cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017" : 16 Documents clear
Perubahan Histopatologi Usus Tengah Larva A. Aegypti L. Setelah Terpapar Ekstrak Biji Mengkudu (Morinda Citrifolia) Histopatological Changes in the Midgut of A. aegypti L. Larvae after Exposure Morinda citrifolia Seed Extract Adhi Kumoro Setya; Vector Stephen Dewangga - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.809 KB)

Abstract

Abstract: In the present time a lot of mosquitoes begin to be resistant to the use of chemicals (insecticides). Bioinsektisida position as alternatives in disease vector control is very important, but information on the effects on the target insect is still incomplete. This study aims to show the lethal concentration (LC50) and the tissue changes that occur in the third instar larval midgut of A. aegypti L. (Diptera: Culicidae) after exposure to grain ethanol extract of mengkudu (Morinda citrifolia). Larvacide ability of the compounds was performed using probit analysis and pathological effects tested histologically. This study was using 7 (seven) variations of concentration with test repetition of 3 (three) times. The number of larvae in each treatment were 20 in total. From the results of probit analysis it showed that lethal concentration (LC50) took place at the concentration of 0,07%.Against the dissected larval midgut is divided into anterior and posterior parts, made preparations histology staining was analyzed using a light microscope. Insects were exposed to extracts is visiible in terms of the damage to the cytoplasm vacuoles in the columnar cells and regeneration of midgut. Apical surface of columnar cells showed protrusion of cytoplasm towards the lumen. It does not occur in the untreated control larvae. We reported that mengkudu (Morinda citrifolia)seed extract has larvicidal power by causing changes in the A. aegypti larval midgut, thus supporting the use of the seeds for vector control ofA. aegypti.Key words: Aedes aegypti, Mengkudu (Morinda citrifolia), Extracts, larvicide, Histopathology Abstrak: Dalam masa sekarang ini banyak nyamuk mulai resisten terhadap penggunaan bahan kimia (insektisida). Posisi bioinsektisida sebagai alternatif dalam pengendalian vektor penyakit sangat penting sekali, tetapi informasi mengenai efek pada serangga sasaran masih belum lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukan lethal concentration (LC50) dan perubahan jaringan yang terjadi pada usus tengah larva instar ketiga Aedes aegypti L. (Diptera: Culicidae) setelah terpapar ekstrak etanol biji mengkudu (Morinda citrifolia). Kemampuan larvasida dari senyawanya dilakukan menggunakan analisis probit dan efek patologisnya diuji secara histositologi. Penelitian ini menggunakan 7 (tujuh) variasi konsentrasi dengan penggulangan uji sebanyak 3 (tiga) kali. Jumlah larva tiap perlakuan sebanyak 20 ekor. Dari hasil analisis probit menunjukan lethal concentration (LC50) terjadi pada konsentrasi 0,07%. Terhadap usus tengah larva dibedah dibagi menjadi bagian anterior dan posterior, dibuat preparat pengecatan histologi kemudian dianalisa menggunakan mikroskop cahaya. Serangga yang terpapar ekstrak terlihat jelas kerusakan pada vakuola sitoplasma dalam sel-sel kolumnar dan regenerasi usus tengah. Permukaan apikal sel kolumnar menunjukan penonjolan sitoplasma ke arah lumen. Hal tersebut tidak terjadi pada larva kontrol tanpa perlakuan. Kami melaporkan bahwa ekstrak biji mengkudu mempunyai daya larvasida dengan menyebabkan perubahan pada usus tengah larva A. aegypti, sehingga mendukung penggunaan biji tanaman ini untuk mengendalikan vektor A. aegypti.Kata kunci: Aedes aegypti, Morinda citrifolia, Ekstrak, Larvasida,Histopatologi
Pengaruh Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana Val) Terhadap Mencit Wiwik Rosi Wiyanti; Susi Endrawati - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.942 KB)

