cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
laloemipa@gmail.com
Editorial Address
Ketangga Desa Kateng Kecamatan Praya Barat
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora
Published by bajang Institute
ISSN : 28089650     EISSN : 28089219     DOI : 10.53625
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora accomodates original research, or theoretical papers. We invite critical and constructive inquiries into wide range of fields of study with emphasis on interdisciplinary approaches: Humanities and Social sciences, that include: Educational and social humaniora
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2: Desember 2021" : 25 Documents clear
KARAKTERISTIK PROGRAM KURIKULUM PONDOK PESANTREN MODERN Muhamad Suparji; Putri Wahyu Utami
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 2: Desember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.461 KB)

Abstract

Program kurikulum teradministrasi dengan rapi dalam bentuk arsip dokumen pesantren. Pedoman administrasi dokumen pesantren memiliki pengurus pesantren bidang kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap karakteristik program kurikulum meliputi; tujuan, susunan program, tipologi, implementasi dan evaluasi kurilkulum di pesantren Al Barokah Darunnajah 11 Seluma, Prov.Bengkulu-Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dengan Pimpinan pesantren, ustadz dan santri, observasi meliputi kegiatan pembelajaran, rapat ustadz bersama kyai dan dokumentasi program kurikulum, proses kegiatan belajar mengajar. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, tujuan dari program kurikulum yaitu meningkatkan kemampuan santri dalam berkomunikasi bahasa asing, menyiapkan mental dan kemampuan mendidik dan mengajar kepada setiap santri, meningkatkan kemampuan santri menulis karya ilmiah, menanamkan pendidikan karakter dan kepemimpinan, melatih jiwa entrepreneurship (kewirausahaan), kedua, program kurikulum meliputi kegiatan belajar mengajar santri; kedua, program kurikulum meliputi kegiatan belajar mengajar santri di dalam kelas dan diluar kelas, praktek pengabdian masyarakat ketiga, Sistem pembelajaran di pesantren ini bersifat modern yakni dengan sistem klasikal, keempat, evaluasi pembelajaran melalui ujian lisan dan ujian tulis, ujian praktek, kelima, tipologi pesantren yaitu khalaf (modern).
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DI KECAMATAN AMABI OEFETO KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR William Djani; Petrus Kase; Yohanis Ndoda
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 2: Desember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.128 KB)

Abstract

Kegiatan penelitian ini secara strategis diproyeksikan sebagai instrumen solutif atas persoalan krusial terkait kesejahteraan masyarakat desa, khususnya masyarakat desa Raknamo Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang. Dengan menggunakan referensi terutama dari penelitian-penelitian sejenis yang terdahulu, penelitan ini diharapkan menghasilkan diferensiasi dan nilai-nilai kebaruan pembangunan dalam pengembangan teoritikal dan aplikasi khasanah keilmuan dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah memberi gambaran realitas kondisi sosial ekonomi, aksesibilitas pada desa Raknamo Kecamatan Oefeto Amabi Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta merumuskan strategi implementasi kebijakan pemberdayaan masyarakat Kabupaten Kupang, Provinsi NTT. Sedangkan tujuan jangka panjangnya, secara khusus adalah memberikan usulan perbaikan kebijakan pemerintah daerah dalam penanganan program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Kupang Provinsi NTT. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, tim peneliti melakukan telaah teori dan konsep implementasi kebijakan pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan perspektif kebijakan publik. Tujuannya agar perspektif tersebut bisa mengarahkan fokus penelitian pada kerangka penelitian dan analisis secara tepat, relevan, aplikatif, terukur dengan metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Secaraumumhasil penelitian menunjukan implementasi kebijakan pemberdayaan masyarakat DesaRaknamotelah berjalan dengan baik.Namun secara makro di Desa Raknamo Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang masih terdapat kendala.Rekomendasi yang disampaikan perlu pembenahan aspek sumber daya dan peningkatan komitmen berbagai unsur untuk keberhasilan kebijakan ini. Hasil penelitian tersebut kemudian akan diderivasi sebagai konsep-konsep baru implementasi kebijakan pemberdayaan masyarakat berdasarkan konteks sosial lokal sehingga pada akhirnya mampu memberi kontribusi konkret bagi capaian strategi program pemberdayaan masyarakat.
INTERNALISASI NILAI-NILAI KEBANGSAAN DALAM RANGKA MENCEGAH RADIKALISASI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN MAGELANG DENGAN PENDAMPINGAN PENULISAN DAN PENERBITAN ANTOLOGI PUISI Budhi Setiawan; Kundharu Saddhono
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 2: Desember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.599 KB)

