cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2015): IJMS 2015" : 15 Documents clear
Aktivitas Analgetika Ekstrak Etanol Daun Saga (Adenanthera pavonina L.) Terhadap Mencit Jantan (Mus musculus) Galur Swiss Analgesic Activity Of The Ethanolic Extract Of Sage Leaf (Adenanthera pavonina L.) On Mice (Mus musculus) Of Swiss Strain Risma Oksi Putri; Siwi Hastuti
Indonesian Journal on Medical Science Vol 2 No 2 (2015): IJMS 2015
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.812 KB)

Abstract

Abstract: The people of Indonesia have been familiar with and utilize medicinal plants as efforts in the prevention of health problems. One of them sage leaves (Adenanthera pavonina L.) which has benefits as a traditional medicine that is as rheumatic drugs and may reduce pain (analgesic). This study aims to determine the analgesic effects of extracts of sage leaves were tested on male mice Swiss strain. This study included experimental research using chemical stimuli. Observations carried out on mice writhing induced by acetic acid 100 mg / kg. The subject of research in the form of mice tested with a dose of ethanol extract of sage leaves a dose of 50 mg/20g , 100 mg/20g and 200 mg/20g  with a positive control using aspirin 6 mg/20g. Sage leaves ethanol extract obtained from the maceration then diluted with a solvent oil. In this study produced ethanolic extract of sage leaves which have an analgesic effect in mice with power analgesics at doses of 50, 100 and 200 mg respectively were 33.00%, 35.63% and 36.7%. These results are still lower when compared to aspirin 6 mg / 20g BB that is equal to 66.73%. The statistical results showed that all the test preparation has no significant difference due to the value of p> 0.05. Ethanol extract of sage leaves may have the potential to be developed as a new analgesic drugs. Keyword: Adenanthera pavonina, mice, sage leave, analgesic Abstrak: Masyarakat Indonesia sudah sejak dulu mengenal dan memanfaatkan tanaman berkhasiat obat sebagai upaya dalam penanggulangan masalah kesehatan. Salah satunya daun Saga (Adenanthera pavonina L.) yang memiliki manfaat sebagai obat tradisional yaitu sebagai obat reumatik  dan dapat mengurangi rasa sakit ( analgetika). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgetika ekstrak daun saga yang diujikan terhadap mencit jantan galur swiss. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dengan menggunakan metode rangsang kimia. Pengamatan dilakukan terhadap geliat mencit yang diinduksi dengan asam asetat 100 mg/kgBB. Subjek penelitian berupa mencit yang diuji dengan dosis ekstrak etanol daun saga yang berbeda-beda yaitu dosis 50 mg/20g BB, 100 mg/20gBB dan 200 mg/20g BB dengan kontrol positif menggunakan asetosal 6 mg/20g BB. Ekstrak etanol daun saga diperoleh dari hasil maserasi kemudian dilarutkan dengan pelarut minyak kelapa. Pada penelitian ini dihasilkan ekstrak etanolik daun saga yang memiliki efek analgetika pada mencit dengan daya analgetik pada dosis 50, 100 dan 200 mg berturut-turut adalah 33,00%, 35,63% dan 36,7%. Hasil ini masih lebih rendah bila dibandingkan dengan asetosal 6 mg/20g BB yaitu sebesar 66,73%.  Hasil statistik menunjukkan bahwa semua sediaan uji tidak memiliki perbedaan yang signifikan karena nilai p > 0,05. Ekstrak etanol daun saga dapat berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat analgetik baru. Kata kunci: Adenanthera pavonina, mencit, daun saga, analgetik
Uji Daya Analgetik Ekstrak Etanoldaun Seledri (Apium graveolens L) Pada Mencit Galur Swiss Dengan Metode Rangsang Kimia Test Ofresourcesanalgesicethanolextractseledrileaf (Apium graveolens L) On Mice strain swiss with chemicals stimuli Anom Parmadi; Anisa Nadiarti
Indonesian Journal on Medical Science Vol 2 No 2 (2015): IJMS 2015
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.483 KB)

