cover
Contact Name
Ahmad Anas Arifin
Contact Email
anas.arifin@itats.ac.id
Phone
+6283110775666
Journal Mail Official
senastitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rahman Hakim 100, Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan
ISSN : -     EISSN : 27755630     DOI : -
Core Subject : Engineering,
- Industrial and Sustainable Technology Innovations - Ergonomics, Human Factors, HSE, and Work Design - Logistics System and Supply Chain - Operational Research, Modeling, and Simulation - Materials Engineering, Advanced Materials, Nano Materials - Energy Conversion, New and Renewable Energy - Mechanics, Mechatronics and Robotics - Manufacturing and Design - Waste treatment - Chemical Process Technology
Articles 282 Documents
Mitigasi Risiko Divisi Jaminan Kualitas dengan Metode Risk Assesment (Studi Kasus di PT XYZ) Elga Nanda Pradana; Firnanda Ari Saputra; Dita Indah Rahmawati; Anindya Rachma Dwicahyani
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.999 KB)

Abstract

PT. XYZ, salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan kapal, senantiasa bekerja keras untuk menjaga kualitas produk. Divisi Jaminan Kualitas adalah salah satu divisi yang berperan aktif untuk memberikan hasil yang maksimal terhadap klien, untuk meminimalkan komplain di kemudian hari. Perusahaan manufaktur, memiliki karakteristik yang rentan terhadap risiko, baik risiko skala kecil maupun skala besar. Berdasarkan data risiko Divisi Jaminan Kualitas pada tahun 2021 terdapat 17 risiko yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur potensi risiko yang ada dengan menggunakan metode Risk Assesment. Tahapan dari metode tersebut meliputi identifikasi risiko, analisis penilaian risiko, pengendalian risiko, dan evaluasi perbaikan. Berdasarkan hasil pengolahan data untuk nilai RPI, diperoleh dua risiko yang harus diprioritaskan, yaitu R2 (risiko terlambatnya penyelesaian pekerjaan klaim garansi), dan R7 (risiko hasil produksi tidak sesuai standar yang diterapkan). Perusahaan perlu merumuskan berbagai strategi dan tindak lanjut dalam rangka meminimalisir kedua risiko tersebut.
Analisis Proses Manufaktur Mesin Penggiling Padi Portable Berpenggerak Motor Listrik DC 0.5 HP Energi Surya Aloysius Doni Bramantyo; Miftahul Ulum; Ahmad Anas Arifin; Hery Irawan
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.504 KB)

Abstract

Proses penggilingan padi merupakan titik pusat dari agroindustri padi. Pada umumnya, proses penggilingan padi masih menggunakan mesin mobil penggiling yang bertenaga motor diesel. Dimana dampak negatif dari mobil penggiling yaitu asap yang dikeluarkan oleh mesin dapat mengganggu pernafasan serta dapat mencemari lingkungan. Oleh sebab itu, dibutuhkan mesin penggiling padi portable yang bertenaga energi surya untuk mengurangi dampak-dampak negatif yang terima masyarakat serta beras yang dihasilkan sesuai standarisasi mutu. Namun tidak hanya itu, agar dapat diterima oleh masyarakat luas, mesin penggiling padi ini harus dianalisa dari segi proses manufaktur dan biaya pembuatan yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa proses manufaktur yang dibutuhkan untuk membuat satu unit mesin penggiling padi portable beserta penentuan harga pokok produksinya. Pada penelitian ini, mesin penggiling dirancang menggunakan 2 buah rol yang terpasang pada poros dan ditransmisikan oleh roda gigi yang berputar. Salah satu rol berputar searah jarum jam dan satu rol lagi berputar berlawanan arah jarum jam. Dimana sumber energi mesin penggiling ini menggunakan baterai / accu yang disuplai dari solar cell. Metode yang digunakan adalah analisa proses manufaktur dari beberapa komponen penyusun mesin tersebut dan perhitungan harga pokok produksi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa harga pokok produksi untuk pembuatan mesin penggiling ini sebesar Rp 12.447.841 dengan membutuhkan waktu pengerjaan selama 31,2 jam.
Efek Penggunaan Maksimum dan Minimum Heat Input di Perbaikan Pipa Menggunakan Metode Weld-Deposition Guna Menghidari Terjadinya Burn-Through dan Hydrogen Cracking Wira Anom Wibawa; M. N. Ilman
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.426 KB)

