cover
Contact Name
Iwan Setiawan
Contact Email
setiawan@widuri.ac.id
Phone
+6221-5480552
Journal Mail Official
jurnal@widuri.ac.id
Editorial Address
Jalan Palmerah Barat No. 353 Jakarta Selatan 12210
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
INSANI
Published by STISIP Widuri Jakarta
ISSN : 24076856     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmiah INSANI diterbitkan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Widuri, Jakarta. Redaksi INSANI menerima artikel secara terbuka dari berbagai kalangan dalam Ilmu Komunikasi dan Ilmu Kesejahteraan Sosial, serta bidang kemasyarakatan lainnya. Artikel yang masuk akan direview oleh reviewer internal dan eksternal sesuai bidang ilmunya
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2016): INSANI" : 5 Documents clear
Model Terapi Tari Bali Sebagai Metode Intervensi Sosial Untuk Penanganan Korban Kekerasan Seksual Dalam Rumah Tangga: (Studi Kasus Pada Keluarga NS di Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali) Elisabeth Endang P
INSANI Vol 3 No 1 (2016): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.453 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas temuan penelitian dari model Terapi Tari Bali sebagai strategi intervensi yang baru. Model ini menggunakan tarian tradisional Bali sebagai media metode intervensinya. Penelitian ini dilakukan di Bali, dengan melibatkan peserta yaitu pasangan suami istri sebagai informan yang mengalami kondisi kekerasan seksual: suami sebagai aktor dan istri sebagai korban. Penelitian ini sendiri menggunakan metode penelitian kualitatif. Sebagai hasil dari penelitian ini, penulis menemukan bahwa melalui Model terapi ini, interaksi antara suami dan istri dapat kembali harmonis, karena melalui gerakan tari dalam terapi ini mereka membangun kehidupan yang lebih baik dan bermakna. Sebagai kesimpulan, gerakan tari Bali yang terlibat dalam paket model terapi tari dapat digunakan sebagai terapi untuk tujuan: (1) Membangun hubungan manusia dalam keluarga untuk mendapatkan kembali kehidupan keluarga yang harmonis; (2) Mencapai keluarga balancing diri untuk kehidupan yang lebih baik.
Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Sebagai Sarana Membangun Kerukunan di Masyarakat Gun Sukirman A
INSANI Vol 3 No 1 (2016): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.482 KB)

Abstract

Kompetensi komunikasi antarbudaya adalah sangat penting, apalagi di Indonesia yang terdiri dari beraneka ragam suku, ras dan agama. Tidak jarang sering terjadi konflik antar suku, ras, dan agama. Penelitian ini mengangkat rumusan masalah mengenai bagaimana kompetensi Komunikasi antarbudaya Dewan Paroki Gereja Katolik Santo Servatius di Kampung Sawah, Kelurahan Jati Melati, Kota Bekasi dalam membangun relasi antara jemaat gereja dengan masyarakat lokal, kompetensi komunikasi antarbudaya apa saja yang dilakukan oleh Dewan Paroki Gereja Katolik Santo Servatius Kampung Sawah, Bekasi dan bagaimana pola komunikasi antar budaya Dewan Paroki Gereja Santo Servatius Kampung Sawah Sawah Kota Bekasi. Tujuannya adalah untuk mengetahui kompetensi komunikasi antarbudaya Dewan Paroki Gereja Katolik Santo Servatius Kampung Sawah, untuk mengetahui kompetensi komunikasi antarbudaya apa saja yang dilakukan oleh Gereja Katolik Santo Servatius, untuk mengetahui pola komunikasi antarbudaya yang dilakukan Gereja Santo Servatius Kampung Sawah. Teori yang terkait dengan penelitian ini adalah teori komunikasi antarbudaya dan teori interaksi simbolik. Subyek penelitian ini adalah Jemaat Gereja Katolik Santo Servatius Kampung Sawah Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Metode Studi Kasus. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapat adalah kompetensi komunikasi antarbudaya Dewan Paroki Gereja Santo Servatius Kampung Sawah dalam membangun relasi antara jemaat dengan masyarakat lokal Kampung Sawah melalui perilaku komunikasi verbal dan non verbal melalui interaksi simbolik yang diwujudkan dalam pendekatan budaya dan mengembangkan kearifan budaya lokal masyarakat Kampung Sawah yaitu dengan inkulturasi budaya Betawi Kampung Sawah, dan berperan aktif membangun komunikasi kelompok lintas agama, sehingga akhirnya antara jemaat Gereja dengan masyarakat lokal bisa hidup rukun dan damai. Komunikasi antarbudaya melalui pendekatan budaya lokal sangat efektif dalam menciptakan kerukunan hidup lintas agama.
Mengkaji Ruang Lingkup Pekerjaan Marketing Public Relations (MPR) dan Corporate Public Relations (CPR) Yerah Melita
INSANI Vol 3 No 1 (2016): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.475 KB)

