cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 319 Documents
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica Papaya L) Sebagai Analgetik Yanuar Prasditya; Sri Rejeki
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.316 KB)

Abstract

ABSTRACT: Background: Indonesian Society reaching healthy lifestyle often can’t separate with traditional medicine who given by ancestor hereditarily. The one is papaya who used to be a traditional medicine as increase the temperature when fever and disappearing menstruation siclus sickness.Objective: This research has aim to determine the analgesic activity of extract papaya leaf and compare the analgesic power of the ethanol extract of papaya leaf with asetosal.Methods:This research used an experimental research method .The sample used was old papaya leaf, leaf that have been captured green and perfectly open and located at the branch or stem that receives the perfect light, use a population of mice as test animals, and using maceration method to sum up the active compound. The subject of this research in was mice were divided into 5 groups, they were the positive control, negative control, and the ethanol extract of papaya leaf at a dose of 50 mg, 100 mg, and 200 mg, with acetic acid to cause pain in mice.Results: The results of this research were mentioned there are differences of analgesic power with asetosal, they are power ethanol extract of papaya leaf below asetosal analgesics at doses of 50 mg, 100 mg, and 200 mg and obtained best analgesic power at a dose of 200 mg.Conclusion: Based on the results of this research concluded that ethanol extract of papaya leaf has analgesic activity, and there was no significant difference between the analgesic activity of ethanol extract of papaya leaf at a dose of 200 mg aetosal given intravenously at a dose of 0.22 g / 100 ml.Keywords: mice, the amount of stretching, Extract ethanol of Papaya Leaf. ABSTRAK: Latar belakang : Masyarakat Indonesia mencapai hidup sehat seringkali tidak dapat dipisahkan dengan obat tradisional yang diwariskan nenek moyang secara turun temurun. Salah satunya daun pepaya yang memiliki manfaat sebagai obat tradisional yaitu sebagai penurun panas,mengurangi nyeri saat haid dan menghilangkan sakit.Tujuan :Penelitiaan ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui aktifitas analgetik ekstak daun pepaya dan membandingkan daya analgetik ekstrak etanol daun pepaya dengan asetosal.Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental. Sampel yang digunakan daun pepaya yang sudah tua,daun yang diambil dipilih yang telah membuka sempurna berwarna hijau dan terletak dibagian cabang atau batang yang menerima sinar sempurna, menggunakan populasi mencit sebagai hewan uji, dan menggunakan metode maserasi untuk menyari senyawa aktifnya.Subjek penelitian berupa mencit yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol positif, kontrol negatif, dan ekstrak etanol daun pepaya dengan dosis 50 mg, 100 mg, dan 200 mg. Dengan asam asetat untuk menimbulkan rasa nyeri pada mencit.Hasil :Hasil dari penelitian ini adalah menyebutkan ada perbedaan daya analgetik ekstrak etanol dengan asetosal.yaitu daya analgetik daun pepaya dibawah asetosal pada dosis 50 mg,100 mg, dan 200 mg,dan didapat daya analgetik paling baik pada dosis 200 mg.Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, ekstrak etanol daun pepaya mempunyai aktivitas analgetik,dan tidak ada perbedaan yang signifikan aktivitas analgetik antara ekstrak etanol daun pepaya pada dosis 200 mg dengan asetosal yang diberikan secara intravenous dengan dosis 0,22 g /100 ml.Kata kunci :Mencit, jumlah geliat ,Ekstrak Etanol Daun Pepaya
Perbandingan Efek Tonikum Ekstrak Etanol Jahe Merah (Zingiber Officinale Var.Rubrum) Dan Jahe Putih (Zingiber Officinale Var.Album) Pada Mencit Jantan (Mus Musculus L.) Ras Swiss Yunita Dyah Retnani; Anom Parmadi
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.674 KB)

