cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
jipmi@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
jipmi@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Tembalang Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 28295617     DOI : https://doi.org/10.26714/jipmi
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JIPMI) mewadahi publikasi kegiatan pengabdian masyarakat dan temuan inovasi teknologi terapan diutamakan yang berhubungan dengan bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2022): Januari" : 8 Documents clear
Pemanfaatan Jagung Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Putu Ayu Untuk Penguatan Produk Lokal Risza Yunita Putri; Eka Puji Lestari; Fiqa Ayyatika Fajriyah; Devia Azzahra Oktaviani; Alvilaila Alvilaila; Rizky Safri Hansyah; Wakhid Setyo Bahari; Nada Misi Islamy; Cut Ellen Iftitan Ariyani; Hadi Prawoto; Annis Illa Hwa Dzati; Shinta Dzannuba Ahshoria; Zyndi Ningtyasari; Alief Ababiel
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.633 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i1.8

Abstract

Latar belakang: Desa Bener merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang yang terletak di kaki gunung merbabu bagian utara yang berbatasan langsung dengan Kota Salatiga. Sebagian besar masih berupa persawahan dan ladang dengan total penduduk 5939, hal ini harusnya menjadikan Desa Bener menjadi desa yang berpotensi memiliki pendapatan yang tinggi dari luas wilayah dan SDM yang dimiliki. Namun dilihat dari hasil observasi, masih banyak sekali kurangnya kesadaran dari SDM terutama petani dan pedagang untuk mengolah hasil bumi Desa Bener untuk dijadikan berbagai produk yang nilai jualnya tinggi.  Metode: Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan secara langsung mengenai pembuatan Putu Ayu Jagung yang menarik dan mudah dipahami sehingga memungkinkan untuk dipraktikkan sendiri di rumah. tahapan yang kami lakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, diantaranya adalah persiapan program pendampingan sejak persiapan, pembuatan, pengemasan dan pemasaran Putu Ayu Jagung. Hasil: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat berjalan dengan baik, masyakat merasa senang untuk mengikuti kegiatan ini karena dapat ilmu baru yang dapat mereka kembangkan nantinya, dan melalui kegiatan pengabdian ini masyarakat diajarkan supaya bisa memanfaatkan jagung tidak hanya di jual sebagai makanan ternak tapi bisa di olah menjadi makanan yang bernilai jual. Kesimpulan: Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini yaitu para petani jagung di desa bener sudah dapat memahami dengan baik bahwa jagung tidak hanya bermanfaat untuk di jual untuk pakanan ternak tapi juga dapat di olah untuk dijadikan makanan yang dapat dijual. Kata kunci: jagung, putu ayu, produk local, Desa Bener, Salatiga ________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Bener Village is one of the areas in Tengaran District, Semarang Regency which is located at the foot of Merbabu Mountain in the north which is directly adjacent to Salatiga City. Most of it is still in the form of rice fields and fields with a total population of 5939, this should make Bener Village a village that has the potential to have high income from the area and human resources it has. However, judging from the results of observations, there is still a lot of lack of awareness from human resources, especially farmers and traders to process the produce of Bener Village to be made into various products with high selling value. Methods: The method used in this community service activity is in the form of direct training on making Putu Ayu Corn which is interesting and easy to understand so that it is possible to practice it yourself at home. The stages we carry out in community service activities, include the preparation of mentoring programs from the preparation, manufacture, packaging, and marketing of Putu Ayu Corn. Result: This community service activity can run well, the community feels happy to take part in this activity because get new knowledge that they can develop later, and through this service activity the community is taught that they can use corn not only to be sold as animal feed but can be processed into food that is worth selling. Conclusion: The conclusion from this community service is that corn farmers in the village of Benar have been able to understand well that corn is not only useful for selling for animal feed but can also be processed to be used as food that can be sold. Keywords: corn, putu ayu, local product, Bener Village, Salatiga
Penerapan Perangkap Nyamuk Sederhana Dalam Memberantas Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Semarang Dini Saraswati; Eka Ulyati; Nila Okta; Netty Ami; Efa Khasanah; Eza Yunas Restiawan; Anna Nailis; Ummi Hani; Irfanul Chakim
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.112 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i1.11

