cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2021): IJMS 2021" : 15 Documents clear
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian Tentang Hepatitis B Di Kabupaten Sragen Truly Dian Anggraini; Susilowati Susilowati; Risna Intan Melati-Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 1 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.083 KB)

Abstract

Abstract: Hepatitis B was a disease caused by hepatitis B virus infection and caused liver inflammation, and it can also resulted in chronic hepatitis, cirrhosis, and hepatocellular carcinoma. The resulted of Riskesdas in 2013 showed that hepatitis prevalence in Indonesia in 2013 by 1,2% increased twice compared to Riskesdas in 2007, which amount to 0,6%. The most common type of hepatitis that infected the population of Indonesia is hepatitis B by 21,8%. According to research conducted by Ogundele et al. (2017), the precautioned of any disease was proportional to knowledge, behavior, and practiced, hence oversight that resulted in the transmission of disease can be reduced by having good knowledge. Pharmaceutical Technical Personnel was one part of the health labor that had a role in pharmaceutical services. The purpose of this study was to established the level of knowledge of Pharmaceutical Technical Personnel about hepatitis B in Sragen Regency. This researched was classified of non-experimental researched by divided questionnaires and then analyzed descriptively about each respondent's characteristics and analyzed for the predictor factors. A total of Pharmaceutical Technical Workers is 123, there are 103 people (83.74%) who had a good knowledge categorized, and as many as 20 people (16.26%) had a poor knowledge categorized about hepatitis B, and the respondent's labor was the most significant predictorns.Keywords : Knowledge, Hepatitis B, Pharmaceutical Technical Personnel, Predictor Factors  Abstrak: Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan karena infeksi virus hepatitis B dan menyebabkan inflamasi pada hati, dapat juga berakibat hepatitis kronis, sirosis, dan karsinoma hepatoselular. Hasil Riskesdas tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi hepatitis di Indonesia tahun 2013 sebesar 1,2% meningkat dua kali dibandingkan Riskesdas tahun 2007 yang sebesar 0,6%. Jenis hepatitis yang banyak menginfeksi penduduk Indonesia adalah hepatitis B sebesar 21,8%. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ogundele, dkk (2017), pencegahan penyakit apapun adalah sebanding dengan pengetahuan, sikap, dan praktik dan karenanya kelalaian yang mengakibatkan tertularnya penyakit dapat berkurang dengan pengetahuan yang baik. Tenaga Teknis Kefarmasian merupakan salah satu bagian dari tenaga kesehatan yang mempunyai peran dalam pelayanan kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian tentang hepatitis B di kabupaten Sragen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik tipe cohort, dengan menyebar kuesioner kemudian dianalisis secara deskriptif mengenai masing-masing karakteristik responden dan di analisa untuk faktor prediktornya. Sejumlah 123 Tenaga Teknis Kefarmasian, terdapat 103 orang (83,74%) yang memiliki kategori pengetahuan baik dan sebanyak 20 orang (16,26%) memiliki kategori pengetahuan kurang baik tentang hepatitis B, dan tempat bekerja responden merupakan faktor prediktor yang paling signifikan.Kata kunci : Pengetahuan, Hepatitis B, Tenaga Teknis Kefarmasian, Faktor Prediktor
Pengetahuan Dan Sikap Berhubungan Dengan Perilaku Pencegahan Covid-19 Pada Keluarga Usia Lanjut Di Wilayah Kecamatan Sukoharjo Tutik Yuliyanti-Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 1 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.412 KB)