Abstract

ABSTRACT: Background: Ginger rhizome have often been used for traditional medication, for example to give a fresh effect especially giving stimulation effect.Objective: To know the result extract maceration of red ginger (Zingiber officinale var.rubrum) and white ginger (Zingiber officinale var.album). And to know which extract have the higher tonicum effect.Method: This study is an experimental research. The population is 36 male mices (Mus musculus L.) Swiss race which grouping into 4 group. Animal test treatment to do with same dose of red ginger etanol extract (Zingiber officinale var.rubrum), white ginger etanol extract (Zingiber officinale var.album), and possitive control (caffeine). Tonicum effect data is increased endure power data got from the difference exhausted time after and before treatment. First data analysis with descriptive test to know mean from each data. Continued with normality test with Kolmogorov-Smirnov test and Shapiro Wilk, data distribution is normal if P>0,05. Then continued with homogenity test (Levene Test), data distribution is homogen if P>0,05. Continued with One Way Anova test, data showed difference if P=0,00 or no difference if P>0,00. Continued with Post Hoc Test to know in detail the difference inter-group treatment with LSD test.Result: The result extract maceration of red ginger (Zingiber officinale var.rubrum) is 3,538%  and white ginger (Zingiber officinale var.album) is 3,994% . Showed that red ginger etanol extract (Zingiber officinale var.rubrum) has higher tonicum effect with mean 5,6711 minutes and mean of  tonic effect of white ginger etanol extract (Zingiber officinale var.album) is 4,0300 minutes.Conclusion: Red ginger etanol extract (Zingiber officinale var.rubrum) has a higher tonicum effect better than white ginger etanol extract (Zingiber officinale var.album).Keywords: ginger, red ginger, tonic, comparation, tonic effect, male mice ABSTRAK: Latar Belakang: Rimpang jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman yang sering dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional, salah satunya untuk memberikan efek segar terutama untuk memberikan efek stimulan.Tujuan: Mengetahui hasil rendemen dari ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var.rubrum) dan jahe putih (Zingiber officinale var.album). Dan juga untuk mengetahui manakah yang memiliki efek tonikum yang lebih tinggi.Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Populasi pada penelitian ini adalah mencit jantan (Mus musculus L.) ras Swiss, sedangkan sampelnya yaitu mencit jantan (Mus musculus L.) ras Swiss sebanyak 36 ekor yang dikelompokkan menjadi 4 kelompok. Perlakuan pada hewan uji dilakukan dengan perlakuan dosis yang sama pada ekstrak etanol jahe merah (Zingiber officinale var.rubrum), ekstrak etanol jahe putih (Zingiber officinale var.album), dan kontrol positif (kafein). Data efek tonikum adalah data penambahan daya tahan diperoleh dari selisih waktu lelah sesudah dan sebelum perlakuan. Analisis data yang pertama dengan uji deskriptif untuk mengetahui rata-rata dari masing-masing data. Dilanjutkan dengan uji normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro Wilk, distribusi data normal jika P>0,05. Lalu dilanjutkan uji homogenitas (Levene Test), distribusi data homogen jika P>0,05. Kemudian dilanjutkan dengan uji One Way Anova, data menunjukkan perbedaan yang bermakna jika P=0,00 atau tidak ada perbedaan jika P>0,00. Dilanjutkan dengan Post Hoc Test untuk mengetahui secara rinci apakah ada perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan dengan uji LSD.Hasil: Hasil rendemen maserasi ekstrak etanol jahe merah  dan ekstrak etanol jahe putih . Menunjukkan bahwa ekstrak etanol jahe merah (Zingiber officinale var.rubrum) memiliki efek tonikum yang lebih tinggi dengan rata-rata efek tonik sebesar 5,6711 menit sedangkan rata-rata efek tonik ekstrak etanol jahe putih (Zingiber officinale var.album) 4,0300 menit.Kesimpulan: Ekstrak etanol jahe merah (Zingiber officinale var.rubrum) memiliki efek tonikum yang lebih tinggi dari pada ekstrak etanolik jahe putih (Zingiber officinale var.album).Kata kunci: jahe, jahe merah, tonik, perbandingan, efek tonik, mencit jantan
Uji Daya Analgetik Ekstrak Etanoldaun Seledri (Apium graveolens L) Pada Mencit Galur Swiss Dengan Metode Rangsang Kimia Test Ofresourcesanalgesicethanolextractseledrileaf (Apium graveolens L) On Mice strain swiss with chemicals stimuli Anom Parmadi; Anisa Nadiarti
Indonesian Journal on Medical Science Vol 2 No 2 (2015): IJMS 2015
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.483 KB)