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan hasil survey dan wawancara pada tokoh masyarakat dan tokoh agama serta warga Kelurahan Rowosari masalah kesehatan yang dihadapi yaitu angka bebas jentik di wilayah kelurahan rowosari masih rendah yaitu 75%. Hal ini kemudian menjadikan kelurahan rowosari menjadi salah satu kelurahan dengan angka kejadian tertinggi di kota Semarang. Tujuan: Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk memberikan informasi dan kemampuan kepada masyarakat kelurahan Rowosari agar dapat memberantas nyamuk penyebab demam berdarah dengue di lingkungan sekitarnya. Metode: Pengabdian masyarakat menggunakan 3 metode pendekatan  yaitu; penyuluhan cara penularan dan pencegahan DBD, pelatihan cara pembuatan ovitrap sederhana dan pelatihan cara pembuatan dan penggunaan alat penyedot larva sederhana.  Hasil: Penyuluhan di SDN Rowosari 01 didapatkan bahwa dari 57 responden sesudah diadakan penyuluhan mempunyai pengetahuan baik tentang DBD yaitu sebanyak 36 responden (63,2%). Selain itu, penyuluhan di MI Miftahul Ulum 02 didapatkan bahwa dari 36 responden sesudah diadakan penyuluhan mempunyai pengetahuan baik tentang DBD yaitu sebanyak 20 responden (55,6%). Dari 22 responden sesudah diadakan pelatihan mempunyai pengetahuan baik tentang pembuatan ovitrap dan alat penyedot larva yaitu sebanyak 16 responden (72,7%). Nilai perhitungan statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan dan pelatihan. Kesimpulan: Masyarakat telah terbukti mampu membuat secara mandiri ovitrap dan alat penyedot larva sederhana yang dapat di aplikasikan dalam skala rumah tangga. Rekomendasi pengabdi terhadap masyarakat sekitar yaitu masyarakat harus lebih sadar untuk ikut serta dalam menyelesaiakan masalah kesehatan yang ada di lingkungannya. Kata kunci: DBD, ovitrap, penyedot larva, pencegahan, Rowosari, Semarang _________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Based on the results of surveys and interviews with community and religious leaders as well as residents of the Rowosari Village, the health problem faced is the larva-free rate in the Rowosari village area, which is still low at 75%. This then makes Rowosari village one of the villages with the highest incidence rate in the city of Semarang.  Objective: The purpose of this service is to provide information and capabilities to the Rowosari sub-district community so that they can eradicate mosquitoes that cause dengue hemorrhagic fever in the surrounding environment. Methods: Community service uses 3 approaches, namely; counseling on methods of transmission and prevention of DHF, training on how to make a simple ovitrap, and training on how to manufacture and use a simple larva suction device. Results: Counseling at SDN Rowosari 01 found that from 57 respondents after the counseling had good knowledge about DHF, as many as 36 respondents (63.2%). In addition, counseling at MI Miftahul Ulum 02 found that of 36 respondents after the counseling had good knowledge about DHF, as many as 20 respondents (55.6%). Of the 22 respondents after the training had good knowledge about the manufacture of ovitrap and larva suction devices, as many as 16 respondents (72.7%). The value of statistical calculations shows that there are differences in the level of knowledge before and after counseling and training. Conclusion: The community has been proven to be able to independently make ovitraps and simple larva suction devices that can be applied at a household scale. The recommendation for the service to the surrounding community is that the community must be more aware to participate in solving health problems in their environment. Keywords:  DHF, ovitrap, larva suction, Prevention, Rowosari, Semarang
Pemanfaatan Media Cetak dan Digital Dalam Edukasi Pencegahan Hipertensi di Masa Pandemi Jevina Noraisa Hida; Mifbakhuddin Mifbakhuddin; Ulfa Nurullita
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.985 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i1.15