Abstract

Abstract: Seledri was a vegetable leaves and herbs commonly used as a spice in cooking. Celery leaves are used as a remedy for high blood pressure, cough, nausea relievers as well as 22.364 ± 0.318 analgesic (anti-pain). Pain is a condition that is annoying and uncomfortable for the sufferer, but the pain can be used as a sign of tissue damage. Pain caused by mechanical stimuli, chemical or physical (heat, electricity) can cause damage to the tissues. These stimuli trigger the release of certain substances called mediators of pain, such as histamine, bradikidin, leukotrienes and prostaglandins. This type of research is experimental research. The method used the analysis of the results of the observations of stretching the number of mice every five minutes for one hour. The sample used old Seledri leaves dark green and dried. While the test animals used were male mice Swiss strain, which has not seemed flawed criteria anatomically, have a lifespan of approximately 5 weeks and weighing 20-30 g. The cumulative amount of writhing in mice compared to the control solvent to determine% analgesic power. Results percent ethanol extract of leaf seledri analgesic dose of 50 mg / kg = 2.296 ± 1.193, a dose of 100 mg / kg = 14.734 ± 0.491 and a dose of 200 mg / kg = 22.364 ± 0,318.Analisis performed by Anova statistical confidence level of 95%. The statistical results showed that the ethanol extract of leaves of seledri has a significant difference to the positive control of the value of p <0,05.Ada a significant difference between the positive control (Acetosal) with ethanol extract of leaves of seledri.Keywords:ethanol extract, Seledri, analgesics, mice, stimuli chemical. Abstrak: Seledri merupakan sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Daun Seledri digunakan sebagai obat untuk tekanan darah tinggi, obat batuk, penghilang mual serta sebagai 22,364 ± 0,318 analgetik (antinyeri). Nyeri merupakan keadaan yang mengganggu dan tidak nyaman bagi penderitanya, namun nyeri dapat digunakan sebagai tanda adanya kerusakan jaringan. Nyeri yang disebabkan oleh rangsangan mekanis, kimiawi atau fisis (kalor, listrik) dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan. Rangsangan tersebut memicu pelepasan zat-zat tertentu yang disebut mediator nyeri, antara lain histamin, bradikidin, leukotrien dan prostaglandin. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Metode yang digunakan adalah analisis hasil dengan pengamatan jumlah geliat mencit setiap lima menit selama satu jam. Sampel yang digunakan ialah daun Seledri yang tua berwarna hijau tua dan sudah dikeringkan. Sedangkan hewan uji  yang digunakan adalah mencit jantan galur Swiss, yang mempunyai kriteria tidak tampak cacat secara anatomi, memiliki umur kurang lebih 5 minggu dan memiliki berat 20-30 g.Jumlah kumulatif geliat pada mencit dibandingkan dengan kontrol pelarut untuk mengetahui % daya analgetik. Hasil persen analgetik ekstrak etanol daun Seledri dosis 50 mg/kgBB=2,296 ± 1,193, dosis 100 mg/kgBB = 14,734± 0,491 dan dosis 200 mg/kgBB= 22,364 ± 0,318.Analisis statistik dilakukan dengan uji Anova pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil statistik menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Seledri memiliki perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif dari nilai p < 0,05.Ada perbedaan yang signifikan antara kontrol positif (Acetosal) dengan ekstrak etanol daun Seledri. Kata Kunci: ekstrak etanol, daun seledri, analgetik, mencit, rangsang kimia.
Sosialisasi Metode Ceramah Tentang Haid Dismenorea Terhadap Upaya Meningkatkan Pengetahuan Siswi Di SMP Negeri 1 Grogol Sukoharjo Socialization Methods Lectures About Menstruation Dysmenorrhoea Efforts to Improve Students Knowledge In SMP Negeri 1 Grogo Nuri Tri Rahmawati; Susi Endrawati
Indonesian Journal on Medical Science Vol 2 No 2 (2015): IJMS 2015
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.597 KB)