Abstract

Abstract: Seledri was a vegetable leaves and herbs commonly used as a spice in cooking. Celery leaves are used as a remedy for high blood pressure, cough, nausea relievers as well as 22.364 ± 0.318 analgesic (anti-pain). Pain is a condition that is annoying and uncomfortable for the sufferer, but the pain can be used as a sign of tissue damage. Pain caused by mechanical stimuli, chemical or physical (heat, electricity) can cause damage to the tissues. These stimuli trigger the release of certain substances called mediators of pain, such as histamine, bradikidin, leukotrienes and prostaglandins. This type of research is experimental research. The method used the analysis of the results of the observations of stretching the number of mice every five minutes for one hour. The sample used old Seledri leaves dark green and dried. While the test animals used were male mice Swiss strain, which has not seemed flawed criteria anatomically, have a lifespan of approximately 5 weeks and weighing 20-30 g. The cumulative amount of writhing in mice compared to the control solvent to determine% analgesic power. Results percent ethanol extract of leaf seledri analgesic dose of 50 mg / kg = 2.296 ± 1.193, a dose of 100 mg / kg = 14.734 ± 0.491 and a dose of 200 mg / kg = 22.364 ± 0,318.Analisis performed by Anova statistical confidence level of 95%. The statistical results showed that the ethanol extract of leaves of seledri has a significant difference to the positive control of the value of p <0,05.Ada a significant difference between the positive control (Acetosal) with ethanol extract of leaves of seledri.Keywords:ethanol extract, Seledri, analgesics, mice, stimuli chemical. Abstrak: Seledri merupakan sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Daun Seledri digunakan sebagai obat untuk tekanan darah tinggi, obat batuk, penghilang mual serta sebagai 22,364 ± 0,318 analgetik (antinyeri). Nyeri merupakan keadaan yang mengganggu dan tidak nyaman bagi penderitanya, namun nyeri dapat digunakan sebagai tanda adanya kerusakan jaringan. Nyeri yang disebabkan oleh rangsangan mekanis, kimiawi atau fisis (kalor, listrik) dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan. Rangsangan tersebut memicu pelepasan zat-zat tertentu yang disebut mediator nyeri, antara lain histamin, bradikidin, leukotrien dan prostaglandin. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Metode yang digunakan adalah analisis hasil dengan pengamatan jumlah geliat mencit setiap lima menit selama satu jam. Sampel yang digunakan ialah daun Seledri yang tua berwarna hijau tua dan sudah dikeringkan. Sedangkan hewan uji  yang digunakan adalah mencit jantan galur Swiss, yang mempunyai kriteria tidak tampak cacat secara anatomi, memiliki umur kurang lebih 5 minggu dan memiliki berat 20-30 g.Jumlah kumulatif geliat pada mencit dibandingkan dengan kontrol pelarut untuk mengetahui % daya analgetik. Hasil persen analgetik ekstrak etanol daun Seledri dosis 50 mg/kgBB=2,296 ± 1,193, dosis 100 mg/kgBB = 14,734± 0,491 dan dosis 200 mg/kgBB= 22,364 ± 0,318.Analisis statistik dilakukan dengan uji Anova pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil statistik menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Seledri memiliki perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif dari nilai p < 0,05.Ada perbedaan yang signifikan antara kontrol positif (Acetosal) dengan ekstrak etanol daun Seledri. Kata Kunci: ekstrak etanol, daun seledri, analgetik, mencit, rangsang kimia.
Analisa perkiraan jumlah SDM rekam medik di unit filing dengan metode WISN (Woarl Load Indicator Staff Need) di RSUD Kabupaten Wonogiri Tahun 2014 (Analysis of estimated amount of human resources in the medical record filing with WISN method (Woarl Load I Lucky Alfianto; Erna Zakiyah
Indonesian Journal on Medical Science Vol 2 No 1 (2015): IJMS - 2015
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.42 KB)

