cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+62247474750
Journal Mail Official
editor@ift.or.id
Editorial Address
Gedung B Lantai 3 Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang 50275.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25979892     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Teknologi Pangan memuat artikel ilmiah di bidang teknologi pangan yang meliputi bidang: mikrobiologi pangan, kimia dan gizi pangan, bioteknologi pangan, rekayasa pangan dan hasil pertanian. Bidang ilmu lain yang terkait dengan pangan juga akan dimuat dalam jurnal ini selama fokus utama artikel adalah tentang teknologi pangan.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018)" : 14 Documents clear
Karakteristik Hedonik Sambal Pecel Hasil Substitusi Kacang Tanah (Arachis hypogaea) dengan Kacang Hijau (Vigna Radiata L) Novita Wibowo; Bhakti Etza Setiani; Antonius Hintono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.268 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.19888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan pada sambal pecel substitusi kacang tanah dengan kacang hijau yang disajikan dengan formula yang berbeda. Desain percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis non parametrik Kruskall Wallis dengan tingkat signifikansi 5% dan apabila terdapat pengaruh maka dilanjutkan dengan uji Mann Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh perlakuan (P>0,05) terhadap substitusi dengan kacang hijau namun perlakuan sambal pecel hasil substitusi 50% kacang tanah dengan 50% kacang hijau diminati panelis dan hampir seperti sambal pecel pada umumnya. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa diversifikasi sambal pecel dapat disubstitusi dengan kacang hijau tanpa mengurangi nilai gizi dan tingkat kesukaan.
Pengaruh Oksidasi Menggunakan Hidrogen Peroksida terhadap Kadar Air Pati Gadung (Dioscorea hispida Dennst.) Selma Husniah Ramadhiyana Elsadi; Yoga Pratama; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.378 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.19646

Abstract

Oksidasi adalah modifikasi secara kimia yang dapat meningkatkan karakteristik dari suatu pati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar air pati gadung yang dimodifikasi dengan metode oksidasi menggunakan hidrogen peroksida. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan konsentrasi oksidator yaitu 0; 2; 4; 6 dan 8%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh oksidasi terhadap kadar air pati gadung alami dan teroksidasi. Kadar air pati gadung alami adalah 10,12% dan pati gadung yang dioksidasi dengan konsentrasi oksidator yang berbeda (0; 2; 4; 6; dan 8%) secara berturut-turut adalah 10,68%; 10,62%; 10,26% dan 10,52%. Oxidation is chemical modification which alter the properties of starch. This study investigated the effect of oxidation using hydrogen peroxide on moisture content of native and oxidized gadung starch. The difference concentration of oxidant (0; 2; 4; 6 and 8%) were studied.  The extent of oxidation were determined based on moisture content. The result showed that there’s no effect of oxidation  to moisture content. The moisture content in native starch was 10.12% and oxidized starch with different oxidant level (2; 4; 6; and 8%) were 10.68%; 10.62%; 10.26% and 10.52% respectively.
Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Total Bakteri Asam Laktat (BAL), Viskositas, Aktivitas Antioksidan, dan Organoleptik Water Kefir Anggur Merah (Vitis vinifera L.) Amanda Pavita Purba; Bambang Dwiloka; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.312 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.20553