Abstract

Abstract: Young women who reach adulthood will experience menstruation (periods), the periodic and cyclic bleeding from the uterus, accompanied by the release (desquamation) endometrium. Menstruation experienced by young women sometimes cause problems, namely disminorea. Disminorea a gynecological problem, ie stiffness or spasms at the bottom of the abdomen that occurs in time before menstruation. With the onset of menstrual symptoms heaviness in the stage and pain that can interfere with learning activities, and indirectly affects the productivity and quality of life of adolescents. Lecture method can improve the knowledge about menstruation dysmenorrhea terms of cognitive learning outcomes and attitudes / affective students. This research is Kuantitatif croos sectional that is made up of two cycles, each cycle has four stages. Theyare planning, action, observation and reflection. The subjects of the study are female students class 8H and 8I. The data obtained through interviews, affective, questionnaires, and cognitive tests. The technique of data analysis is descriptive qualitative. Showed that socialization with lecture method 1) can increase the result of cognitive learning 71,3% in the first cycle to 83,7% in the second cycle or the percentage of completeness classroom 76% in the first cycle to 94% in the second cycle. 2) Can improve students affective learning outcomes. Data views of the percentage of achievement 77% in the first cycle to 80% in the second cycle. Lecture sociable about menistry dismenorhea can increase student knowledge class 8H and 8I SMP N 1 Grogol Sukoharjo. Keyword: Cross-sectional, dysmenorrhea, cognitive, affectiv  Abstrak: Remaja putri yang menginjak dewasa akan mengalami haid. Haid yang dialami remaja wanita terkadang menimbulkan masalah, yaitu disminorea. Gejala haid dengan timbulnya rasa berat di panggung dan nyeri yang dapat mengganggu aktivitas belajar, dan secara tidak langsung berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup remaja. Metode ceramah dapat meningkatkan pengetahuan tentang haid dismenorea ditinjau dari hasil belajar kognitif  dan sikap/afektif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif cross-sectional. Penelitian ini terdiri dua siklus. Setiap siklus terdapat 4 tahap yang terdiri perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian siswi kelas 8H dan 8I. Data diperoleh melalui wawancara tidak terstuktur, angket afektif dan test kognitif. Teknik Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pemberian sosialisasi metode ceramah dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dengan ketercapaian 71.3% disiklus I menjadi 83.7% pada siklus II, atau dengan persentase ketuntasan kelas 76% pada siklus I menjadi 94% pada siklus II, 2) dapat meningkatkan hasil belajar afektif siswi. Data dilihat dari persentase ketercapaian 77% disiklus I menjadi 80% pada siklus II. Metode ceramah tentang haid dismenorea dapat meningkatkan pengetahuan kognitif dan afektif siswi kelas 8H dan 8I di SMP Negeri 1 Grogol Sukoharjo. Kata Kunci:  Cross-sectional, Dismenorea, Kognitif, Afektif
Kajian Asuhan Keperawatan Post SC Hari Ke-3 Indikasi Pre - Eklampsi Di RSUD Sukoharjo (Study Of Nursing Care Post SC Day- 3 Indications Pre- Eclamsia In Hospital Sukoharjo) Endang Dwi Astuti; Tutik Yuliyanti
Indonesian Journal on Medical Science Vol 2 No 2 (2015): IJMS 2015
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.781 KB)

