cover
Contact Name
Rushkanidar
Contact Email
stikptk@gmail.com
Phone
+6285260386296
Journal Mail Official
lppm@stikehutananpantekulu.ac.id
Editorial Address
Jl. Teuku Nyak Arief, Kopelma Darussalam, Kec. Darussalam, Kota Banda Aceh, Aceh 23373
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hutan dan Sumber Daya Alam (PHSDA)
ISSN : -     EISSN : 28097033     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
urnal Penelitian Hutan dan Sumber Daya Alam (PHSDA) merupakan publikasi ilmiah resmi yang menerbitkan tulisan hasil penelitian yang mencakup artikel hasil pemikiran filosofis, konseptual, teoritis, telaah kritis (critical review), dan penelitian di bidang Hutan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam..
Articles 17 Documents
ANALISIS DAMPAK SOSIAL DAN EKOLOGI: STUDI KASUS HKm ANEUK GLEE DI KOTA SABANG Cut Nurul Azizah
Jurnal Penelitian Hutan dan Sumber Daya Alam (PHSDA) Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Penelitian Kehutanan dan Sumber Daya Alam (PHSDA)
Publisher : LPPM STIK Pante Kulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.735 KB)

Abstract

Kerusakan hutan menjadi salah satu hal yang wajib di atasi dan perlu perlibatan berbagai pihak, baik pemerintah ataupun masyarakat. Terkait hal ini pemerintah membuat strategi guna mencegah terjadinya kerusakan hutan yaitu melalui skema perhutanan sosial. Kota Sabang telah menerapkan konsep pengelolaan hutan berbasis masyarakat melalui skema Hutan Kemasyarakatan yang terletak di Kecamatan Sukakarya. Keberadaan Hutan Kemasyarakatan akan berpengaruh pada aspek sosial masyarakat dan aspek ekologi. Maka tujuan penelitian untuk mengetahui dampak sosial dan ekologi serta melihat respon masyarakat terkait keberadaan Hutan Kemasyarakatan Aneuk Glee. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif untuk indikator sosial dan metode analisis spasial untuk indikator ekologi. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling berdasarkan atas adanya pertimbangan yang berfokus pada tujuan tertentu. Hasil penelitian yang telah dilakukan adalah Hutan Kemasyarakatan Aneuk Glee memiliki indikator sosial pada tingkat sedang yang berarti bahwa masih ada hambatan dalam proses pemberdayaan anggota kelompok tani hutan Aneuk Glee (KTH Aneuk Glee) serta masyarakat sekitar dalam hal akses informasi, proses pengambilan keputusan dan pemanfaatan potensi sumberdaya. Sedangkan untuk indikator ekologi juga pada tingkat sedang yang berarti terdapat peningkatan tegakan dan luas area berhutan serta terdapat rencana pengelolaan hutan.
MOTIVASI PEMANGKU KEPENTINGAN ATAS PERLINDUNGAN SUMBERDAYA ALAM DAN BUDAYA DAERAH UNTUK PEMBANGUNAN EKOWISATA DI KABUPATEN GAYO LUES Aswita; Yasser Premana
Jurnal Penelitian Hutan dan Sumber Daya Alam (PHSDA) Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Kehutanan dan Sumber Daya Alam (PHSDA)
Publisher : LPPM STIK Pante Kulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya kegiatan wisata di Kabupaten Gayo Lues saat ini diperkirakan akan berdampak terhadap pemanfaatan sumberdaya alam dan budaya daerah setempat. Aktifitas wisata yang yang dilakukan masih belum sepenuhnya menggunakan prinsip-prinsip ekowisata sebagai alat konservasi sumberdaya alam dan budaya daerah. Hal ini dapat menyebabkan kehancuran dan kepunahan bagi berbagai sumberdyaa alam dan budaya tersebut. Berbagai permasalahan yang ada maka perlu upaya untuk merangkum dan menghubungkan para pemangku kepentingan agar dapat termotivasi untuk perlindungan sumberdaya alam dan budaya daerah untuk pembangunan ekowisata Kabupaten Gayo Lues. Oleh karena itu, maka penelitian ini penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui motivasi pemangku kepentingan melalui pola pendekatan motivasi yang terintegrasiatas perlindungan sumberdaya alam dan budaya daerah untuk pembangunan ekowisata. Pengukuran dan analisis motivasi dilakukan dengan metode one score one creteria indicator system yang menggunakan skala likert 1 – 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua pemangku kepentingan memiliki motivasi yang tinggi dan saling terintegrasi atas perlindungan sumberdaya alam dan budaya untuk pembnagunan ekowisata di kabupaten Gayo Lues. pengetahuan pemangku kepentingan dan nilai sumberdaya alam dan budaya daerah menjadi pertimbangan yang mendorong pemangku kepentingan untuk melindungi sumberdaya alam dan budaya daerah untuk pembnagunna ekowisata. masih perlu sosialisasi kepada semua pemangku kepentingan agar berbagai potensi sumberdaya alam dan budaya daerah dapat terlindungi dan pembangunan ekowisata dapat berkelanjutan.
SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DAERAH KONFLIK MANUSIA-GAJAH (Elephas maximus-sumateranus) DI KECAMATAN MILA PIDIE, PROVINSI ACEH Sahdin Ali; Cut Maila Hanum; Kaniwa Berliani
Jurnal Penelitian Hutan dan Sumber Daya Alam (PHSDA) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Kehutanan dan Sumber Daya Alam (PHSDA)
Publisher : LPPM STIK Pante Kulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik antara manusia dengan gajah terus terjadi diakibatkan semakin berkurang nyahabiat gajah sebagai tempat mencari makan. Konflik manusia-gajah sangat berkaitandengan nilai yang dipahami oleh masyarakat terhadap lingkungannya yang padaakhirnya akan memberikan dampak secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat yangterlibat konflik dengan gajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisisosial-ekonomi masyarakat di Kecamatan Mila Kabupaten Pidie yang terkenadampak,dan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap konservasi gajah di daerahkonflik manusia-gajah Kecamatan Mila Kabupaten Pidie.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial-ekonomi masyarakat KecamatanMila menunjuk kan bahwa tingkat pendidikan masyarakat tergolong rendah sehinggamendorong responden untuk memiliki persepsi negatif tentang upaya konservasigajah.Gangguan gajah terdapat disemua desa responden,terutama merusak ladang dankebun masyarakat yang mengakibatkan kerugian secara ekonomi dan tentunya berimbaspada kehidupan sosial masyarakat Kecamatan Mila. Persepsi masyarakat terhadapkonservasi gajah didaerah konflik manusia-gajah Kecamatan Mila tergolong sangat baik.Masyarakat memahami bahwa area perkebunan mereka dulunya adalah habitat gajah,mereka juga setuju jika gajah hewan langka dan harus dilindungi dan diaturperlindungannya dalam Undang- undang. Responden sangat setuju dilakukanpenanggulangan konflik manusia dan gajah seperti keberadaan Conservation ResponseUnit (CRU) dan sangat setuju bila dilakukan arealisasi khusus untuk gajah.
PENGEMBANGAN AGROFORESTRI PADA LAHAN KRITIS DI GAMPONG MEUNASAH MON KECAMATAN MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR Qanisyah; Hildanus; Eka Sri Wulandari
Jurnal Penelitian Hutan dan Sumber Daya Alam (PHSDA) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Kehutanan dan Sumber Daya Alam (PHSDA)
Publisher : LPPM STIK Pante Kulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The practice of agroforestry has actually been practiced by rural communities and even in someplaces. The implementation of agroforestry has an important role in the socio-cultural aspectsof the local community so that traditional agricultural efforts carried out by converting forestland into agricultural land are the cause of frequent occurrence of critical land. Wise action isneeded in rehabilitating critical land so that it can increase land productivity, it can also createsustainable land use and improve the quality and quantity of agricultural products, one ofwhich is Agroforestry. The problem in this research is whether there is agroforestrydevelopment on critical land in Meunasah Mon Village, Mesjid Raya District, Aceh BesarRegency. The purpose of this study was to determine the development of agroforestry on criticalland in Meunasah Mon Village, Mesjid Raya District, Aceh Besar District. This research wasconducted on February 06 to March 04, 2021. The population in this study was all MeunasahMon Village community with a total population of 388 families or 1,366 people. While thesamples in this study were 50 respondents. The method used in this research is descriptivedetermination of the place of research and interviews (purposive sampling). Data collectiontechniques in this study are observation, interviews and questionnaires. Data processing usessimple statistical formulas and Likert scale calculations. Based on the results of the researchdata processing above, it can be concluded that from 50 respondents answered strongly agree32%, answered agree 45.6%, answered disagree 16.2% and answered disagree 6.2%. So, it canbe said that the development of agroforestry on the critical land of Gampong Meunasah Mon,Mesjid Raya District, Aceh Besar Regency is appropriate.
