Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 2 (2013): August"
:
14 Documents
clear
GUIDED IMAGERY UNTUK MENGURANGI RASA NYERI SAAT MENSTRUASI
Affan Novarenta
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2013): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (389.677 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1575
Guided imagery merupakan teknik untuk membimbing dan mengarahkan orang kepada imajinasi menyenangkan menggunakan audio visual kinestetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah guided imagery efektif untuk mengurangi rasa nyeri saat menstruasi. Desain yang digunakan adalah eksperimen single case study yang dilakukan pada 3 orang subjek. Hasil pengukuran dengan menggunakan skala numeric pain distress menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri menstruasi. Penelitian ini dapat menjadi pengetahuan bagi masyarakat bahwa guided imagery merupakan salah satu alternatif intervensi dalam mengurangi nyeri menstruasi. Katakunci: Guided imagery, nyeri menstruasi
KESIAPAN MENGHADAPI MASA PENSIUN DITINJAU DARI PERAN GENDER KARYAWAN
Bintang Rahmannisa Safitri
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2013): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (645.828 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1577
Kesiapan pensiun adalah hal penting yang harus dimiliki karyawan demi keberlangsungan hidup di masa tua setelah pensiun. Pada kenyataanya setiap karyawan memiliki orientasi peran gender masing-masing dengan sifat atau karakteristik yang berbeda, sehingga kesiapan karyawan dalam menghadapi pensiun tentunya berbeda pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan kesiapan karyawan menghadapi pensiun ditinjau dari peran gender. Penelitian ini dilakukan terhadap 92 karyawan yang sedang dalam Masa Persiapan Pensiun (MPP) di PT. Krakatau Steel. Pengumpulan data dilakukan dengan skala peran gender (BSRI) dan skala kesiapan pensiun. Terdapat 18 karyawan yang termasuk kategori orientasi peran gender feminim, 28 karyawan dengan kategori orientasi peran gender maskulin, dan 46 karyawan dengan kategori orientasi peran gender androgini. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan kesiapan karyawan dalam menghadapi masa pensiun ditinjau dari peran gender, bahwa karyawan yang masulin lebih siap dibandingkan dengan karyawan yang feminim dan androgini.Katakunci: Kesiapan, masa pensiun, peran gender
KECEMASAN ANTARA SISWA SMP DAN SANTRI PONDOK PESANTREN
M. Afif Aminullah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2013): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (556.85 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1578
Banyak dijumpai remaja usia sekolah yang mengalami kecemasan terutama ketika mengikuti proses belajar di sekolah, termasuk siswa SMP dan santri Pondok Pesantren kelas I yang baru memasuki sekolah baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecemasan antara siswa SMP dan santri pondok pesantren kelas I. Desain yang digunakan adalah desain non-experimen deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) yang terdiri dari 50 item. Sampel penelitian ini sebanyak 84 orang. Analisis penelitian menggunakan Uji-T. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kecemasan antara siswa SMP dan santri pondok pesantren kelas I dengan nilai sangat signifikan (t=4,64, p=0,000). Kecemasan santri pondok pesantren kelas I lebih tinggi (39,3%) dibanding siswa SMP kelas I (20,2%).Katakunci: Kecemasan, santri pondok pesantren, siswa SMP
VIRGINITY VALUE DITINJAU DARI BIG FIVE PERSONALITY
Patmawati Patmawati
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2013): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (641.859 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1579
Virginity value merupakan suatu keyakinan tentang keperawanan yang berfungsi sebagai pedoman untuk membantu individu membuat keputusan apakah akan tetap perawan atau perjaka sebelum pernikahan. Virginitas lebih menekankan pada purity, yaitu sejauh mana seseorang menjaga kemurnian dirinya dan memandang aktivitas seksual sebagai aktivitas sakral yang hanya boleh dilakukan dalam ikatan pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan virginity value ditinjau dari big five personality. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala virginity value dan skala big five personality. Pengukuran ini dilakukan pada 378 sampel dengan menggunakan teknik sampel insidental pada mahasiswa dengan rentang usia 17-23 tahun. Hasil analisis Anova menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua variabel ini. Hasil F 2.349 dengan nilai signifikansi 0,054 > 0,05. Artinya, tidak ada perbedaan virginity value ditinjau dari big five personality. Katakunci: Virginity value, big five personality
