Prosiding Sesiomadika
Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Universitas Singaperbangsa Karawang (SESIOMADIKA) merupakan event rutin tahunan pada Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Singaperbangsa Karawang. Pada tahun 2020 ini merupakan periode ke-4 dalam penyelenggaraan event tersebut. Makalah-makalah yang diseminarkan pada event tersebut adalah makalah yang berasal dari bidang Pendidikan Matematika maupun Matematika murni dari kalangan akademisi maupun praktisi pendidikan matematika seluruh Indonesia. Bidang Kajian Pendidikan Matematika, Analisis, Aljabar, Geometri, Statistika, Terapan, Komputer (Komputasi), Matematika Diskrit (Kombinatorika).
Articles
33 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 1d (2020)"
:
33 Documents
clear
ANALISIS TINGKAT MISKONSEPSI MATEMATIS SISWA PADA SOAL ALJABAR
novita sari;
Sutirna Sutirna
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi miskonsepsi matematis siswa pada materi aljabar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII disalah satu SMP Swasta di Kabupaten Karawang Tahun Pelajaran 2019/2020. Sampel dalam penelitian adalah siswa kelas VIII B yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes uraian sebanyak 2 soal pada indikator sistematis dan konsisten. Hasil penelitian persentase rata-rata tes uraian keseluruhan siswa sebesar 29,80% diperoleh dari indikator sistematis sebesar 28,65% dan indilator konsisten sebesar 30,96%. Artinya hasil dari interpretasi kedua indikator tersebut masih kurang. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan di atas dapat disimpulkan bahwa miskonsepsi matematis siswa masih tinggi.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA MTs PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR
aini Nurjamilah;
Rina Marlina
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tunjuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif matematis siswa MTs di Desa Nagrog dalam mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan materi bangun ruang sisi datar, dengan indikator kemampuan berpikir kreatif matematis yang digunakan adalah kelancaran (fluency), kelenturan (flexibility), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang bertujuan menghasilkan ide atau gagasan baru yang bersifat divergen dan dapat membawa hasil yang tepat juga pasti. Penelitian ini dilakukan kepada 30 siswa di salah satu MTs di Desa Nagrog dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa 4 butir soal uraian yang mencakup kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi bangun ruang sisi datar disertai wawancara kepada 6 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan, kemampuan berpikir kreatif matematis siswa MTs di Desa Nagrog dikategorikan cukup rendah. Hal tersebut diketahui dari rata-rata persentase semua indikator, hanya ada 1 indikator yang melebihi 50% yaitu pada indikator kelancaran (fluency) sebesar 83,3%. Sedangkan persentase yang paling rendah terdapat pada indikator elaboration 16,7%. Pada soal elaboration, siswa belum mampu memberikan jawaban yang tepat dan sesuai, hal tersebut dikarenakan siswa tidak tahu bagaimana cara menentukan luas permukaan limas dan prisma dari soal yang diberikan
Model Pembelajaran Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferrin (REACT) Berbasis Etnomatematika
Feby Feby Feby;
Agung Prasetyo Abadi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penentuan model pembelajaran yang akan di terapkan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tercapainya tujuan dalam pembelajaran. Oleh karena itu dalam memilih model pembelajaran harus sesuai dan efektif. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran relating, experiencing, applying, cooperating, transferrin (REACT) berbasis etnomatematika. Model pembelajaran REACT merupakan salah satu model yang menerapkan pembelajaran konstektual dengan mengaitkan masalah-masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat mengalami dan merasakan langsung dalam kehidupannya. Pengalaman langsung inilah yang kemudian digabungkan dengan pengalaman yang telah lalu sehingga menghasilkan konsep-konsep baru yang realistik dan relevan. Model pembelajaran REACT meliputi kegiatan relating (mengaitkan), experiencing (mengalami), applying (menerapkan), cooperating (kerjasama), dan transffering (memindahkan). Dalam penerapannya model pembelajaran REACT dapat dipadukan dengan pendekatan etnomatematika sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan menarik dan dengan suasana belajar yang berbeda. Etnomatematika adalah sebuah kajian tentang suatu ide matematis yang berkaitan dengan kebudayaan. Dengan pendekatan etnomatematika, siswa dapat menelaah suatu kebudayaan yang berhubungan dengan ide matematis.Kata kunci: Model Pembelajaran REACT, Etnomatematika