Abstract

Abstract: Rhizome Rally Leads have chemical constituents of flavonoids, saponins and essential oils, efficacious as a tonic. The purpose of research, determine the effect of ethanol extract of rhizome Rally Leads to a tonic effect and dose of ethanol extract of rhizome Intersection dribbles most effective. An experimental study to test the difference in the dose of ethanol extract of the rhizome Rally Leads dose of 100 mg / kg, 200 mg / kg, and 400 mg / kg. Rhizome Rally Leads macerated with ethanol 96% and then tested on mice. Analysis of the results by observing the length of time from the start of mice exhausted tired to swim, mice were given ethanol extract and fresh again. Results yield of ethanol extract of the rhizome maceration Rally Leads 9.3225% b/b. The ethanol extract of rhizomes Rally Leads (Curcuma heyneana Val) at a dose of 400 mg / kg had a tonic effect with an average of 11 minutes, a dose of 200 mg / kg with an average of 6.25 minutes, and a dose of 100 mg / kg with an average of 3.25 minutes. Conclusion: (1) The ethanol extract of rhizomes Rally Leads (Curcuma heyneana Val) at all doses showed dose variation tonic effect on mice. (2). The ethanol extract of rhizomes Rally Leads (Curcuma heyneana Val) at a dose of 400 mg / kg showed the most effective tonic effect.Keywords: Curcuma heyneana Val, tonic effect, ethanol extract, flavonoid Abtrak: Rimpang Temu Giring mempunyai kandungan kimia flavonoid, saponin dan minyak atsiri, berkhasiat sebagai tonikum. Tujuan penelitian, mengetahui pengaruh ekstrak etanol rimpang Temu Giring terhadap efek tonikum dan dosis ekstrak etanol rimpang temu giring yang paling efektif. Penelitian eksperimental dengan melakukan uji perbedaan dosis ekstrak etanol rimpang Temu Giring dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 400 mg/kg BB. Rimpang Temu Giring dimaserasi dengan pelarut etanol 96% kemudian diujikan terhadap mencit. Analisis hasil dengan cara observasi lama waktu lelah dari mulai mencit dilelahkan dengan berenang, diberi ekstrak etanol dan mencit segar kembali. Hasil rendemen maserasi ekstrak etanol rimpang Temu Giring 9,3225% Ekstrak etanol rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana Val) pada dosis 400 mg/kg BB memiliki efek tonikum dengan rata-rata 11 menit, dosis 200 mg/kg BB dengan rata-rata 6,25 menit, dan dosis 100 mg/kg BB dengan rata-rata 3,25 menit. Kesimpulan: (1) Ekstrak etanol rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana Val) pada dosis semua variasi dosis menunjukan efek tonikum terhadap mencit. (2). Ekstrak etanol rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana Val) pada dosis 400 mg/kg BB menunjukan efek tonikum yang paling efektif.Katakunci: Curcuma heyneana Val, efek tonikum, ekstrak etanol, flavonoid
Faktor Risiko Hipertensi Pada Pasien Poliklinik Puskesmas Pajang Surakarta Hypertension Risk Factors in Polyclinic Patients of Pajang Public Health Center Surakarta Sumardiyono .; Yusiska Wahyu I - Universitas Sebelas Maret Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.186 KB)