Abstract

Decreasing quality of the pipes damage might influence the business process exploration, production, distribution, and buying and selling of oil and natural gas of a company. One of common method is known cheap and being effectively applied to improve the pipes construction; it is known as weld-deposition. Pipe repair using the weld-deposition method is inseparable from the risk of failure that may occur, namely burn-through and hydrogen cracking. In this study, welding was carried out on API 5L grade B pipes with a diameter of 4 inches and a pipe thickness of 4 mm. Welding is done with a pipe in which there is a flow of water with a flow volume of 5 lpm. The welding parameters used are welding current ranging from 120 A, voltage to 20V, and speed varying from 10 mm/s to 0.5 mm/s which produces heat input ranging from 0.192 kJ/mm to 3.84 kJ/mm. Investigation confirms a mocrostructure and hardness level. This study resulted in recommendations for welding parameters that need to be avoided in order to avoid burn-through and the risk of hydrogen cracking. In this study, there was no burn-through even though the welding was carried out with a high heat input of 3.84 kJ/mm and the minimum heat input was limited to 0.32 kJ/mm so as not to have the potential for hydrogen cracking to occur.Kata kunci: API 5L grade B, weld-deposition, burn-through, hydrogen crack, heat input. 
Analisis Perancangan Alat Bantu Kerja dan Perbaikan Metode Kerja di Pabrik Krupuk Cap Tengiri – Probolinggo Dwiky Aldo Prasetya; Yustina S; Haryono Haryono
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.997 KB)

Abstract

Proses produksi dalam suatu industri mempunyai peranan yang sangat penting untuk kelancaran produksi suatu produk. Salah satu penunjang kelancaran proses produksi adalah adanya alat bantu kerja. Alat-alat bantu, pengadaan bahan baku harus sesuai dengan kebutuhan, serta fasilitas lain yang berhubungan dengan proses produksi baik secara langsung maupun tidak langsung. Pabrik kerupuk ikan cap tengiri di kota Probolinggo industri kecil yang berbisnis dibidang olahan ikan. Metode pengolahan termasuk masih tradisional dan manual terutama penggunaan tangan kanan dan kiri secara berulang-ulang di bagian pemindahan dari bagian penggorengan ke pengemasan. Para pekerja mengangkat tempat kerupuk  matang ke pengemasan dengan hanya 1 wadah saja dan hal tersebut dilakukan berulang kurang lebih selama 5 jam. Hal tersebut sering membuat kondisi kurang nyaman bagi pekerja terutama pada bagian tangan dan punggung. 
Implementasi Metode Single Minute Exchange of Dies (SMED) dan Maynard Operation Sequence Technique (MOST) untuk Perbaikan Waktu Proses Produksi (Studi Kasus Departemen Produksi-Wrapping di PT. X Surabaya) Andi Dwi Wahyu Wibowo; Lukmandono Lukmandono
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.301 KB)

Abstract

PT X Surabaya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur yang memproduksi obat nyamuk berskala internasional dan salah satunya ke negara Thailand. Hambatan pada saat changeover yaitu lamanya waktu setup mesin shrink dan tahapan-tahapan yang dilakukan pada saat setup tidak pasti. SMED (Single Minute Exchange of Dies) adalah salah satu metode improvement dari Lean Manufacturing yang digunakan untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk melakukan setup pergantian dari memproduksi satu jenis produk ke model produk lainnya. Dari usulan perbaikan menggunakan metode SMED diperoleh waktu setup mesin shrink selama 3410 detik yaitu adanya pengurangan waktu setup sebanyak 2627 detik atau sebesar 43,5%. Metode MOST (Maynard Operation Sequence Tecnique) merupakan teknik predetermined time system untuk pengukuran waktu yang disusun berdasarkan urutan sub-sub aktivitas atau gerakan. Usulan perbaikan yaitu membuat area persediaan yang lebih dekat dengan area lini 2 yang dapat memangkas waktu 780 TMU, menghilangkan aktivitas meletakkan material ¾ jadi yang dapat memangkas waktu sebesar 1920 TMU, menghilangkan aktivitas meletakkan paket shrink yang dapat memangkas waktu sebesar 960 TMU.
Pra Perancangan Pabrik Diamonium Fosfat dengan Proses Tennessee Valley Authority (TVA) Erlinda Ningsih; Kartika Udyani; Agustin Maharani Maharani Z Putri; Dwi Setiawan
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.417 KB)

