Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA MAINTENANCE ELEKTRIKAL DALAM MENERAPKAN WORK PERMIT DI PT. X SEMARANG Wirdati, Ismi Elya; Denny, Hanifa Maher; Kurniawan, Bina
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 3 (2015): JULI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.922 KB)

Abstract

occupational accidents are unexpected events that can occur in the workplace, to the place of work and from the workplace. Factors causes of accidents include human, equipment, environment. Accidents are contained in PT. X Semarang occur in electrical maintenance workers. Because the electrical workers are high hazard. So the company applying for a work permit control. This research to determine factors that influence incidence of workplace accidents in electrical maintenance workers in applying work permit. The researchers took factors of knowledge, compliance, PPE use and dissemination work permit. Qualitative research design used cross sectional. The sampling method by total sampling that all electrical maintenance worker. Technique of data collection such as in-depth interviews, documentation and observation. Reliability and validity of the data with source triangulation and triangulation technique. Based on the results of worker factors that caused workplace accidents that implementing SOP compliance work permit, the use of PPE and socialization work permit
Sosialisasi Pencegahan Hipertensi Dan Pengecekan Tekanan Darah Pada Warga RW 8 Kalongan Kecamatan Ungaran Lia Awalia Majida; Sarni Sarni; Inna Nur Rahma Fajrin; Ismi Elya Wirdati
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.705 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i1.16

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif, penyakit akibat fungsi dari jaringan yang secara progresif menurun dari waktu ke waktu karena usia atau gaya hidup. Warga Kalongan menduduki peringkat pertama penyakit hipertensi dengan jumlah 1176 kasus. Tujuan: Warga Kalongan dapat melakukan pencegahan hipertensi dan pengecekan rutin tekanan darah. Metode: Sosialisasi menggunakan metode ceramah dan pemberian media cetak (poster) dengan diawali pre-test dan dievaluasi hasil menggunakan post-test, dan metode pengukuran tekanan darah. Hasil: Hasil sosialisasi terkait pencegahan hipertensi Kalongan dengan hasil pengetahuan warga meningkat dan antusiasme warga untuk melakukan pengecekan tensi. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat warga dusun kalongan dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan hipertensi dan sadari dalam pengecekan tekanan darah. Kata kunci: penyuluhan kesehatan, pencegahan hipertensi, tekanan darah __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is one degenerative disease, a disease resulting from a function of a tissue or organ. progressively declining from time to time because of age or lifestyle. Kalongan residents are in first place in hypertension 1176 cases of the disease. Objective: Kalongan residents can prevent hypertension and routine checking of blood pressure. Method: Socialization use of lectures and the provision of printed media ( posters ) with started pre-test and evaluated the use of post-test, to check blood pressure. Result: The prevention to socialize hypertension in Kalongan knowledge residents increasing and the residents check their blood pressure. Conclusion: Community activities for residents of Kalongan can increase their knowledge of the prevention of hypertension and live in a check blood pressure.  Keywords: health education, hypertension preventive, blood pressure  
Pengembangan Skill dan Produktivitas Terhadap UMKM Pasca Pandemi Covid-19 di Desa Jatipecaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan: Bayu Cahyo; Thosim Thosim; Ismi Elya Wirdati
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 3 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.769 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i3.30

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan analisis situasi di Desa Jatipecaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan terdapat permasalahan masih rendahnya pengembangan usaha UMKM dan relatif masih jalan di tempat ( stagnan ) dimasa pandemi covid-19. Tujuan: Untuk meningkatkan produktivitas dan skill untuk menunjang usaha kepada masyarakat di Desa Jatipecaron perlu dilakukan kegiatan melalui pelatihan, pendampingan dan pengembangan. Metode: Kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan dengan melakukan metode survei lokasi, persiapan materi dan bekal pendampingan. Hasil: Sosialisasi kewirausahaan dapat membangkitkan ekonomi ditengah kondisi new normal pasca covid-19 dan memberikan dampak positif dalam pengembangan dunia usaha. Kesimpulan: Pengembangan usaha setelah pandemi covid-19 melalui kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pendapatan ekonomi dan memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Jatipecaron. Kata kunci: ekonomi tumbuh, pasca pandemi, pelatihan, UMKM ___________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Based on an analysis of the situation in Jatipecaron Village, Gubug District, Grobogan Regency, there are problems with the low level of UMKM business development and relatively still running in place (stagnant) during the pandemic covid-19. Objective: To increase productivity and skills to support business for the community in Jatipecaron Village, activities need to be carried out through training, mentoring and development. Methods: This service activity has been carried out by conducting a site survey method, preparing materials and providing assistance. Result: Entrepreneurship socialization can revive the economy in the midst of new normal conditions post-covid-19 and have a positive impact on the development of the business world. Conclusion: Business development after the covid-19 pandemic through community service activities can increase economic income and meet the needs of the Jatipecaron Village community. Keywords: growing economy, pasca pandemic, workshop, UMKM
Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue Melalui Pelatihan Kader Jumantik dan Kegiatan Bersih Desa di Dusun Tambakrejo Salim, Baatsani Febrianti; Yudha, Devara Satria Kartika; Musdalifah, Fatma Auliya; Irmawati, Isti; Rifqoh, Lana Isbatur; Putrisari, Maya Fifit; Nurafifah, Preedes Dwiani; Agustiani, Rina; Putra, Rizal Dona Pradana; Nurjanah, Salisah; Lestari, Tika; Istiqomah, Willa Avdinta; Wirdati, Ismi Elya
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.278