Abstract

Abstract: Hypertension is a chronic disease, when blood pressure rises above normal blood pressure, ie systolic blood pressure 140 mmHg or more and diastolic blood pressure 90 mmHg or more. Patients with hypertension often don’t show symptoms and only realized the condition if hypertension has caused complications in the heart, blockage of blood vessels, until the rupture of blood vessels in the brain resulting in death, so hypertension is often referred to as "the silent killer”. There was several risk factors that affect the incidence of hypertension, some of which can be modified. This study aims to determine the risk factors of hypertension in patients Polyclinic of Pajang Public Health Center Surakarta. This research is an observational analytic research with cross sectional approach. The subjects of this research are patient of Polyclinic of Pajang Public Health Center Surakarta. for 60 people through purposive quota sampling technique. The independent variables of this study were hypertension risk factors as measured by questionnaire. The dependent variable of this research is hypertension. The results of the study on each variable showed a significant relationship (significant) between age risk factors and consumption of foods high in saturated fat with the incidence of hypertension. Hypertension risk factors in patients of Pajang Public Health Center Surakarta among others age and consumption of foods high in saturated fat.Keywords: Hypertension, Public Health Center.  Abstrak: Hipertensi merupakan penyakit kronis dimana tekanan darah meningkat di atas tekanan darah normal, yaitu tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih. Penderita hipertensi sering tidak menampakkan gejala dan baru menyadari kondisinya jika hipertensi sudah menimbulkan komplikasi pada jantung, penyumbatan pembuluh darah, hingga pecahnya pembuluh darah di otak yang berakibat kematian, sehingga hipertensi sering disebut sebagai “the silent killer.” Terdapat beberapa faktor risiko yang mempengaruhi kejadian hipertensi, sebagian diantaranya dapat dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko hipertensi pada pasien Poliklinik Puskesmas Pajang Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien Poliklinik Puskesmas Pajang Surakarta sebanyak 60 orang diambil melalui teknik purposive quota random sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah faktor risiko hipertensi yang diukur dengan kuesioner. Variabel terikat penelitian ini adalah hipertensi. Hasil penelitian pada masing-masing variabel menunjukkan hubungan yang bermakna (signifikan) antara faktor risiko usia dan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dengan kejadian hipertensi. Faktor risiko hipertensi pada pasien Poliklinik Puskesmas Pajang Surakarta antara lain usia dan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh. Kata Kunci: Hipertensi, Puskesmas.
Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan Penentuan Kontrol di Puskesmas Gambirsari Surakarta Hazard Identification, Risk Assesment and Determining Control in Gambirsari Public Health Center Surakarta Reni Wijayanti; Amalia Salim W2 - Universitas Sebelas Maret Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.486 KB)

Abstract

Abstract: Public Health Center as a health service facility must prioritize the improvement of service quality to the community without neglecting Health and Safety effort for all workers, patients, and Public Health Center visitors. Potential hazards in Public Health Center include infectious diseases, accidents, radiation of hazardous chemicals, psychosocial disorders and ergonomics. The presence of potential hazards requires efforts to control and minimize and if possible negate them. Health and Safety in Public Health Center need to be managed properly through Hazard Identification risk management, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). The research method used descriptive observational. Source of data used in the form of primary data. The data were collected by direct observation along with photo of observation result and interview with Public Health Center officer. Discussion with literature review related to the problems studied. The results of this study indicated the activities of health workers and patients are arranged according to the patient's service flow. Potential hazards in Gambirsari Public Health Center are: 1) Utilization of garbage not yet optimal, 2) Location of APAR less easy to reach, 3) Cable less well organized, 4) Cleaning fan not cleaned, 5) Poly Roof hole, 6) Which has been damaged, 7) Bathroom slippery and poorly maintained, 8) Use of excessive electrical current. All the results of the hazard risk assessment found are medium.Keywords: Hazard Identification, Risk Assesment, Determining Control, Public Health Center  Abstrak: Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tetap harus mengedepankan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat tanpa mengabaikan upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi seluruh pekerja, pasien, dan pengunjung Puskesmas. Potensi bahaya di Puskesmas antara lain penyakit-penyakit infeksi, kecelakaan, radiasi bahan-bahan kimia yang berbahaya, gangguan psikososial dan ergonomi. Adanya potensi bahaya diperlukan upaya untuk mengendalikan dan meminimalisasi dan bila mungkin meniadakannya. K3 di lingkungan puskesmas perlu dikelola dengan baik melalui manajemen risiko Hazard Identification, Risk Assesment, and Determining Control (HIRADC). Metode penelitian menggunakan observasional deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa data primer. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi langsung disertai foto hasil observasi dan wawancara dengan petugas Puskesmas. Pembahasan dengan kajian literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas kegiatan petugas kesehatan dan pasien sudah tertata sesuai alur pelayanan pasien. Potensi bahaya di Puskesmas Gambirsari antara lain: 1) Pemanfaatan tempat sampah belum optimal, 2) Letak APAR kurang mudah dijangkau, 3) Kabel kurang tertata rapi, 4) Kipas angin belum terawat kebersihannya, 5) Atap Poli terdapat lubang, 6) Alas kursi yang sudah rusak, 7) Kamar mandi licin dan kurang terawat, 8) Penggunaan arus listrik berlebihan. Semua hasil penilaian risiko bahaya yang ditemukan adalah medium.Kata kunci: Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Penentuan Kontrol, Puskesmas 
Pengaruh Pemberian VCO (VIRGIN COCONUT OIL) Terhadap Stabilitas Salep Ekstrak Etil asetat Daun Seligi (Phyllanthus buxifolius Muell. Arg) The Influence Of Giving Effect VCO (VIRGIN COCONUT OIL) To Stability Of Aethyl acetate Extract Ointment Of Seligi Siwi Hastuti - Poltekes Bhakti Mulia Sukoharjo
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.979 KB)

