Prosiding Sesiomadika
Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Universitas Singaperbangsa Karawang (SESIOMADIKA) merupakan event rutin tahunan pada Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Singaperbangsa Karawang. Pada tahun 2020 ini merupakan periode ke-4 dalam penyelenggaraan event tersebut. Makalah-makalah yang diseminarkan pada event tersebut adalah makalah yang berasal dari bidang Pendidikan Matematika maupun Matematika murni dari kalangan akademisi maupun praktisi pendidikan matematika seluruh Indonesia. Bidang Kajian Pendidikan Matematika, Analisis, Aljabar, Geometri, Statistika, Terapan, Komputer (Komputasi), Matematika Diskrit (Kombinatorika).
Articles
336 Documents
Analisis Kemampuan Penalaran Proposional Pada Siswa Smp Dalam Menyelesaikan Materi Perbandingan
Lia Khoiriah;
Dadang Rahman Munandar
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran proposional siswa SMP dengan materi perbandingan Pelaksanaan penelitian ini di lakukan di SMPN 3 Karawang tepatnya di kelas VIII – G pada tahun ajaran 2019/2020. Dengan populasi siswa sebanyak 40 siswa dan 20 siswa yang menjadi subjek penelitian. jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif instrument penelitian berupa test kemampuan penalaran proposional, setiap nomor soal terdapat level penalaran proposional diantaranya level 1 kualitatif, level 2 aditif, level 3 pra – multikatif, level 4 multikatif implisit, level 5 multikatif. Instrument test yang telah Siswa isi lalu di analisis berdasarkan indicator dan strategi penalaran proposional. tingkat kemampuan penalaran proposional Siswa di bedakan berdasarkan penilaian berupa tinggi, sedang dan rendah siswa menjawab instrument test. Berdasarkan hasil penelitian Bahwa pada penyelesaian soal penalaran proposional level kualitatif berada di kategori Sangat baik dengan presentasi 80%. Pada penyelesaian soal penalaran proposional berdasarkan level penalaran aditif berada di kategori cukup dengan persentasi 45%. Pada penyelesaian soal penalaran proposiona berdasarkan soal penalaran Pra – Multikatif berada di kategori cukup dengan persentasi 55%. Pada penyelesaian soal penalaran proposiona berdasarkan soal pelaran multikatif implisit berada di kategori cukup dengan persentasi 35%.Pada penyelesaian soal penalaran proposiona berdasarkan soal penalaran multikatif berada di kategori rendah dengan persentasi 10%. Maka dari ke – 5 soal yang di berikan berdasarkan indicator penlaran proposional dapat disimpulakn bahwa terdapat 1 kategori sangat rendah,1 berkategori rendah, 2 berkategori cukup dan 1 berkategori tinggi untuk penyelesaian soal penalaran proposional siswa. Kata kunci: Analisis kesalahan, Kemampuan Penalaran Proposional, Materi perbandingan
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP PADA SOAL HIMPUNAN
Annisa Nurul Maulidya;
Nita Hidayati
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan komunikasi yang dimiliki peserta didik untuk menyelesaikan soal pada materi himunan. Analisis kemampuan komunikasi yang dilakukan mengenai kemampuan komunikasi matematika dengan menghubungkan benda nyata, gambar dan diagram kedalam ide matematis, dan komunikasi matematis peserta didik dalam menjelaskan ide, situasi, tulisan dengan benda nyata, gambar, grafik dan aljabar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Proses analisis kemampuan komunikasi matematis peserta didik pada materi himpunan yaitu dengan memberikan peserta didik tes berupa soal – soal mengenai materi himpunan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di salah satu SMP yang terletak di Karawang Barat pada tahun ajaran 2019/2020. Untuk sampel dalam penelitian ini hanya diambil 20 siswa di kelas IX dari SMP tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan komunikasi matematika menghubungkan benda nyata, gambar dan diagram kedalam ide matematis tergolong sedang. komunikasi matematis menjelaskan ide, situasi, tulisan dengan benda nyata, gambar, grafik dan aljabar tergolong rendah.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Tahapan Polya Materi Segiempat Pada Siswa SMP
Rita Nurkhalipah;
Ramlah Ramlah
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penulisan artikel hasil penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan tahapan Polya. Hal ini disebabkan oleh masih banyaknya siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang rendah. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 37 siswa kelas VIII salah satu SMP Negeri yang ada di kabupaten Karawang. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes berupa soal uraian kemampuan pemecahan masalah sebanyak tiga butir soal. Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah pada kategori tinggi sebanyak 5,4% siswa, mampu menyelesaikan soal dengan tiga tahapan Polya yaitu memahami masalah dengan menuliskan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan, mampu menyusun rencana dengan menuliskan rumus yang tepat dan melaksanakan rencana yang sesuai, tanpa memeriksa kembali hasil dan hanya memberikan kesimpulan. Pada kategori sedang sebanyak 75,7% siswa, mampu menyelesaikan soal dengan dua tahapan Polya yaitu memahami masalah dengan menuliskan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan, tidak menyusun rencana tetapi langsung melaksanakan rencana dengan menuliskan penyelesaiannya serta tidak memeriksa kembali hasil. Dan pada kategori rendah sebanyak 18,9% siswa, tidak memiliki satupun tahapan Polya dalam menyelesaikan soal. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi segiempat sebagian besar siswa hanya memiliki dua tahapan Polya yaitu memahami masalah dan melaksanakan rencana.