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus dengue yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Demam berdarah dengue menjadi masalah yang erat kaitannya dengan masalah perilaku. Tingkat pengetahuan dan sikap perilaku masyarakat memegang peranan penting dalam pencegahan dan penurunan kasus DBD. Tujuan: Menurunkan angka kesakitan DBD melalui upaya pelatihan kader jumantik dan kegiatan bersih desa. Metode: Deskriptif observational yang dilakukan pada Januari-Februari  tahun 2023. Populasi yaitu seluruh warga yang ada di Dusun Tambakrejo yaitu sebanyak 288 warga. Perhitungan sampel menggunakan rumus slovin dengan hasil sebesar 220 warga Dusun Tambakrejo. Metode pengambilan sampel menggunakan random sampling. Hasil: Berdasarkan data yang ditemukan dilapangan terdapat 5 masalah kesehatan yang sering terjadi meliputi hipertensi (15,5 %), DBD (4,5%), stroke (3,2%), ISPA (2,3%), dan gastritis (1,4%). Kegiatan pembentukan kader dihasilkan 11 kader yang merupakan perwakilan dari masing-masing RT. Kegiatan yang kedua yaitu kegiatan bersih desa yang diikuti oleh seluruh warga. Kesimpulan: Sebelum dan sesudah diberikan pelatihan penyampaian materi kepada  kader jumantik diketahui bahwa terdapat peningkatan tingkat pengetahuan sebesar (81.8%). Kata kunci: demam berdarah dengue, kader jumantik, pelatihan ___________________________________________________________________________________ Abstract Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by dengue virus infection which is still a public health problem in Indonesia. Dengue hemorrhagic fever is a problem that is closely related to behavioral problems. The level of knowledge and behavioral attitudes of the community play an important role in preventing and reducing dengue cases. Objective: Reducing DHF morbidity rates through Health Volunteer training and village clean-up activities. Method: Descriptive observational conducted in January-February 2023. The population is all residents in Tambakrejo Village, namely 288 residents. Sample calculations used the Slovin formula with results of 220 residents of Tambakrejo Village. The sampling method uses random sampling. Result: Based on data found in the field, 5 health problems often occur, including hypertension (15.5%), dengue fever (4.5%), stroke (3.2%), ISPA (2.3%), and gastritis (1, 4%). The activity to form health volunteers produced 11 volunteers who were representatives from each residence. The second activity is a village cleanup activity which is participated in by all residents.. Conclusion: Before and after being given training in delivering material to Jumantik health volunteers, it was found that there was an increase in the level of knowledge by (81.8%). Keywords: dengue hemorrhagic fever, jumantik volunteer, training
Infused Water Kurma Sebagai Alternatif Menurunkan Berat jenis Urin Pada Pekerja Sektor Informal wirdati, ismi elya
Jounal of Enviromental Science Sustainable Vol 2 No 1 (2021): Environmental Sustainability Journal
Publisher : Environmental Science Program, Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/envoist.v2i1.1815

Abstract

Latar Belakang : Peningkatan berat jenis urin merupakan indikator pekerja mengalami peningkatan respirasi akibat lingkungan kerja panas pada pekerja sektor informal. Infused water kurma merupakan larutan elektrolit yang mengandung gula alami sebagai alternatif pengganti cairan tubuh saat bekerja. Metode : Desain eksperimen semu (quasy experimental design). Sampel terbagi menjadi 2 kelompok, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberi larutan infused water kurma pemberian 250 ml larutan, setiap 30 menit selama 4 jam, kelompok kontrol diberi air mineral. Pengukuran berat jenis urin dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan paired t test dan independent sample t test. Hasil : Perbedaan bermakna berat jenis urin pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah perlakuan (p = 0,000), tidak ada perbedaan berat jenis urin pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah perlakuan (p = 0,328). Tidak ada perbedaan berat jenis urin antara kelompok eksperimen dan kontrol sebelum perlakuan (p = 0,937). Ada perbedaan bermakna berat jenis urin antara kelompok eksperimen dan kontrol setelah perlakuan (p = 0,000). Kesimpulan Berat jenis urin pada kelompok eksperimen (1,006) lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol (1,024). Infused water kurma dapat digunakan sebagai alternatif menurunkan berat jenis urin pada pekerja di sektor informal.
Sosialisasi Stunting Balita Pada Ibu PKK RT 03 RW 02 Tegalkangkung Kedungmundu Kota Semarang Astuti, Rahayu; Wirdati, Ismi Elya; Rusmitasari, Heni
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i1.91