Abstract

Latar belakang: Transisi pola penyakit yang awalnya didominasi oleh penyakit menular,  saat ini telah berubah ke Penyakit Tidak Menular (PTM). Salah satu penyakit tidak menular yang saat ini menjadi prioritas kesehatan secara global adalah hipertensi. Berdasarkan daftar 10 Penyakit Terbesar Di Puskesmas Kedungmundu pada tahun 2020, hipertensi menduduki urutan pertama dengan jumlah 8284 penderita (23,26%). Tingginya kasus hipertensi dapat memberi risiko berlanjut bagi penduduk di wilayah tersebut.  Tujuan: meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi, penyebab, faktor risiko, dan berbagai upaya untuk menagani dan mencegah. Metode: penyuluhan, KIE Hipertensi dengan Media Video Senam Hipertensi, media brosur, dan media  leaflet. Hasil: Rata-rata pengetahuan tentang hipertensi sebelum penyuluhan sebesar 87,78, sesudah penyuluhan sebesar 97,78, Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p sebesar 0,038. Materi berupa video, brosur, dan leaflet dapat diterima masyarakat dengan baik. Kesimpulan: Penyuluhan dapat meningkatkan skor pengetahuan masyarakat tentang hipertensi. Kata kunci: media cetak, media digital, edukasi, hipertensi, pandemi _____________________________________________________________________________________ Abstract Introduction: The transition of disease patterns, which were initially dominated by infectious diseases, has now changed to Non-Communicable Diseases (NCD). One of the non-communicable diseases that is currently a global health priority is hypertension. Based on the list of the 10 Biggest Diseases at the Kedungmundu Health Center in 2020, hypertension ranks first with 8284 patients (23.26%). The high incidence of hypertension can pose a continuing risk to residents in the region. Objective: to increase public knowledge about hypertension, its causes, risk factors, and various efforts to treat and prevent it. Methods: counseling, KIE Hypertension with Hypertension Gymnastics Video Media, brochure media, and leaflet media. Results: The average knowledge about hypertension before counseling was 87.78, after counseling was 97.78, and the Wilcoxon test results obtained a p-value of 0.038. The materials in the form of videos, brochures, and leaflets were well received by the public. Conclusion: Counseling can increase people's knowledge scores about hypertension. Keywords: print media, digital media, education, hypertension, pandemic
Sosialisasi Pencegahan Hipertensi Dan Pengecekan Tekanan Darah Pada Warga RW 8 Kalongan Kecamatan Ungaran Lia Awalia Majida; Sarni Sarni; Inna Nur Rahma Fajrin; Ismi Elya Wirdati
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.705 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i1.16

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif, penyakit akibat fungsi dari jaringan yang secara progresif menurun dari waktu ke waktu karena usia atau gaya hidup. Warga Kalongan menduduki peringkat pertama penyakit hipertensi dengan jumlah 1176 kasus. Tujuan: Warga Kalongan dapat melakukan pencegahan hipertensi dan pengecekan rutin tekanan darah. Metode: Sosialisasi menggunakan metode ceramah dan pemberian media cetak (poster) dengan diawali pre-test dan dievaluasi hasil menggunakan post-test, dan metode pengukuran tekanan darah. Hasil: Hasil sosialisasi terkait pencegahan hipertensi Kalongan dengan hasil pengetahuan warga meningkat dan antusiasme warga untuk melakukan pengecekan tensi. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat warga dusun kalongan dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan hipertensi dan sadari dalam pengecekan tekanan darah. Kata kunci: penyuluhan kesehatan, pencegahan hipertensi, tekanan darah __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is one degenerative disease, a disease resulting from a function of a tissue or organ. progressively declining from time to time because of age or lifestyle. Kalongan residents are in first place in hypertension 1176 cases of the disease. Objective: Kalongan residents can prevent hypertension and routine checking of blood pressure. Method: Socialization use of lectures and the provision of printed media ( posters ) with started pre-test and evaluated the use of post-test, to check blood pressure. Result: The prevention to socialize hypertension in Kalongan knowledge residents increasing and the residents check their blood pressure. Conclusion: Community activities for residents of Kalongan can increase their knowledge of the prevention of hypertension and live in a check blood pressure.  Keywords: health education, hypertension preventive, blood pressure  
Intervensi Masalah Kesehatan Di RW.01 dan RW.03 Desa Betahwalang Kecamatan Bonang Kabupaten Demak Eli Sahiroh; Diki Bima Prasetio; Indah Nur Sa’adah; Viki Andriyani; Tri Budi Wahyuni; Agustin Lutfiana; Rizky Nur Isnaini; Erul Wirayuda; Trixie Salawati
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.626 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i1.17

