cover
Contact Name
Dewi Muliyati
Contact Email
dmuliyati@unj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
snf@unj.ac.id
Editorial Address
Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta GHA Lt.5 Jl Rawamangun Muka No.1
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL)
ISSN : 23021829     EISSN : 24769398     DOI : https://doi.org/10.21009/03
Focus and Scope: Physics education Physics Instrumentation and Computation Material Physics Medical Physics and Biophysics Physics of Earth and Space Physics Theory, Particle, and Nuclear Environmental Physics and Renewable Energy
Articles 976 Documents
Karakteristik Soliton Pada Persamaan Schrödinger Nonlinear T. B. Prayitno
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 2 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2013
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.874 KB)

Abstract

It has been calculated in this manuscript the characteristic possessed by soliton of nonlinear Schrödinger equation in the case of (1+1) space-time dimension. In thus case, it will be discussed two physical entities, namely, classical mass and topological charge of nonlinear Schrödinger equation. Especially for the classical mass, we comment about the resulting calculation in the previous paper [Berkala Fisika Vol. 14, 75 (2011)] since there is such a wrong calculation that it can cause wrong interpretation. This interpretation is related to the relativistic property owned by the soliton as the manifestation of the particle nature. Besides we also prove that the value of topological charge in the nonlinear Schrödinger is zero. Keywords: Soliton, Schrödinger nonlinear, muatan topologi.
Aplikasi Metode Geolistrik Dalam Survey Potensi Hidrothermal (Studi Kasus Sumber Air Panas Nglimut Gonoharjo Gunung Ungaran) Tulus Prihadi; Supriyadi Supriyadi; Sulhadi Sulhadi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 2 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2013
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.676 KB)

Abstract

Telah diketehui potensi hidrothermal di daerah sumber air panas Nglimut Gonoharjo Gunung Ungaran berdasarkan informasi geologi bawah permukaannya. Akuisisi data menggunakan peralatan geolistrik Resistivity Automatik Multichannel S-Field dengan konfigurasi Wenner. Data diolah dengan menggunakan software Res2DINV. Berdasarkan interpretasi bawah permukaan, menunjukkan bahwa untuk daerah penelitian kecenderungan nilai resistivitas sangat rendah (<5 Ωm) yang berhubungan dengan sumber panas bumi, terdeteksi sebaran air panas disekitar sumber tidak kontinu. Diduga air panas tersebut muncul ke permukaan karena adanya rekahan batuan di bawah permukaan Kata kunci: Hidrothermal, Geolistrik, Panas Bumi.
Peningkatan Kualitas Kapasitor Pada Resonator Untuk Perbaikan Deteksi Sinyal Pada Eksperimen Amplifikasi Mode Bunyi Ketiga Pada Superfluida Helium-4 Y. Pramudya; F. M Ellis
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 2 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2013
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.793 KB)

Abstract

Amplifikasi mode bunyi ketiga pada superfluida Helium-4 dimungkinkan dengan kondensasi atom helium pada lapisan tipis superfluida. Untuk mencapai osilasi diri, dibutuhkan faktor kualitas resonansi bunyi ketiga yang besar. Hal ini, bisa dicapai dengan peningkatan kualitas resonator yang digunakn untuk mendorong terjadinya mode bunyi ketiga dan mendeteksinya dengan kapasitor. Peningkatan kualitas resonator dilakukan dengan cara pengujian kebersihan celah kapasitor. Faktor kualitas yang dihasilkan pada eksperimen ini besar namun tidak cukup besar untuk mencapai keadaan osilasi diri dengan daya pemanas yang kecil. Hasil eksperimen dengan kondensasi menunjukkan adanya peningkatan faktor kualitas resonansi mode bunyi ketiga. Keywords: superfluids, helium-4, third sound, resonator, tunnel diode, persistent current, quality factor.
Analisis Hasil Perkuliahan E-Learning Elektronika Menggunakan Model Statistik Analisis Ragam DuaAarah (Two Way Analysis of Variance) Di Jurusan Fisika, Universitas Negeri Jakarta Yuliana Yuliana; Fitri Ayu Sundari; Agus Setyo Budi; Hadi Nasbey; I. Made Astra; Sifa Alfiyah; Iwan Sugihartono; Cuk Imawan; Lutfi Rohman
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 2 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2013
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.602 KB)