Abstract

Water kefir merupakan minuman yang difermentasi oleh bakteri asam laktat (BAL) (Lactobacillus, Lactococcus dan Leuconostoc), khamir (Saccharomyces dan Candida), dan bakteri asam asetat (Aceterobacter) yang memiliki banyak keunggulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap viskositas, aktivitas antioksidan, dan organoleptik water kefir anggur merah. Desain percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah variasi lama fermentasi yaitu 12 jam (T1), 24 jam (T2), 36 jam (T3), dan 48 jam (T4). Anggur yang digunakan adalah anggur merah, kefir grains 5%, dan gula sukrosa 8%. Data total BAL dan aktivitas antioksidan dianalisis secara deskriptif, sedangkan data viskositas dan organoleptik dianalisis dengan Anova. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan lama fermentasi menurunkan total BAL, menurunkan viskositas, meningkatkan aktivitas antioksidan. Water kefir anggur merah mengalami perubahan sifat organoleptik pada rasa, aroma, dan warna. Rasa dan aroma menjadi sangat asam, sementara warna menjadi agak pucat. Berdasarkan skala prioritas parameter yang diuji, lama fermentasi yang terbaik adalah 24 jam.Water kefir is a beverage fermented by lactic acid bacteria (LAB), yeast (Saccharomyces and Candida), and acetic acid bacteria (Aceterobacter) which have many advantages. This study aims to determine the effect of long fermentation on viscosity, antioxidant activity, and organoleptic from red grape water kefir. The experimental design used in this study was Completely Randomized Design (RAL) with 4 treatments and 5 replications. The experimental treatments were variation of fermentation time of 12 hours (T1), 24 hours (T2), 36 hours (T3), and 48 hours (T4). The wine used is red wine, grains kefir 5%, and 8% sucrose sugar. Total BAL data and antioxidant activity were analyzed descriptively, while viscosity and organoleptic data were analyzed by Anova. The results of this study can be concluded that the long treatment of fermentation decreases total BAL, decreases viscosity, increases antioxidant activity. Red grape water kefir experience changes in organoleptic properties of flavor, aroma, and color. The flavor and aroma become very sour, while the color becomes a bit pale. Based on the priority scale of the parameters tested, the best fermentation time is 24 hours.
Sifat Sensoris Cookies dengan Penambahan Daun Pepaya setelah Direbus Khusna Irsalina; Bambang Dwiloka; Bhakti Etza Setiani
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.228 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.19784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daun pepaya setelah direbus terhadap sifat sensoris yaitu warna, tekstur, rasa dan kesukaan overall pada cookies. Pembuatan cookies dilakukan dengan pembuatan adonan dengan penambahan daun pepaya (T0: 0 %; T1: 10 %; T2: 20 %; T3: 30 %) yang telah direbus, pembentukan adonan dan pemanggangan. Metode yang digunakan yaitu uji ranking pada parameter warna, tekstur dan rasa, serta uji hedonik pada parameter kesukaan overall. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji non-parametrik Kruskal Wallis Test dan uji lanjut Mann Whitney U Test. Hasil uji sensoris menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi penambahan daun pepaya maka warna semakin hijau, kerenyahan tekstur berkurang, rasa semakin pahit dan kesukaan berkurang. Perlakuan terbaik penambahan konsentrasi daun pepaya pada cookies secara sensoris yaitu T1: 10 %.The purpose of this research was to find the effects of boiled papaya leaf addition on sensory properties in cookies such as color, texture, flavor, and overall liking. Cookies was made by mixing boiled papaya leaves with dough (T0: 0 %; T1: 10 %; T2: 20 %; T3: 30 %), shaping the dough, and baking. Rank test was used on color, texture, and flavor parameters but overall liking parameter used hedonic test. The obtained data were analyzed by non-parametric Kruskal Wallis Test and further Mann Whitney U Test. The results showed the higher concentration of papaya leaf in cookies made greener color, less crunchy texture, bitter flavor, and less overall liking. The best treatment of papaya leaf addition in cookies was T1 : 10%.
Karakteristik Fisik dan Daya Oles Selai Kolang-Kaling yang Dibuat melalui Substitusi Pektin dengan Modified Cassava Flour (MOCAF) sebagai Bahan Pengental Dwi Ahmadi Dipowaseso; Nurwantoro Nurwantoro; Antonius Hintono Hintono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.907 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.20680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan proporsi terbaik substitusi pektin dengan MOCAF sebagai bahan pengental dalam pembuatan selai kolang-kaling terhadap karakter fisik dan daya oles. Penelitian ini dilakukan dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan substitusi pektin dengan MOCAF yang meliputi T0 = tanpa substitusi (0%), T1 = 20%, T2 = 30%, T3 = 40% dan T4 = 50% dengan 4 pengulangan terhadap parameter aktivitas air (aw), sineresis, kecerahan, hardness, cohesiveness, adhesiveness, dan daya oles. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) untuk parameter nilai aw, sineresis, kecerahan, hardness, cohesiveness, adhesiveness. Sedangkan parameter daya oles menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian diperoleh data yang menunjukkan bahwa perbandingan substitusi pektin dengan MOCAF yang berbeda konsentrasinya memberikan pengaruh nyata (P<0,05) dalam meningkatkan adhesiveness, menurunkan daya oles, menurunkan kecerahan, menurunkan nilai aw dan meningkatkan hardness produk. Perlakuan substitusi pektin dengan MOCAF yang paling baik adalah 20%, yang merupakan penambahan MOCAF dengan hasil yang hampir sama dengan kontrol (tanpa substitusi) kecuali parameter hardness, yaitu menghasilkan selai kolang-kaling dengan nilai aw= 0.550, sineresis = 3,6%, kecerahan = 47,33, hardness = 26,20 g, cohesiveness = 0,65 , adhesiveness = 1,35 mJ  dan daya oles = 3,80 (skor).Physcal Characteristics and Smearing Ability of Sugar Palm Fruit Jam Made Through Pectin Substitution with Modified Cassava Flour (MOCAF) as Thickening AgentAbstractThis research is to know the influence and the best proportion of pectin substitution with MOCAF as a thickening agent in the manufacture of jam-koling physcal characteristics and smearing ability. The parameters of this research are water activity (aw), sineresis, brightness, hardness, cohesiveness, adhesiveness, and smearing ability treatment with pectin substitution treatment with MOCAF which include T0 = without substitution (0%), T1 = 20%, T2 = 30% , T3 = 40% and T4 = 50%. This research was conducted using Complete Random Design (RAL) design with 5 treatments and 4 repetitions. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) for aw parameter values, sineresis, brightness, hardness, cohesiveness, adhesiveness. While the parameters of smearing ability using Kruskal Wallis test. The result showed that the comparison of pectin substitution with different concentration of MOCAF gave significant effect (P <0.05) in improving adhesiveness, decreasing the smearing ability, decreasing the brightness, decreasing the aw value and increasing the hardness of the product. The best treatment of pectin substitution with MOCAF was 20%, which was an addition of MOCAF with almost control-like results (without substitution), resulting in intermittent jam with aw value =0.550, sineresis = 3.6%, brightness =47.33, hardness = 26.20 g, cohesiveness =0.65, adhesiveness =1.35 mJ  and smearing ability = 3.80 (score).
Pengaruh Proporsi Kemangi terhadap Aktivitas Air (Aw) dan Kadar Air Kerupuk Kemangi Mentah Tsurayya Ulfah; Yoga Pratama; Valentinus Priyo Bintoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.872 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.20360