KEFUNGSIAN KELUARGA DAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA
Firra Noor Nayana
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2013): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (632.501 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1580
Kefungsian keluarga menjadi salah satu faktor dalam penentuan kondisi well-being seseorang. Terutama di masa remaja, hal ini disebabkan seorang individu sedang mengalami masa tidak stabil dalam pertumbuhannya, mengalami banyak konflik dan tekanan sehingga tetap membutuhkan perhatian dan dukungan orang tua dan keluarganya untuk dapat melewati masa-masa sulit dan memiliki kepuasan dalam hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kefungsian keluarga dan subjective well-being pada remaja. Subjek dalam penelitian ini adalah murid kelas 1 dan 2 di SMA Muhammadiyah 1 Malang dengan jumlah subjek 79 siswa. Skala yang digunakan ialah Family Functioning Scale (FFS) dan Subjective well-being Scale (SWBS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kefungsian keluarga dengan subjective well-being pada remaja dibuktikan dengan hasil perhitungan korelasi product moment. Semakin tinggi tingkat kefungsian keluarga maka semakin tinggi pula subjective well-being pada remaja (r=0,387; p=0,000; p<0,01). Katakunci: Kefungsian keluarga, subjective well-being, remaja
REGULASI DIRI MAHASISWA DITINJAU DARI KEIKUTSERTAAN DALAM ORGANISASI KEMAHASISWAAN
Arini Dwi Alfiana
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2013): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (592.427 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1581
Regulasi diri merupakan kemampuan seseorang mengontrol diri dalam mencapai tujuan, sehingga mahasiswa meregulasi diri demi tercapai tujuan berkuliahnya. Adanya kegiatan organisasi yang tidak diwajibkan menjadikan perbedaan kegiatan mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk melihat perbedaan tingkat regulasi diri mahasiswa jika dikaji dengan keikutsertaan dalam organisasi kemahasiswaan. Penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Malang dengan jumlah sampel 200 mahasiswa, diambil dengan teknik accedental sampling (nonprobability sampling). Teknik pengambilan data adalah menyebarkan skala SRQ (Self Regulation Questionaire), yang diadaptasi dari skala yang disusun Miller dan Brown (1991). Hasil try out terhadap 50 mahasiswa menunjukan nilai validitas bergerak dari 0.324-0.714 dengan reliabilitas sebesar 0.825. Hasil penelitian menyatakan mahasiswa yang mengikuti organisasi memiliki tingkat regulasi diri yang lebih tinggi. Hal tersebut sesuai dengan hasil analisis dengan metode t-test, di mana nilai t = 4,952 dengan p < 0,01. Katakunci: regulasi diri, mahasiswa, organisasi kemahasiswaan
SIKAP TERHADAP PENGEMBANGAN KARIR DENGAN BURNOUT PADA KARYAWAN
Zasyatin Rizka
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2013): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (606.958 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1582
Burnout memang sangat gampang dirasakan oleh siapapun yang cenderung melakukan pekerjaan-pekerjaan yang rutin dan sama yang berlangsung tahunan, sehingga karyawan beranggapan bahwa pekerjaan yang dilakukan kurang menantang atau kurang berarti. Burnout ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, ada karena faktor situasional dan ada faktor individual. Salah satu faktor individual yang menyebabkan seseorang burnout yaitu sikap terhadap pengembangan karir. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah memberikan jawaban apakah ada hubungan antara sikap terhadap pengembangan karir dengan burnout yang dirasakan oleh karyawan. Penelitian ini dilakukan terhadap 136 karyawan perusahaan PT. Multi Gemilang Indonesia yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan skala sikap terhadap pengembangan karir dan burnout. Hasilnya dapat diketahui bahwa koefisien korelasi antara sikap terhadap pengembangan karir dengan burnout adalah -0,654. Uji signifikansi menunjukkan hasil 0,000 (p<0,01) berarti bahwa korelasi kedua variabel sangat signifikan. Katakunci: Sikap terhadap pengembangan karir, Burnout, karyawan
