cover
Contact Name
Rusdi
Contact Email
slj@unm.ac.id
Phone
+628114607200
Journal Mail Official
slj@unm.ac.id
Editorial Address
Jl. AP. Pettarani No.9, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, 90222
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Social Landscape Journal
ISSN : -     EISSN : 2721236X     DOI : https://doi.org/10.56680/slj.v3i2
Core Subject : Education, Social,
Social Landscape Journal (SLJ) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar. SLJ menyediakan akses terbuka dengan prinsip bahwa hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ini tersedia secara bebas untuk umum untuk mendukung pertukaran pengetahuan secara global. SLJ menerbitkan artikel tiga kali per tahun yaitu Maret, Juli dan November. SLJ menyediakan tempat bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menerbitkan artikel ilmiah. Setiap teks yang dikirim ke editor SLJ ditinjau oleh peer review. Semua manuskrip yang dikirim ke editor SLJ diterima dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Ruang lingkup artikel yang tercantum dalam jurnal ini berkaitan dengan berbagai topik, termasuk: pendidikan ilmu sosial, geografi, Sosiologi, sejarah, ekonomi, dan sistem informasi Geografi. Jurnal ini tersedia dalam bentuk online saja dan sangat menghargai etika publikasi dan menghindari semua jenis plagiarisme.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2023): March" : 6 Documents clear
KESENJANGAN SOSIAL PADA MASYARAKAT DESA SAOTENGNGA KECAMATAN SINJAI TENGAH Suryani Suryani; Andi Reski Putri Utami; Dwi Angrasari; Tahfira Tahfira
Social Landscape Journal Vol 4, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v4i1.44715

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1). Gambaran terjadinya ketimpangan sosial di desa Saotenngga Kecamatan Sinjai Tengah. 2). faktor-faktor penyebab ketimpangan sosial di desa Saotengnga Kecamatan Sinjai Tengah. 3). Mengetahui upaya dan kebijakan pemerintah daerah serta peran masyarakat dalam mengurangi ketimpangan sosial di Desa Saotenngga Kecamatan Sinjai Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Proses pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti meliputi: reduksi data, penyajian, analisis perbandingan dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa 1) Gambaran terjadinya ketimpangan sosial di Desa Saotenngga Kecamatan Sinjai Tengah terbagi menjadi dua bagian yaitu sistem sosial dan konflik (eksploitasi kelompok). Sistem sosialnya adalah mereka dapat menerima kelompok yang berbeda, saling membantu, dan masyarakat mampu beradaptasi dengan perbedaan yang berbeda, terutama secara pekerjaan, sedangkan konflik/eksploitasi kelompok dapat memicu ketimpangan sosial, mulai dari perbedaan kelompok atau partai, pedalaman konflik, perbedaan kepentingan individu dalam kelompok, yang semuanya saling berhubungan dalam realitas sosial yang kompleks sehingga menimbulkan ketimpangan sosial. 2) Terdapat lima faktor penyebab kesenjangan sosial di desa Saotenngga Kecamatan Sinjai Tengah yaitu kondisi demografis, kondisi ekonomi, kondisi budaya/perlakuan sosial, kondisi geografis dan kondisi pendidikan. Kelima faktor tersebut mempengaruhi ketimpangan sosial. 3) Upaya dan kebijakan pemerintah daerah dan peran masyarakat dalam ketimpangan sosial masyarakat desa Saotengnga. Kebijakan pemerintah desa Saotenngga adalah dengan adanya BUMDES yaitu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk datang dan menyampaikan ide serta membuka lapangan kerja bagi pemuda desa Saotenngnga. Peran masyarakat adalah menjadi relawan di bidang pendidikan untuk mengurangi ketimpangan sosial.
MAKNA SIMBOLIK ORNAMEN BANUA SURA’ MASYARAKAT DESA OROBUA TIMUR KECAMATAN SESENAPADANG KABUPATEN MAMASA Karmita T. Rume; Darma Jaya Syahrudin
Social Landscape Journal Vol 4, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v4i1.37408