Abstract

Abstract: Seligi (Phyllanthus buxifolius Muell. Arg) is an Indonesian native plant, which has been traditionally used as pain releaving drugs for treating sprains and rheumatism. Phytochemical screening was conducted to determine the chemical content in the aethyl acetate extract of the Seligi leaves. VCO is an oil derived from coconuts, used topically, serves to protect the skin from infection and free radicals and soften the skin.This research aims to determine the effect of variation levels against the physical stability of the ointment VCO aethyl acetate extract of seligi leaves.. First, the seligi leaf extracted by maceration method using aethyl acetate. Ointments are formulated into three levels VCO formula with a variation of 5%, 10%, and 20% use the seligi leaves extract concentration of aethyl acetate of 10% for each formula. Physical test include organoleptic test, homogeneity, pH,  spread power, sticky power and protection power. Statistical analysis was performed with normality test with One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test, homogeneity test with a Test of homogeneity, the next Variances One Way ANOVA test and Post Hoc Test. Differences VCO concentration in  aethyl acetate extract ointment of seligi leaves effects for the physical characteristic material. The results of this research were obtained ointment preparation with an average pH 6 and homogeneous ointment material. The spread power and sticky power were obtained of normal result with significant value and homogeneus value.Keywords: Phyllanthus buxifolius, Seligi, VCO, ointments, rheumatism. Abstrak: Seligi (Phyllanthus buxifolius Muell. Arg) merupakan tanaman asli Indonesia yang sejak lama secara tradisional digunakan masyarakat sebagai obat nyeri pada sendi terkilir dan untuk mengobati rematik. Virgin coconut oil merupakan minyak yang berasal dari buah kelapa, digunakan secara topical, berfungsi untuk melindungi kulit dari infeksi dan radikal bebas serta dapat melembutkan kulit. Penelitian  ini bertujuan untuk  mengetahui  pengaruh  variasi  kadar  VCO terhadap  stabilitas fisik salep ekstrak etil asetat daun seligi. Sebelumnya daun seligi diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat. Salep diformulasikan  menjadi  tiga  formula  dengan  variasi kadar  VCO  5%,  10%,  dan  20%  menggunakan  kadar  ekstrak etil asetat daun seligi sebesar 10% untuk setiap formula. Uji sifat fisik meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar,  daya  lekat, dan daya proteksi. Analisis statistik dilakukan dengan uji normalitas dengan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test, uji homogenitas dengan Test of Homogeneity of Variances selanjutnya dilakukan uji One WayANOVA dan Post Hoc Test. Perbedaan konsentrasi VCO pada sediaan salep ekstrak etil asetat daun seligi berpengaruh pada sifat fisik sediaan. Hasil dari penelitian ini diperoleh sediaan salep dengan pH rata-rata 6 dan salep homogen. Daya lekat dan daya sebar diperoleh hasil yang normal dan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan.Kata kunci :Phyllanthus buxifolius, Seligi, VCO, Salep.
Hubungan Lingkungan dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Akademi Kebidanan Berlian Nusantara Magetan The Correlation Environment and Learning Motivation with Learning Achievement of the Berlian Nusantara Midwifery Academy in Magetan Ratih Budi Malasari - AKBID Berlian Nusantara; Sunardi .; Nunuk Suryani - Pasca Sarjana UNS
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.133 KB)