Abstract

Abstract: Pre-eclampsia is one of the causes of maternal mortality rate in Indonesia is the highest in Asia, which reached 228 / 100,000 live births. Mothers who experienced severe pre-eclampsia should be taken to repair the state of sectio caesarea mothers and prevent infant mortality in the uterus, or was born prematurely, and harm the kidneys hamil.Nursing care management that has been done is the mother and baby were saved, preventing the progression eclampsia. Objective: To analyze the nursing care with the problem of post-partum sectio caesarea indication of pre-eclampsia berat.Penelitian uses qualitative research with case study design, patient population used with pre-eclampsia .Sampel this study is suffering Ny.S pre-eclampsia disease in hospitals Sukoharjo.Teknik sampling used is purposive sampling. Results of the assessment: patients said pain in the post-SC wound in the lower abdomen because the incision surgery, such as puncture punctured-4 scale, duration ± 10 seconds, can not sit up straight, blood presure; 160/100 mmHg. Then the author enforce four nursing diagnosis is acute pain associated with physical injury secondary agent incision surgery, physical mobility barriers associated with general weakness, the risk of infection related to the entrance of microorganisms, tissue perfusion disorders associated with increased cardiac output. After the act of nursing for 2 x 24 hours: less pain, physical mobility constraints resolved, there was no risk of infection, headache resolved. dilakuakan implementation: reviewing TTV, assessing the level of pain, wound care. evaluation: acute pain paste partially, overcome barriers to physical mobility, the risk of infection is resolved, impaired tissue perfusion partially resolved.Keywords:nursing care,pre-eclampsia  Abstrak: Pre-eklampsia merupakan salah satu penyebab angka kematian ibu di Indonesia tertinggi di Asia yang mencapai angka 228/100.000 kelahiran hidup.Ibu yang mengalami pre-eklampsi berat harus dilakukan tindakan sectio caesarea untuk perbaikan keadaan ibu dan mencegah kematian bayi dalam uterus, atau lahir prematur, dan membahayakan ginjal ibu hamil.Hasil manajemen asuhan keperawatan yang dilakukan adalah ibu dan bayi terselamatkan, mencegah progresifitas eklampsia. Tujuan: menganalisis asuhan keperawatan dengan masalah post-partum sectio caesarea indikasi pre-eklampsia berat.Penelitian ini menggunakanj enis penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, populasi yang digunakan pasien dengan pre-eklampsia berat.Sampel penelitian adalah Ny.S yang menderita pre-eklampsia berat di ruang Bougenvil RSUD Sukoharjo.Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling.Hasil pengkajian: pasien mengatakan nyeri pada luka post-SC di perut bawah karena insisi pembedahan, seperti tertusuk-tusuk skala 4, durasi ± 10 detik, belum bisa duduk tegak, aktivitas dibantu keluarga TD; 160/100 mmHg. Ditegakkan 4 diagnosa keperawatan yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen cidera fisik sekunder insisi pembedahan, hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan umum, resiko infeksi berhubungan adanya pintu masuk mikroorganisme, gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan peningkatan curah jantung.Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam: nyeri berkurang, hambatan mobilitas fisik teratasi, tidak terjadir esiko infeksi, nyeri kepalat eratasi. implementasi yang dilakukan:mengkaji TTV, mengkaji tingkat nyeri, perawatan luka. Evaluasi: nyeri akut terasis ebagian, hambatan mobilitas fisikt eratasi, resiko infeksi teratasi, gangguan perfusijaringant eratasis ebagian.Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Pre-eklampsiberat
Sistem Informasi Kunjungan KB Menggunakan Teknologi SMS Guna Meningkatkan Kepatuhan Akseptor KB (Information System Visitation KB Using SMS Technology To Increase Compliance Acceptors) Trismianto Asmo Sutrisno; Surati Ningsih
Indonesian Journal on Medical Science Vol 2 No 2 (2015): IJMS 2015
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.023 KB)