Abstract

tujuan   untuk   mengetahui   :   1)   makna   simbolik   ornamen   Banua   Sura‟ masyarakat desa Orobua Timur Kecamatan Sesenapadang Kabupaten Mamasa ,2) mengetahui   aktualisasi   makna   simbolik   ornamen  Banua   Sura‟   dalam  kehidupan masyarakat desa Orobua Timur Kecamatan   Sesenapadang  Kabupaten  Mamasa. Jenis penelitian yang  digunakan  oleh  peneliti  yaitu  kualitatif  deskriptif.  Adapun Teknik  pengumpulan  data  melalui   dokumentasi,   observasi,   dan   wawancara. Proses pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti diantaranya  :  pengumpulan  data, reduksi  data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan  1)  Makna  Simbolik  ornamen  Banua  Sura‟  masyarakat  desa  Orobua Timur Kecamatan Sesenapadang Kabupaten Mamasa  dapat  di  lihat  dari  nilai  sosial ekonomi, politik dan kebudayaan dapat dibuktikan dengan adanya simbol- simbol  yang  ada  pada  banua  sura‟.simbol-simbol  ini  di  percayai  oleh  masyarakat dan  keluarga  bahwa  keberadaanya  membawa  hal  yang   baik   terlebih menitiberatkan  pada  golongan  bangsawan  atau  berbeda  dengan   masyarakat lainnya. Namun syarat melakukan proses mengukir simbolik harus melalui tahapan-tahapan adat yang diyakini sejak dahulu kala seperti Manggallun (rambu solo).   2)   Aktualisasi  makna   simbolik  banua  sura‟  dalam  kehidupan  masyarakat dapat di lihat  dari  nilai  agama/kepercayaan.  Hal   tersebut  diyakini  masyarakat zaman dahulu bahkan sampai sekarang adalah kepercayaan aluk todolo.  Beberapa ritual upacara yang masih dilaksanakan masyarakat khususnya desa Orobua Timur adalah upacara rambu solo, dan merok. Aturan-aturan adat tersebut, tidak mudah ditinggalkan oleh masyarakat karena sebagai penghormatan kepada leluhur.
AKSES KETERSEDIAN AIR BERSIH BAGI MASYARAKAT DI DESA TURIKAMASENG KECAMATAN BONTOA KABUPATEN MAROS Murniati Murni; Ibrahim Ibrahim; Romlah Romlah; Nurul Hidayah
Social Landscape Journal Vol 4, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v4i1.41342

Abstract

The research objectives were to find out 1) Availability of clean water for the people in Tunikamaseang Village, Bontoa District, Maros Regency. 2) Access to clean water for the community in Tunikamaseang Village, Bontoa District, Maros Regency. 3) The efforts of the local government and the community in overcoming clean water problems in Tunikamaseang Village, Bontoa District, Maros Regency. The type of research used is descriptive qualitative. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out, namely preparing data, reflecting on data, coding data, dividing coding results, interpreting and interpreting data. The results of the study show that: 1) The availability of clean water in Tunikamaseang village is minimal, the community only relies on rainwater and PDAM water as a source of clean water. As for other water sources used, but the quality is not clean enough, such as drilled wells, dug wells, pond water, and reservoir water. The constraints are the lack of available clean water, namely the provision of clean water has not been a priority, community sanitation facilities and behavior are still lacking and the factor of low rainfall. 2) The level of access to clean water for the people in Tunikamaseang village is at the basic level of access. Distance and travel time to get clean water between 100-1000m or 5-30 minutes. Meanwhile, the price of clean water is relatively expensive, namely Rp. 50,000,-/m3 or about 18 times the price of PDAM clean water. The difficulty of access to clean water is due to the very minimum available facilities and the poor financial condition of the people. 3) The efforts of the local government in overcoming clean water problems in Tunikamaseang village are distributing reservoirs and making proposals for the procurement of clean water assistance aimed at the Regional Government. While the community's efforts are making piped connections to clean water, maintaining water sources, saving on the use of clean water, making rainwater reservoirs and private boreholes.Keywords: Clean Water; Access; Availability
TRADISI MAPPASIKARAWA DALAM PERNIKAHAN ADAT BUGIS DI DESA BARINGENG KABUPATEN SOPPENG iva arma sari; Nurfadillah Nurfadillah
Social Landscape Journal Vol 4, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v4i1.41487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui gambaran implementasi makna simbolik tradisi Mappasikarawa dalam tradisi mappasikawa dalam perkawinan adat bugis di desa Baringeng Kabupaten Soppeng. (2) mengetahui faktor yang menentukan implementasi makna sombolik dalam tradisi mappasikawa dalam perkawinan adat bugis di desa Baringeng Kabupaten Soppeng teknik pengumpulan data melalui, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun proses pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini memenuhi bahwa Mappasikarawa adalah salah satu prosesi  yang dilakukan setelah akad nikah dan dalam bahasa Bugis berarti saling menyentuhkan kedua mempelai.  Adapun  makna  dari  setiap  gerakan  J Keyakinan terhadap Budaya yang melekat pada masyarakat tentu menjadi penentu suatu tradisi dapat bertahan atau tidak, dalam tradisi Mappasikarawa sendiri masyarakat memiliki kepercayaan bahwa ada maksud dan tujuan tertentu dalam tradisi tersebut. kemudain keluarga, keluarga yang faham akan pentingnya melestarikan budaya atau tradisi yang ada tentu juga menjadi pendukung dalam mempertahankan keberadaan tradisi Mappasikarawa itu sendiri.
TRADISI ATTOANA SONGKABALA PADA MASYARAKAT DESA TURATEA TIMUR KECAMATAN TAMALATEA KABUPATEN JENEPONTO Manis Indawati; Muh Said; Muhammad Zulfadli
Social Landscape Journal Vol 4, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v4i1.19766