Abstract

Abstract: Learning achievement is influenced by many factors. These factors include the environmentand motivation to learn. A good learning environment will motivate student learning so that the effect on learning achivement are good also. The learning environment includes family, school, and society environment. Motivationin learning is an important factor in encoureging students carry out learning activities. The higher learning motivation they have, the better learning achievement they get. The motivation to learn includes intrinsic and extrinsic motivation. The purpose of this study is to investigate the the correlation learning environment and learning motivation with learning achievement of the Berlian Nusantara Midwifery Academy in Magetan. This study is qualitative non-experimental study by using cross sectional research method. The population are all third and forth semester students of “Berlian Nusantara” Midwifery Academy. There are 51 students. The sample collecting technique used in this study is total sampling technique. The instruments of this study are students’ grade point average (GPA) and questionnaire about learning environment and learning motivation. Validity test using product moment correlation and reliability using alpa cronbach test  had been done before the questionnaires were distributed to the students. There was no correlation between learning environment and learning motivation with learning achievement (ƿ : 0.085 > 0.05). However, from the double regression analysis result, the researcher gets regression coefficient result ƿ (0.000 < 0.05). Therefore, those factors (environment and learning motivation) are significantly related to students’ learning achievement. Learning environment and learning motivation are closely related to students’ learning achievement. It is suggested for academic institution, family, and society to create a good learning environment in order to grow a high learning motivation. Consequently, those factors will also have a great influence in achieving high learning achievement.    Key words : Learning environment, learning motivation, learning achievement  Abstrak: Prestasi belajar dipengaruhi banyak faktor. Faktor tersebut antara lain lingkungan belajar dan motivasi belajar. Lingkungan belajar yang baik akan menumbuhkan motivasi belajar pada mahasiswa sehingga berpengaruh pada prestasi belajar yang baik pula. Lingkungan belajar meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Motivasi dalam belajar merupakan faktor penting dalam mendorong mahasiwa melaksanakan kegiatan belajar. Semakin tinggi motivasi belajar maka akan semakin tinggi pula prestasi belajar yang diperoleh. Adapun motivasi belajar meliputi motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lingkungan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar pada mahasiswa Akademi kebidanan Berlian Nusantara Magetan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif non eksperimentaldengan metode penelitian “cross sectional”. Populasi semua mahasiswa semester III dan V Akademi Kebidanan Berlian Nusantara Magetan, yaitu sebanyak 51 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan teknik “total sampling”. Instrumen berupa Indeks Prestasi Kumulatif dan kuesioner lingkungan belajar serta motivasi belajar. Pada kuesioner dilakukan tes validitas menggunakan rumus  korelasi product moment (ρ < 0,05) dan reliabilitas menggunkan rumus alpha cronbach (α ≥ 0,07) sebelum digunakan.  Tidak ada hubungan lingkungan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar (ρ : 0,085 > 0,05). Namun dari hasil analisis regresi berganda diperoleh nilai koefisiensi regresi ρ (0,000) < 0,05 sehingga faktor-faktor (lingkungan belajar dan motivasi belajar) berhubungan signifikan dengan prestasi belajar mahasiswa. Lingkungan belajar dan motivasi belajar sebenarnya sangat berhubungan dengan prestasi belajar mahasiswa. Disarankan bagi institusi pendidikan, keluarga dan masyarakat untuk mampu menciptakan lingkungan belajar yang baik sehingga menumbuhkan motivasi belajar yang tinggi. Sehingga faktor-faktor tersebut mampu berpengaruh pada perolehan prestasi belajar yang tinggi pula.Kata Kunci : lingkungan belajar, motivasi belajar, prestasi belajar
Uji Efek Antidiabetik Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Stevia ( Stevia Rebaudiana Bert. ) Dan Daun Sambiloto (Andrographis folium) Pada Tikus Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Aloksan The Effect Antidiabetik A Combination Of Extracts Ethanol Leaves Stevia ( Sepgiarno Ambar Pradini; Petrus Petrus Rizky Pambudi; Farah Ayu Dinah - STIKES Nasional Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.25 KB)