Abstract

Abstract: Hospital filing officer workload Wonogiri increased with increasing number of patient visits that affect labor productivity, with the condition of filing space inadequate or narrow and inadequate facilities medical record document storage shelves, so that officers found to have to work beyond working hours or delay to resolve day next. The study aims to determine the approximate number of human resources needs in the Medical Record Filing Unit with WISN method in hospitals Wonogiri 2014. descriptive research with observation and interviews, using cross sectional approach, with sampling by the Maytag Company and one officer at the time of observation retrieval and return of medical record. The results showed that the officers carrying out the activity of the organization based on the medical record books Wonogiri District Hospital. Based on the estimated number of patient visits for the period of 2014 a number of 89 639 patients, with an effective amount of working time 1918 hours / year and the average time per principal activity is 0,050 hours can be obtained by standard workload is 38 360 hours / year. When grace is 24 hours per year, then the standard time kelonggarannya 0,012 hours / year. Based on WISN calculation, power requirements of filing in 2014 some 3 HR. Period 2014 Hospital Wonogiri require additional 1 filing officer.Keywords: WISN, working time available, Standard workload, Standard clearances, Quantity principal activities. Abstrak: Beban kerja petugas filing RSUD Kabupaten Wonogiri mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah kunjungan pasien sehingga mempengaruhi produktivitas kerja, dengan kondisi ruang filing yang kurang memadai atau sempit serta kurangnya fasilitas rak penyimpanan dokumen rekam medis, sehingga didapati petugas harus bekerja melebihi jam kerja atau menunda untuk diselesaikan keesokan harinya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perkiraan kebutuhan jumlah SDM Rekam Medik di Unit Filing dengan metode WISN di RSUD Kabupaten Wonogiri tahun 2014. Jenis penelitian diskriptif dengan metode observasi dan wawancara, menggunakan pendekatan cross sectional, dengan pengambilan sampel berdasarkan The Maytag Company dan observasi 1 petugas pada saat pengambilan DRM dan pengembalian DRM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas melaksanakan aktivitas berpedoman pada buku penyelenggaraan rekam medis RSUD Kabupaten Wonogiri. Berdasarkan perkiraan jumlah kunjungan pasien untuk periode tahun 2014 sejumlah 89639 pasien, dengan waktu kerja efektif sejumlah 1918 jam/tahun dan rata-rata waktu per kegiatan pokok adalah 0,050 jam  dapat diperoleh standar beban kerja yaitu 38360 jam/ tahun. Bila waktu kelonggaran adalah 24 jam per tahun maka standar waktu kelonggarannya 0,012 jam per/tahun. Berdasarkan penghitungan WISN, kebutuhan tenaga filing tahun 2014 sejumlah 3 SDM. Periode tahun 2014 RSUD Kabupaten Wonogiri memerlukan penambahan 1 petugas filing.Kata kunci : WISN, Waktu kerja tersedia , Standar beban kerja, Standar kelonggaran , Kuantitas kegiatan pokok.
Tinjauan Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Pasien Gawat Darurat yang Dirujuk di Rsu Jati Husada Karanganyar (Review Of Standard Operating Procedure Emergency Patients Referred In Rsu Jati Husada Karanganyar) Bayu Langlang Kartika; Antik Pujihastuti
Indonesian Journal on Medical Science Vol 2 No 1 (2015): IJMS - 2015
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.296 KB)

