 2011 and had minimum up to 20 years old. The sampling technique used was the simple random sampling and the amount of sample was 75 clients.The results of the research indicate that from 75 majority respondents that had high education was 37,3 %, had high knowledge was 62,7 %, and had high motivation was 84.0%, and the obedient during the medication was 78,7 %. Statistical analysis showed that there was a significant correlations between client education level and the compliance level of hypertensions client during the medications, as well as between client knowledge level and the compliance level, and also between client motivatios level and the compliance level of hypertensions client during the medications sained p value of less than 0.05.

Page 1 of 1 | Total Record : 10