Kesulitan Belajar Siswa Pada Proses Pembelajaran Matematika
Dwi Anindia Rahmah;
Agung Prasetyo Abadi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini meninjau tentang kesulitan belajar siswa pada proses pembelajaran matematika. Siswa dapat dikatakan mengalami kesulitan belajar jika ketuntasan belajar seorang siswa belum tercapai yang terlihat dari hasil pembelajaran matematika. Kesulitan belajar adalah gangguan atau hambatan yang dialami siswa saat belajar, seperti kesulitan membaca, menulis dan menghitung. Setiap anak mempunyai kesulitan belajar yang berbeda-beda. Oleh karena itu, setiap siswa memiliki kemampuan untuk berhasil dalam studi siswa pun berbeda-beda. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa . Kesulitan belajar yang dialami siswa pada proses pembelajaran matematika ialah 1) siswa kurang memahami konsep matematika, 2) siswa kurang mengetahui simbol-simbol matematika.Kata kunci: Kesulitan belajar matematika
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR
Fitri Alfionita;
Nita Hidayati
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa SMP dalam menyelesaikan soal matematika materi bangun ruang sisi datar. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Adapun subjek yang diambil untuk penelitian ini adalah 16 siswa kelas IX di salah satu SMP Negeri Karawang Barat. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tes uraian kemampuan penalaran matematis yang diberikan sebanyak 4 butir soal. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan tes uraian yang dilakukan yaitu kategori cukup sebanyak 2 siswa pada interval skor dengan persentase 12,5%; kategori rendah sebanyak 3 siswa pada interval skor dengan persentase 18,75%; dan kategori sangat rendah sebanyak 11 siswa pada interval skor dengan persentase 68,75%. Berdasarkan hasil penelitian maka kesimpulannya adalah kemampuan penalaran matematis siswa pada materi bangun ruang sisi datar kelas IX di salah satu SMP Negeri Karawang Barat termasuk kategori sangat rendah. Sehingga kemampuan penalaran matematis siswa dikatakan sangat rendah karena tidak terpenuhinya semua indikator kemampuan penalaran matematis. Kata kunci: Bangun Ruang Sisi Datar, Kemampuan Penalaran Matematis
KONSEP DAN PERAN MOTIVASI DALAM BELAJAR MATEMATIKA
Qian Anindita Sugiyo;
Agung Prasetyo Abadi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penyusunan artikel ini adalah untuk mengkaji konsep dan peranan motivasi dalam pembelajaran matematika. Motivasi belajar merupakan salah satu penentu keberhasilan dalam belajar, motvasi juga menjadi salah satu hal yang sangat perlu diperhatikan sebagai bentuk dorongan, keinginan dan minat untuk memperoleh pengalaman yang baru dalam belajar, terutama dalam belajar matematika. Pesatnya perkembangan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada era Globalisasi menimbulkan adanya persaingan yang ketat untuk menciptakan peluang dalam mencapai tujuan hidup, sehingga siswa diharapkan mampu bersaing secara global sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Faktor-faktor eksternal dan internal juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebagai bentuk dari pengendalian motivasi belajar. Oleh karena itu untuk dapat meningkatkan motivasi belajar juga dilakukan beberapa perubahan atau kebiasaan dalam belajar, sehingga siswa dapat menciptakan ruang dalam belajar secara aktif dan kreatif dan memiliki motivasi yang terus menerus meningkat dalam belajar.Kata kunci: Motivasi Belajar Matematika
KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA MENURUT PROSEDUR NEWMAN
Deaby Nathalia Sidabutar;
Dani Firmansyah