Abstract

Abstract : Diabetes mellitus (DM) is one of non-communicable diseases who became a public health problem the world with prevalence increasing every year. Research now develops natural ingredients as a diabetes drug that has the effect of decreases blood glucose levels. The study was conducted to determine the combination of extracts ethanol leaves stevia and leaves bitter a more effective decrease of blood glucose levels in male mice wistar strain induced alloxan as compared to the provision of a single. This research uses experimental research with pre and post test randomized controlled group design. 40 test animals were divided into 8 groups : normal, negative (CMC-Na), positive (glibenklamid a dose of 1, 26mg/kgBB), bitter dose of 20, 5mg/kgBB (SA 100), stevia dose of 100mg/kgBB (ST 100), STSA 75:25, STSA 50:50 and STSA 25:75. All groups except the normal group induced alloxan dose of 175mg / kgBB on day 0, followed by animal testing until day 14. The data obtained were blood glucose on day 0, day 7 and day 14 and measured using GOD-PAP method. The data collected were tested normalitasnya to use Shapiro-Wilk Test on the ANOVA (Analysis of Varians) with (α = 0, 05). The combination of ethanol extract of stevia leaf and bitter leaf can decrease blood glucose level significantly (p <0,05), for optimum dose ie STSA 75:25 dose with hypoglycemic power percentage of 23%. The combination of extracts ethanol leaves stevia and leaves bitter more effectively decreasing blood glucose levels compared to the provision of a single.Key word : Antidiabetes, Leaf Stevia, Leaves Bitter, Extracts Ethanol Abstrak : Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia dengan prevalensi yang meningkat setiap tahunnya. Penelitian sekarang mengembangkan bahan alam sebagai obat diabetes yang mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kombinasi ekstrak etanol daun stevia dan daun sambiloto yang lebih efektif menurunkan kadar glukosa darah pada tikus jantan galur wistar yang diinduksi aloksan dibandingkan dengan pemberian secara tunggal. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental dengan rancangan pre and post test randomized controlled group design.  Hewan uji sebanyak 40 ekor dibagi menjadi 8 kelompok yaitu: normal, negatif (CMC-Na), positif (glibenklamid dosis 1,26mg/kgBB), sambiloto dosis 20,5mg/kgBB (SA 100), stevia dosis 100mg/kgBB (ST 100), STSA 75:25, STSA 50:50 dan STSA 25:75. Semua Kelompok kecuali kelompok normal diinduksi aloksan dosis 175mg/kgBB pada hari ke-0, dilanjutkan dengan perlakuan hewan uji dari hari ke-1 sampai hari ke-14. Data yang diperoleh berupa kadar gula darah pada hari ke-0, hari ke-7 dan hari ke-14 dan diukur menggunakan metode GOD-PAP. Data yang diperoleh diuji normalitasnya menggunakan Shapiro-Wilk Test dilanjutkan uji ANOVA (Analysis of Varians) dengan (α=0,05). Kombinasi ekstrak etanol daun stevia dan daun sambiloto dapat menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan (p<0,05), untuk dosis optimalnya yaitu dosis STSA 75:25 dengan persentase daya hipoglikemik sebesar 23%. Kombinasi ekstrak etanol daun stevia dan daun sambiloto lebih efektif menurunkan kadar glukosa darah dibandingkan dengan pemberian secara tunggal.Kata kunci : Antidiabetes, Daun Stevia, Daun Sambiloto, Ekstrak Etanol
Hubungan Motivasi Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Tindakan Pap Smear Pada Wanita Usia Subur di Wilayah Gonilan Correlation Between Motivation of Early Cervix Cancer Detection with Pap Smear Examination Behavior in Reproductive Age of Women in Gonilan D Ajeng Novita Sari - Mamba’ul Ulum Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.67 KB)