KEPATUHAN PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DITINJAU DARI LOCUS OF CONTROL
Inda Nofriani Safitri
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2013): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (729.762 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1583
Kunci sukses menangani diabetes mellitus adalah memiliki kepatuhan dalam menjalankan pengobatan. Kepatuhan sebagai sikap yang terdiri dari kemauan atau niat untuk mengikuti resep kesehatan, sedangkan perilakunya berkaitan dengan pelaksanaan. Kepatuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu faktornya adalah locus of control. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepatuhan ditinjau dari locus of control. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kausal komparatif, dengan menggunakan skala kepatuhan dalam menjalankan pengobatan dan skala locus of control model skala likert. Berdasarkan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan kepatuhan ditinjau dari locus of control (F= 3,405 p= 0,038). Subjek yang memiliki locus of control internal memiliki kepatuhan yang tinggi (X1= 145,35) dibandingkan subjek yang memiliki locus of control eksternal powerful others (X2= 137,95) dan locus of control eksternal Chance (X3= 13,87). Katakunci : Kepatuhan, diabetes mellitus, locus of control
TERAPI WARNA UNTUK MENGURANGI KECEMASAN
Novita Harini
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2013): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (499.067 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1584
Kecemasan merupakan suatu keadaan individu yang diliputi perasaan takut dan khawatir dalam menghadapi situasi atau kondisi tertentu. Terapi warna adalah suatu bentuk metode terapi dengan menggunakan warna-warna tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan melalui terapi warna pada mahasiswa. Desain yang digunakan adalah desain dua kelompok, yaitu pretest-posttest control design. Alat ukur menggunakan skala Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS). Subjek penelitian berjumlah 10 orang yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan nilai Z = -2,522 dan p = 0,008, menyatakan bahwa terdapat perbedaan skor kecemasan yang sangat signifikan antara kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol setelah diberikan perlakuan terapi warna, yaitu tingkat kecemasan kelompok eksperimen lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol, sehingga terapi warna dapat mengurangi kecemasan. Katakunci: Terapi warna, kecemasan
BODY DISSATISFACTION TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA KARYAWATI
Nina Yunita Kartikasari
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2013): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (790.649 KB)
|
DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1585
Psychological well being merupakan suatu keadaan individu yang mampu menerima diri apa adanya sehingga didapat kesejahteraan dalam hidup. Psychological well being pada karyawati dapat dipengaruhi oleh body dissatisfaction. Body dissatisfaction disini lebih pada aspek distress yang disebabkan oleh berat badan dan bentuk tubuh sehingga malu untuk tampil di depan umum. Salah satu faktor yang dapat memunculkan body dissatisfaction merupakan ketidakpuasan yang mendalam terhadap diri sendiri dan kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara body dissatisfaction (yang diukur dengan body shape questionnaire) dan psychological well being pada karyawati (yang diukur dengan psychological well being scale). Pengukuran ini dilakukan pada 140 sampel dengan menggunakan teknik sampling jenuh (total sampling) pada karyawati yang bekerja di Asuransi Bumi Putra cabang Tulungagung dan Trenggalek. Hasil analisis korelasional menunjukkan bahwa adanya nilai hubungan negatif yang signifikan antara kedua variabel ini. Hasil r -.248 dengan nilai signifikansi 0,003 < 0,05. Katakunci : Body dissatisfaction, psychological well being.