cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+62247474750
Journal Mail Official
editor@ift.or.id
Editorial Address
Gedung B Lantai 3 Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang 50275.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25979892     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Teknologi Pangan memuat artikel ilmiah di bidang teknologi pangan yang meliputi bidang: mikrobiologi pangan, kimia dan gizi pangan, bioteknologi pangan, rekayasa pangan dan hasil pertanian. Bidang ilmu lain yang terkait dengan pangan juga akan dimuat dalam jurnal ini selama fokus utama artikel adalah tentang teknologi pangan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2023)" : 6 Documents clear
Peningkatan Kualitas Edible Film Menggunakan Pati Uwi (Dioscorea Alata L) Hasil Modifikasi Ulyarti, U; Indriyani, I; Nursela, S; Rahmayani, I; Nazarudin, N
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.29257

Abstract

Edible film dari pati uwi masih memiliki kualitas yang rendah ditunjukkan dengan nilai WVTR yang tinggi dan kekuatan mekanik yang rendah. Penurunan WVTR dan peningkatan sifat mekanisnya dapat dilakukan dengan penambahan pati modifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rasio volume pasta pati terhadap volume etanol yang menghasilkan pati uwi modifikasi dan untuk memperbaiki kualitas edible film dari pati uwi menggunakan penambahan pati uwi modifikasi.  Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap yaitu modifikasi pati uwi menggunakan metode presipitasi dan pembuatan edible film menggunakan beberapa taraf konsentrasi pati uwi modifikasi Penelitian tahap pertama didesain untuk menghasilkan pati modifikasi dengan menggunakan perlakuan rasio volume pasta pati terhadap volume etanol. Terdapat 5 taraf perlakuan rasio yang digunakan yaitu 1:5, 1:7,5, 1:10, 1:12,5 dan 1:15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio volume pasta pati terhadap etanol yang berbeda menghasilkan pati modifikasi dengan ukuran yang berbeda-beda. Rasio volume etanol 1:5 menghasilkan granula pati dengan morfologi yang paling rusak dan ukuran partikel paling kecil yaitu 1,135x1,767 µm hingga 17,601x20,359µm dan rendemen pati modifikasi 80,5%.  Penambahan pati uwi modifikasi hasil proses modifikasi pati menggunakan rasio volume pasta terhadap volume reagent non solven 1:5, sebanyak 25% berhasil memperbaiki kualitas edible film dari pati uwi alami dengan menurunkan nilai laju transmisi uap air dan meningkatkan kuat tekan
Karakteristik Fisik dan Hedonik Mie Basah Berbahan Dasar Terigu dengan Substitusi Tepung Labu Kuning dan Tepung Daun Kelor Maharani, Arnetta Devi
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.33708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan hedonik mie basah berbahan dasar terigu dengan substitusi tepung labu kuning dan tepung daun kelor. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Mie dibuat dengan 4 perlakuan yaitu T0: 100% tepung terigu+ 0% tepung labu kuning+ 0% tepung daun kelor; T1: 92% tepung terigu+ 4% tepung labu kuning   + 4% tepung daun kelor; T2: 84% tepung terigu+ 8% tepung labu kuning+ 8% tepung daun kelor; T3: 76% tepung terigu+ 12% tepung labu kuning+ 12% tepung daun kelor; T4: 68% tepung terigu+ 16% tepung labu kuning dan 16% tepung daun kelor. Parameter yang diamati adalah daya serap air, derajat kecerahan, kadar air dan mutu hedonik. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) untuk daya serap air, derajat kecerahan dan kadar air, sedangkan parameter kesukaan menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (P<0,05) mie basah dengan substitusi tepung labu kuning dan tepung daun kelor terhadap daya serap air, derajat kecerahan, kadar air dan mutu hedonik. Daya serap air tertinggi perlakuan T4 yaitu100,82%, derajat kecerahan tertinggi perlakuan T0 yaitu 71,42, kadar air tertinggi perlakuan T4 yaitu 61,145. Dari segi kesukaan, mie basah dengan penambahan tepung daun kelor dan tepung labu kuning paling disukai dari segi warna, aroma, tekstur, rasa dan overall adalah mie basah perlakuan T1.
Analisis Standar Mutu dan Asam Amino Konsentrat Protein Ikan Sunglir (Elagatis bipinnulatus) Rieuwpassa, Frets Jonas; Karimela, Ely John
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.22419