Abstract

Abstract: The widespread spread of Covid-19 in families requires prevention efforts. Good knowledge and attitudes about preventing the transmission of Covid-19 will be able to show health care behavior in order to maintain health status, especially the elderly who are at risk of comorbidities. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge and attitudes with Covid-19 prevention behavior in elderly families in the Sukoharjo district. This type of descriptive correlative research uses a cross sectional research design. The sampling technique used was purposive sampling and a sample of 37 elderly families who have a risk of comorbidities. The data analysis technique used was the Kendall'Tau correlation test. Results: There is a significant relationship between knowledge and Covid-19 prevention behavior in elderly families with a correlation coefficient of 0.384 p value: 0.003. There is a significant relationship between attitudes and Covid-19 prevention behavior in elderly families with a correlation coefficient of 0.5999 nial p: 0.000. Conclusion: Good knowledge and attitudes have a relationship with Covid-19 prevention behavior in elderly families..Keywords: covid-19, knowledge, attitude, behavior, family. Abstrak: Meluasnya penyebaran Covid-19 pada keluarga memerlukan upaya pencegahan. Pengetahuan dan sikap yang baik tentang pencegahan penularan Covid-19 akan dapat menunjukkkan perilaku pemeliharaan kesehatan guna mempertahankan status kesehatan terutama usia lanjut yang memiliki resiko penyakit penyerta. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan Covid-19 pada keluarga lanjut usia di wilayah Kecamatan Sukoharjo. Jenis penelitian deskriptif korelatif menggunakan  rancangan penelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan puposive sampling dan sampel 37 keluarga dengan usia lanjut  yang memiliki resiko penyakit penyerta. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Kendall’Tau. Hasil : Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan Covid-19 pada keluarga usia lanjut dengan koeefisien korelasi sebesar 0,384 nilai p: 0,003. Ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku pencegahan Covid-19 pada keluarga usia lanjut dengan koefisiensi korelasi sebesar 0,5999 nial p: 0,000.Simpulan : Pengetahuan dan sikap yang baik memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan Covid-19 pada keluarga yang mempunyai usia lanjut.Kata Kunci : covid-19, pengetahuan, sikap, perilaku, keluarga
Formulasi dan Uji Stabilitas Hair Tonic Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera L.) dan Seledri (Apium graviolens L.) Fajar Indriyani; Susi Endrawati-Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 1 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.488 KB)

Abstract

Abstract : Aloe vera contains vitamins A, C, amino acids, Cu, Inositol, enzymes, minerals that can help reduce hair loss and strengthen hair roots. While celery contains sodium, vitamins A and B, calcium and iron which have the potential to nourish hair, black hair, and prevent hair loss. To prove that the combination of aloe vera extract (Aloe vera L.) and celery extract (Apium graviolens L.) can be formulated in hair tonic preparations, and determine the formula that best meets the stability requirements of the 1 month observation. This study is an experimental study by formulating and testing the stability of hair tonic preparations. The results of the viscosity and specific gravity tests were analyzed using ANOVA with software version 22. Organoleptic hair tonic combination of aloe vera and celery extract in the form of a solution with a characteristic aromatic odor, greenish brown color, has a pH of 4, and is homogeneous. The specific gravity of formulas 1, 2 and 3, respectively, is 0.99553 g / ml; 1.00114 g / ml 1.00661 g / ml. The viscosity of formulas 1, 2 and 3, respectively, is 3.96407 cPs; 6,77595 cPs; 11.16378 cPs. ANOVA test shows a significance value (<0.001) <(0.05) so that there are differences in viscosity and specific gravity between formulations. The combination of aloe vera and celery extract can be formulated into a hair tonic and the formula that best meets the stability requirements is formula 1 with a concentration of 15% propylenglycol.Keywords: hair tonic, stability test, aloe vera extract, celery extract Abstrak : Lidah buaya mengandung vitamin A, C, asam amino, Cu, Inositol, enzim, mineral yang dapat membantu mengurangi kerontokan rambut dan menguatkan akar rambut. Sedangkan seledri mengandung natrium, vitamin A dan B, kalsium dan zat besi yang berpotensi untuk menyuburkan rambut, menghitamkan rambut, dan mencegah kerontokan. Membuktikan bahwa kombinasi ekstrak lidah buaya (Aloe vera L.) dan ekstrak seledri (Apium graviolens L.) dapat diformulasikan dalam sediaan hair tonic, dan mengetahui formula yang paling memenuhi persyaratan stabilitas pada pengamatan selama 1 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yaitu  dengan menformulasikan dan menguji stabilitas sediaan hair tonic. Hasil uji viskositas dan bobot jenis dianalisis menggunakan ANOVA dengan software versi 22. Organoleptis hair tonic kombinasi ekstrak lidah buaya dan seledri berbentuk larutan dengan bau khas aromatik, warna coklat kehijauan, memiliki pH 4, dan bersifat homogen. Bobot jenis formula 1, 2 dan 3 berturut-turut yaitu 0,99553 g/ml ; 1,00114 g/ml 1,00661 g/ml. Viskositas formula 1, 2 dan 3 berturut-turut yaitu 3,96407 cPs; 6,77595 cPs; 11,16378 cPs. Uji ANOVA menunjukkan nilai signifikansi (< 0,001) < (0,05) sehingga ada perbedaan viskositas dan bobot jenis antar formulasi. Kombinasi ekstrak lidah buaya dan seledri dapat diformulasikan menjadi hair tonic serta formula yang paling memenuhi persyaratan stabilitas adalah formula 1 dengan konsentrasi propilenglikol 15%.Kata kunci :  hair tonic, uji stabilitas, ekstrak lidah buaya, ekstrak seledri
Perawatan Kaki Spa Kaki Atasi Masalah Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer Pada Pasien Diabetes Millitus Tipe II Laila Rizqa Nur Fitriani; Novi Indah Aderita-Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 1 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.99 KB)