Abstract

Abstract: This research aims to develop visited information systems for family planning acceptor using Short Message Service (SMS) technology in order to improve compliance acceptors especially acceptor injections to come for a visit in accordance with the schedule. This research approach using the System Development Life Cycle (SDLC) with Waterfall model. While the software development carried out in phases: 1) analysis of software requirements, 2) design, 3) coding and 4) testing. Step research by collecting data with survey method by field observations and interviews with speakers and literature. Observations and interviews were conducted in order to obtain accurate data on contraception, especially injectable contraceptives, re-establishment of the scheduled visit and other supporting information. Furthermore, process data that have been obtained to be processed using SDLC approach with Waterfall model and eventually managed to produce a model research information system using SMS technology to improve compliance acceptors are implemented in Independent Practice Midwife (BPM) Susiana Amini cottage located in the village of District Sukoharjo Central Java Province.Keywords: Information Systems, Family Planning, SMS, Acceptors Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi kunjungan akseptor Keluarga Berencana (KB) menggunakan teknologi Short Message Service (SMS) guna meningkatkan kepatuhan akseptor KB khususnya akseptor KB suntik untuk datang berkunjung sesuai dengan jadwal. Penelitian ini menerapkan pendekatan menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan model Waterfall. Sedangkan pengembangan perangkat lunak dilaksanakan dengan tahapan:  1) analisis kebutuhan perangkat lunak, 2) desain, 3) pembuatan kode program dan 4) pengujian. Langkah penelitian dengan melakukan pengumpulan data dengan metode survey dengan cara observasi lapangan dan wawancara kepada narasumber serta studi pustaka. Observasi dan wawancara dilakukan guna memperoleh data yang akurat tentang kontrasepsi KB khususnya kontrasepsi suntik, penetapan jadwal kunjungan ulang serta informasi pendukung lainnya. Selanjutnya mengolah data-data yang telah diperoleh untuk diolah menggunakan pendekatan SDLC dengan model Waterfall sehingga pada akhirnya penelitian berhasil menghasilkan model sistem informasi menggunakan teknologi SMS guna meningkatkan kepatuhan akseptor KB yang diimplementasikan di Bidan Praktek Mandiri (BPM) Susiana Amini yang terletak di desa Pondok Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah.Kata kunci: Sistem Informasi, Keluarga Berencana, SMS, Akseptor
Kajian Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Study Of Nursing Care In Children With Acute Respiratory Infection) Linda Purnamasari; Dewi Wulandari
Indonesian Journal on Medical Science Vol 2 No 2 (2015): IJMS 2015
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.21 KB)

Abstract

Abstract: Infection Respiratory acute (IRA) known  as one of cause the main decease at baby and toddler in developing countries. Results of the survey health 2013 indicate 15,7% experience IRA and 26,6% experience IRA symptom. While total toddler decease cause IRA in Central Java as many as 36 toddler and under four year 31 toddler. The purpose of this study to determine the nursing care in children withinfection respiratory acute. This study was a qualitative case study design using the nursing process approach. The population in this study were children who had infection respiratory acute . The sample was An. A. The sampling technique used purposive sampling. The study was done at the orcid ward  regional public hospital of Sukoharjo on February 2015. Retrieval techniques data used are interview or anamnesa, physical examination, observation, study documentation. The instrument used is guidelines for assessment form systematic process consists of data accumulation, verification, and data communication about patient. When done assessment obtained data, mother say her child blown, mother sayher child a cough, akral palpable warm, RR: 38x/minute, decreased appetite. Be found 3 nursing problem they are ineffectiveness of cleavage way breath, hyperthermia and nutritional imbalance less than body requirements. After 3x24 huor nursing care obtained improved development issues. Conclusion, the main nursing  problem of An. A with infection respiratory acute is ineffectiveness of cleavage way breath.Keywords: nursing care, children, infection respiratory acute. Abstrak: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dikenal sebagai salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan balita di negara berkembang. Hasil survei kesehatan tahun 2013 menunjukkan sebanyak 15,7% mengalami ISPA dan 26,6% mengalami gejala ISPA. Sedangkan jumlah kematian balita karena ISPA di provinsi Jawa Tengah sebanyak 67 balita, dengan usia < 1 tahun sebanyak 36 balita dan < 4 tahun sebanyak 31 balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui asuhan keperawatan pada anak dengan infeksi saluran pernafasan akut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif  dengan rancangan studi kasus menggunakan pendekatan proses keperawatan. Populasinya adalah anak dengan gangguan sistem pernafasaan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Sedangkan sampelnya adalah An. A.  Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Penelitian dilakukan pada Februari 2015 di Ruang Anggrek Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara/anamnesa, pemeriksaan fisik, observasi, stusi dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman pengkajian merupakan proses sistematika terdiri dari pengumpulan data, verifikasi, dan komunikasi data tentang pasien. Saat dilakukan pengkajian didapatkan data, ibu mengatakan anak sesak nafas, ibu mengatakan anak batuk, ibu mengatakan anaknya panas, akral teraba hangat. RR: 38 x/menit, S: 38,8˚C, N: 98 x/menit, nafsu makan menurun. Terdapat 3 masalah keperawatan, yaitu ketidakefektifan bersihan jalan nafas, hipertermi, ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan perkembangan masalah membaik. Kesimpulannya, masalah keperawatan utama pada An. A dengan infeksi saluran pernafasan akut adalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas.Kata Kunci: asuhan keperawatan, anak, infeksi saluran pernafasan akut.
Upaya Keselamatan Kerja Bagi Bidan dalam Pertolongan Persalinan dengan Alat Perlindungan Diri (Safety Measures For The Midwife In Aid Delivery By Means Of Personal Protection) Tri Suwarni; Chusnul Chotimah
Indonesian Journal on Medical Science Vol 2 No 2 (2015): IJMS 2015
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.41 KB)

