cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+62247474750
Journal Mail Official
editor@ift.or.id
Editorial Address
Gedung B Lantai 3 Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang 50275.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25979892     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Teknologi Pangan memuat artikel ilmiah di bidang teknologi pangan yang meliputi bidang: mikrobiologi pangan, kimia dan gizi pangan, bioteknologi pangan, rekayasa pangan dan hasil pertanian. Bidang ilmu lain yang terkait dengan pangan juga akan dimuat dalam jurnal ini selama fokus utama artikel adalah tentang teknologi pangan.
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019)" : 31 Documents clear
Pengaruh Lama Waktu Germinasi terhadap Mutu Fisik dan Mutu Kimia Tepung Kacang Koro Benguk (Mucuna pruriens) Afrizal Muhamad Nur; Bambang Dwiloka; Antonius Hintono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.511 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.24171

Abstract

Germinasi merupakan salah satu tahapan pengolahan yang dapat meningkatkan nilai gizi bahan. Tepung merupakan bahan pangan yang serba guna karena dapat dipakai ke dalam berbagai makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu germinasi terhadap morfologi, densitas kamba, kecerahan, kadar tanin, kadar air dan kadar protein kasar tepung kacang koro benguk. Pembuatan tepung kacang koro benguk tergerminasi dilakukan dengan cara perendaman, pencucian, germinasi selama 0, 16, 32 dan 48 jam, pengovenan, pengupasan, penepungan, dan pengayakan. Morfologi diuji secara deskriptif kualitatif dan ditampilkan dalam gambar. Data pengujian densitas kamba, kecerahan, kadar tanin, kadar air dan kadar protein kasar dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Apabila ditemukan adanya pengaruh maka dilakukan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui signifikasi antar perlakuan. Radikula menjadi lebih panjang selama proses germinasi. Terjadi peningkatan kadar protein kasar serta penurunan densitas kamba, kecerahan, kadar tanin dan kadar air akibat lama waktu germinasi. Oleh karena itu, perlu adanya optimasi perlakuan untuk menghasilkan tepung kacang koro benguk dengan mutu terbaik. lama germinasi mempengaruhi morfologi, densitas kamba, kecerahan, kadar tanin, kadar air dan kadar protein kasar tepung kacang koro benguk.
Pengaruh Substitusi Kefir Terhadap Sifat Fisik, Total Khamir dan Hedonik Es Krim Syavira Aulia; Heni Rizqiati; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.341 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23750

Abstract

Es krim kefir merupakan salah satu fermented ice cream yang terbuat dari campuran bahan es krim dengan bakteri asam laktat dari kefir yang ditambahkan dalam adonan es krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi kefir susu sapi terhadap nilai overrun, daya leleh, total khamir dan hedonik es krim. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan substitusi kefir susu sapi sebesar 0%;25%;50%;75%; dan 100%. Data dianalisis dengan uji ANOVA untuk sifat fisik dan dilanjutkan dengan uji Duncan, sedangkan uji Kruskal Wallis digunakan untuk data hedonik dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi kefir susu sapi pada es krim berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap overrun, daya leleh, dan total khamir es krim. Substitusi kefir susu sapi berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap rasa, aroma, kekentalan dan overall kesukaan es krim. Sedangkan pada pengamatan terhadap tekstur es krim tidak ada perbedaan yang nyata. Semakin tinggi konsentrasi subsititusi kefir susu sapi menghasilkan peningkatan pada rasa, kekentalan, aroma, level kesukaan, daya leleh dan total khamir dengan rerata daya leleh tertinggi sebesar 28 menit 38 detik per 10 g dan rerata total khamir tertinggi sebesar 7,16 x 105 CFU/g, serta penurunan terhadap overrun menjadi 25,16%. dan tekstur es krim.
Karakteristik Fisikokimia dan Mutu Hedonik Bubur Bayi Instan dengan Variasi Proporsi Tepung Ubi Jalar Ungu dan Kacang Hijau Fitri Nur Karimah; Valentinus Priyo Bintoro; Antonius Hintono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.517 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23876