Abstract

Abstract: In 2018 there was an increase in people with diabetes mellitus, starting from 6.9% in 2013 to 8.5%. Java Island, especially Central Java, had diabetes mellitus in 2018 amounting to 2.1%. One of the problems experienced is the neuropathic system, including: decreased sensation, pain, and paresthesia, one of the actions that can be taken to overcome these problems is a diabetic foot spa. The purpose of this study was to describe the management of foot care with the ineffective peripheral tissue perfusion nursing problem. This descriptive research uses a case study approach. Methods of data collection by observation, measurement, and documentation. The case study instrument uses the medical surgical nursing care format, nursing kit, measurement sheet. Results: The study found that the subject data said the feet felt tingling, dry, numb, thick. The objective data obtained were: the feet looked dry, there were no wounds, no edema, TTV: BP: 120/80 mmHg-130/90 mmHg, RR: 20-21x / minute, N: 80-98x / minute, S: 36,30C-36,60C, GDS: 173 mg / dL-190 mg / dL, ABI: 1.3-1.4. Nursing problem is ineffective peripheral tissue perfusion. The nursing action plan that will be carried out is a diabetic foot spa for 5 visits. Nursing actions include conducting an assessment of the condition of the feet, observation, doing a diabetic foot spa. The results after doing diabetic foot spa for 5 visit for 2 weeks showed that problem of ineffective peripheral tissue perfusion was resolved. Conclusion: diabetic foot spa action can improve blood circulation in diabetes mellitus patientsKeywords: diabetic foot spa, ineffective peripheral tissue perfusion, Diabetes Mellitus (DM).            Abstrak: Pada tahun 2018 terjadi peningkatan dengan penderita diabetes mellitus, mulai dari 6,9% pada tahun 2013 hingga kini telah menjadi 8,5%. Pulau Jawa khususnya Jawa Tengah diabetes mellitus pada tahun 2018 sejumlah 2,1%. Masalah yang dialami salah satunya pada sistem neuropati, antara lain: penurunan sensasi, nyeri, dan parestesia, salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu spa kaki diabetik. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penatalaksanaan perawatan kaki dengan masalah keperawatan ketidakefektifan perfusi jaringan perifer. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data dengan observasi, pengukuran, dan dokumentasi. Instrument studi kasus menggunakan format asuhan keperawatan medical bedah, nursing kit, lembar pengukuran. Hasil penelitian: Pengkajian didapatkan data subjek mengatakan kaki terasa kesemutan, kering, kebas/mati rasa, tebal. Data objektif yang didapatkan yaitu: kaki tampak kering, tidak terdapat luka, tidak terdapat edema, TTV: TD: 120/80 mmHg-130/90 mmHg, RR: 20-21x/menit, N: 80-98x/menit, S: 36,30C-36,60C, GDS: 173 mg/dL-190 mg/dL, ABI:1.3-1.4. Masalah keperawatan yaitu ketidakefektifan perfusi jaringan perifer. Rencana tindakan keperawatan yang akan dilakukan yaitu spa kaki diabetik selama 5 kali kunjungan. Tindakan keperawatan meliputi melakukan pengkajian terhadap keadaan kaki, observasi, melakukan spa kaki diabetik. Hasil setelah dilakukan spa kaki diabetik sebanyak 5 kali kunjungan selama 2 minggu didapatkan hasil masalah ketidakefektifan perfusi jaringan perifer teratasi. Simpulan: tindakan spa kaki diabetic dapat meningkatkan sirkulasi darah pada pasien diabetes mellitus.Kata kunci: spa kaki diabetik, ketidakefektifan perfusi jaringan perifer, Diabetes Mellitus (DM).
Hubungan Polifarmasi dan Potensi Interaksi Obat Ranitidin Pasen Rawat Inap di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo Puji Lestari; Sri Saptuti Wahyuningsih-Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 1 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.663 KB)