Abstract

Abstract: The midwife is someone who has followed the midwife education program that is recognized in the country, has graduated from the education and qualified to be registered or have a valid license to practice midwifery and can be placed on the unit - the government health units. One form of the main services provided by midwives is Normal Delivery Care (APN). APN implementation can not be separated from the use of medical devices that potentially disease transmission. Given the high risk of health problems in hospitals, especially midwives, there should be efforts to prevent the occurrence of diseases caused by the working environment. One of them is the use of personal protective equipment (Suma'mur, 1981). Type of qualitative observational research with cross sectional approach. The data used is the result of in-depth interviews to key informants and triangulation. Key informants midwives in hospitals VK space Sukoharjo, informant triangulation among others Chief Medical Officer of the district. Sukoharjo, Director of Hospital District. Sukoharjo and Chairman of the Kab IBI Sukoharjo. The use of PPE in deliveries in the district hospitals. Sukoharjo influenced by factors that are synergistic communication, resources, disposition / attitude executor (midwife) and a bureaucratic structure. The success of the program the use of personal protective equipment can be achieved by involving all parties concerned.Keywords: Analysis, Delivery Assistance, Personal Protection Equipment Abstrak: Bidan adalah seseorang yang telah mengikuti program pendidikan bidan yang diakui di negaranya, telah lulus dari pendidikan tersebut serta memenuhi kualifikasi untuk didaftar dan atau memiliki izin yang sah untuk melakukan praktik bidan dan dapat ditempatkan pada unit – unit kerja pemerintah bidang kesehatan. Salah satu bentuk pelayanan utama yang diberikan oleh bidan adalah Asuhan Persalinan Normal (APN). pelaksanaan APN juga tidak terlepas dari penggunaan alat kesehatan yang berpotensi terjadi penularan penyakit. Melihat tingginya resiko terhadap gangguan kesehatan di Rumah Sakit khususnya bidan, maka perlu dilakukan upaya pencegahan terhadap kejadian penyakit akibat lingkungan kerja. Salah satu diantaranya adalah penggunaan alat perlindungan diri (Suma’mur, 1981). Jenis penelitian ini observasional kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan merupakan hasil wawancara mendalam kepada informan utama dan triangulasi. Informan utama yaitu bidan di ruang VK RSUD Sukoharjo, informan triangulasi antara lain Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sukoharjo, Direktur RSUD Kab. Sukoharjo dan Ketua IBI Kab Sukoharjo. Penggunaan APD pada pertolongan persalinan di RSUD Kab. Sukoharjo dipengaruhi oleh faktor yang sinergis yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi / sikap pelaksana (bidan) dan struktur birokrasi. Keberhasilan program penggunaan alat perlindungan diri dapat dicapai dengan melibatkan seluruh pihak yang terkait.Kunci : Analisis, Pertolongan Persalinan, Alat Perlindungan Diri 
Efek Penggunaan Jejaring Sosial Terhadap Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja Di Smp Negeri 1 Sukoharjo (Effects On The Use Of Social Networking Premarital Sexual Behavior In Adolescents At Smpn 1 Sukoharjo) Pratama, Bangkit Ary; Setiyaningsih, Ratna
Indonesian Journal on Medical Science Vol 2 No 2 (2015): IJMS 2015
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.246 KB) | DOI: 10.70050/ijms.v2i2.53