Abstract

Aktivitas air (aw) dan kadar air merupakan karakteristik yang dapat menentukan kualitas kerupuk. Kerupuk kemangi adalah makanan ringan yang terbuat dari bahan baku tepung tapioka dan kemangi yang diolah dengan cara dikukus, diiris tipis, dikeringkan, kemudian digoreng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kemangi terhadap aw dan kadar air kerupuk kemangi mentah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu T1 (10% kemangi, 90% tapioka), T2 (15% kemangi, 85% tapioka), T3 (20% kemangi, 80% tapioka), dan T4 (25% kemangi, 75% tapioka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerupuk kemangi mentah dengan perlakuan T1, T2, T3, dan T4 memiliki aw masing-masing sebesar 0,444±0,023; 0,446±0,027; 0,434±0,026; dan 0,439±0,021 serta kadar air masing-masing sebesar 8,55±0,32; 8,78±0,38; 8,74±0,32; dan 8,82±0,41. Variasi proporsi kemangi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap aw dan kadar air kerupuk kemangi mentah. Water activity (aw) and water content determine the quality of cracker. Basil cracker is snacks made from tapioca starch and basil. It is processed by steaming, slicing, drying, and deep frying. This study aimed to determine the effects of basil addition to aw and water content of raw basil cracker. Complete Randomized Design was used in this research with 4 treatments and 5 replications i.e. T1 (10% basil, 90% tapioca), T2 (15% basil, 85% tapioca), T3 (20% basil, 80% tapioca), and T4 (25% basil, 75% tapioca). The research showed that raw basil crackers had aw equal to 0,444±0,023; 0,446±0,027; 0,434±0,026; 0,439±0,021 and water content equal to 8,55±0,32; 8,78±0,38; 8,74±0,32; 8,82±0,41 for T1, T2, T3, and T4 respectively. Variation of basil proportion do not give real effects to aw and water content of raw basil crackers.
Sifat Mikrobiologi, Nilai Viskositas dan Organoleptik Kefir Optima dengan Penambahan High Fructose Syrup (HFS) Vannesya Fadjri Prastiwi; Valentinus Priyo Bintoro; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.494 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.19768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan HFS dengan konsentrasi yang berbeda terhadap total bakteri asam laktat, total khamir, nilai viskositas dan sifat organoleptik kefir optima. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi konsentrasi HFS yang ditambahkan yaitu 0% untuk T0, 2,5% untuk T1; 5% untuk T2; 7,5% untuk T3 dan 10% untuk T4. Susu yang digunakan adalah susu UHT dengan kefir grains sebanyak 5% dan difermentasi selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian HFS dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap total bakteri asam laktat, total khamir, nilai viskositas dan organoleptik kefir optima. Semakin tinggi konsentrasi HFS yang ditambahkan yaitu sampai dengan 10% akan meningkatkan total bakteri asam laktat, total khamir, nilai viskositas dan sifat organoleptik  pada kefir optima. Perlakuan terbaik adalah pada T3 yaitu penambahan HFS sebesar 7,5 % yang menghasilkan total bakteri asam laktat sebanyak 2,28 x 107 CFU/ml, total khamir sebesar 1,10 x 107 CFU/ml dengan nilai viskositas 0,43 ± 0,06 cp dan memiliki sifat organoleptik rasa yang agak asam, sensasi soda yang terasa dan bertekstur agak kental, karena dengan penambahan konsentrasi HFS yang lebih sedikit dibandingkan T4 akan menghasilkan produk yang memiliki karakteristik yag tidak terlalu berbeda dengan T4, baik dari sifat mikrobiologis,fisik maupun organoleptik. This study aims to determine the effect of HFS addition with different concentrations on total lactic acid bacteria, total yeast, viscosity value and organoleptic properties of kefir optima. This study used 5 treatments and 4 replications with variation of HFS concentration added 0% for T0, 2.5% for T1; 5% for T2; 7.5% for T3 and 10% for T4. Materials used are UHT milk with kefir grains as much as 5% and fermented for 24 hours The results showed that giving of HFS with different concentration gave significant effect to total lactic acid bacteria, total yeast, viscosity value and organoleptic kefir optima. The higher HFS concentration added up to 10% will increase total lactic acid bacteria, total yeast, viscosity value and organoleptic properties in kefir optima. The best treatment was on T3 which was HFS addition of 7.5% which resulted in total lactic acid bacteria as much as 2.28 x 107 CFU / ml, total yeast of 1.10 x107 CFU / ml with a viscosity value of 0.43 ± 0.06 cp and has a slightly acidic taste organoleptic properties, the sensation of soda is slightly thicker and textured, because with the addition of a smaller concentration of HFS than T4 will produce products that have no significant different with T4, both from microbiological, physical and organoleptic properties.
Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Tingkat Keasaman, Viskositas, Kadar Alkohol, dan Mutu Hedonik Kefir Air Kelapa Martha Widi Lestari; Valentinus Priyo Bintoro; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.917 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.20750