Abstract

Bubur bayi instan merupakan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang berbentuk bubuk dan bersifat instan sehingga dalam penyajiannya tidak diperlukan proses pemasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi proporsi tepung ubi jalar ungu dan tepung kacang hijau yang berbeda terhadap kandungan proksimat (kadar air, serat, abu, protein, lemak dan karbohidrat), total kalori, viskositas dan mutu hedonik bubur bayi instan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pisang ambon mengkal siap matang, kacang hijau, ubi jalar ungu, gula, dan susu bubuk merk Dancow. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan  5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi proporsi tepung ubi jalar ungu dan kacang hijau % (b/b) yaitu T1 = 50:50, T2 = 60:40, T3 = 70:30, T4 = 80:20 dan T5 = 90:10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi proporsi tepung ubi jalar ungu dan kacang hijau berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar air, abu, serat kasar, protein, lemak, karbohidrat, total kalori, viskositas, warna, tekstur dan overall, namun tidak berpengaruh nyata terhadap rasa dan aroma. Perlakuan terbaik yang dipilih yaitu proporsi tepung ubi jalar ungu dan kacang hijau % (b/b) 50:50 yang menghasilkan kadar air (5,09%), abu (3,01), serat kasar (3,05), lemak (8,01), protein (14,08), karbohidrat (69,58%), total kalori (406,77 Kkal), viskositas (484,51 cP), rasa 3,68 (suka), tekstur 4,08 (suka), aroma 3,76 (suka), warna 2,92 (agak suka) dan overall 3,56 (suka).Instant baby porridge is a complementary food for breastmilk which is instant and so it is not necessary to cook it in its presentation. This aims of the was study to determine the effect of different proportions of purple sweet potato flour and green bean flour on the proximate content (water content, fiber, ash, protein, fat and carbohydrate), total calories, viscosity and hedonic quality of instant baby porridge. The materials used in this research were ambon banana, green beans, purple sweet potatoes, sugar, and Dancow brand milk powder. The experimental design used was CRD (Completely Randomized Design) with 5 treatments and 4 replications with variations in the proportion of purple sweet potato flour and green beans% (b / b), namely T1 = 50:50, T2 = 60:40, T3 = 70 : 30, T4 = 80:20 and T5 = 90:10. The results showed that the variation in the proportion of purple sweet potato flour and green beans significantly (P <0.05) on water content, ash, crude fiber, protein, fat, carbohydrate, total calories, viscosity, color, texture and overall, but not significant effect on taste and aroma. The best treatment chosen was the proportion of purple sweet potato flour and green beans by 50%: 50% which produced water content (5.09%), ash (3.01), crude fiber (3.05), fat (8.01) ), protein (14.08), carbohydrate (69.58%), total calories (406.77 Kcal), viscosity (484.51 Cp), taste 3.68 (likes), texture 4.08 (likes), aroma 3.76 (likes), color 2.92 (rather like) and overall 3.56 (likes).
Karakteristik Es Krim Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L.) dengan Penambahan Pati Garut (Maranta arundinacea) Sebagai Bahan Penstabil Widya Dwi Pangesti; Valentinus Priyo Bintoro; Antonius Hintono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.931 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik es krim ubi jalar ungu yaitu overrun, kecepatan pelelehan, total padatan dan mutu hedonik dengan menggunakan pati garut sebagai bahan penstabil dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi konsentrasi penambahan pati garut yaitu T0(tidak ditambahkan tepung garut), T1(konsentrasi pati garut 0,2%); T2(konsentrasi pati garut 0,4%); T3 (konsentrasi pati garut 0,6%); dan T4(konsentrasi pati garut 0,8%). Parameter fisik yang diuji meliputi overrun dan kecepatan leleh sedangkan parameter kimia meliputi total padatan. Mutu Hedonik yang diuji meliputi rasa manis, aroma, warna ungu, tekstur dan overall kesukaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan pati garut dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap nilai overrun, kecepatan leleh, dan total padatan serta mutu hedonik dengan atribut tekstur. Penambahan pati garut dengan konsentrasi sebesar 0,4% merupakan perlakuan terbaik dilihat dari parameter fisik, kimia, dan hedonik secara menyeluruh.
PENGARUH PENAMBAHAN KARAGENAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, DAN ORGANOLEPTIK VELVA BENGKUANG DENGAN PERISA BUNGA KECOMBRANG Rakita Dewi Mega; Yoyok Budi Pramono; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.65 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan  karagenan terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik velva bengkuang dengan perisa bunga kecombrang. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi konsentrasi karagenan yaitu T0 0%, T1 0,25%, T2 0,5% , T3 0,75% dan T4 1% dari berat puree. Bahan baku yang digunakan yaitu bengkuang, bunga kecombrang, karagenan, gula serta asam sitrat. Hasil dari penelitian ini yaitu penambahan konsentrasi karagenan yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P,0,05) terhadap viskositas, total padatan serta tekstur dari velva bengkuang dengan perisa bunga kecombrang. Perlakuan yang optimal yaitu dengan konsentrasi karagenan 0,75% karena menghasilkan tekstur yang halus, dan total padatan 29,41%
Karakteristik Fisik, Kimia, Dan Hedonik Velva Bengkuang (Pachyrhizus Erosus) Yang Diperkaya Sari Bunga Kecombrang (Etlingera Elatior) Sebagai Perisa Alami Fajar Bahari; Valentinus Priyo Bintoro; Siti Susanti
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.792 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23839