Abstract

Dalam rangka mewujudkan perlindungan terhadap siswa di sekolah terhadap paham radikalisme maka pendidikan nilai-nilai kebangsaan untuk siswa sekolah diperlukan sebagai bentuk kepedulian dari setiap pihak, baik pemerintah, masyarakat, keluarga terutama sekolah. Pendidikan nilai kebangsaan untuk siswa akan terbentuk jika semua pihak memilki kesadaran akan pentingnya pendidikan nilai kebangsaan dimulai semenjak dini. Sekolah saat ini sangat rentan disusupi oleh paham dan gerakan radikalisme. Hal ini dikarenakan belum ada satu pun kebijakan spesifik untuk melindungi atau memproteksi sekolah dari penetrasi paham dan gerakan radikalisme. Untuk itu, perlu adanya langkah konkret dalam hal mencegah radikalisasi dan penanaman nilai-nilai kebangsaan.. Pendidikan nilai kebangsaan pada siswa sekolah inilah yang menjadi dasar pembentukan awal karena meluruskan sebatang ranting jauh lebih mudah daripada meluruskan sebatang pohon, maka dari itu pendidikan nilai kebangsaan yang paling efektif adalah pendidikan pada siswa sekolah .Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa siswa sekolah harus dilakukan dengan tepat. Jika hal ini tidak bisa tercapai, pesan moral yang akan disampaikan orang tua dan pendidik kepada siswa menjadi terhambat. Pengembangan nilai moral untuk siswa sekolah bisa dilakukan di dalam tiga tri pusat pendidikan yang ada. Yaitu, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dalam pengembangan nilai moral untuk siswa sekolah perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Hal ini dikarenakan siswa sekolah adalah anak yang sedang dalam tahap perkembangan praoperasional konkret. Maka dari itu, tim pengabdi mengajukan kegiatan pengabdian berkaitan dengan penanaman nilai-nilai kebangsaan terhadap siswa sekolah dengan produk luaran berupa antologi puisi karya siswa yang bertujuan untuk mengatasi perpecah-belahan masyarakat Indonesia ini dan mencegah radikalisme siswa, mengingat banyaknya kelompok separatis lahir di Indonesia ini maka salah satu cara untuk memeutuskan rantai gejolak yang bertujuan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi, kegiatan pengabdian ini tidak nhanya memberikan pembekalan tentang internalisasi nilai-nilai kebangsaan pada siswa tetapi juga akan diintegrasikan dengan produk luaran berupa antologi puisi karya siswa yang akan dibimbing secara komprehensif dengan mengambil tema penguatan nilai-nilai kebangsaan Indonesia dan nasionalisme bagi generasi muda penerus bangsa
DIGITAL PUBLISHING SEBAGAI MODEL INOVASI KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA BIDANG KETERAMPILAN MENULIS DAN MENERBITKAN KARYA ILMIAH BERBASIS ONLINE Arif Setyawan; Kundharu Saddhono
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 2: Desember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.495 KB)

Abstract

Persoalan yang dihadapi penerbit perguruan tinggi secara umum antara lain pergantian pimpinan, kelemahan manajemen, keterbatasan dana dan peralatan, persoalan naskah, serta persoalan-persoalan internal lain yang bersumber dari kekurangpedulian lembaganya, akan pentingnya keberadaan lembaga penerbitan perguruan tinggi. Persoalan lain yang membuat penerbit perguruan tinggi tidak bisa bersaing dengan penerbit swasta adalah persoalan kepekaan terhadap keinginan pasar. Sebenarnya permasalahan lain yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia lebih global dan kompleks, terutama dari sisi budaya menulis sendiri. Di samping berbagai persoalan di atas, kualitas sumber daya manusia yang ada di penerbit perguruan tinggi juga menjadi salah satu persoalan penting yang mengakibatkan penerbit perguruan tinggi kurang bisa berkembang. Hal ini bisa dilihat dari cara kerja, kualitas, dan tampilan dari produk-produk yang dihasilkan. Dalam hal desain dan lay out sampul buku, misalnya, buku-buku terbitan perguruan tinggi umumnya terlihat kaku dan tidak menarik. Akibatnya, meskipun buku itu sebenarnya isinya bagus, orang tidak ada yang mau beli karena tampilannya tidak menarik. Kebijakan yang dianut DIKTI menginginkan agar setiap kegiatan penelitian yang dilakukan di perguruan tinggi Indonesia paling sedikitnya dimuarakan pada salah satu dari empat produk kecendekiaan berikut: (1) artikel ilmiah yang diterbitkan secara terlaksana dalam berkala terakreditasi, (2) teknologi terterapkan sehingga memiliki kemanfaatan praktis yang nyata berupa teknik produksi, (3) paten, terutama paten yang bersifat inovatif sehingga laku karena memang dibutuhkan oleh industri, dan/atau (4) buku ajar yang didasarkan pada pengalaman dan hasil temuan penelitian. Gambaran di atas memberikan pemahan yang lebih jelas bahwa dunia penulisan dan penerbitan sangat prospektif. Oleh karena itu dengan adanya Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini memberikan lahan wirausaha bagi mahasiswa yang masih tetap berpengang pada hasil didikan di perguruan tinggi. Jenis usaha yang dikembangkan tetapi berkaitan dengan aset intelektual perguraun tinggi. Dengan usaha ini selain mendatangkan penghasilan secara materi juga memberikan kegiatan dalam pendokumentasian produk intelektual perguruan tinggi, Jadi aset intektual yang dihasilkan di perguruan tinggi tetap terjaga dan akan tetap diwariskan kepada generasi mendatang.
REDEFINISI KEILMUAN EKONOMI ISLAM INDONESIA (Studi atas Pemikiran Ekonomi Islam Adiwarman Azwar Karim) Mujiatun Ridawati
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 2: Desember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.162 KB)