Abstract

Kefir merupakan pangan yang bermanfaat bagi kesehatan. Kefir air adalah jenis kefir yang belum banyak dikenal di Indonesia meskipun memiliki manfaat seperti kefir susu dan dapat dibuat dari air buah–buahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap kualitas kefir air kelapa meliputi tingkat keasaman, viskositas, kadar alkohol dan mengetahui lama fermentasi paling baik untuk menghasilkan kefir air kelapa yang disukai berdasarkan tingkat kesukaan yang mencakup aroma, rasa, kekentalan, sensasi soda, warna, dan overall. Lama fermentasi yang digunakan yaitu T1=12 jam, T2=24 jam, T3=36 jam, dan T4=48 jam. Penelitian ini menggunakan desain rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA untuk tingkat keasaman, viskositas, dan kadar alkohol sedangkan parameter kesukaan menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berbeda berpengaruh terhadap tingkat keasaman, viskositas, dan kadar alkohol dimana rerata hasil mengalami peningkatan seiring bertambahnya waktu fermentasi dengan tingkat keasaman tertinggi 0,320%, viskositas tertinggi 1,279 cP, dan kadar alkohol tertinggi 0,864%. Dari segi kesukaan, kefir air kelapa dengan waktu fermentasi 12 jam paling disukai oleh panelis dari segi rasa dan 24 jam memberikan sensasi soda serta overall yang paling disukai.Effect of Fermentation Time on Acidity, Viscosity, Alcohol Concentration, and Hedonic Quality of Coconut (Cocos nucifera) Water KefirAbstractKefir is one of the foods that are beneficial to health. Water kefir is a type of kefir that has not been widely known in Indonesia although it has benefits such as milk kefir and can be made from the water of fruits. This research aims to observed the effect of fermentation time on acidity, viscosity, alcohol percentage and to know the best fermentation time to produce the preferred coconut water kefir includes aroma, taste, viscosity, sensation of soda, color, and overall. The fermentation time used was T1 = 12 hours, T2 = 24 hours, T3 = 36 hours, and T4 = 48 hours. This study used a Complete Randomized Design with 4 treatments and 5 repetitions. Data were analyzed using ANOVA for parameters of acidity, viscosity, and alcohol percentage, while for hedonic using Kruskal Wallis. Results showed that different fermentation time had an effect on acidity, viscosity, and alcohol percentage which show that the average increased along with increasing fermentation time with the highest acidity level is 0.320%, the highest viscosity is 1.279 cP, and the highest alcohol percentage was 0.864%. Based on hedonic test, coconut water kefir with 12 hours fermentation time was most preferred by the panelists in terms of taste then with 24 hours fermentation time was most preferred in terms soda sensation and overall. 
Karakteristik Fisik dan Organoleptik Tablet Effervescent Buah Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) Ayu Anesakirani; Yoyok Budi Pramono; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.832 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.20518