Abstract

Latar belakang: Salah satu masalah gizi yang saat ini menjadi program nasional adalah stunting. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2020, prevalensi stunting sebesar 24,1% diharapkan pada tahun 2024 turun menjadi 14%. Prevalensi stunting di Jawa Tengah masih 20,9% dan kota Semarang 21,3%. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan tentang Stunting pada ibu-ibu PKK. Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan sosialisasi menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hasil: Hasil pengukuran pre-test dan post-test, sebelum dan setelah dilakukan sosialisasi tentang stunting pada ibu-ibu PKK RT 3 RW 2, diperoleh hasil bahwa nilai pre-test berkisar 0-100 dengan nilai 57,9 ± 19,5 (x  ± SD). Nilai hasil post-test  berkisar 50-100  dengan nilai 85,5 ± 16,6 (x  ± SD). Rerata nilai pengetahuan pre-test dan post-test berdistribusi tidak normal, namun berbeda bermakna (p=0,000). Rerata nilai pengetahuan sebelum soaialisasi 57,9 dan sesudah sosialisasi 85,5. Kesimpulan: Kegiatan sosialisasi dengan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting. Direkomendasikan melaksanakan sosialisasi tentang kesehatan secara berkala kepada ibu PKK untuk menjaga derajat kesehatan masyarakat. Kata Kunci: balita, penyuluhan, perilaku sehat, sosialisasi, stunting _________________________________________________________________________________________ Abstract Background: One of the nutritional problems that are currently a national program is stunting. Based on data from the Indonesian Ministry of Health for 2020, the prevalence of stunting is 24.1% and it is hoped that in 2024 it will decrease to 14%. The prevalence of stunting in Central Java is still 20.9% and in Semarang city is 21.3%. Objective: Increase knowledge about stunting among PKK mothers. Method: Community service activities are carried out by outreach using lecture and discussion methods. Results: The results of the pre-test and post-test measurements, before and after the socialization about stunting for PKK RT 3 RW 2 mothers, showed that the pre-test scores ranged from 0-100 with a value of 57.9 ± 19.5 (x  ± SD). Post-test results ranged from 50-100 with a value of 85.5 ± 16.6 (x  ± SD). The mean pre-test and post-test knowledge scores were not normally distributed, but significantly different (p=0.000). The mean value of knowledge before socialization was 57.9 and after socialization was 85.5. Conclusion: Outreach activities with counseling can increase mothers' knowledge about stunting. It is recommended to carry out periodic health outreach to PKK mothers to maintain the health status of the community. Keywords: toddlers, counseling, healthy behavior, socialization, stunting
EKSPLORASI DAMPAK VIRTUAL REALITY STORYTELLING APPROACH TERHADAP SELF REGULATION DAN KEMAMPUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELOMPOK BERMAIN NIHDITANSU NASIONAL UNTUK PENCEGAHAN ADHD Kurnia dewi, Maria Ulfah; Puspitaningrum, Dewi; Wirdati, Ismi Elya; Hiktiawati, Vilda; Safika, Nur
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7414

Abstract

Latar belakang: Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan neuropsikiatrik yang berdampak pada kemampuan regulasi diri serta pengambilan keputusan, yang merupakan dua domain penting dalam perkembangan individu. Pendekatan Virtual Reality (VR) dengan storytelling hadir sebagai inovasi yang mampu menstimulasi pengalaman belajar interaktif dan mendukung pengembangan regulasi diri serta kemampuan pengambilan keputusan. Tujuan: (1) menilai tingkat self regulation dan kemampuan pengambilan keputusan anak di Kelompok Bermain Nihditansu Nasional, serta (2) menganalisis dampak Virtual Reality Storytelling Approach terhadap kedua domain tersebut dibandingkan metode konvensional. Metode: Metode kegiatan pengabdian dengan langkah dalam penyelesaian masalah yaitu: Observasi, Identifikasi Masalah, Solusi, Luaran Program, Luaran Pengabdian. Sampel terdiri dari 60 anak. Instrumen penelitian meliputi Pre school Self Regulation Assessment dan Trail Making Test. Kelompok eksperimen mendapatkan pembelajaran melalui Virtual Reality Storytelling Approach Pencegahan ADHD, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode storytelling konvensional. Hasil: menunjukkan Distribusi frekuensi self regulation pada kelompok yang diberikan penyuluhan Buku mengelola emosi anak dan validasi emosi adalah regulasi diri sedang sebanyak 25 orang (83.3%). Sedangkan pada kelompok yang menggunakan Virtual Reality Storytelling Approach sebagian besar regulasi diri baik sebanyak 26 orang (86.7%). Kemampuan pengambilan keputusan pada kelompok yang diberikan penyuluhan mengelola emosi anak dan validasi emosi sebagian besar kategori perlambatan sebanyak 18 orang (60%). Sedangkan pada kelompok yang menggunakan Virtual Reality Storytelling Approach sebagian besar dengan kategori normal sebanyak 29 orang (96.7%). Kesimpulan: Virtual Reality Storytelling Approach terbukti lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan self regulation dan kemampuan pengambilan keputusan anak. Program ini menjadi terobosan edukatif dalam mendukung pencegahan gejala ADHD serta pengembangan kemandirian anak melalui pengalaman belajar imersif dan interaktif.
Penerapan Safety Farming di Desa Batu Kali: Upaya Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Ismi Elya Wirdati; Heni Rusmitasari; Syakir Maghfuri; Shafira Aulia Az Zahra; Laila Zulvatun Nikmah; Aditya Wisnu Saputra
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v4i3.6029