Abstract

Perancangan pabrik diammonium fosfat dengan bahan baku asam fosfat dan ammonia dengan proses Tennessee Valley Authority (TVA) berkapasitas 25.000 ton/ tahun, waktu operasi 330 hari/ tahun dan 24 jam/hari. Tujuan perancangan pabrik diammonium adalah mengurangi tingkat pertumbuhan impor yaitu sebesar 16 % dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Pabrik diammonium ini akan didirikan di daerah Gresik, Jawa Timur. Pemilihan lokasi pendirian pabrik yaitu di Gresik karena mendekati ketersediaannya bahan baku sama fosfat dan lokasi dekat dengan Pelabuhan yang dapat memudahkan proses distribusi produk. Proses pembuatan diammonium fosfat ada tiga yaitu multi stage process, proses TVA (Tennessee Valley Authority) dan proses kristalisasi vakum. Pada perancangan pabrik diammonium fosfat ini dipilih proses TVA (Tennessee Valley Authority). Pabrik ini dilakukan analisa ekonomi dengan sumber dana investasi berasal dari 60% biaya investasi dan 40% modal pinjaman dengan bunga sebesar 9.95% per tahun. Berdsarkan Analisa ekonomi diperoleh besaran IRR 38.4%, BEP 32.7%, dan POT 3 tahun, sehingga dapat disimpulkan perancangan pabrik ini layak didirikan.
Studi Eksperimental Perbandingan Output Dua Generator DC pada Prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) Mekanisme Piston Vega Viandi Prihantoko; Miftahul Ulum; Ahmad Anas Arifin; Ardi Noerpamoengkas
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.874 KB)

Abstract

Peningkatan penggunaan energi yang dibutuhkan saat ini bersamaan dengan menipisnya energi yang dihasilkan oleh bumi, sehingga harus menggunakan energi alternatif. Salah satu energi alternatif yang mudah didapat dan melimpah di Indonesia adalah energi gelombang laut. Pembangkit listrik tenaga gelombang laut memiliki prinsip kerja mengkonversikan energi gelombang laut (energi mekanik) menjadi energi listrik. Maka dalam penelitian kali ini dilakukan uji eksperimen perbandingan output dua generator DC pada prototype PLTGL mekanisme piston. Dari penelitian sebelumnya dengan menggunakan satu generator DC didapat hasil tegangan dengan jumlah 225 lilitan yaitu sebesar 0,14164 mV, daya dengan jumlah 225 lilitan yaitu sebesar 0,10559 mW, dan efisiensi jumlah 225 lilitan yaitu sebesar 0,67 %. Pada penelitian ini menggunakan dua generator DC di dapat hasil nilai tegangan dengan jumlah 225 lilitan yaitu sebesar  1,693 mV, kemudian nilai daya dengan jumlah 225 lilitan yaitu sebesar 0.54448 mW, dan nilai efisiensi dengan jumlah 225 lilitan yaitu sebesar 3,45%. Dari pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa dua generator mempunyai nilai tegangan lebih besar, maka daya dan efisiensi dari dua generator lebih besar dibandingkan dengan satu generator.
UPAYA MEMINIMALISASI KECELAKAAN KERJA PADA BAGIAN WAREHOUSE PT. GADING MURNI DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESMENT (HIRA) DAN HAZARD AND OPERABILITY STUDY (HAZOP) Rio Sulthan Ramadhan; Ni Luh Putu Hariastuti
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.449 KB)