Abstract

Memahami ruang lingkup pekerjaan dari Marketing Public Relations (MPR) dan Corporate Public Relations (CPR) adalah penting, karena bila para praktisi Public Relations ataupun marketing tidak memahami ruang lingkup pekerjaan mereka masing-masing, kinerja atau hasil kerja mereka menjadi kurang maksimal. Hal itu berdampak pada efisiensi dan efektivitas perusahaan itu sendiri. Adanya tumpang tindih pekerjaan, pemborosan waktu dan biaya lambat laun membuat rugi perusahaan dan bukan tidak mungkin perusahaan bisa gulung tikar. Untuk itu diperlukan pengetahuan dan pemahaman yang benar mengenai tugas dan pekerjaan masingmasing, baik sebagai MPR maupun CPR, sehingga keduanya saling mendukung, melengkapi dan mengisi kekurangan masing-masing.
Faktor-faktor Anak Ditelantarkan dan Dampaknya: (Studi di Kota Ambon) Nancy Rahakbauw
INSANI Vol 3 No 1 (2016): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.405 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan menggambarkan faktor-faktor yang menyebabkan anak ditelantarkan, serta dampak yang dialami oleh anak yang ditelantarkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif analisis. Subyek penelitian adalah anak-anak yang ditelantarkan dengan kategori usia 10 sampai 18 tahun dan orang tua atau keluarga. Dari hasil analisis temuan penelitian didapatkan gambaran bahwa faktor pemicu yang menyebabkan anak terlantar adalah perceraian orang tua dan perlakuan salah yang diterima anak, serta ekonomi keluarga dan pendidikan orang tua yang rendah. Dampak perceraian dan perlakuan salah yang dialami anak menyebabkan hak dan kebutuhan anak terabaikan bahkan tidak terpenuhi secara layak dan optimal. Situasi ini akhirnya mendorong anak melakukan aktivitas di luar rumah dengan menjadi pedagang asongan, tukang cuci kuburan, pekerja rumah tangga dan tukang ojek. Dengan melaksanakan kegiatan atau aktivitas di luar rumah yang menyita waktu dan tenaga, mereka tidak memiliki waktu untuk bersekolah.
Pemahaman Wartawan Harian Seram Pos Maluku Terhadap Kode Etik Jurnalistik Marleen Muskita
INSANI Vol 3 No 1 (2016): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.402 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman Kode Etik Jurnalistik oleh para wartawan Harian Seram Pos dalam melaksanakan profesinya. Berdasarkan permasalahan yang telah diteliti, penulis menggunakan teknik analisis isi, sebagai suatu teknik penelitian. Analisis isi mengkaji isi pemberitaan serta permasalahan -permasalahan yang ditemukan dalam penelitian untuk mencari suatu kebenaran. Hasil penelitian ini adalah: memahami etika tidak menjamin seorang wartawan akan selalu bersikap etis, namun mempelajari etika adalah kemampuan yang bisa dilakukan setiap wartawan sehingga dalam penerapannya dapat menciptakan sikap etis yang konsisten. Kode etik jurnalistik merupakan salah satu syarat penting yang harus dimiliki oleh wartawan untuk terjun ke lapangan mencari dan membuat berita, namun pemahaman wartawan Harian Seram Pos terhadap Kode Etik Jurnalistik sangat kurang.

Page 1 of 1 | Total Record : 5