Abstract

Analisis hasil perkuliahan e-learning elektronika menggunakan model statistik analisa ragam dua arah (Two Ways Analysis of Variance) di jurusan fisika, Universitas Negeri Jakarta telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan model statistik ragam dua arah (Two Ways Analysis of Variance) dari hasil belajar elektronika seperti tugas baca, latihan, dan kuis dengan masing-masing tugas baca, latihan, dan kuis terdiri dari tugas baca 1, tugas baca 2, tugas baca 3, latihan 1, latihan 2, latihan 3, kuis 1, kuis 2, dan kuis 3. Adapun analisa model statistik yang dilakukan dengan mengolah data hasil belajar elektronika kedalam bentuk statistik dan melakukan analisa ragam dua arah (Two Ways Analysis of Variance). Pengolahan data ke dalam bentuk statistik memperlihatkan kurva dan grafik pola histogram dari hasil analisa frekuensi hasil belajar elektronika, sedangkan analisa menggunakan uji analisa ragam dua arah (Two Ways Analysis of Variance) dapat diketahui bahwa mahasiswa jurusan Fisika 2011, Universitas Negeri Jakarta memilki kemampuan yang berbeda dan juga untuk tugas baca, latihan, dan kuis mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda. Pada tugas baca memilki kesulitan yang lebih rendah dibandingkan latihan dan kuis, analisa ragam dua arah (Two Ways Analysis of Variance) memperlihatkan bahwa nilai latihan dan kuis mahasiswa lebih rendah dibandingkan nilai tugas baca mahasiswa. kata kunci : two ways Analysis of Variance, elektronika, e-learning.
Pengembangan Miniatur Pembangkit Listrik Tenaga Uap Sebagai Media Pembelajaran Fisika Sekolah Menengah Atas (SMA) Fahrian Elfinurfadri; Razali Rasyid; Hadi Nasbey
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 2 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2013
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.41 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan berupa miniatur pembangkit listrik tenaga uap yang dapat digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran fisika untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berpikir ilmiah siswa dalam pembelajaran fisika pada materi perubahan energi kelas XI SMA. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2011 - Januari 2013 di Laboratorium Jurusan Fisika FMIPA-UNJ. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (research and development). Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu (1) mengkaji tuntutan standar KTSP dan inventarisasi permasalahan guru dalam menyampaikan konsep perubahan energi. (2) perancangan media, (3) pembuatan media miniatur pembangkit listrik tenaga uap, (4) uji fungsional dan karakteristik media, (5) pengembangan desain media miniatur agar mudah diamati, (6) validasi oleh tenaga ahli (dosen), guru dan siswa. Hasil uji coba miniatur pembangkit listrik tenaga uap menunjukkan bahwa miniatur pembangkit listrik tenaga uap merupakan media pembelajaran sebagai alat demonstrasi yang dapat membantu guru dalam menyampaikan materi dan pesan pembelajaran serta dapat mengembangkan keterampilan proses sains. Hasil uji coba miniatur pembangkit listrik tenaga uap dapat menarik minat siswa dalam belajar fisika dengan topik yang menarik dan berguna bagi mereka sehingga mudah memahami materi dan pesan pembelajaran yang disampaikan serta dapat mengembangkan keterampilan proses sains. Kata Kunci : alat peraga, miniature, pembangkit listrik tenaga uap.miniature, steam power plants.
Aplikasi Dinamika Molekul Kode LAMMPS untuk Fenomena Transisi Fase Widiasih Widiasih; Herawati Herawati; Heni Safitri
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 2 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2013
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.006 KB)