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan sari bunga kecombrang terhadap overrun, daya leleh, total padatan, aktivitas antioksidan, dan tingkat kesukaan velva bengkuang. Manfaat penelitian ini diharapkan diperoleh formulasi sari bunga kecombrang untuk menghasilkan kualitas velva bengkuang yang optimal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan penambahan sari bunga kecombrang T0 (0%), T1 (5%), T2 (10%), dan T3 (15%) dari total velva (v/b). Pengulangan dilakukan sebanyak 5 kali pada setiap perlakuan. Data pengujian overrun, daya leleh, dan total padatan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan apabila terdapat pengaruh dilakukan uji lanjutan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DNMRT). Pengujian tingkat kesukaan dianalisis menggunakan non parametrik Kruskall-Wallis dan apabila terdapat pengaruh dilanjutkan uji Mann-Whiteney. Parameter aktivitas antioksidan diuji secara deskriptif kualitatif. Penambahan sari bunga kecombrang dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap overrun, daya leleh, total padatan, aktivitas antioksidan dan tingkat kesukaan rasa, warna dan overall kesukaan, tetapi pada aroma dan tekstur tidak berpengaruh.
Swelling Volume Tepung Hanjeli (Coix lacryma–jobi L.) Hasil Ozonasi Andriani Rachmaselly; Imas Siti Setiasih; een Sukarminah; Tita Rialita
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2019.23704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan swelling volume tepung hanjeli ozonasi agar dapat sesuai dengan produk yang akan dibuat serta memperluas pemanfaatan tepung hanjeli baik di kalangan industri pangan maupun masyarakat umum. Materi yang digunakan adalah biji hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) varietas mayuen umur panen 5 bulan dari awal tanam petani di daerah Banjaran, air, aquades, air es, tepung terigu, dan gas oksigen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 kali replikasi. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan yaitu lamanya waktu ozonasi 0, 10, 15 dan 20 menit dengan flowrate 2 L/min. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis of Varian (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa tepung hanjeli hasil ozonasi selama 20 menit memberi pengaruh nyata (p<0,05) terhadap swelling volume tepung hanjeli lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, tepung hanjeli hasil ozonasi ini cocok untuk produk yang harus mengembang seperti kue, roti, brownies, dan lainnya.
PENGARUH LAMA FERMENTASI BERBEDA TERHADAP TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT, TOTAL ASAM, KADAR ALKOHOL DAN ORGANOLEPTIK KEFIR WHEY SUSU SAPI Dewandhaka Andaru; Heni Rizqiati; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.97 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23752

Abstract

Kefir whey atau kefir bening adalah minuman bening yang terbentuk saat proses fermentasi oleh kefir grain menjadi dua yaitu curd (dadih) dan whey yang merupakan cairan kuning beningnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap total bakteri asam laktat (BAL), kadar alkohol, total asam, dan mutu organoleptik uji ranking dari kefir whey susu sapi. Bahan yang digunakan adalah susu sapi segar, kefir grain, NaOH 0,1 N, aquades, phenolphtalein (PP) 1%, dan media deMan Rogosa Sharpe Agar (MRSA). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yang diberikan adalah (T1) lama fermentasi 12 jam, (T2) lama fermentasi 24, (T3) lama fermentasi 36 jam, dan (T4) lama fermentasi 48 jam. Parameter yang diamati adalah total BAL, kadar alkohol, dan total asam serta mutu organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan lama fermentasi memberikan pengaruh pada total BAL, total asam dan kadar alkohol. Mutu organoleptik uji ranking menunjukkan adanya pengaruh lama fermentasi terhadap tingkat keasaman, sensasi soda, dan aroma asam.
Pengaruh Penggunaan Bekatul terhadap Kadar Protein, Kadar Air, Kadar Lemak, dan Sifat Organoleptik Nugget Belut (Monopterus albus Zuieuw) Rejeki Dewi Pramesti; Bambang Dwiloka Dwiloka; Bhakti Etza Setiani
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.646 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23928

