cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpbpp.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No 5, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27973174     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan menerbitkan naskah terkait pendidikan mencakup pembelajaran anak usia dini, sekolah dasar, bimbingan dan konseling, teknologi pendidikan, manajemen, pendidikan luar sekolah, serta pendidikan anak berkebutuhan khusus
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 12 (2023)" : 4 Documents clear
Blended Learning Berbantuan “Kujartif IPA Berorientasi Guided Inquiry” untuk Meningkatkan Berpikir Kreatif Siswa Kurlila, Sofia Inis
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i122023p1066-1077

Abstract

Abstract: The aims of this research are (1) to describe the use of guided inquiry-oriented Kujartif IPA (interactive textbooks) in blended learning to improve students' creative thinking, (2) to describe the increase in students' creative thinking by using guided inquiry-oriented science courses in blended learning. This type of research is Classroom Action Research (PTK) with work procedures consisting of four stages, namely planning, implementing actions, observing and reflecting. The subjects of this research were class VB students at SDN Kotalama 1 Malang City in the 2019/2020 academic year. The research results show that there has been an increase in the process and results in learning. This is proven by the students' creative thinking in cycle 1 which increased in cycle 2. The students' creative thinking ability in cycle 1 was obtained in the moderate creative thinking category and increased in cycle 2 with the good creative thinking category. Based on the results of this research, learning with blended learning assisted by guided inquiry-oriented science courses can improve creative thinking. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penggunaan kujartif (buku ajar interaktif) IPA berorientasi guided inquiry dalam pembelajaran blended learning dapat meningkatkan berpikir kreatif siswa, (2) mendeskripsikan peningkatan berpikir kreatif siswa dengan menggunakan kujartif IPA berorientasi guided inquiry dalam pembelajaran blended learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur kerja terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VB salah satu sekolah dasar di Kota Malang tahun pelajaran 2019/2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan proses dan hasil dalam pembelajaran. Hal ini di buktikan berpikir kreatif ini y6siswa pada siklus 1 mengalami peningkatan pada siklus 2. Kemampuan kreatif siswa pada siklus 1 diperoleh dengan kategori berpikir kreatif cukup dan meningkat pada siklus 2 dengan kategori berpikir kreatif baik. Berdasarkan hasil penelitian ini pembelajaran dengan blended learning berbantuan kujartif IPA berorientasi guided inquiry dapat meningkatkan berpikir kreatif.
Profile of Mathematics Problem Solving for Fourth Grader on Fractional Material Viewed from the Type of Learning Style Yusella, Yeni
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i122023p1078-1086

Abstract

Abstract: Problem solving is one of the five standard processes that must be developed in mathematics learning. Learning mathematics must prioritize students' ability to solve problems. Problem-solving skills are an important component of learning maths. In order to provide appropriate learning treatment, teachers must know the abilities of students, especially in solving mathematical problems. In this study, an analysis of the stages carried out by students in solving problem solving test questions based on Polya solving steps. But before that, students will be grouped based on their learning style. This research is a qualitative descriptive research. The subjects of this study were 28 grade 4 students of SDN Dinoyo 3 Malang City.After being given a learning style determination questionnaire, 5% of students with visual learning styles, 7% of students with auditorial learning styles, and 28% of students with kinesthetic learning styles were obtained. While 60% of students have the same dominant score on visual-auditorial learning styles. Based on the results of the study, it can be concluded that students show different steps and habits in problem solving. Students with a visual learning style in understanding problems read the questions repeatedly using aloud and fluently and write down important parts of the problem. Students with an auditorial learning style in understanding problems write down parts that they consider important from the problem using mathematical symbols. Students with a kinesthetic learning style in understanding problems write down parts that they consider important from the problem not using their own language. Abstrak: Pemecahan masalah merupakan salah satu dari lima standar proses yang harus dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika harus mengutamakan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah. Keterampilan pemecahan masalah merupakan komponen yang penting dalam pembelajaran matematika. Agar dapat memberikan treatment pembelajaran yang tepat, guru harus mengetahui kemampuan siswa, khususnya dalam penyelesaian masalah matematika. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap tahapan-tahapan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal tes pemecahan masalah berdasarkan langkah penyelesaian Polya. Namun sebelumnya siswa akan dikelompokkan berdasarkan gaya belajarnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 28 siswa kelas 4 SDN Dinoyo 3 Kota Malang.Setelah diberi angket penentuan gaya belajar, diperoleh 5% siswa dengan gaya belajar visual, 7% siswa dengan gaya belajar auditorial, dan 28% siswa dengan gaya belajar kinestetik. Sedangkan 60% siswa mempunyai skor dominan yang sama pada gaya belajar visual-auditorial. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa menunjukkan langkah-langkah dan kebiasaan yang berbeda dalam pemecahan masalah. Siswa dengan gaya belajar visual dalam memahami masalah membaca soal dengan berulang-ulang menggunakan suara keras dan lancar serta menuliskan bagian-bagian yang penting dari soal. Siswa dengan gaya belajar auditorial dalam memahami masalah menuliskan bagian-bagian yang dianggapnya penting dari soal dengan menggunakan simbol-simbol matematika. Siswa dengan gaya belajar kinestetik dalam memahami masalah menuliskan bagian-bagian yang dianggapnya penting dari soal tidak dengan menggunakan bahasa sendiri.
Peran Program Sekolah Adiwiyata dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Murid SD Kurniasari, Nabila Alfina; Vistrina, Liner
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i122023p1087-1094