Abstract

Simulasi dinamika molekuler adalah salah metode komputasi material yang handal untuk memprediksi sifat-sifat fisis termodinamik padatan, cairan dan gas. Dengan metode dinamika molekuler gerak atom-atom dan hasil perubahan wujud zat dapat dipelajari dan divisualisasikan dengan sangat baik dan informatif karena mampu menggambarkan susunan atom-atom bahan selama proses transisi fase berlangsung, dimana hal ini gerak atomatom susah diamati secara eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aplikasi metode dinamika molekuler pada studi transisi fase bahan dimana terjadi perubahan dari pada ke cair. Untuk mengamati adanya transisi fase, simulasi dijalankan dan dimulai dari temperatur T nol absolut pada step ke nol kemudian temperatur dinaikan secara gradual sepanjang simulasi sampai mencapai temperatur 1950,51 K pada step ke 130000. Transisi fase tidak lain adalah berkaitan dengan temperatur leleh bahan, dapat diamati dengan melihat adanya perubahan yang tajam pada kurva Temperatur-Energi Total. Dari hasil simulasi dengan program MD Lammps setelah step ke 60000 (T= 840,49 K) memperlihatkan bahwa dengan bantuan program Jmol untuk analisis struktur bahan diketahui bahwa struktur alumunium masih belum sepenuhnya mencair, sedangkan pada step ke 70000 (T = 1011,11 K) sudah lebih acak atom-atomnya yang memperlihatkan kecenderungan sifat-sifat struktur cair. Oleh karena itu temperatur titik lebur logam Al pada penelitian ini diprediksi pada nilai sekitar T = 1059,75 K pada step integrasi ke 78200. Selanjutnya metode dinamika selain dapat digunakan untuk menghitung titik leleh bahan, metode ini mempunyai kelebihan dapat digunakan untuk membantu dalam proses belajar-mengajar Fisika di kelas karena hasil simulasi dapat divisualisasikan dengan sangat baik dan informative serta realtime. Kata Kunci: Metode Dinamika Molekul, Perubahan Wujud Zat, Titik Leleh Bahan, LAMMPS, Jmol.
INOVASI PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS DIMENSI BELAJAR WAHANA PENGEMBANGAN PEMAHAMAN FISIKA SECARA MENDALAM I Wayan Santyasa
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2012
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.677 KB)

Abstract

Belajar fisika merupakan pemaknaan mengenai tiga hal pokok, yaitu (1) hakikat konsepsi, prinsip, hukum, dan teori fisika melalui aktivitas metakognisi, (2) proses-proses ilmiah melalui aktivitas praktik, dan (3) nilai dan/atau sikap ilmiah melalui aktivitas kolaborasi, sosialisasi, dan spiritualisasi. Pemaknaan tersebut merupakan proses yang tidak sekali jadi, tetapi selalu mengalami proses penyempurnaan dan perluasan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dimensi belajar menjadi alternatif landasan pembelajaran, yang mencakup: (1) sikap dan persepsi positif terhadap belajar, (2) perolehan dan pengintegrasian pengetahuan baru, (3) perluasan dan penyempurnaan pengetahuan, (4) penggunaan pengetahuan secara bermakna, dan (5) pembiasakan berpikir efektif dan produktif. Lima dimensi belajar tersebut merupakan wahana bagi peserta didik untuk berubah konsepsi secara optimal dalam rangka membangun pemahaman fisika secara mendalam melalui olah pikir, rasa, dan raga dalam belajar fisika yang semuanya bersumber dari dorongan hati yang paling dalam yang akhirnya bermuara pada kerendahan hati. Landasan dimensi belajar tersebut perlu dijadikan pijakan oleh para guru fisika dalam mengembangkan fasilitas belajar yang mampu mengusik hati peserta didik untuk lebih bertanggung jawab terhadap belajarnya. Sikap bertanggung jawab merupakan salah satu kompetensi yang potensial dalam membangun kompetensi-kompetensi berpikir kreatif-produktif, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, belajar bagaimana belajar, kolaborasi, pengelolaan dan/atau pengendalian diri. Kompetensi-komepetensi tersebut mutlak diperlukan oleh peserta didik agar mampu menjadi manusia yang adatable, flexible, dan versatil dalam segala aspek kehidupan yang senantiasa berubah. Kata kunci: Inovasi; pembelajaran fisika; metakognisi; dimensi belajar; pemahaman.
STRUCTURAL AND OPTICAL PROPERTIES OF RARE EARTH DOPED PHOSPHATE GLASS CONTAINING NANOPARTICLES M. R. Sahar; E. S. Sazali; Raja J. Amjad
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2012
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.344 KB)