Abstract

Latar belakang: Kegiatan mengidentifikasi berbagai masalah kesehatan yang ada dan merumuskan beberapa masalah kesehatan utama melalui tahapan penentuan prioritas masalah di suatu wilayah merupakan langkah awal untuk menetapkan program pengabdian kepada masyarakat kegiatan. Data menunjukkkan warga di RW 01 yang terkena penyakit menular yaitu ISPA, demam typhoid dan TB paru 25%, sedangkan RW 03 yang terkena penyakit menular yaitu Diare 42,8%. Sedangkan sebagian besar warga di RW 01 dan RW 03 terkena penyakit tidak menular Hipertensi dengan persentase 35,4% dan 30,8%. Oleh karenanya intervensi dari masalah kesehatan yang telah ditemukan perlu dilakukan untuk peningkatan kesehatan  Metode: Kegiatan dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu penentuan prioritas masalah, penentuan akar masalah, prioritas akar masalah, memilih alternatif Intervensi, Penentuan Prioritas Intervensi, kemudian yang terakhir yaitu menyusun Planning of Action (POA) agar kegiatan berjalan secara teratur. Hasil: Hasil penyuluhan pada peserta mengalami peningkatan pengetahuan. Program senam mendapat kesepakatan untuk dilaksanakan setiap hari minggu pagi di Aula Balai Desa. Media KIE hipertensi berupa poster telah diserahkan kepada tokoh masyarakat dan ditempel di tempat pelayanan kesehatan dan tempat strategis berkumpulnya masyarakat, Media KIE hipertensi berupa stiker telah ditempelkan di rumah warga. Kesimpulan: Intervensi yang dilakukan yaitu berupa penyuluhan hipertensi, senam, media KIE poster, media KIE stiker. Kata kunci: identifikasi, masalah kesehatan, intervensi _______________________________________________________________________________________ Abstract Background: The activity of identifying various existing health problems and formulating several major health problems through the stages of determining the priority of problems in an area is the first step to establishing a community service program. The data shows that residents in RW 01 are affected by infectious diseases, namely ARI, typhoid fever, and pulmonary TB 25%, while in RW 03, 42.8% are affected by infectious diseases. Meanwhile, most of the residents in RW 01 and RW 03 were affected by non-communicable diseases Hypertension with a percentage of 35.4% and 30.8%, respectively. Therefore, interventions for health problems that have been found need to be carried out to improve health. Methods: Activities are carried out in several stages, namely determining problem priorities, determining root causes, prioritizing root problems, choosing alternative interventions, determining intervention priorities, then the last one is preparing a Planning of Action (POA) so that activities run regularly. Results: The results of the counseling to the participants experienced an increase in knowledge. The gymnastics program got an agreement to be carried out every Sunday morning in the Village Hall Hall. Hypertension KIE media in the form of posters have been handed over to community leaders and posted at health service places and strategic places for community gatherings. Conclusion: The interventions carried out were in the form of hypertension counseling, exercise, IEC poster media, and IEC sticker media. Keywords: identification, health problems, intervention
Pelatihan Branding dan Inovasi Produk Olahan Tempe di Desa Ngroto Grobogan Nasya Adelia Putri; Eli Sahiroh; Nurlian Ramadhanty; Muhammad Alfian Wicaksono; Rengganis Kurnia Wardhani; Manik Kusumaningrum; Sumber Agung; Rizky Wahyudi; Ana Widyaningtyas; Mohamad Farrel Arumki; Mayra Gamma L.D; Mutiara Anggi
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.916 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i1.18