Abstract

PT. Gading Murni merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi alat-alat kantor, perusahaan melakukan penjualan melalui offline store dan E-Commerce. PT. Gading Murni ini terdapat beberapa risiko bahaya pada bagian gudangnya sendiri, maka dari itu peneliti ingin melakukan identifikasi terhadap risiko bahaya apa saja yang dapat terjadi pada saat para pekerja melakukan aktivitasnya di dalam gudang. Selain itu, dari hasil wawancara dengan beberapa pekerja, ditemukan beberapa kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, tergelincir tangga, kaki dan tangan berdarah. Tidak hanya memotong kardus untuk packaging  terkadang tersayat di tangan pekerja. Juga terdapat goresan pada bagian telapak tangan selama proses pengemasan. Untuk menganalisis risiko dari berbagai jenis potensi kecelakaan kerja, peneliti menggunakan Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA) dan Hazardous Operability Study (HAZOP), kedua metode yang digunakan untuk mencegah bahaya kerja. Hal ini disebabkan karena penggunaan kedua metode tersebit lebih rinci dan menyeluruh dalam hal tingkat risiko dievaluasi sesuai dengan tingkat risiko yang mungkiin terjadi diidentifikasi dan dianalisis. Peneliti mengambil metode ini karena banyak nya atau sering terjadi kecelakan kerja ringan. Dan baru saja terjadi kecelakaan berat yang membuat salah satu pekerja mengalami gagar otak sehingga haru dirawat di rumah sakit karena kejadian itu.
Karakteristik Distribusi Aliran Compact Parallel Flow Heat Exchanger Tipe-Z dengan Variasi Modifikasi Inlet header Siti Duratun Nasiqiati Rosady
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.93 KB)

Abstract

Lube oil cooler merupakan salah satu jenis Compact parallel flow heat exchanger tipe Z yang berfungsi untuk mendinginkan temperatur lube oil. Masih tingginya temperatur lube oil sebelum masuk turbin gas merupakan kegagalan Lube oil cooler dalam menurunkan temperatur lube oil. Hal ini disebabkan karena distribusi laju aliran pada Compact parallel flow heat exchanger tipe Z sering tidak seragam. Sehingga diperlukan improvement untuk meningkatkan effectiveness pendinginan lube oil pada Lube oil cooler. Pada penelitian ini dilakukan simulasi secara 3 dimensi dengan model turbulensi berupa k-? RNG menggunakan solver pressure based solution. Tahap awal dilakukan pengambilan data geometri Lube oil cooler pada spesifikasi desain sebagai dasar pembuatan domain, serta data dari hasil penelitian sebelumnya sebagai acuan kondisi batas dalam proses simulasi. Dari data yang didapat kemudian dilakukan simulasi Lube oil cooler pada Original model dan modifikasi inlet header yaitu trapezoidal blocker dan inlet jet dengan variasi Reynolds Number sebesar 3088, 5146, dan 7616. Berdasarkan simulasi yang telah dilakukan, dengan melakukan modifikasi inlet header berupa trapezoidal blocker pada Reynolds Number 3088 diperoleh parameter non-uniformity paling rendah sebesar 0.004695. Semakin besar Reynolds Number maka Non-uniformity flow rate dan Pressure Drop juga meningkat dan temperatur keluar semakin menurun.
Pengolahan Limbah Cair Tekstil dengan Menggunakan Koagulan FeCl3 Lutviana Nur Ayni; Erlinda Ningsih
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.224 KB)

Abstract

Keberadaan industri tekstil di Indonesia tidak hanya dengan kategori industri skala besar dan menengah, tapi juga dalam skala kecil dan bahkan ada yang dalam skala rumah tangga (home industry), seperti pewarnaan dan pencelupan jeans. Limbah cair industri tekstil sebelum dibuang ke lingkungan ini harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu agar dapat memenuhi baku mutu air limbah untuk industri tekstil. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh waktu pengadukan terhadap koagulan feri klorida, untuk mendapatkan dosis feri klorida terbaik sebagai koagulan, dan untuk mengetahui biaya bahan feri klorida, kaustik soda, dan polimer anion dalam memproses limbah/m3. Metode yang digunakan adalah metode koagulasi-flokulasi dengan penambahan koagulan feri klorida dan flokulan polimer anion dengan alat uji jartest. Variabel penambahan koagulan feri klorida terhadap volume limbah cair tekstil yaitu 366, 488, 610, 732, 854 ppm dengan lama pengadukan 3 dan 5 menit dan penambahan kaustik soda 48% sebagai penetral pH, kemudian dilakukan pengadukan lambat 100 rpm selama 2 menit dengan penambahan polimer anion, setelah itu dibiarkan mengendap selama 5 menit. Selanjutnya diambil filtrat dan di analisa nilai pH, TSS, warna, dan COD. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini diambil pada pengadukan cepat 150 rpm selama 3 menit dan pengadukan lambat 100 rpm selama 2 menit yaitu nilai pH 7,69, TSS 6 mg/l, warna 106 Pt-Co, COD 392 mg/l. Total biaya bahan untuk keseluruhan treatment yaitu sebesar Rp. 688.500.000,-.

Page 8 of 29 | Total Record : 282