Abstract

Transparent rare earth doped phosphate based glasses with and without silver nanoparticles (NPs) are obtained using conventional melt-quenching technique. In the present study, structural properties of glass are investigated by using X-ray Diffraction (XRD) and Transmission Electron Microscopy (TEM). In addition, the optical properties of glass are investigated by means of UV-Vis-NIRand Photoluminescence (PL).The amorphous nature of the glass is confirmed by XRD diffractogram.TEM studies revealed the nano-crystals glass morphology which is associated to the existence of crystallized phase.It is found that the growth of particle size of silver in glass matrix depends mainly on the diffusion coefficient and activation energy of coalescence and more specifically on the heat treatment time and temperature of the matrix. For UV-Vis-NIR studies, the absorption spectra of RE doped phosphate with NPs presents several sharpabsorption bands due to the respective transitions of RE ionswhich has been transit from the ground state tothe excited states. With the addition of NPs, the wavelengthsof the absorption peaks are almost unchanged but the cut-offabsorption bands shift to shorter wavelengths.The emission peaks for the luminescence were found to be located at the wavelength which corresponding to each rare earth. The enhancement of RE luminescence is due to the presence of NPs. The large luminescence enhancement was obtained due to the simultaneous contribution of the REenergy transfer. Our findings may provide some useful information towards the development of functional glasses with controlled optical properties. Keywords: Rare earth (RE), Nanoparticles (NPs).
THE FÖRSTER-TYPE EXCITON QUENCHING MECHANISM AND ITS IMPACT TO THE QUANTUM EFFICIENCY AND EXCITON DIFFUSION IN ORGANIC SEMICONDUCTOR Yoga Divayana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2012
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.153 KB)

Abstract

Organic light-emitting diodes (OLEDs) have emerged as one of the most important generallighting technologies of the future. The current state-of-the-art OLED utilizes various differentlayers which function separately as carriers transport, carriers and excitons blocker, and emittinglayer. The emission layer of the OLED is normally formed by a host-guest system obtained byco-evaporating a small amount of guest molecule in the matrix of host material. It is generallyaccepted that in a host-guest system, concentration quenching is caused by molecules aggregation.As concentration of guest molecule increases, a drop in quantum efficiency is followed by a redshiftin the emission spectrum, characteristics of aggregate state. Here we show that concentrationquenching is also caused by another Förster-type interaction. We investigate this Förster-typeexciton quenching process in various organic molecules and its effect to the exciton diffusion.
TEORI GAUGE DAN GRUP SIMETRI INTERNAL T. B. Prayitno
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2012
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.461 KB)

Abstract

Pada makalah ini telah dikaji ulang mengenai konsep dasar transformasi gauge dan kaitannya dengan teori grup. Gagasan mengenai konsep teori gauge yang pertama kali diajukan oleh Hermann Weyl pada tahun 1919 ini mengambil analogi yang sama dengan gagasan yang diajukan oleh Albert Einstein dengan memperkenalkan besaran ‖connection‖ dalam teori relativitas umum. Besaran ini digunakan oleh Einstein untuk mendefinisikan kerangka koordinat lokal dengan menganggap bahwa medan gravitasi bersifat merata/uniform. Selain itu, Gagasan ini pada dasarnya diajukan untuk menyatakan hubungan antara satu pengamat dengan pengamat lainnya dalam meninjau sistem fisika sebagai upaya untuk memperluas ketidak ubahan hukum fisika yang dilihat oleh pengamat mana pun juga. Namun demikian, ‖connection‖ yang pertama kali diajukan oleh Weyl ternyata merupakan simetri dari persamaan Maxwell di dalam teori elektromagnetik mengenai kebebasan memilih potensial skalar dan potensial vektor. Selain itu, Weyl juga menunjukkan bahwa simetri tersebut berkaitan dengan simetri dari suatu grup simetri internal yang tergolong grup Lie, yaitu grup U(1). Keywords: Gauge Invariance, Grup simetri internal.