Abstract

Abstract: Cervix cancer has become women’s health problem that should get serious concern. In Indonesia, there are about 40-45 new cases emerged every day, and 20-25 women are die from cervix cancer per day. It can be estimated that in every hour, a woman dies due to cervix cancer. These supposed to be minimized by primary prevention that is Pap Smear or IVA Test. The objective of this study is to know the correlation between motivation and Pap Smear test behavior of Reproductive age women in Gonilan District. This study used quantitative descriptive correlation with cross sectional method. The subjects are 50 reproductive age women in Gonilan district. We used purposive sampling method to obtain the subjects. Data collection were managed by using questionnaire and checklist, while data analysis used chi-square statistic test. The result shows that the majority of age joined in this study are 25-35 years’ old that is 46 women (92.0%); The respondent with Senior High School educational background is 35 women (75.0%); and there were 23 women (46.0%) working in private sector. The majority of reproductive age women, that is 27 people (54%), have not conducted for Pap Smear examination yet. There is significant correlation between motivation of early cervix cancer detection with behavior of doing Pap Smear test in reproductive age of women in Gonilan district (p=0.005).Keywords: motivation of early detection, pap smear examination Abstrak: Kanker leher rahim menjadi suatu permasalahan kesehatan wanita yang perlu mendapat perhatian serius.Di Indonesia diperkirakan setiap hari muncul 40-45 kasus baru, 20-25 orang meninggal, berarti setiap 1 jam diperkirakan 1 orang perempuan meninggal dunia karena kanker serviks. Hal tersebut seharusnya dapat ditekan dengan melakukan upaya pencegahan primer melalui pemeriksaan pap smear atau IVA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi dengan tindakan pap smear pada wanita usia subur di Wilayah Gonilan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif descriptif correlation dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah wanita usia subur di Wilayah Gonilan sebanyak 50 orang dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan checklist. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas umur responden adalah 20-35 tahun sebanyak 46 orang (92,0%) dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak 35 responen (75,0%) dan bekerja di sektor wiraswasta yaitu sebanyak 23 orang (46,0%). Mayoritas motivasi wanita usia subur untuk melakukan deteksi dini kanker serviks adalah rendah yaitu sebesar 30 orang (60,0%). Mayoritas wanita usia subur belum pernah untuk melakukan pap smear yaitu sebesar 27 orang (54,0%). Ada hubungan yang bermakna antara motivasi deteksi dini kanker serviks dengan tindakan melakukan pap smear pada wanita usia subur di Wilayah Gonilan dengan p value (0,005 < 0,05).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Payudara Dengan Kejadian Bendungan Asi Di RB Suko Asih Sukoharjo Relation Between Knowledge Of Mother Childbirth About Breastcare With Engorgement Incident In Suko Asih Clinic Of Labor Sukoharjo Maretta Nur Indahsari; Chusnul Chotimah - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.017 KB)