Abstract

Konsentrat protein ikan (KPI) adalah bentuk protein kering yang diekstrak dari daging ikan menggunakan pelarut organik seperti etanol. Tujuan penelitian ini adalah mengekstraksi KPI dari daging ikan sunglir dengan menggunakan pelarut etanol dan menentukan kualitas sesuai standar mutu KPI serta menganalisis asam aminonya. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging ikan sunglir dan pelarut etanol teknis. Tahapan penelitian meliputi (1) ekstraksi KPI dan (2) menentukan standar mutu KPI ikan sunglir dan analisis asam amino. Data yang diperoleh dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata rendemen KPI berkisar 20%. Karakteristik sesuai standar FAO 1976 meliputi kadar protein (85,34%), kadar lemak (3,28%), bau (2,11 : bau ikan kuat) dan derajat putih (53,54%) sehingga tergolong KPI tipe B. Analisis kadar air (6,34%), kadar abu (7,47%), sifat fungsional : daya serap minyak (2,48 g/g) dan daya serap air (2.02 ml/g). KPI mengandung 9 asam amino esensial dan 6 asam amino non esensial.
Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Minuman Soygurt Sari Kedelai yang Disubstitusi dengan Sari Kapri Rahimi, Vini; Nurwantoro, Nurwantoro; Setiani, Bhakti Etza
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.26651

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi sari kapri terhadap total padatan terlarut, total asam dan viskositas dari soygurt. Soygurt merupakan minuman berbahan dasar sari kedelai yang difermentasi dengan bakteri asam laktat dan memiliki karakteristik seperti yogurt. Penelitian ini dilakukan dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan menggunakan perlakuan variasi konsentrasi substitusi sari kapri yaitu T0100% sari kedelai, 0% sari kapri; T1sari kedelai 90%, sari kapri 10%; T2sari kedelai 80%, sari kapri 20%; T3sari kedelai 70%, sari kapri 30%; dan T4 sari kedelai 60%, sari kapri 40%. Penelitian ini menggunakan bahan baku kacang kedelai, kacang kapri, susu skim dan starter yogurt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi substitusi sari kapri tidak berpengaruh nyata (p>0,05) pada total asam dan viskositas, tetapi berpengaruh nyata (p<0,05) pada total padatan terlarut. Pada uji kesukaan, perbedaan konsentrasi substitusi sari kapri tidak berpengaruh nyata (p<0,05) pada aroma, rasa, dan overall kesukaan, tetapi berpengaruh nyata (p>0,05) pada warna, tekstur, dan aroma langu.AbstractThis study aims to determine the effect of capri extract substitution on total dissolved solids, total acid and viscosity of soygurt. Soygurt is a beverage made from soybean juice fermented with lactic acid bacteria and has characteristics such as yogurt. This research was conducted with 5 treatments and 4 replications using variations in the concentration of capri extract substitution treatment namely T0 100% soybean extract, 0% pea extract; T1 soybean extract 90%, 10% pea extract; T2 soybean extract 80%, pea extract 20%; T3 70% soybean extract, 30% pea extract; and T4 soybean extract 60%, pea extract 40%. This research uses raw materials of soybeans, peas, skim milk and yogurt starter. The results showed that the difference in concentration of capri extract substitution did not have a significant effect (p> 0.05) on total acid and viscosity, but had a significant effect on the total dissolved solids. In the preference test, the difference in concentration of capri extract substitution did not significantly affect the texture, taste, color, curvature, and overall preference, but it did have a significant effect on the aroma.
Pengaruh Jenis Bahan Pengikat terhadap Kadar Flavonoid, Nilai Rendemen dan Sifat Fisik Nori Artifisial Pepaya dan Cincau Hijau (Premna Oblongifolia). Rahmaningrum, Ken Ayu
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.33163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan daun cincau dan buah pepaya menjadi alternatif bahan baku pembuatan nori artifisial. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah pepaya, daun cincau, tepung tapioka, CMC (Carboxymethyl Cellulose), pengikat agar, garam dan bubuk bawang putih. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu kontrol (P0), penambahan tepung tapioka (P1), penambahan CMC (P2) dan penambahan agar (P3) dan diulang sebanyak 5 kali. Parameter yang diamati adalah kandungan flavonoid, nilai rendemen dan sifat fisik yang meliputi daya patah dan warna nori. Data dianalisis menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahan pengikat berpengaruh nyata  (P<0,05) terhadap nilai rendemen, kandungan flavonoid, daya patah dan karakteristik warna pada nori artifisial. Kesimpulannya, perlakuan penambahan agar (P3) merupakan perlakuan terbaik dalam pembuatan nori artifisial. Nilai daya patah, kandungan flavonoid dan warna dari nori artifisial penambahan pengikat agar serupa dengan nori yang dikomersialkan. Penggunaan CMC dapat meningkatkan nilai rendemen dan menurunkan kandungan flavonoid. Penggunaan tepung tapioka meningkatkan daya patah dan mempengaruhi nilai kecerahan nori artifisial.This study aims to utilize grass jelly leaves and papaya fruit as an alternative raw material for making artificial nori. The materials used in this study were papaya fruit, grass jelly leaves, tapioca flour, CMC (Carboxymethyl Cellulose), seaweed powder, salt and garlic powder. This study used a completely randomized experimental design with 4 treatments, namely control (T0), addition of tapioca flour (T1), addition of CMC (T2) and addition of seaweed powder (T3), the treatment was repeated 5 times. Parameters observed were flavonoid content, yield value and physical properties including fracture strength and nori color. The data were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) test with a significance level of 5% and if there were differences, it was continued with Duncan's test. The results showed that the binder had a significant effect on the yield value, flavonoid content, fracture strength and color characteristics of artificial nori. Conclusion is the addition of seaweed powder (T3) is the best treatment in making artificial nori. The value of fracture strength, flavonoid content and color of artificial nori with binder of seaweed powder is similar with commercialized seaweed leather. The use of CMC can increase the yield value and decrease the flavonoid content. The use of tapioca flour increases fracture strength and affects the value of artificial nori brightness.
Viskositas, pH, Aktivitas Air, dan Hedonik Sirup Jeruk Sunkist (Citrus sinensis)-Kayu Manis (Cinnamomum verum) dengan Variasi Penambahan Gula El Fayyadh, Muhammad Ariq Ghoniy; Dwiloka, Bambang; Nurwantoro, Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.33238