Abstract

Abstract : Drug interactions are one of eight categories of drug related problems that can affect a patient's clinical outcome, with the increasing complexity of drugs used in current treatment and the likelihood of polypharmacy practices, the possibility of drug interactions is greater. Results of preliminary studies conducted at RSUD Ir.Soekarno Sukoharjo, in 2019 there were 11,432 cases of hospitalized patients, with the number of adult patients (According to the Indonesian Ministry of Health, 2009 people aged 26-45 years) as many as 2,044 people. The number of cases is known to many ranitidine preparations given to adult patients hospitalized.The purpose of this study was to determine whether there is a correlation between polypharmacy and the potential interactions of ranitidine drugs in inpatients at RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo.The type of research used in this study was non-experimental analytic descriptive using a retrospective study design. The study population was all inpatient prescription sheets at Ir.Soekarno Sukoharjo Regional Hospital in the October - December 2019 period that received ranitidine preparations. The sampling technique in this study uses simple random sampling. The research variables are polypharmacy and potential interactions of ranitidine drugs. The research instrument is a checklist and drugs.com application. Data analysis using the Chi-Square test method. There was no relationship between polypharmacy and the potential interactions of ranitidine drugs in inpatients at RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo with a value of p = 0,568 and r = 0,68.Keywords: Polypharmacy, Drug Interaction, Ranitidine Abstrak : Interaksi obat merupakan satu dari delapan kategori masalah terkait obat (drug related problem) yang dapat mempengaruhi outcome klinis pasien, dengan meningkatnya kompleksitas obat-obat yang digunakan dalam pengobatan saat ini dan kecenderungan terjadinya praktik polifarmasi, maka kemungkinan terjadinya interaksi obat semakin besar. Hasil study pendahuluan yang dilakukan di RSUD Ir.Soekarno Sukoharjo, pada tahun 2019 tercatat sebanyak 11.432 kasus pasien rawat inap, dengan jumlah pasien dewasa (Menurut Depkes RI, 2009 orang berusia 26-45 tahun) sebanyak 2.044 orang. Jumlah kasus tersebut diketahui sediaan ranitidin banyak diberikan kepada pasien dewasa rawat inap.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan polifarmasi dan potensi interaksi obat ranitidin pada pasien rawat inap di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah non eksperimental secara deskriptif analitik menggunakan desain studi retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh lembar resep pasien rawat inap di RSUD Ir.Soekarno Sukoharjo periode Oktober - Desember 2019 yang mendapat sediaan ranitidin.  Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Simple random sampling. Variabel penelitian yaitu polifarmasi dan potensi interaksi obat ranitidin. Insrtumen penelitian berupa checklist dan aplikasi drugs.com. Analisis data menggunakan metode uji Chi-Square. Menunjukkan tidak ada hubungan antara polifarmasi dan potensi interaksi obat ranitidin pada pasien rawat inap di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo dengan nilai p = 0,568 dan r = 0,68.Kata Kunci : Polifarmasi, Interaksi Obat, Ranitidin
Hubungan Antara Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Miptakul Janah; Surati Ningsih-Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 1 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.108 KB)