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan–kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi bilangan bulat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah 16 siswa kelas VII SMPN 8 Karawang Barat tahun ajaran 2019/2020. Pengambilan data dalam penelitian ini diperoleh melalui pemberian tes tertulis agar dapat mengetahui letak kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi bilangan bulat. Dalam penelitian ini, digunakan prosedur kesalahan Newman untuk menganalisis jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal. Dari kesalahan-kesalahan siswa tersebut, diperoleh persentase untuk kesalahan membaca sebesar 3,13%, kesalahan memahami sebesar 20,31%, kesalahan transformasi sebesar 12,5%, kesalahan keterampilan proses sebesar 25%, dan kesalahan penulisan jawaban akhir sebesar 34,38%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa saat menyelesaikan soal cerita, siswa paling banyak melakukan kesalahan penulisan jawaban akhir dengan presentase sebesar 34,38%.Kata kunci: Analisis Kesalahan, Soal Cerita, Prosedur Newman
Analisis kemampuan representasi matematis siswa SMA pada materi matriks
Nisrina Nur Farkhana;
Dani Firmansyah
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa SMA pada materi matriks. Populasi atau subjek yang di ambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 1 Telukjambe Barat tahun ajaran 2019/2020. Pemilihan subyek dengan cara purpossive sampling, diperoleh siswa kelas XI MIA 2 yang berjumlah 33 orang siswa. Pengambilan data diperoleh dengan metode tes, wawancara dan dokumentasi untuk menentukan kemampuan representasi matematis siswa yang kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil tes tertulis dalam pembahasan: 1. Kemampuan representasi visual atau gambar termasuk dalam kategori tidak baik karena sebanyak 17 siswa dari 33 siswa tidak mampu membaca tabel yang ada pada soal. 2. Kemampuan representasi persamaan atau ekspresi matematis termasuk dalam kategori tidak baik karena sebanyak 22 siswa dari 33 siswa tidak mampu menjawab dengan baik. 3. Kemampuan representasi kata atau teks tertulis termasuk dalam kategori baik karena sebanyak 22 siswa dari 33 siswa menjawab persoalan matrik dalam representasi kata atau teks tertulis dengan baik walaupun masih ada beberapa yang tidak sesuai dengan indikator representasi matematis.. Maka kemampuan representasi matematis siswa kelas XI MIA 2 pada materi matriks masih terbilang rendah atau kurang sempurna.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP
Elisa Kotrunada;
Haerudin Haerudin
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP. Pada kenyataannya dilapangan masih banyak ditemukan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa masih tergolong rendah. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) diharapkan menjadi sebuah solusi untuk mengatasi atau menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif . Penelitian ini masih bersifat kajian pustaka terkait dengan kemampuan komunikasi matematis siswa, matematika dan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) . Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari kajian pustaka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) memberikan pengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP.Kata kunci: Kemampuan Komunikasi Matematika, Matematika, Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL).
analisis kemampuan pemecahan masalah matematik siswa smp pada materi segitiga dan segiempat
khalda naura danianto;
Sutirna Sutirna
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa SMPN 2 Cikarang Selatan yang meliputi indikator memahami masalah, merencanakan strategi, menyelesaikan masalah, dan memeriksa kembali. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif riset, karena peneliti hanya memberikan pertanyaan sebanyak 5 soal dengan bentuk tes uraian. Populasinya adalah siswa kelas VII SMP Negeri yang ada di Kabupaten Bekasi dengan pengambilan sampel total yang berjumlah 39 siswa dengan kemampuan yang berbeda - beda. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa siswa yang memahami tingkat permasalahan sebanyak 80% , siswa yang memahami tingkat merencanakan strategi sebanyak 30%, siswa yang memahami tingkat menyelesaikan masalah sebanyak 11%, dan siswa yang memahami tingkat memeriksa kembali sebanyak 20%. Dengan demikian penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rata – rata kemampuan pemecahan masalah matematik siswa SMPN di Kabupaten Bekasi masih tergolong sangat rendah atau hanya sebesar 35,2% dari keseluruhan indikator kemampuan pemecahan masalah matematik