Abstract

 Abstract: Trends in teen sexual behavior or attitude before marriage is influenced by family factors and use of social networking . This study aims to determine how much effects on the use of social networking relationships with adolescent premarital sexual attitudes.  This study used observational analytic and use design study cross sectional  . The number of samples used 82 students of SMP Negeri 1 Sukoharjo. The sampling technique using cluster random sampling . Independent variables consist of the use of social networking and parental supervision. Dependent variable of this study is adolescent premarital sexual attitudes. Data were analyzed with linear regression analysis. There is a relationship between use of social networking towards premarital sexual attitudes (b=0.53; CI 95% 0.39-0.66; p<0.01). There is an efect that statistically significant for use of social networking to premarital sexual attitudes.Key words : social networking, premarital sexual attitudes, teenagers Abstrak: Kecenderungan berperilaku atau perilaku seksual remaja sebelum menikah dipengaruhi adanya faktor lingkungan yaitu keluarga terutama orang tua dan adanya arus informasi yang kuat terutama dari penggunaan jejaring sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan hubungan antara penggunaan jejaring sosial yang positif dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Jumlah sampel 82 siswa SMP Negeri Sukoharjo dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Variabel independent terdiri dari penggunaan jejaring social yang positif. Variabel dependent penelitian ini adalah perilaku seksual pranikah remaja. Data dianalisis dengan analisis regresi linier. Ada hubungan positif dan secara statistik signifikan penggunaan jejaring sosial yang sesuai dengan kebutuhan dan perilaku seksual pranikah (b=0.53; CI 95% 0.39 sd 0.66; p<0.01). Terdapat efek yang secara statistik signifikan pada penggunaan jejaring social yang positif terhadap perilaku seksual pranikah yang positif pada remaja di SMP Negeri 1 SukoharjoKata Kunci : jejaring sosial, pengawasan orang tua, perilaku seksual pranikah, remaja.
Relaksasi Otot Progresif Dapat Menurunkan Nyeri Kepala Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta (Progressive Muscle Relaxation Can Reduce Headache In General Hospital Dr. Moewardi Surakarta) Ikrima Rahmasari
Indonesian Journal on Medical Science Vol 2 No 2 (2015): IJMS 2015
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.687 KB)