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MUKIM BULOH SEUMA DALAM PEMANENAN MADU HUTAN DI KABUPATEN ACEH SELATAN Lian Yassir; Aswita; Fauzi Umar
Jurnal Penelitian Hutan dan Sumber Daya Alam (PHSDA) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Kehutanan dan Sumber Daya Alam (PHSDA)
Publisher : LPPM STIK Pante Kulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madu hutan salah satu madu yang dihasilkan oleh lebah madu hutan (Apis dorsata) danmerupakan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang bernilai ekonomi tinggi saat ini. Kemajuanteknologi yang berkembang proses pemanenan madu hutan sudah bisa dilakukan secaramoderen, namun beberapa masyarakat dan kelompok masyarakat masih melakukan pemanenanmadu hutan secara tradisional berdasarkan kearifan lokal daerah masing-masing. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui proses pemanenan madu hutan berdasarkan nilai-nilai kearifanlokal dan peran masyarakat dalam upaya pelestarian hutan sebagai habitat lebah madu hutandimukim Buloh Seuma, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan. Metode penelitianberupa survey dengan menggunakan wawancara dan alat kuesioner. Analisis data yangdigunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemanenanmadu hutan masih dilakukan berdasarkan kearifan lokal atau mengikuti resam gampongdengan diawali proses Ber’at dan Meulawak yang dipimpin oleh pawang, dan masihmenggunakan alat-alat pemanenan tradisional. Adapun peran masyarakat dalam pelestarianhutan sebagai habitat lebah madu hutan juga dilakukan sesuai peraturan gampong yang sudahberlaku secara turun temurun dengan mematuhi berbagai pantangan (tabu) terhadap apa yangtidak boleh dilakukan di kawasan hutan tempat bersarang lebah madu hutan.
ANALISIS POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR PANAS GAMPONG TERUJAK KECAMATAN SERBAJADI KABUPATEN ACEH TIMUR Erwin Syahputra; Cut Maila Hanum; Kurniawati
Jurnal Penelitian Hutan dan Sumber Daya Alam (PHSDA) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Kehutanan dan Sumber Daya Alam (PHSDA)
Publisher : LPPM STIK Pante Kulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to obtain data regarding supporting factors as well as obstacles in thedevelopment of tourism object of Terujak Village Hot Spring, and to analyse possiblestrategies that can be implemented by the local community in developing the tourism objectof Terujak Village Hot Spring, and to increase tourists visits. The research was located attourism object of Terujak Village Hot Spring, Serbajadi Sub-District of Aceh TimurRegency. The research was conducted for two months from January until February of 2019.Method used for the data analysis is descriptive with qualitative approach, and SWOTanalysis is used to obtain development strategy. The results of the analysis using matrixIFAS-EFAS demonstrates that the number of strengths and threats achieved the smallestnumber (-0,82) resulting in ST as the selected strategy. Based on SWOT diagram, strategyin quadran II which is ST strategy is a strategy that utilize strength factor to overcomethread factor.
IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN JENIS ROTAN (Calamus Sp.) DI KAWASAN HUTAN ADAT LEMBAH SENENGGAN DESA DURIAN KAWAN KECAMATAN KLUET TIMUR-ACEH SELATAN Ahmadi; Hildanus; Kariamansyah
Jurnal Penelitian Hutan dan Sumber Daya Alam (PHSDA) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Kehutanan dan Sumber Daya Alam (PHSDA)
Publisher : LPPM STIK Pante Kulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Senenggan Valley Traditional Forest Area, Durian Kawan Village, East KluetDistrict, is located in South Aceh Regency, which is located in Aceh Province. The LeuserEcosystem Area (KEL) is a buffer zone of the Gunung Leuser National Park (TNGL),which has a good collection of rattan with a wide variety of rattan. However, the type andamount of rattan scattered in the area is not yet known. The purpose of this study 1) Todetermine the types of rattan in the Senenggan Valley Traditional Forest, Durian KawanVillage, East Kluet District, South Aceh. 2) To determine the diversity of rattan plantsbased on altitude in the area of the Senenggan Valley Traditional Forest, Durian KawanVillage, East Kluet District, South Aceh. This study used a qualitative method. The resultsof this study indicate 1) There are 6 types of rattan in the Senenggan Valley IndigenousForest area, namely Jernang rattan (Daemonorops didymophylla Becc.), Wax rattan(Calamus javensis Blume.), Manan rattan (Calamus manan Miq.), Taman rattan(Calamus caesius Blume.) Sega Ayer rattan (Calamus caesius. Blume.) and Dahan rattan(Korthalsia rigida Blume.).2) The diversity (H') of rattan species in the Senenggan ValleyIndigenous Forest Area is categorized as low with a Diversity index (H') of 0.73 . 3) Themost common type of rattan is branched rattan (Korthalsia rigida Blume.) with a total of13 rattan sticks

Page 2 of 2 | Total Record : 17