Abstract

Farmers often face various occupational safety and health (OSH) risks such as exposure to pesticides, physical injuries, ergonomic discomfort, and unsafe working conditions. In Batukali Village, the implementation of agricultural OSH principles is still low, which has an impact on the welfare of farmers. This community service aims to implement a Safety Farming Village, which includes hazard identification, risk management, and risk control through the provision of personal protective equipment (PPE) to improve OSH practices among farmers. The methods used in this community service program included training on OSH implementation through focus group discussions (FGDs), discussions, lectures, and measuring improvements through pre-tests and post-tests, as well as qualitative evaluation through in-depth interviews. The results showed a significant increase in knowledge during the training. Hazard identification and risk management documents were compiled, and there was a reduction in unsafe actions and unsafe conditions, as well as an increase in the effectiveness of the tools used in accordance with ergonomics. The conclusion confirms that the Safety Farming model has the potential to be an effective intervention in agricultural areas and can be replicated
Analysis of Hypertension Risk Factors in Ship's Men: The Role of Age, Smoking Habit, and Noise Exposure Ismi Elya Wirdati; Fadhila Rahman Nugoroho
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i2.5338

Abstract

Hypertension is a critical health indicator that reflects an individual's cardiovascular condition. This study aims to analyze risk factors associated with hypertension among seafarers in Semarang, focusing on age, smoking habits, and noise exposure. Using a cross-sectional design, the study involved 43 seafarers from three ships at Tanjung Mas Port. Data were collected through questionnaires and blood pressure measurements using a sphygmomanometer, while noise exposure was measured with a sound level meter. The results showed a significant association between age and blood pressure, with individuals over 30 years of age having higher levels of prehypertension and hypertension (p = 0.021). Conversely, no significant correlation was found between smoking habits (p = 0.880) or noise exposure (p = 0.290) and blood pressure levels. These results suggest that while age is a significant risk factor for hypertension, smoking and noise exposure may not have a direct impact. This study highlights the need for comprehensive health monitoring and interventions targeting lifestyle changes among seafarers to reduce the risk of hypertension and improve overall health and safety in the maritime work environment.
Cardiorespiratory Fitness Level of College Students in terms of Abdominal Circumference, Body Mass Index, and Gender Ismi Elya Wirdati; Muhammad Muhibbi; Lutfi Muzaqi; Cahulul Rizaldy Hasan
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v14i2.28643

Abstract

Cardiorespiratory fitness refers to the integrated ability of the cardiovascular system with the respiratory system to provide oxygen to body tissues and is measured through VO₂max parameters. This variable is related to gender, abdominal circumference, and Body Mass Index (BMI). This cross-sectional study was analytical and involved 43 students as subjects selected by purposive sampling technique. Data were analysed descriptively and analytically using frequency distribution and chi-square test. The majority of the subjects were female (72%), with a mean abdominal circumference of 78.84 cm and included low risk (53%), a mean BMI of 24.88 and included normal (56%), and a mean VO2 max of 11:02 including a very poor category (72%). Correlation tests of gender, abdominal circumference, and BMI with VO2max showed p values of (p=0.000); (p=0.019) and (p=0.645) respectively, which means that there are differences in cardiorespiratory fitness between men and women; there is a statistically significant relationship between abdominal circumference and VO2max level and there is no statistically significant relationship between BMI and VO2max level.  Exploration of the biological mechanisms behind gender disparities and the influence of body fat distribution on VO₂max needs to be studied longitudinally, in addition to testing the effectiveness of integrated interventions in improving the aerobic capacity of at-risk populations..