Abstract

Latar belakang: Desa Ngroto merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Desa ini memiliki dua potensi besar yang masih perlu dikembangkan lagi. Potensinya ialah terdapat beberapa home industry olahan tempe (berupa keripik tempe dan tempe buntel). Dari kondisi ini penulis berinisiatif membentuk gerakan masyarakat untuk pengembangan produk desa melalui branding produk. Metode: metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan yaitu pertemuan dengan warga setempat, pengembangan sentra industri olahan tempe, evaluasi. Hasil: Kegiatan ini dilakukan secara bertahap yaitu: pertama, sosialisai dilakukan kepada pemilik home indutry supaya mereka mengerti dan mampu melaksankan hygiene dan sanitasi dalam kegiatan produksi. Kedua, sosialisasi inovasi produk bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang inovasi, diharapkan nantinya akan menjadi produk yang lebih bervariasi, serta ketiga, pelatihan untuk pembuatan konsep desain merk. Kesimpulan: Adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan potensi yang ada di Desa. Wawasan dan motivasi produsen juga meningkat dalam mengemas serta menginovasikan produk mereka masing-masing. Kata kunci: pengembangan potensi, branding, tempe _______________________________________________________________________________________ Abstract Background: Ngroto Village is one of the villages located in Gubug District, Grobogan Regency. This village has two great potentials that still need to be further developed. The potential is that there are several home industries for tempe processing (in the form of tempe chips and tempe buntel). From this condition, the author took the initiative to form a community movement for the development of village products through product branding. Methods: the methods used in the implementation of the activities are meetings with local residents, development of tempe processing industrial centers, and evaluation. Results: This activity was carried out in stages, namely: first, socialization was carried out to home industry owners so that they understood and were able to implement hygiene and sanitation in production activities. Second, product innovation socialization aims to provide knowledge about innovation, which is expected to become a more varied product, and third, training for making brand design concepts. Conclusion: There is an increase in public awareness of the potential that exists in the village. Insights and motivation of producers also increase in packaging and innovating their respective products. Keywords: potential development, branding, tempe
Sosialisasi Personal Hygiene Dalam upaya Pencegahan Penularan Covid-19 Di Desa Jambu, Jepara Veven Maihaki; Heni Rusmitasari
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.816 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i1.19

Abstract

Latar belakang: Upaya mengurangi penularan Covid-19 salah satunya dengan menjaga kualitas personal hygiene. Personal hygiene dapat menjadi langkah yang efektif dalam mencegah penularan Covid-19. Selain itu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir juga menjadi salah satu perilaku sanitasi dan upaya pencegahan penyakit. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya personal hygiene dalam upaya pencegahan penularan Covid-19. Metode: Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan dilaksanakan di RT 32 RW 07 Desa Jambu. Tim pengabdian memberikan pretest sebelum pelaksanaan penyuluhan . Setelah dilakukan penyuluhan atau penyampaian materi kemudian tim memberikan posttest. Selain penyuluhan tim juga melakukan penempelan poster pada tempat-tempat tertentu. Hasil: Hasil kegiatan meningkatkan pengetahuan warga dengan nilai pretest (24,29±3,96) dan nilai posttest (74,05±6,63). Kesimpulan: Sosialisasi dan penyuluhan personal hygiene dapat meningkatkan pengetahuan warga dalam upaya pencegahan penularan covid-19. Kata kunci: personal hygiene, cuci tangan, covid-19 _________________________________________________________________________________________ Abstract Background: One of the efforts to reduce the transmission of Covid-19 is by maintaining the quality of personal hygiene. Personal hygiene can be an effective step in preventing the transmission of Covid-19. In addition, washing hands using soap and running water is also one of the sanitation behaviors and efforts to prevent disease. Objective: To increase knowledge about the importance of personal hygiene to prevent the transmission of Covid-19. Methods: Socialization and counseling activities were carried out in RT 32 RW 07 Jambu Village. The service team gave a pretest before the implementation of the counseling. After counseling or delivering the material, the team then gave a posttest. In addition to counseling, the team also put up posters in certain places. Results: The results of the activity increased the knowledge of the residents with a pretest value (24.29±3.96) and a posttest value (74.05±6.63) Conclusion: Socialization and counseling on personal hygiene can increase the knowledge of citizens to prevent the transmission of covid-19. Keywords: personal hygiene, hand washing, covid-19
Halaman Sampul : Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Admin Jurnal
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.53 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i1.20

Abstract

Cover Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 (Januari)

Page 1 of 1 | Total Record : 8