Abstract

Abstract: A girl had a higher risk to get anemia because they consumed food that have a lower iron, usually girl wanted to look slim so that they limited to eaten food and girl had menstruation every month. If the habit of their eaten wrong will give rise to a problem like have a skinny body and indication of anemia. This research had a goal for find out the relation between nutritional status with indication of anemia on the girl. This research uses observational analityc methods with have approach on cross sectional of the seventy nine respondents. The process of taking the respondents was held by purposive sampling methods and data collection that use a scale, microtoise and digital hemometer. Research results of seventy nine respondents showed that most of them had an abnormal nutritional status which is they had a skin body 31(39,2%) and fat 11(14,0%). And almost half of all respondents got a indication of anemia. Data analysis results with chi square test (x²) showed that there was a relation between nutritional status with indication of anemia with p value= 0,000 (<0,05), r hitung(34,700) > r tabel(5,991). Girl who had a skin body tend havean indication of anemia and girl who had a normal nutritional status and who had a fat body tend haven't an indication of anemia.Keywords : nutritional status, anemia, adolescent girls Abstrak : Remaja putri mempunyai resiko lebih tinggi mengalami anemia karena mereka mengkonsumsi makanan yang zat besinya sedikit, serta remaja putri mengalami menstruasi setiap bulan. Jika kebiasaan makannya sering keliru akan menimbulkan masalah yaitu status gizi yang kurus dan mengalami anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri ]. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 79 responden. Pengambilan responden dilakukan dengan metode purposive sampling dan pengumpulan data menggunakan timbangan, microtoise dan hemometer digital. Hasil penelitian dari 79 responden menunjukkan sebagian besar memiliki status gizi abnormal yaitu kurus 31(39,2%) dan gemuk 11(14,0%). Dan hampir setengah dari jumlah responden mengalami anemia (43,0%). Hasil analisa data dengan uji chi square ( 2)menunjukkan ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia dengan pvalue = 0,000 (<0,05), rhitung (34,700) > rtabel (5,991). Remaja putri yang mempunyai status gizi kurus cenderung mengalami anemia dan remaja putri dengan status gizi normal dan gemuk cenderung tidak mengalami anemia.Kata kunci : status gizi, anemia, remaja putri
Terapi Bermain Clay untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan pada Anak Usia Prasekolah (3-6 Tahun) yang Menjalani Hospitalisasi Murni Isna Susilowati; Ratna Setiyaningsih-Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 1 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.968 KB)