Abstract

Abstract: Based on a preliminary survey known that emergency patients to be referred to hospital discharge in the RSU Jati Husada Karanganyar, refers to the process before there must be consent from the patient and the patient's family as well as the preparations made by the officer Emergency Room (ER) including data recording during a hospital out-patient referral. This study aim is to describe how Standart Operasional Prosedur Pasien Gawat Darurat Yang Dirujuk di RSU Jati Husada Karanganyar was done. This type of research is descriptive with cross-sectional. Subjects were officers Emergency Room with the object standard operating procedures referred emergency patients. Instrument of data collection using interviews and observation guidelines while the way is interview and observation. Data processing techniques include: Colecting, Editing and descriptive data analysis. The results showed that officers in carrying out standard operating procedures referred emergency patients not fully in accordance with SOP that is about all the things that happen in the course of referring patients recorded and communicated to the referral hospital. This is due to the rare occurrence of the necessary medical treatment while traveling to refer patients, the recording is done in a way to refer the patient was not done by the ER officials who make referrals to hospital purposes. It should be evaluated periodically to SOP emergency patients referred, ER officer in reference to the SOP must endeavor to refer the patient out of the hospital, SOP should in point (f) remains well executed recording when the patient needs to act or not to be used for reporting to the destination hospitalKeywords: Standard Operating Procedure (SOP), The Emergency Room Patients Referred, Emergency Room (ER). Abstrak: Berdasarkan survei pendahuluan diketahui bahwa pasien gawat darurat yang akan dirujuk keluar rumah sakit di RSU Jati Husada Karanganyar, pada proses sebelum merujuk harus terdapat persetujuan dari pasien dan keluarga pasien serta adanya persiapan yang dilakukan oleh  petugas Unit Gawat Darurat (UGD) termasuk pencatatan data saat melakukan rujukan pasien keluar rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah umtuk mengetahui pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Pasien Gawat Darurat Yang Dirujuk di RSU Jati Husada Karanganyar. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah petugas Unit Gawat Darurat dengan obyek standar operasional prosedur pasien gawat darurat dirujuk. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan pedoman wawancara dan pedoman observasi sedangkan caranya adalah wawancara dan observasi. Teknik pengolahan datanya antara lain: Colecting, Editing dan analisis data secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas dalam melaksanakan standar operasional prosedur pasien gawat darurat dirujuk belum sepenuhnya sesuai dengan SOP yang ada yaitu tentang semua hal yang terjadi dalam perjalanan merujuk pasien dicatat dan disampaikan ke rumah sakit rujukan. Hal ini dikarenakan jarang terjadinya tindakan medis yang diperlukan ketika dalam perjalanan merujuk pasien, maka pencatatan yang dilakukan dalam perjalanan merujuk pasien pun tidak dilakukan oleh petugas UGD yang melakukan rujukan ke rumah sakit tujuan. Sebaiknya dilakukan evaluasi secara periodik terhadap SOP pasien gawat darurat yang dirujuk, petugas UGD dalam merujuk wajib berpedoman pada SOP dalam merujuk pasien keluar rumah sakit, sebaiknya SOP pada poin (f) tetap dilaksanakan baik pencatatan ketika pasien perlu tindakan atau tidak agar dapat dijadikan pelaporan kepada rumah sakit tujuan Kata Kunci : Standar Operasional Prosedur (SOP), Pasien Gawat Darurat Yang Dirujuk, Unit Gawat Darurat (UGD)
Pembangunan Sistem Informasi Penjualan Obat Pada Apotek Punung Tri Utami; Bambang Eka Purnama; Sukadi .
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 1 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.106 KB)