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui 1) Bagaimana pelaksanaan tradisi Attoana Songkabala pada masyarakat Desa Turatea Timur Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto. 2) Nilai-nilai apa yang terkandung dalam tradisi Attoana Songkabala bagi masyarakat Desa Turatea Timur Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto. 3) Bagaimana eksistensi tradisi Attoana Songkabala pada masyarakat Desa Turatea Timur Kecamatan Tamalatea Timur Kabupaten Jeneponto. Hasilpenelitian, menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan tradisi Attoana Songkabala dilaksanakan hanya satu kalidalam satu tahun tepatnya setiap hari jum’at yang disepakati bersama yaitu antaraawal musim kemarau ataupun awal musim hujan. 2) Nilai-nilaiyangterkandungdalamtradisiAttoanaSongkabalapadamasyarakat desa Turatea Timur kecamatan Tamalatea kabupaten Jenepontoterdapatnilai-nilaiyaitu:Nilaikenikmatan,nilaikehidupan,nilaikejiwaandannilai kerohanian. 3) Eksistensi tradisi Attoana Songkabala pada masyarakat Desa Turatea TimurKecamatanTamalateaKabupatenJenepontomasihterjaga dan dilaksanakan sampai saat ini dengan peradaban yang semakin modern tidak mengubah ciri khas dari tradisi melainkan semakin dikenal oleh masyarakat.
CONTRIBUTION OF THE ROLE OF SOCIAL CAPITAL IN THE DEVELOPMENT OF RURAL COMMUNITIES Firdaus W Suhaeb; Ernawati Syahruddin Kaseng
Social Landscape Journal Vol 4, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v4i1.43905

Abstract

The study of this article aims to illustrate the importance of social capital in community development in rural areas assuming that social capital energy still exists in community life in rural areas today but certainly needs to be improved sustainably. Using the method of literature study, so that the secondary databases obtained are compiled, analyzed and inferred. The data collection stage is through taking data from the library, reading, recording, and then processing the data from the materials obtained. The results of the study show that through the elements of social capital owned by the community in rural areas, the role of social capital can contribute to increasing community productivity, social development, economic development as well as the development and rehabilitation of various village infrastructures in a mutual cooperation. Social exchanges that are built in rural communities that tend to be based on certain motives including because there are certain motives of profit, interests and rewards, are intertwined through interlocking social networks. This is also supported by the existence of social values and norms in the culture of the village community.  For this reason, a sustainable increase in social capital in rural communities is expected to improve the economy and reduce poverty in addition to the increase in various other development sectors in rural areas today.

Page 1 of 1 | Total Record : 6