Abstract

Abstract: Anxiety is an unclear and pervasive worry related to feelings of uncertainty and helplessnessAnxiety is often experienced by children with hospitalization. Clay play therapy can be used to minimize anxiety. The purpose of this study was to describe play clay therapy to reduce anxiety levels in children with hospitalization. The research design was descriptive with the nursing process approach. The study was conducted on April 8 to 12 2019. The study population was children who experienced anxiety. The sampling technique is purposive sampling. Five research subjects were selected according to the criteria: preschool children (3-6 years), hospitalized, anxiety level 4-10 (moderate) on Aidar scale, willing to be research subjects, able to communicate verbally, not suffering from fractures on hand, the condition is compos mentis, parents can read and write, are willing to participate in play therapy activities from beginning to end. Assessment data: children want to go home, afraid if injected. Observation found that the child appeared nervous, crying, sweating cold, nervous when talking, looked pale, often urinated, limp. TD: 100/60 mmHg - 110/60 mmHg, N: 80 x / m - 100 x / m, RR: 22 x / m, S: 37,5ᵒC-37,8ᵒC. Nursing diagnosis is anxiety associated with hospitalization. Nursing actions, namely playing clay therapy, are performed once for 15-20 minutes in 3 days. Evaluation data in general clay can reduce anxiety levels in children with a previous anxiety score of 10 to 4. Clay play therapy is effective in overcoming anxiety problems in children with hospitalization. Key Words: Play therapy, clay, anxiety, hospitalization  Abstrak: Kecemasan adalah kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar, berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Kecemasan sering dialami oleh anak dengan hospitalisasi. Terapi bermain clay dapat digunakan untuk meminimalkan kecemasan. Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan terapi bermain clay untuk menurunkan tingkat kecemasan pada anak dengan hospitalisasi. Desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan nursing process. Penelitian dilakukan pada tanggal 8 sampai dengan 12 April 2019. Populasi penelitian adalah anak yang mengalami kecemasan. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Subjek penelitian sebanyak 5 dipilih sesuai dengan kriteria: anak usia prasekolah (3-6 tahun), dirawat di rumah sakit, tingkat kecemasan 4-10 (sedang) skala Aidar, bersedia menjadi subjek penelitian, dapat diajak berkomunikasi secara verbal, tidak menderita fraktur pada tangan, kesadaran compos mentis, orang tua bisa membaca dan menulis, bersedia mengikuti kegiatan terapi bermain dari awal sampai akhir. Data pengkajian: anak ingin pulang, takut jika disuntik. Hasil observasi didapatkan anak tampak gelisah, menangis, berkeringat dingin, gugup saat bicara, tampak pucat, sering buang air kecil, lemas. TD: 100/60 mmHg - 110/60 mmHg, N: 80 x/m – 100 x/m, RR: 22 x/m, S: 37,5ᵒC-37,8ᵒC. Diagnosis keperawatan adalah kecemasan berhubungan dengan hospitalisasi. Tindakan keperawatan yaitu terapi bermain clay, dilakukan sebanyak 1 kali selama 15-20 menit dalam 3 hari. Data evaluasi secara umum clay dapat menurunkan tingkat kecemasan pada anak dengan skor kecemasan 10 menjadi 4. Terapi bermain clay efektif untuk mengatasi masalah kecemasan pada anak yang mengalami hospitalisasi.Kata Kunci: Terapi bermain, clay, kecemasan, hospitalisasi
Perbedaan Kadar Trigliserida pada Sampel Plasma dan Serum Darah dengan Metode GPO PAP Tri Minarsih-Universitas Ngudi Waluyo
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 1 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.595 KB)

Abstract

Abstract: Triglycerides are very important for the human body because in the human body triglycerides are useful as a source of energy for the body in addition to other nutrients such as carbohydrates, protein, vitamins and minerals, but high triglyceride values are associated with the onset of heart attack, stroke and diabetes. To determine the level of triglycerides in the blood can use a sample, either serum or blood plasma. The use of serum samples can provide more appropriate results because they are not contaminated with the presence of anticoagulants used in plasma samples. The aim of this study was to determine whether there were differences in triglyceride levels in samples using serum and blood plasma. This research is a laboratory observational study, using a sample of 30 samples aged 19-25 years and using the GPO PAP method to determine the Triglyceride levels in the sample, then the data is analyzed using the t test to see whether or not there are differences in Triglyceride levels in serum and plasma samples. The results of this study were obtained that the average Triglyceride level in the plasma sample was 162.94 mg / dl, while in the serum sample was 228.50 mg / dL. Based on the t-test statistic, there is a significant difference between triglyceride levels using plasma and serum samples.Keywords: Triglycerides, Plasma, serum  GPO PAP Methods  Abstrak: Trigliserida sangat penting bagi tubuh manusia karena di dalam tubuh manusia trigliserida bermanfaat sebagai salah satu sumber energi tubuh disamping zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, akan tetapinilai trigliserida yang tinggi memiliki kaitan dengan timbulnya penyakit serangan jantung, stroke dan diabetes.Untuk menetapkan kadar Trigliserida dalam darah bisa menggunakan sampel, baik serum ataupun plasma darah. Penggunaan sampel serum dapat memberikan hasil yang lebih sesuai karena tidak tercemar adanya antikoagulan yang digunakan pada sampel plasmaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kadar trigliserida pada sampel yang menggunakan plasma dan serum darah. Penelitian ini merupakan penelitian observasi laboratorium, mengggunakan sampel sebanyak 30 sampel dengan usia 19-25 tahun dan menggunakan metode GPO PAP untuk menetapkan kadar Trigliserida dalam sampel, selanjutnya data dianalisis menggunakan Uji t test untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan kadar Trigliserida dalam sampel plasma.dan serum. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan Kadar  Trigiserida rata-rata dalam sampel plasma sebesar 162,94 mg/dl sedangkan didalam sampel serum sebesar 228,5 mg/dl. Berdasarkan uji statistic t-test terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar trigliserida menggunakan sampel serum dan plasma.Kata Kunci: Trigliserida, Plasma,Serum, Metode GPO PAP
Efektifitas Tehnik Kneading dan Pelvic Rocking untuk Menurunkan Nyeri pada Persalinan Kala I Fase Laten Di Kecamatan Gondang Putri Ayu Wicaksono; Tutik Rahayuningsih-Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 1 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.595 KB)