Abstract

ABSTRACTTop of Form: Pacitan pharmacy is one that regulates pharmacies in the conventional management, and not an optimal use of computer technology. Based on the observation of the writer in Pharmacy Punung is by asking questions directly to the pharmacy staff about the issues they face in processing the data in Punung pharmacy, pharmacy personnel difficulties in data processing in the conventional process. Such, the drug sales transactions conducted on a piece of paper before being put into book reports. Possible bad that can happen is when the paper is out before the transaction data entered into the book reports. In addition to the problems faced by the officer takes a long time to monitor the availability of drugs, and officers are also difficulties in making a report to the leadership.Intention of this research is yield the information system of sale medicinize as one of effort improve the efektifitas in including data medicinize and look for the data medicinize so that can water down in sale transaction. Method of data collecting in this research that is observation method, interview the, book, analyse the data and system, making program the, examination program and implementation program. This application is developed by using Java and MYSQL. Information system thisSaleprovide some facility which can be used by consumer, covering : input of data and report.Keywords  :  Information Systems, Pharmacy, Punung ABSTRAKSI: Apotek Punung merupakan merupakan salah satu apotek yang mengatur manajemen secara konvensional, dan belum memanfaatkan teknologi komputer secara optimal. Berdasarkan hasil observasi penulis di Apotek Punung yaitu dengan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada petugas Apotek tentang masalah yang mereka hadapi dalam pengolahan data di Apotek Punung, petugas Apotek kesulitan dalam proses pengolahan data secara konvensional. Seperti, transaksi penjualan obat dilakukan di atas secarik kertas sebelum dimasukkan ke dalam buku laporan. Kemungkinan buruk yang bisa terjadi adalah jika kertas tersebut hilang sebelum data transaksi di masukkan ke dalam buku laporan. Selain hal tersebut permasalahan yang dihadapi adalah petugas membutuhkan waktu yang lama untuk memantau ketersediaan obat, dan petugas juga kesulitan dalam membuat laporan kepada pimpinan.Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sistem informasi penjualan obat sebagai salah satu usaha meningkatkan efektifitas dalam memasukkan data obat dan mencari data obat sehingga dapat mempermudah dalam transaksi penjualan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode observasi, wawancara, pustaka, analisis data dan sistem, pembuatan program, pengujian program dan implementasi program. Aplikasi ini dikembangkan dengan menggunakan Java dan MYSQL. Sistem informasi penjualan ini menyediakan beberapa fasilitas yang dapat digunakan oleh pengguna, meliputi : input data dan laporan.Kata Kunci : Sistem Informasi, Apotek, Punung 
Pembuatan Sistem Informasi Pengolahan Data Pasien Rawat Jalan Pada Puskesmas Pringkuku Kabupaten Pacitan Nita Yuli Rusmana; Ramadian Agus Triyono; Sukadi .
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 1 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.133 KB)

Abstract

Abstract: Community Health Centres is one of the agencies working in the health field. Health services in terms of handling, it is very important to achieve the maximum goal.Pringkuku Health Centre in outpatient data processing still using the conventional way of using the book in the process of recording and storing data. The purpose of the research is to improve the data processing system is conventional and produce information system that efectively and efficiently. The benefit are achieved is the search data become increasingly more rapid patient.The method used in the manufacturing process of data processing patient information systems is direct observation, interviews with officials and othe stakeholders, the study of literature to support the creation and documentation system. The result obtained from this study is the existence of information systems outpatient data processing required data searches will be faster by utilizing exesting computer facilities to process data access.Keywords: Data Processing, Information System Abstraksi: Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan salah satu instansi yang bergerak di bidang kesehatan. Pelayanan kesehatan dalam hal penanganan, merupakan hal yang sangat penting demi tercapainya tujuan yang maksimal. Puskesmas Pringkuku dalam pengolahan data pasien rawat jalan masih menggunakan cara konvensional yaitu menggunakan buku besar dalam proses pencatatan dan penyimpanan data yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah memperbaiki sistem pengolahan data yang masih konvensional dan menghasilkan sistem informasi yang efektif dan efisien. Manfaat yang di peroleh adalah pencarian data-data pasien menjadi semakin lebih cepat.Metode yang digunakan dalam proses pembuatan sistem informasi pengolahan data pasien adalah observasi langsung, wawancara dengan petugas maupun pihak terkait, studi kepustakaan untuk mendukung pembuatan sistem dan dokumentasi.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan adanya sistem informasi pengolahan data pasien rawat jalan pencarian data yang dibutuhkan akan lebih cepat dengan memanfaatkan sarana komputer yang telah ada untuk proses pengaksesan data.Kata Kunci       : Pengolahan Data, Sistem Informasi
Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Pengolahan Data Persediaan Obat Pada Pos Kesehatan Desa Wonoanti Titin Sri Handayani; Indah Uly Wardati
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 1 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.714 KB)