Abstract

Nugget merupakan produk olahan daging siap saji yang dilakukan dengan proses penggilingan daging dan pencampuran dengan bumbu dan pengikat yang kemudian dicetak sesuai dengan bentuk yang diinginkan dan dilumuri tepung roti. Sejauh ini produk nugget yang di produksi masih mengandung serat pangan yang sedikit. Oleh karena itu, perlu di lakukan diversifikasi pangan nugget dengan penggunaan bekatul sebagai sumber serat dan belut sebagai bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan proporsi penggunaan bekatul terhadap kandungan protein, kadar air, lemak dan sifat organoleptik nugget belut. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan persentase bekatul yang digunakan yaitu 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar protein, kadar air, kadar lemak, dan sifat organoleptik. Penggunaan bekatul yang semakin tinggi menyebabkan semakin tinggi nilai kadar protein tiap perlakuan T0-T4 yaitu sebelum digoreng nilai berkisar antara 9,83 – 12,23% dan setelah digoreng 8,05 – 9,54%. Kadar air yang dihasilkan tiap perlakuan semakin menurun yaitu sebelum digoreng 58,22 – 55,36%, sementara setelah digoreng 51,47 – 47,27%.  Kadar lemak sebelum digoreng 1,52 – 2,46%  dan setelah digoreng 8,32 – 10,16%. Semuanya  masih memenuhi standar mutu nugget  menurut SNI 01-7758-2013 yaitu protein > 5%, kadar air < 60%, dan kadar lemak < 15%. Penggunaan bekatul juga meningkatan warna dan bau, serta menurunkan rasa umami dan tekstur kenyal.Nugget is a ready-to-eat meat product that is carried out by the meat grinding process and mixing with herbs and binders which are then printed according to the desired shape and coated with bread flour. So far the nugget products produced still contain little fiber. Therefore, it is necessary to diversify nugget food by using rice bran as a source of fiber and eel as raw material. This study aims to determine the effect of differences in the proportion of the use of bran to the protein content, water content, fat and organoleptic properties of eel nuggets. The treatment given is the difference in the percentage of bran used is 0%, 25%, 50%, 75% and 100%. The results showed a significant effect (P <0.05) on protein content, water content, fat content, and organoleptic properties. The higher use of bran causes the higher protein content value of each treatment T0-T4, that is, before frying the value ranges from 9.83 - 12.23% and after frying 8.05 - 9.54%. The water content produced by each treatment decreases, namely before frying 58.22 - 55.36%, while after frying 51.47 - 47.27%. Fat content before frying 1.52 - 2.46% and after frying 8.32 - 10.16%. All of them still meet the nugget quality standards according to SNI 01-7758-2013, namely protein> 5%, water content <60%, and fat content <15%. The use of rice bran also increases color and odor, and decreases the umami taste and chewy texture.
Daya Kembang, Kadar Air, Morfologi Crumb dan Mutu Organoleptik Sponge Cake yang Dibuat Dengan Penambahan Enzim G-4 Amilase Nisa Afifah Hajrah; Antonius Hintono; Valentinus Priyo Bintoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.199 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23341

Abstract

G-4 amilase merupakan jenis enzim amilase dari medium kultur Pseudomonas stutzeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim G-4 amilase terhadap daya kembang, kadar air, morfologi crumb dan mutu organoleptik pada sponge cake. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan, perlakuan yang diberikan yaitu perbedaan konsentrasi penambahan enzim G-4 amilase (b/b) pada sponge cake, yaitu T0 = 0 %  ; T1 = 0,075 % ; T2 = 0,150 % ; T3 = 0,225 % ; T4 = 0,300%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi enzim G-4 amilase yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya kembang, morfologi crumb dan mutu organoleptik sponge cake, sedangkan untuk parameter kadar air penambahan enzim G-4 amilase tidak berpengaruh nyata.  Perlakuan penambahan enzim G-4 amilase yang terbaik adalah perlakuan T3 (0,225%) dengan nilai daya kembang/volume 130,00 ± 8,61, kadar airnya 26,87 ± 1,33, morfologi crumb yang paling baik, nilai softness 3,72 ± 0,458, nilai moistness 3,68 ± 0,476 dan disukai oleh panelis.

Page 2 of 4 | Total Record : 31