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Materi Segitiga dan Segiempat pada Siswa SMP
Iqbal Dzikril Hakim;
Ramlah Ramlah
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman siswa pada konsep materi bangun datar segitiga dan segiempat. Hal ini dilatar belakangi rendahnya pemahaman konsep segitiga dan segiempat siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek yang berjumlah 21 siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri yang ada di Kabupaten Karawang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen berbentuk tes uraian yang berjumlah 4 buah soal dengan indikator (1) Mampu menyatakan ulang konsep bangun datar segitiga dan segiempat yang telah dipelajari, (2) Mampu memberikan contoh tentang segiempat, (3) Mampu menyajikan konsep segitiga dalam berbagai macam bentuk representasi matematis, (4) Mampu mengaitkan berbagai konsep bangun datar dalam matematika, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa kemampuan pemahaman konsep segitiga dan segiempat siswa pada kategori tinggi sebanyak 14.29%, sedangkan pada kategori sedang sebanyak 76.19%, dan pada kategori rendah sebanyak 9.52%. Sehingga dapat disimpulkan kemampuan pemahaman konsep siswa berada pada di kategori sedang.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Pokok Bahasan Aritmatika Sosial
Rizal Bachtiar;
Rina Marlina
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil jawaban siswa saat mengerjakan soal kemampuan pemecahan masalah yang ditinjau dari indikator Polya dengan pokok bahasan aritmatika sosial. Metode pemecahan masalah seperti yang dikatakan polya ada 4 langkah fase penyelesaian masalah yaitu : (1) memahami masalah (2) menyusun rencana penyelesaian (3) melaksanakan rencana penyelesaian (4) memeriksa kembali hasil pengerjaannya. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Campaka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen terdiri dari soal pemecahan masalah yang sudah dilkukan validasi. Tes yang dikerjakan siswa diberi skor dan dilakukan analisis terhadap kesalahan pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan persentase siswa yang mengerjakan dengan benar sebanyak 2 orang dari 20 siswa dengan persentase mencapai 0,1%, sedangkan siswa yang hasilnya benar tetapi yang tidak memenuhi indikator sebanyak 6 orang dengan pesentase mencapai 0,3%, dan siswa yang tidak menjawab dengan benar serta tidak memenuhi indikator sebanyak 12 orang dengan persentase mencapai 0,6%. Sehingga dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada SMPN 1 CAMPAKA khususnya kelas VIII F masih tergolong rendah. Kata kunci: Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Aritmatika Sosial.
Analisis Tingkat Adversity Quotient (AQ) Siswa SMA Pada Pembelajaran Matematika Melalui Problem Based Learning (PBL)
pujillah purwanti;
Dadang Rahman Munandar
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat Adversity Quotient (AQ) siswa melalui Problem Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah pada siswa SMA. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAIT Insan Harapan Tahun Pelajaran 2019/2020. Pemilihan sampel pada penelitian ini dengan cara simple random sampling, diperoleh sebanyak 20 siswa dari kelas X IPA 2. Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan metode non tes, yaitu observasi dan pemberian angket untuk menentukan tingkat Adversity Quotient (AQ) siswa yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif dengan metode deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh presentase tingkat Adversity Quotient siswa, yaitu terdapat 0% untuk kategori tinggi dengan jumlah sebanyak 0 siswa, 10% untuk kategori sedang dengan jumlah sebanyak 2 siswa, dan 90% untuk kategori rendah dengan jumlah sebanyak 18 siswa. Sehingga dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa tingkat Adversity Quotient (AQ) siswa SMA pada pembelajaran matematika yang dianalisis melalui pembelajaran bersbasis masalah masihlah rendah, yaitu dengan persentasi 90% dari 20 orang siswa. Kata kunci: Adversity Quotient (AQ), Problem Based Learning (PBL), Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Matematika SMA.
KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS IX PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV)
Tiara Isgi Putri Gita;
Rina Marlina
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kategori kemampuan penalaran matematis siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes yang berupa soal uraian kemampuan penalaran matematis. Teknik analisis data dilakukan dengan menganalisis hasil data tes. Penelitian dilaksanakan di salah satu SMP negeri di kabupaten kerawang dengan subjek penelitian kelas IX B sebanyak 38 siswa. Berdasarkan hasil analisis terhadap data tes kemampuan penalaran matematis diperoleh bahwa dari 38 siswa, 9 siswa tergolong dalam kategori kemampuan penalaran matematis bawah, 22 siswa tergolong dalam kategori kemampuan penalaran matematis menengah, dan 7 siswa yang tergolong dalam kategori kemampuan penalaran matematis atas. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa siswa kelas IX B di salah satu SMP negeri di kabupaten kerawang memiliki kemampuan matematis yang tergolong sedang.
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP TERHADAP MATERI STATISTIKA
Dede Kisma;
Sutirna Sutirna
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1e (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mendeskripsikan indikator kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII di SMPN 1 Pamanukan pada materi statistika. Teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sampling, dengan pertimbangan guru mata pelajaran matematika kelas VIII sehingga diperoleh sampel siswa kelas VIII D sebanyak 38 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan sejauh mana pencapaian dari indikator kemampuan komunikasi matematis di kelas VIII D. Sedangkan instrumen penelitiannya menggunakan soal tes kemampuan komunikasi matematis berupa 3 butir soal tes dengan indikator sebagai berikut; (1) Menyatakan situasi, gambar, diagram ke dalam bentuk matematika; (2) Menjelaskan ide, situasi dan relasi matematika baik secara lisan maupun tulisan; (3) Menyatakan penyelesaian model matematika bentuk gambar denga n ide penyelesaian yang tepat. Hasil tes yang telah dilaksanakan pada 3 soal komunikasi matematis di kelas VIII D diperoleh persentase tiap indikator yaitu pada indikator (1) ) Menyatakan situasi, gambar, diagram ke dalam bentuk matematika sebesar 70% (Baik), pada indikator (2) Menjelaskan ide, situasi dan relasi matematika baik secara lisan maupun tulisan sebesar 45,50% (Cukup), serta pada indikator (3) Menyatakan penyelesaian model matematika bentuk gambar dengan ide penyelesaian yang tepat sebesar 26,75% (Kurang). Untuk rata-rata keseluruhan indikator kemampuan komunikasi matematis didapat presentase 47,42% (Cukup) . Berdasarkan hasil analisis di atas didapat kesimpulan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII D di SMPN 1 Pamanukan berada pada kategori cukup.
Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika
yugi prayuga;
Agung Prasetyo Abadi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini berisi kajian yang membahas tentang minat belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Minat belajar sendiri memiliki pengaruh dalam pencapaian prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Pemaparan kajian minat belajar siswa berkaitan dengan ciri – ciri minat belajar, jenis - jenis minat belajar , faktor – faktor yang mempengaruhi minat belajar, serta usaha - usaha yang dapat meningkatkan minat belajar. Minat belajar sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan keluarga serta lingkungan disekolah. Sehingga minat belajar dapat memenuhi tiga aspek yaitu aspek koognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Aspek koognitif yang dipengaruhi oleh aktivitas yang dilakukan sehingga memunculkan minat. Aspek afektif, dipengaruhi berupa respon atau sikap yang diterima dari orang tua, guru, atau kelompok yang mendukung aktifitas saat melakukan suatu kegiatan. Aspek psikomotorik merupakan hasil dari aspek koognitif dan aspek afektif sehingga siswa memiliki minat tinggi hingga mewujudkan suatu ekspresi dari tindakan nyata dari minat yang dimiliki. Sehingga minat belajar siswa dalam pembelajaran matematika dapat dibangun dari berbagai faktor dan aspek sesuai dengan ciri serta jenis dari minat belajar yang dimiliki siswa.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS BERDASARKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA
Ita Rosita;
Agung Prasetyo Abadi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1d (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Tujuan penulisan atikel ini ialah untuk menelaah dan mendeskripsikan mengenai kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau berdasarkan pada langkah-langkah polya. Berdasarkan hal tersebut, Kemampuan pemecahan masalah dengan kecerdasan matematis tingkat tinggi dapat terlihat dengan: siswa mampu memahami masalah dengan menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dengan tepat, merencanakan masalah, melaksanakan rencana dengan tepat, serta melihat kembali hasil penyelesaian. Oleh karena itu, kemampuan pemecahan masalah matematis yang baik sangat diperlukan karena merupakan lima kemampuan dasar yang utama harus dimiliki siswa, sehingga tujuan pembelajaranpun dapat tercapai dengan sangat baik. Metode yang digunakan dalam hal ini ialah kajian kepustakaan, dimana penulis mengkaji berbagai literatur yang relevan dari berbagai sumber dengan objek kajian yang berkaitan. Hasil dari studi literatur tersebut ialah kajian hasil penelitian dari berbagai sumber referensi mengenai kemampuan matematis siswa dalam mengaitkan langkah-langkah penyelesaian matematika berdasarkan perspektif polya.. Kata kunci: Kemampuan pemecahan masalah matematis, langkah-langkah polya