Abstract

ABSTRACT: Technology in the era of globalization, the very important role to support the activities of daily life - the day, whether in education, business, entertainment, government and others. One example is the development of computer technology. Computers play an important role to support the development of information technology is increasing.           Computer-based information system which will be very different with the information system is done manually or electromechanical. Data processing that still manual, how it works will be very slow and require considerable time to be able to finish it. In contrast to the computerized data processing, how it works would be fast, effective and efficient. So it can help people who do the work. The proposed solution of the problem is the need for the provision of computer equipment, as well as the training of human resources.Keywords : Data processing suppliesABSTRAKSI: Teknologi pada era globalisasi, sangat berperan penting guna menunjang aktifitas kehidupan sehari – hari, baik dalam dunia pendidikan, bisnis, hiburan, pemerintahan dan lain sebagainya. Salah satu contoh perkembangan teknologi adalah komputer. Komputer sangat berperan penting guna menunjang perkembangan teknologi informasi yang semakin meningkat.Sistem informasi yang berbasis komputer akan sangat berbeda dengan sistem informasi yang dilakukan secara manual maupun elektromekanis. Pengolahan data yang masih manual, cara kerjanya akan sangat lambat dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat menyelesaikannya. Berbeda dengan pengolahan data yang terkomputerisasi, cara kerjanya akan cepat, efektif dan efisien. Sehingga dapat membantu orang – orang yang mengerjakan tugas tersebut. Pemecahan masalah yang diusulkan adalah perlu adanya penyediaan perangkat komputer, serta adanya pelatihan sumber daya manusia.Kata kunci : Pengolahan data persediaan
PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS V MENGENAI DAMPAK VIDEO PORNO DI SDN BULAKREJO 3 Wulandari Wulandari; Nova Widyaningrum
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 1 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.112 KB)

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan jaman yang semakin maju ini, memiliki dampak negatif dan positif. Dampak positifnya antara lain teknologi berkembang sangat pesat sehingga teknologi informasipun juga maju pesat.  Pertumbuhan teknologi yang semakin maju  banyak mempengaruhi perilaku para remaja, terutama dalam hal pergaulan yang semakin bebas.  Pemanfaatan teknologi sering disalah gunakan oleh kalangan remaja untuk mengakses video porno baik melalui internet maupun dari media lain seperti handphone.Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian informasi terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas 5 SD Bulakrejo mengenai dampak video porno.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pre-ekperimental dengan rancangan penelitain menggunakan “one group pretest and post test”. Pengambilan sampel menggunakan teknik exhausting sample sejumlah 30 siswa. Uji validitas instrumen menggunakan teknik korelasi product moment dan uji reliabilitas menggunakan cronbach alpha. Analisis bivariatnya menggunakan uji t-berpasangan.Hasil: Analisis data dengan uji-t untuk sampel berpasangan α=5%,diperoleh hasil rata-rata (δ)=26,97dan diperoleh standar deviasi (SD) yaitu 10,23, HO ada perbedaan sedangkan HI tidak ada perbedaan. Hasil perhitungan T hitung 16,246 dan t-tabel 2,04 maka t-hitung > t-tabel sehingga HO diterima dan HI ditolakKesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan pemberian informasi terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas V SD Bulakrejo 3 mengenai dampak video porno. Kata kunci: tingkat pengetahuan, video porno, pemberian informasi.
Sosialisasi Metode Ceramah Tentang Haid Dismenorea Terhadap Upaya Meningkatkan Pengetahuan Siswi Di SMP Negeri 1 Grogol Sukoharjo Socialization Methods Lectures About Menstruation Dysmenorrhoea Efforts to Improve Students Knowledge In SMP Negeri 1 Grogo Nuri Tri Rahmawati; Susi Endrawati
Indonesian Journal on Medical Science Vol 2 No 2 (2015): IJMS 2015
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.597 KB)