Abstract

Program sekolah adiwiyata di salah satu SD negeri di Kota Malang ini sudah berjalan sejak tahun 2015. Dengan adanya program sekolah adiwiyata, warga sekolah menjadi lebih peduli terhadap kebersihan, keberlangsungan, dan kelestarian lingkungan sekolah. Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 tiga tahun yang lalu, membuat pembiasaan atau budaya oleh warga sekolah untuk peduli terhadap lingkungan sekolah menjadi menurun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan sekolah adiwiyata untuk menanamkan kembali karakter peduli lingkungan, utamanya pada murid. Pemaparan studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini mengacu pada langkah-langkah yang dikembangkan oleh Zaluchu yaitu tahap analisis dari pendekatan ini dimulai dengan penelitian awal dan pengumpulan data. Subjek penelitiannya adalah koordinator adiwiyata. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan studi dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelaksanaan program adiwiyata di SDN Percobaan 2 Kota Malang beragam mulai dari program yang terintegrasi dalam muatan pembelajaran hingga kampanye kegiatan peringatan hari-hari lingkungan hidup. Kepedulian murid terhadap lingkungan sekitar selalu ditingkatkan sekalipun masih ada faktor penghambat di dalamnya. Dengan demikian, program sekolah adiwiyata memiliki peran yang begitu strategis dalam membentuk karakter peduli lingkungan bagi murid SD.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VI Muatan IPS Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble Fithriyah, Izzatul
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i122023p1095-1107

Abstract

Belajar dan proses pembelajaran merupakan dua hal penting dalam dunia pendidikan. Belajar merupakan proses siswa mengalami dan memahami lingkungan sekitarnya sehingga terjadi perubahan dalam diri siswa berupa tingkah laku. Dalam belajar pasti ada proses pembelajaran, yaitu terjadinya interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, maupun siswa dengan lingkungan belajarnya. Dalam proses pembelajaran Tema 4 muatan IPS kelas VI, ditemukan fakta bahwa hasil belajar siswa masih banyak yang berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan yaitu 75. Oleh sebab itu, guru mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut melalui metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas VI melalui Model Pembelajaran Kooperatife Tipe Scramble pada Tema 4 muatan IPS, (2) mendeskripsikan peningkatan keaktifan siswa kelas VI melalui Model Pembelajaran Kooperatife Tipe Scramble pada tema 4 muatan IPS. Ketuntasan belajar siswa pada pra siklus atau sebelum diadakan tindakan adalah 42,85% (9 siswa tuntas 12 siswa belum tuntas), pada siklus I meningkat menjadi 61,90% (13 siswa tuntas 8 siswa belum tuntas), pada siklus II meningkat menjadi 85,71% (18 siswa tuntas 3 siswa tidak tuntas)

Page 1 of 1 | Total Record : 4