Abstract

Abstract: Breastfeeding is one of the best ways for a baby to get nutrients for growth and his immune system. However, in the process of breastfeeding is often found obstacles such as breast swelling due to the accumulation of breast milk called engorgement. From the preliminary study in Suko Asih Clinic For Labor Sukoharjo obtained in October 2011 that 58 postpartum mothers 32 of them suffer from engorgement. engorgement cause mastitis and breast abscess (Astriani, 2009). If there is a breast abscess then the mother can not breastfeed her baby, this would eliminate the right of the baby to get exclusive breastfeeding. This study aims to determine the level of postpartum knowledge about breast care with the incidence of engorgement on Suko Asih Clinic For Labor Sukoharjo in 2012. The type of this study is analitic observational with Cross Sectional approach. Population and research sample were all postpartum mother in Suko Asih Clinic For Labor Sukoharjo as many as 52 respondents taken with total sampling technique. Data analysis using Chi Square test. The results of this study obtained postpartum mother with knowledge level about breast care both with incidence of engorgement as much as 38,5% and there is significant relation between maternal knowledge level about breast care with incidence of engorgement in Suko Asih Clinic Labor Sukoharjo. Suggestions for the community especially pregnant and breastfeeding women need to find information about how to do breast care, for health workers need to counsel about breast care techniques to patients both during pregnancy and after delivery so that mothers can do breast care at home well, because it can help mother to avoid problems in breastfeeding.Keywords: Level of Knowledge, Childbirth, Engorgement. Abstrak : Menyusui merupakan salah satu cara terbaik bagi bayi mendapatkan nutrisi untuk pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuhnya (Soetjiningsih, 2012). Akan tetapi dalam proses menyusui sering ditemukan kendala seperti pembengkakan payudara akibat penumpukan ASI yang disebut bendungan payudara. Hasil studi pendahuluan di RB Suko Asih Sukoharjo diperoleh data pada bulan Oktober 2011 dari 58 ibu post partum 32 diantaranya mengalami bendungan ASI. Bendungan ASI dapat menimbulkan mastitis dan abses payudara (Astriani, 2010). Jika sudah terjadi abses payudara maka ibu tidak bisa menyusui bayinya, hal ini tentu menghilangkan hak bayi untuk mendapatkan ASI secara eksklusive. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara dengan kejadian bendungan ASI di RB Suko Asih Sukoharjo tahun 2012. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah semua ibu nifas di RB Suko Asih Sukoharjo sebanyak 52 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis data dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ibu nifas dengan tingkat pengetahuan tentang perawatan payudara baik dengan kejadian bendungan ASI sebanyak 38,5% dan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara dengan kejadian bendungan. Saran bagi masyarakat khususnya ibu hamil dan menyusui perlu untuk mencari informasi tentang cara melakukan perawatan payudara, bagi tenaga kesehatan perlu melakukan konseling tehnik perawatan payudara kepada pasien baik pada saat hamil maupun setelah persalinan agar ibu dapat melakukan perawatan payudara dirumah dengan baik, karena dapat membantu ibu untuk menghindari masalah dalam menyusui.Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Nifas, Bendungan ASI.
Trend Gross Death Rate Dan Net Death Rate Per Tahun Di Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Surakarta Tahun 2011-2015 Pratama, Bangkit Ary; Parmadi, Anom
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.228 KB) | DOI: 10.70050/ijms.v4i2.117

Abstract

Introduction Survey Based on RS PKU Muhammadiyah Surakarta Year 2011-2015 Already calculation GDR and NDR but yet does Against Value Creation trend GDR and NDR. And Mortality in PKU Muhammadiyah Surakarta Year 2011-2015 fluctuated.To identify trends GDR and NDR per year at PKU Muhammadiyah Hospital in Surakarta in 2011 - 2015. Research is descriptive, retrospective study design with overall sample population is a list of books hospitalizations Year 2011 - 2015 WITH univariate analysis, the data collected by observation and interviews. From the results of observation and calculation tin Value GDR Already below the national standard values Is 45% but still rose And Decline Of The Year 2011-2015 That is 20.22%, 20.11%, 16.97%, 18.66%, 15.19% And to review Also NDR Value Already below the national standard of 25% And Still Namely rose And Impairment NDR That is 11.09%, 6.86%, 7.13%, 9.39%, 7,92%. Trend GDR and NDR in Hospital Year 2011 - 2015 experienced a decline. GDR in 2011 Figures trend decreased 4.6 20.53 15.93 Become forecast for a review of 2016 figures NDR Value Score 14.73 while the trend was decreasing 1,52 9,25 7,73 Being And forecasts (Forecasting) 2016 figures 7, 35.

Page 1 of 2 | Total Record : 16