Abstract

Abstract: Young women who reach adulthood will experience menstruation (periods), the periodic and cyclic bleeding from the uterus, accompanied by the release (desquamation) endometrium. Menstruation experienced by young women sometimes cause problems, namely disminorea. Disminorea a gynecological problem, ie stiffness or spasms at the bottom of the abdomen that occurs in time before menstruation. With the onset of menstrual symptoms heaviness in the stage and pain that can interfere with learning activities, and indirectly affects the productivity and quality of life of adolescents. Lecture method can improve the knowledge about menstruation dysmenorrhea terms of cognitive learning outcomes and attitudes / affective students. This research is Kuantitatif croos sectional that is made up of two cycles, each cycle has four stages. Theyare planning, action, observation and reflection. The subjects of the study are female students class 8H and 8I. The data obtained through interviews, affective, questionnaires, and cognitive tests. The technique of data analysis is descriptive qualitative. Showed that socialization with lecture method 1) can increase the result of cognitive learning 71,3% in the first cycle to 83,7% in the second cycle or the percentage of completeness classroom 76% in the first cycle to 94% in the second cycle. 2) Can improve students affective learning outcomes. Data views of the percentage of achievement 77% in the first cycle to 80% in the second cycle. Lecture sociable about menistry dismenorhea can increase student knowledge class 8H and 8I SMP N 1 Grogol Sukoharjo. Keyword: Cross-sectional, dysmenorrhea, cognitive, affectiv  Abstrak: Remaja putri yang menginjak dewasa akan mengalami haid. Haid yang dialami remaja wanita terkadang menimbulkan masalah, yaitu disminorea. Gejala haid dengan timbulnya rasa berat di panggung dan nyeri yang dapat mengganggu aktivitas belajar, dan secara tidak langsung berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup remaja. Metode ceramah dapat meningkatkan pengetahuan tentang haid dismenorea ditinjau dari hasil belajar kognitif  dan sikap/afektif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif cross-sectional. Penelitian ini terdiri dua siklus. Setiap siklus terdapat 4 tahap yang terdiri perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian siswi kelas 8H dan 8I. Data diperoleh melalui wawancara tidak terstuktur, angket afektif dan test kognitif. Teknik Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pemberian sosialisasi metode ceramah dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dengan ketercapaian 71.3% disiklus I menjadi 83.7% pada siklus II, atau dengan persentase ketuntasan kelas 76% pada siklus I menjadi 94% pada siklus II, 2) dapat meningkatkan hasil belajar afektif siswi. Data dilihat dari persentase ketercapaian 77% disiklus I menjadi 80% pada siklus II. Metode ceramah tentang haid dismenorea dapat meningkatkan pengetahuan kognitif dan afektif siswi kelas 8H dan 8I di SMP Negeri 1 Grogol Sukoharjo. Kata Kunci:  Cross-sectional, Dismenorea, Kognitif, Afektif

Page 4 of 32 | Total Record : 319