Abstract

Proses interpretasi sejarah dan pemikiran ekonomi Islam di Indonesia mengalami pergumulan yang cukup dinamis, dimana muncul pro dan kontra terhadap terminologi ekonomi Islam itu sendiri, instrumen-instrumen teoritisnya maupun perdebatan yang bersifat metodologis. Perdebatan-perdebatan itu juga melahirkan berbagai macam corak pemikiran di bidang ekonomi Islam, dari yang bersifat liberal hingga radikal. Tulisan singkat ini akan memaparkan secara singkat salah satu model pemikiran ekonomi Islam Indonesia yang ditawarkan oleh seorang pioneer di bidang tersebut, Adiwarman Azwar Karim. Momen paling menentukan bagi perkembangan ekonomi Islam adalah didirikannya Islamic Development Bank (IDB) pada tahun 1975 yang berpusat di Jeddah, dibentuk oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Berdirinya IDB memicu berdirinya bank-bank Islam di seluruh dunia. Di Timur Tengah, perbankan Islam bermunculan pada paruh kedua tahun 70-an, misalnya Dubai Islamic Bank (1975), Kuwait Finance House (1977), dan di Iran yang melakukan islamisasi perbankan secara nasional. Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB) tahun 1983 dan Bank Mu’amalat Indonesia (BMI) tahun 1991. Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia dipengaruhi oleh masuknya buku-buku impor tentang ekonomi Islam, khususnya yang diterbitkan oleh Islamic Foundation dan The International Institute of Islamic Thoght (IIIT). Motor generasi ini adalah mereka yang memiliki basis keilmuan ekonomi konvensional, tetapi memiliki kepedulian terhadap perkembangan ekonomi Islam salah satunya yaitu Adiwarman Azwar Karim. Kontribusi Adiwarman dalam pengembangan perbankan dan ekonomi syari’ah di Indonesia bukan saja sebagai praktisi, tetapi juga sebagai intelektual dan akademisi. Ia menjadi dosen tamu di sejumlah perguruan tinggi ternama seperti UI, IPB, Unair, IAIN Syarif Hidayatullah dan sejumlah perguruan tinggi swasta untuk mengajar perbankan dan ekonomi syariah. Di beberapa perguruan tinggi tersebut ia juga mendirikan Shari’ah Economics Forum (SEF), suatu model jaringan ekonomi Islam yang bergerak di bidang keilmuan. Kepakaran Adiwarman di bidang ekonomi Islam semakin diakui dengan ditunjuknya ia sebagai anggota Dewan Syari’ah Nasional dan terlibat dalam mempersiapkan lahirnya Undang-Undang Perbankan Syari’ah. Bersama beberapa tokoh ekonomi Islam Indonesia lainnya, seperti A.M. Saefudin, Karnaen Perwataatmaja, M. Amin Aziz, dll, Adiwarman identik dengan kelompok pemikir fundamentalis dalam bidang ekonomi Islam. Misi penegakkan syari’at yang diusung oleh Islam fundamentalis mendapat reaksi dari kelompok liberal yang mengkampanyekan sekularisme. Menurut kelompok ini, gerakan islam tidak perlu membawa isu keagamaan ke dalam wacana public. Perbedaan pendapat antara kedua kelompok tersebut juga terjadi dalam menyikapi isu-isu actual seputar ekonomi dan perbankan syari’h atau Islam di Indonesia. Berdasarkan pemaparan di atas, pada satu sisi Adiwarman terlibat seara aktif dalam gerakan pemberdayaan ekonomi Islam melalui institutsi-institusi praktis (semisal perbankan, menjadi konsultan dan sebagainya), tetapi pada sisi lain ia juga concern terhadap upaya meletakkan dasar-dasar teoritis bagi pengembangan ilmu ekonomi Islam di Indonesia. Nampak kesan bahwa Adiwarman berusaha menyelaraskan antara perjuangan ekonomi Islam secara praktis dan teoritis. Karena itulah, dapat dikatakan bahwa Adiwarman menempatkan dirinya pada posisi fundamentalis-intelektual-rasional

Page 3 of 3 | Total Record : 25