Abstract

Abstract: Childbirth is a process of releasing the conception of the fetus and placenta at term. 90% of deliveries are always accompanied by pain. Data in Central Java that maternal mortality was 116.01 per 100,000 live births, 49.52% of which occurred due to childbirth. The Maternal Mortality Rate in Gondang District in 2018 was 3/652 live births. Labor pain is a very worrying problem for inpartum mothers, so to relieve labor pain can be overcome by using kneading and pelvic rocking techniques. The aim of this study was to describe the management of kneading and pelvic rocking techniques with acute pain problems during the latent phase of labor. Qualitative research method with a case study approach. Population: post partum mothers. Sample 3 people. Subject taking technique with non-probability sampling with purposive sampling approach. The assessment data showed labor pain with PQRST, the subject was restless, grimaced, clenched his teeth, closed his eyes, and held the pain site, the frequency of uterine contractions in 10 minutes, 1 time the duration of the contraction was 10-20 seconds. TTV: TD: 120 / 80-130 / 90 mmHg, RR: 20-22 times / minute, N: 70-80 times / minute S: 36.2 - 36.5 ° C. The nursing diagnosis of acute pain relates to a biological injury agent (uterine contractions). Kneading and pelvic rocking technique nursing actions were performed for 4 times. Evaluation of kneading and pelvic rocking techniques can reduce the pain level from 5-6 to 3-5 pain scale. Conclusion: kneading and pelvic rocking techniques can reduce the pain scale in the latent phase of labor. Key words: kneading technique, pelvic rocking, pain during the latent phase of labor Abstrak: persalinan merupakan proses pengeluaran hasil konsepsi janin dan plasenta yang cukup bulan. 90% besar persalinan selalu disertai rasa nyeri. Data di Jawa Tengah kematian maternal sebanyak 116,01 per 100.000 kelahiran hidup, 49,52% terjadi karena proses persalinan. Angka Kematian Ibu Maternal di Kecamatan Gondang pada tahun 2018 adalah 3/652 kelahiran hidup. Nyeri persalinan merupakan masalah yang sangat mencemaskan bagi ibu inpartu, sehingga untuk menghilangkan rasa nyeri persalinan dapat diatasi dengan menggunakan metode teknik kneading dan pelvic rocking. Tujuan penelitian mendeskripsikan penatalaksanaan teknik kneading dan pelvic rocking dengan masalah nyeri akut pada persalinan kala 1 fase laten. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Populasi ibu post partum. Sampel 3 orang. Teknik pengambilan subjek dengan non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data pengkajian didapatkan nyeri persalinan dengan  PQRST, subjek gelisah, meringis, merapatkan gigi, memejamkan mata, dan memegangi lokasi nyeri, frekuensi kontraksi uterus dalam 10 menit 1 kali kontraksi lamanya 10-20 detik. TTV:TD:120/80-130/90 mmHg, RR:20-22 kali/menit, N:70-80 kali/menit S:36,2 - 36,5°C. Diagnosis keperawatan nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis (kontraksi uterus). Tindakan keperawatan teknik kneading dan pelvic rocking dilakukan selama 4 kali tindakan. Evaluasi tindakan teknik kneading dan pelvic rocking dapat menurunkan tingkat nyeri dari skala nyeri 5-6 menjadi 3-5. Kesimpulan : teknik kneading dan pelvic rocking dapat menurunkan skala nyeri pada persalinan kala 1 fase laten.Kata kunci: teknik kneading, pelvic rocking, nyeri kala I fase laten persalinan
Penatalaksanaan Olahraga Jalan Kaki Pada Anak Usia Sekolah Dengan Masalah Keperawatan Obesitas Di Desa Sengon Kabupaten Sukoharjo Winda Ayu Khairunnisa; Deden Dermawan Dermawan-Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 1 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.866 KB)