Abstract

AbstrakJeruk Sunkist merupakan buah yang disukai banyak orang karena memiliki rasa yang manis sehingga jeruk Sunkist dapat di olah menjadi sirup yang diawali dengan jeruk Sunkist dipotong dan dimasukkan kedalam plastic vacuum kemudian ditambah gula dan kayu manis dan dipanaskan dengan sousvide dengan suhu 60oC dalam waktu 2 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gula dan kayu manis terhadap viskostas kadar pH, aktivitas air dan uji organoleptik dari sirup buah jeruk Sunkist. Bahan pada pembuatan sirup buah Sunkist yaitu jeruk Sunkist, kayu manis, air mineral dan gula. Penelitian dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menerapkan 4 perlakuan dengan 5 kali pengulangan dengan perbandingan jeruk Sunkist dan kayu manis 1:25 dengan gula 60% dari volume jeruk, 1:50 dengan gula 60% dari volume jeruk, 1:25 dengan gula 70% dari volume jeruk, dan 1:50 dengan gula 70% dari volume jeruk. Data yang diperoleh dari uji viskositas, pH, aktivitas air dianalisis menggunakan metode Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test. Uji hedonik dianalisis menggunakan uji Kruskall-Wallis dengan taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Sirup jeruk Sunkist terbaik yaitu sirup jeruk dengan komposisi jeruk Sunkist dan kayumanis 1:50 dengan penambahan gula 70% menghasilkan sirup jeruk Sunkist dengan viskositas tertinggi, pH tertinggi, aw terendah, dan warna yang paling disukai oleh panelis. Kata kunci: sousvide, jeruk Sunkist, gula. Abstract          Sunkist orange is a fruit that is liked by many people because it has a sweet taste so that Sunkist oranges can be processed into syrup starting with Sunkist oranges cut and put into plastic vacuum then added sugar and cinnamon and heated with sousvide at a temperature of 60 o C for 2 hours. This study aims to determine the effect of adding sugar and cinnamon on the viscosity of pH levels, water activity and organoleptic tests of Sunkist citrus fruit syrup. The ingredients for making Sunkist fruit syrup are Sunkist oranges, cinnamon , mineral water and sugar. Research with a completely randomized design (CRD) applied 4 treatments with 5 repetitions with a ratio of Sunkist oranges and cinnamon 1:25 with sugar 60% of the volume of oranges, 1:50 with sugar 60% of the volume of oranges, 1:25 with sugar 70% of the volume of oranges, and 1:50 with sugar 70% of the volume of oranges. The data obtained from the physical and chemical characteristic tests were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) method with a significance level of 5% and continued with the Duncan Multiple Range Test . The hedonic test was analyzed using the Kruskall-Wallis test with a significance level of 5% and continued with the Mann-Whitney test. The best Sunkist orange syrup is orange syrup with the composition of Sunkist orange and cinnamon 1:50 with the addition of 70% sugar to produce Sunkist orange syrup with the highest viscosity, highest pH, lowest aw, and the most preferred color by the panelists.Keywords : sousvide, Sunkist orange, sugar.

Page 1 of 1 | Total Record : 6