cover
Contact Name
Yayuk Anggraini
Contact Email
ijis@fisip.unmul.ac.id
Phone
+6281235857881
Journal Mail Official
ijis@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
Program Studi Hubungan Internasional Jalan Tanah Grogot, Kampus Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75411 Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Interdependence Journal of International Studies
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 27230570     DOI : https://doi.org/10.54144/ijis.v3i1
Core Subject : Social,
Interdependence Journal of International Relations publishes articles of research and opinion based on critical and analytical thinking in the field of international relations with the topics encompass international border issues, environmental studies, area studies, diplomacy and foreign policy, peace, conflict resolutions and humanitarianism, global and transnational issues, gender and international relations, new thinking of international relations theory, globalization and global civil society, development studies, security studies and other issues related to politics and international relations. Any manuscript published by Interdependence: Journal of International Relations has been through a double-blind review which involved experts and academics from many universities in Indonesia and abroad.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2021)" : 5 Documents clear
Kebijakan Act on Promotion of Women’s Participation and Advancement in the Workplace terhadap Pemberdayaan Perempuan di Jepang Subekti, Salshabila Anggrahini; Anggraini, Yayuk; Daniah, Rahma
Interdependence Journal of International Studies Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.186 KB) | DOI: 10.54144/ijis.v2i2.37

Abstract

Kebijakan Act on Promotion of Women's Participation and Advancement in the Workplace merupakan kebijakan pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh pemerintah Jepang untuk menyerap tenaga kerja perempuan dalam masyarakat yang memegang nilai budaya patriarki dan memiliki budaya kerja yang berorientasi pada laki-laki (Man-oriented). Hal ini menimbulkan pertanyaan bagaimana kebijakan Act on Promotion of Women's Participation and Advancement in the Workplace dapat memberdayakan perempuan Jepang untuk menyerap tenaga kerja di sektor industri. Dalam penelitian ini menggunakan teori Sistem Politik dimana penulis menganalisis bahwa kebijakan Act on Promotion of Women’s Participation and Advancement in the Workplace menargetkan sektor industri swasta untuk membuat perencanaan berdasarkan pedoman yang diberikan oleh pemerintah Jepang untuk meningkatkan jumlah perempuan di perusahaan-perusahaan swasta Jepang dengan melihat lingkungan budaya patriarki dan budaya kerja di Jepang.
China dan Politik Penanganan Pandemi Covid-19 Wicaksa, Arif
Interdependence Journal of International Studies Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.097 KB) | DOI: 10.54144/ijis.v2i2.38

Abstract

China merupakan Negara pertama yang dilaporkan menjadi tempat berkembangnya Coronavirus atau Covid-19 yang saat ini menjadi pandemic global. Sebelum itu, China telah dikenal pula sebagai Negara yang bangkit sebagai kekuatan ekonomi baru dunia. Dengan menggunakan konsep Kapitalisasi Bencana dan analisis kualitatif, tulisan ini berusaha menggambarkan kepentingan China dari kebijakan-kebijakan yang diambil terkait Pandemi Covid-19. Ditemukan bahwa kebijakan China terkait Pandemi Covid-19 merupakan instrumen yang digunakan untuk mencapai kepentingan nasionalnya. Kebijakan menutupi pemberitaan media terkait Covid-19, kemudian kebijakan memberikan bantuan kemanusiaan kepada Negara mitra dagang China hingga kebijakan untuk penguasaan kembali Hong Kong ditengah Pandemi Covid-19
Strategi Australia Mengakomodir Politik Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok dalam Australian White Paper 2017 Amella Leuca, Ni Made; Aftah, Chairul; Wirawan, Rendy
Interdependence Journal of International Studies Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.889 KB) | DOI: 10.54144/ijis.v2i2.39

Abstract

Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok menimbulkan dilema kepada Australia, sebab Amerika Serikat adalah mitra utama Australia di bidang pertahanan dan keamanan dan Tiongkok merupakan mitra dagang utama Australia. Respon Amerika Serikat terhadap Kebangkitan Tiongkok menimbulkan rivalitas, Amerika Serikat berupaya mempertahankan pengaruhnya di Asia Pasifik dengan menghasilkan kebijakan Pivot to Asia dan Free and Open Indo Pacific. Sebagai mitra dari kedua negara kekuatan besar, rivalitas dari kedua negara tersebut berdampak pada terganggunya kepentingan Australia, sebab Australia berada ditengah diantara kedua negara yang bersitegang. Kekhawatiran Australia akan terancamnya kepentingan Australia dengan kedua mitra penting tersebut membuat Australia untuk menghasilkan kebijakan Australian White Paper 2017 yaitu kebijakan yang berisikan strategi untuk mengakomodir hubungan bilateral dengan Amerika Serikat dan Tiongkok.
Upaya Sarkozy dalam Mempertahankan Stabilitas Ekonomi Perancis di Tengah Hutang Uni Eropa Tahun 2008 - 2012 Yamin, Muhammad; Yuniarti, Yuniarti; Daniah, Rahmah
Interdependence Journal of International Studies Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.313 KB) | DOI: 10.54144/ijis.v2i2.40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya Sarkozy dalam menjaga stabilitas ekonomi Prancis di tengah krisis utang di Uni Eropa pada tahun 2008-2012. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dan menggunakan jenis data sekunder yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah liberalisme ekonomi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa langkah-langkah kebijakan yang diambil oleh Sarkozy di Prancis untuk menjaga stabilitas ekonomi akibat dampak krisis utang Uni Eropa. Dalam hal ini, Sarkozy merespons dengan menerapkan kebijakan fiskal yaitu memberikan paket stimulus ekonomi Prancis dan melakukan konsolidasi fiskal, kemudian memberikan bailout kepada bank-bank Prancis yang terkena dampak dan memberikan kontribusi paket bailout kepada Yunani di UE. Dampak dari kebijakan ini adalah pemulihan pertumbuhan ekonomi dan perdagangan Prancis. Sistem perbankan mampu menstabilkan sistem ekonomi Prancis, namun pada tingkat rasio utang-defisit Prancis masih relatif tinggi
Hambatan Iran dalam Kerjasama Pembangunan Mobile Power Plant (MPP) di Indonesia Sadewo, Hadi; Aisyah, Aisyah; Wicaksa, Arif
Interdependence Journal of International Studies Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.048 KB) | DOI: 10.54144/ijis.v2i2.41

Abstract

Iran dan Indonesia telah menandatangani kesepakatan kerjasama dalam bidang ketenagalistrikan pada 2016, dimana dalam salah satu poin kerjasama disebutkan bahwa Iran berkomitmen untuk membangun Pembangkit Listrik Bergerak atau Mobile Power Plant sebesar 5000 Megawatt (MW) dalam jangka waktu lima tahun sebagai bagian dari pencapaian target pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan nasional sebesar 35.000 MW pada tahun 2020. Namun hingga berakhirnya periode kerjasama tersebut, Iran sama sekali belum melakukan langkah apa pun untuk pembangunan MPP ini. Pemerintah Indonesia tidak bisa berbuat banyak mengingat kesepakatan kerjasama ini sangat bergantung kepada Iran yang menjadi investor. Faktor-faktor eksternal dan internal seperti embargo ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran pada 2018, keterlibatan Iran dalam konflik di Yaman, dan teknologi MPP yang relative baru dan masih dalam tahap perkembangan nampaknya menjadi hambatan bagi Iran untuk merealisasikan kerjasama yang disebutkan diatas.

Page 1 of 1 | Total Record : 5