Abstract

Abstract: Headache or chepalgia is a very common complaint and disturbing. The most common headaches are tension-type headache (tension type). Tension-type headache sufferers always convey the symptoms of pain and muscle spasm. Head and neck muscle contraction is the mechanism of the cause of this headache. Progressive muscle relaxation is one of the therapeutic techniques to reduce headache in the form of muscle relaxation exercises. This study was to determine the effect of progressive muscle relaxation in lowering tension type headache. This study used a method Quasi Experimental Design approach pretest posttest control group design with a sample of 110 respondents consisting of a treatment and control group. Each group sample of 55 respondents. Every patient who experienced headache muscle relaxation therapy, carried out for 3 days, beginning with the first and ending with pretest posttest. Instrument for pain assessment using sheets Numeric Pain Scale (NPS). Patients tension-type headache after progressive muscle relaxation decreased pain scale (ρ = 0.000). In patients with symptoms of headache tension type after therapeutic progressive muscle relaxation exercises for ± 10 minutes 1 time per day for 3 days decreased pain scale, so that progressive muscle relaxation techniques effectively to reduce headaches, particularly tension type headache and can be implemented as a non pharmacological therapy nursing interventions.Keywords: Head Pain, Progressive Muscle Relaxation, Tension Type                                                                     Abstrak: Nyeri kepala (headache atau chepalgia) merupakan keluhan yang sangat umum dan mengganggu. Sakit kepala yang paling umum adalah sakit kepala tipe tegang (Tension Type). Penderita tension type headache selalu menyampaikan gejala nyeri dan spasme otot. Kontraksi otot kepala dan leher merupakan mekanisme dari penyebab nyeri kepala ini. Relaksasi otot progresif merupakan salah satu teknik terapi untuk menurunkan nyeri kepala berupa latihan pengendoran otot-otot. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif dalam menurunkan nyeri kepala tipe tegang (tension type). Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental Design dengan pendekatan Pretest Posttest Control Group Design dengan jumlah sampel 110 responden yang terdiri dari kelompok perlakuan dan kontrol. Masing-masing kelompok jumlah sampel 55 responden. Setiap pasien yang mengalami nyeri kepala dilakukan terapi relaksasi otot, dilakukan selama 3 hari, dengan diawali dengan pretest dulu dan diakhiri dengan posttest. Instrument pengkajian untuk nyeri menggunakan lembar Numeric Pain Scale (NPS). Pasien nyeri kepala tipe tegang (tension type) setelah dilakukan relaksasi otot progresif terjadi penurunan skala nyeri (ρ=0,000). Pada pasien dengan keluhan nyeri kepala tension type setelah dilakukan terapi latihan relaksasi otot progresif selama ±10 menit 1 kali per hari selama 3 hari terjadi penurunan skala nyeri, sehingga teknik relaksasi otot progresife efektif untuk menurunkan nyeri kepala, khususnya nyeri kepala tipe tegang (tension type) dan dapat implementasikan sebagai intervensi keperawatan terapi non farmakologis.Kata Kunci : Nyeri Kepala, Relaksasi Otot Progresif, Tension Type
Kepemimpinan Dan Komunikasi Berhubungan Dengan Kinerja Pada Pegawai Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Sukoharjo (Leadership And Communication On The Employees Performance Of Bhakti Mulia Polytechnic Of Health Sukoharjo) Kustanti .
Indonesian Journal on Medical Science Vol 2 No 2 (2015): IJMS 2015
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.809 KB)

Abstract

Abstract: Performance is the result of work which can be achieved by a person or group of people within the organization, in accordance with the authority and responsibilities of each to achieve the organization goals legally; it must not break the law and base on moral and ethical. Phenomena at Bhakti Mulia Polytechnic of Health show that the leader rarely makes a written work program, rarely conducts regular meeting, rarely motivates both lecturers and employees, and has unascertainable presence. Based on the problems above, the researcher is interested in examining the influence of leadership and communication to employees performance at Bhakti Mulia Polytechnic of Health. This study aims to identify and analyze leadership and communication to employees’ performance. The research population was all employees of Bhakti Mulia Polytechnic of Health Sukoharjo, so there were 50 people as total sample. The data analyzing technique used was one shoot method technique with SPSS, used was linearity test, and path analysis. Leadership and communication had positive influence to employees’ performance. Leadership and communication had positive to employees’ performance at Bhakti Mulia Polytechnic of Health Sukoharjo, if  leadership and communication enhanced so performance will increase.Keywords: leadership, communication, performanceAbstrak: Kinerja merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing- masing untuk mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Fenomena yang ada di Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia bahwa pimpinan jarang membuat program kerja tertulis, rapat rutin jarang dilakukan, jarang memotivasi dosen dan karyawannya, dan kehadiran yang tidak dapat dipastikan.  berdasarkan permasalahan di atas peneliti tertarik meneliti dengan judul kepemimpinan dan komunikasi berhubungan dengan kinerja pegawai Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kepemimpinan dan Komunikasi terhadap Kinerja pegawai Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia. Populasi penelitian ini adalah semua pegawai Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Sukoharjo yang jumlahnya 50 orang sampel total. Analisis data  menggunakan teknik one shoot method dengan bantuan program SPSS dan menggunakan teknik analisis uji linieritas, dan teknik analisis statistik yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan dan komunikasi berpengaruh positif terhadap kinerja. Kepemimpinan dan komunikasi berpengaruh positip terhadap kinerja pegawai Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Sukoharjo, apabila kepemimpinan dan komunikasi ditingkatkan maka kinerja akan meningkat.Kata kunci : kepemimpinan, komunikasi, kinerja

Page 1 of 2 | Total Record : 15