Abstract

Tablet effervescent merupakan produk minuman ringan yang mengandung asam-asam organik seperti asam sitrat dan natrium bikarbonat, yang bereaksi dengan cepat dalam air dengan membebaskan karbondioksida.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variasi penambahan natrium bikarbonat dan asam sitrat terhadap karakteristik fisik dan organoleptik tablet effervescent berbahan dasar buah nangka. Desain percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi penambahan asam sitrat dan natrium bikarbonat, yaitu perlakuan T1=30% natrium bikarbonat 10% asam sitrat; T2=25% natrium bikarbonat 15% asam sitrat; T3=20% natrium bikarbonat 20% asam sitrat; T4=15% natrium bikarbonat 25% asam sitrat; dan T5=10% natrium bikarbonat 30% asam sitrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi penambahan natrium bikarbonat sebagai sumber basa dan asam sitrat sebagai sumber asam mempengaruhi waktu larut, total padatan terlarut, kekerasan dan organoleptik pada tablet effervescent buah nangka. Semakin tinggi konsentrasi asam sitrat yang ditambahkan menyebabkan meningkatnya waktu larut, kekerasan dan total padatan terlarut, aroma khas nangka, dan tekstur tablet effervescent.Effervescent tablets is one of soft drinks which is contain by organic acids such as citric acid and sodium bicarbonate, which reacted quickly in the water with the liberating carbon dioxide. This research aims to know the physical characteristics and organoleptic effervescent tablets from jackfruit with the additionof sodium bicarbonate and citric acid as well as determine the best formulation. The experimental design used in this study was Completely Randomized Design (RAL) with 5 treatments and 4 replications with variations of citric acid and sodium bicarbonate addition, T1 = 30% sodium bicarbonate 10% citric acid; T2 = 25% sodium bicarbonate 15 % citric acid; T3 = 20% sodium bicarbonate 20% citric acid; T4 = 15% sodium bicarbonate 25% citric acid; T5 = 10% sodium bicarbonate 30% citric acid. The results showed that variation of sodium bicarbonate addition as source of base and citric acid as acid source influence soluble time, total soluble solid, hardness and organoleptic on fruit jackfruit effervescent tablet. The higher concentration of added citric acid causes increased soluble time, hardness and total dissolved solids, smell of jackfruit, and texture of effervescent tablets.
Rendemen, Nilai pH, Tekstur, dan Aktivitas Antioksidan Keju Segar dengan Bahan Pengasam Ekstrak Bunga Rosella Ungu (Hibiscus sabdariffa L.) Puji Nugroho; Bambang Dwiloka; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.139 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.19722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa Linn) terhadap rendemen, nilai pH, tekstur, dan aktivitas antioksidan keju segar susu sapi. Konsentrasi penambahan ekstrak bunga rosella ungu yang digunakan adalah 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% (v/v). Rendemen diukur menggunakan timbangan, pH diukur dengan pH meter, tekstur diukur dengan Texture Analyzer dan antioksidan diukur dengan metode DPPH. Data hasil penelitian dianalisis dengan metode one way ANOVA dan Uji Wilayah Ganda Duncan pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bunga rosella ungu secara signifikan menunjukkan peningkatan terhadap rendemen, pH, tekstur, dan antioksidan. Konsentarsi rosella ungu 2,5% menunjukkan data lebih baik dibandingkan perlakuan kontrol.Yield, pH Value, Texture, and Antioxidant Activity Quality of Fresh Cheese using Purple Roselle (Hibiscus Sabdariffa L.)AbstractThe aim of this research is to analyse the effect of addition of purple rosella flower extract (Hibiscus sabdariffa Linn) to rendemen, pH value, texture and antioxidant activity of fresh cow milk cheese. The concentration of rosella flower extract was 0%, 2.5%, 5%, 7,5%, and 10%. (v / v). The yield was measured using a scale, pH measured by pH meter, texture measured with texture analyzer and antioxidants measured by DPPH method. The data were analyzed by one way ANOVA method and duncan multiple range test at significance level α = 0,05. The results showed that the addition of rosella flower extract significantly increased in rendement, pH, texture, and antioxidants. The concentration of purple rosella 2.5% showed better value than the control treatment.

Page 1 of 2 | Total Record : 14