Abstract

Abstract: Obesity is a condition that exceeds a person's relative body weight as a result of accumulation of nutrients, especially carbohydrates, fats and proteins. The prevalence of overweight children and toddlers in Central Java is 7.6%, and in Sukoharjo District, the prevalence of overweight children and toddlers is quite high, namely 12.3%. Childhood obesity has both immediate and long-term effects on their health and well-being. Obesity in children can be overcome by using physical activity, sports walking. The research objective with this action is to describe the management of excess body weight by walking on the problem of nursing obesity in school age children. The research design is a qualitative research with a case study approach using the nursing process. Population: children with obesity. The technique of taking the subject is using non-probability sampling with purposive sampling approach. Subject 2 people. Assessment data: the subject is obese and likes to eat foods high in calories, drinks sweet drinks and rarely does sports activities. Nursing diagnosis: obesity is associated with mean physical activity less than recommended according to gender and age. Nursing actions monitor vital signs, discuss with subjects about walking exercise, weight gain, weight loss, health problems when weight increases, calculating ideal body weight, and encouraging patients to consume adequate water every day. Evaluation: walking exercise can reduce the complaints of the subject being easily tired after the activity.Keywords: walking exercise, obesity. Abstrak: Obesitas adalah suatu keadaan yang melebihi dari berat badan relatif seseorang sebagai akibat penumpukan zat gizi terutama karbohidrat, lemak dan protein. Prevalensi anak dan balita yang Mengalami kegemukan di Jawa Tengah yaitu 7,6 %, dan di Kabupaten Sukoharjo, prevalensi anak dan balita overweight cukup tinggi, yaitu 12,3%. Obesitas pada anak memiliki efek baik langsung maupun jangka panjang pada kesehatan dan kesejahteraannya. Obesitas pada anak dapat diatasi dengan menggunakan aktivitas fisik olahraga jalan kaki. Tujuan penelitian dengan tindakan ini untuk mendeskripsikan penatalaksanaan kelabihan berat badan dengan olahraga jalan kaki pada masalah keperawatan obesitas anak usia sekolah. Desain penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan proses keperawatan. Populasi: anak dengan kegemukan. Teknik pengambilan subjek dengan non-probality sampling pendekatan purposive sampling. Subjek 2 orang. Data pengkajian: subjek gemuk dan suka makan makanan yang tinggi kalori, minum minuman yang manis dan jarang melaksanakan aktivitas olahraga. Diagnosis keperawatan: obesitas berhubungan dengan rata-rata aktivitas fisik kurang dari yang di anjurkan menurut gender dan usia. Tindakan keperawatan memonitor tanda-tanda vital, mendiskusikan pada subjek tentang olahraga jalan kaki, peningkatan berat badan, penurunan berat badan, masalah kesehatan bila BB meningkat,  menghitung berat badan ideal, dan mendorong pasien untuk mengkonsumsi air yang cukup setiap hari. Evaluasi: olahraga jalan kaki dapat mengurangi keluhan subjek mudah lelah setelah beraktivitas.Kata Kunci: olahraga jalan kaki, obesitas.

Page 1 of 2 | Total Record : 15