cover
Contact Name
Ida Musdafia
Contact Email
stieyaijurnal2019@gmail.com
Phone
+6281908950657
Journal Mail Official
journal-jraa@stie-yai.ac.id
Editorial Address
Jl Salemba Raya No 7-9A Jakarta pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing
ISSN : 23562870     EISSN : 27469956     DOI : 10.55963
Jurnal Riset Akuntansi Dan Auditing (JRAA) adalah jurnal   bidang Akuntansi  dan Auditing yang diterbitkan  oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonom Y.A.I secara berkala. Jurnal Riset Akuntansi Dan Auditing (JRAA) is a journal in the field of Accounting and Auditing which is published by Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Y.A.I on a regular basis. JRAA terbit  3 kali dalam setahun yaitu bulan Maret, Juli dan November JRAA is published 3 times a year in March, July and November Penerbitan melalui proses peer review. Artikel dapat di submit di laman JRAA ( submissions ) dan ke journal-jraa@stie-yai.ac.id Publishing through a peer review process. Articles can be submitted on the JRAA page (submissions) and to journal-jraa@stie-yai.ac.id
Articles 67 Documents
Audit Delay in Property and Real Estate Companies: Evidence from the Pre and Post Pandemic Period Elon Manurung; Ida Musdafia Ibrahim; Muhamad Rafi
Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing
Publisher : Sekolah Tingg Ilmu Ekonomi Y.A.I Jakarta - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55963/jraa.v12i3.966

Abstract

This study aims to examine the effect of profitability, solvency, and firm size on audit delay in manufacturing companies in the property and real estate subsector listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2019-2023 period. This research adopts a quantitative approach using secondary data obtained from annual financial statements and independent auditor reports. The population consists of all manufacturing companies in the property and real estate subsector listed on the Indonesia Stock Exchange. Purposive sampling was employed, resulting in 16 sample firms with a total of 80 panel data observations. Data analysis was conducted using panel data regression with the common effect model, supported by descriptive statistical analysis, classical assumption tests, and hypothesis testing using eviews 12 software. The results indicate that profitability and firm size have a negative and significant effect on audit delay, while solvency has a positive and significant effect. The novelty of this study lies in the use of an observation period covering the pre-pandemic, pandemic, and post-pandemic phases, as well as its specific focus on the property and real estate subsector, which is characterized by high asset intensity and audit risk. These findings provide theoretical implications by reinforcing agency theory and signaling theory, as well as practical implications for corporate management in improving the timeliness of audited financial reporting. Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, solvabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap audit delay pada perusahaan manufaktur subsektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan laporan auditor independen. Populasi penelitian mencakup seluruh perusahaan manufaktur subsektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan, diperoleh 16 perusahaan sebagai sampel penelitian dengan total 80 observasi data panel. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan common effect model, didukung oleh uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta pengujian hipotesis menggunakan perangkat lunak eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay, sedangkan solvabilitas berpengaruh positif terhadap audit delay. Novelty penelitian ini terletak pada penggunaan periode pengamatan yang mencakup fase sebelum, selama, dan setelah pandemi COVID-19 serta fokus pada subsektor properti dan real estate yang memiliki karakteristik aset dan risiko audit yang tinggi. Temuan ini memberikan implikasi teoritis dalam memperkuat teori keagenan dan teori sinyal, serta implikasi praktis bagi manajemen perusahaan dalam meningkatkan ketepatan waktu pelaporan keuangan.
Financial Determinants of Tax Avoidance: Evidence from Consumer Goods Companies Marini Anggie Putri Siregar; Monika Budiman; Amrizal; Yopie Yulius; Fadia Syaibunnisyah Muchtar
Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing
Publisher : Sekolah Tingg Ilmu Ekonomi Y.A.I Jakarta - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55963/jraa.v12i3.987

Abstract

This study aims to analyze tax avoidance based on financial factors, proxied by profitability, sales growth, and solvency, in manufacturing companies within the consumer goods sector listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2019-2023 period. This study employs a quantitative approach using secondary data in the form of annual financial statements. The research sample was determined using purposive sampling from a population of 95 companies, resulting in 19 companies that met the selection criteria. Panel data regression analysis was conducted using the fixed effect model (FEM) with eviews 12. The results indicate that profitability and sales growth have a positive effect on tax avoidance, while solvency has no effect on tax avoidance. Simultaneously, all independent variables significantly affect tax avoidance. These findings suggest that companies with higher profitability and sales growth tend to engage in tax avoidance practices, highlighting the need for increased financial oversight and transparency. The novelty of this study lies in providing empirical evidence on tax avoidance behavior among consumer goods companies during the post-COVID-19 economic recovery period. Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tax avoidance berdasarkan faktor keuangan yang diproksikan oleh profitabilitas, sales growth, dan solvabilitas pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dari 95 perusahaan, sehingga diperoleh 19 perusahaan yang memenuhi kriteria. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan fixed effect model (FEM) menggunakan eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan sales growth berpengaruh positif terhadap tax avoidance, sedangkan solvabilitas tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan dengan tingkat profitabilitas dan pertumbuhan penjualan yang tinggi cenderung melakukan praktik tax avoidance, sehingga diperlukan peningkatan pengawasan dan transparansi keuangan. Kebaruan penelitian ini terletak pada memberikan bukti empiris mengenai perilaku tax avoidance perusahaan barang konsumsi dalam kondisi pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.
Implementation and Quality of Corporate Water Reporting Based on GRI 303:2018: A Scoping Review Ratri Nur Alfianti
Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing
Publisher : Sekolah Tingg Ilmu Ekonomi Y.A.I Jakarta - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55963/jraa.v13i1.1028

Abstract

Abstract - Global water scarcity and climate change urgently demand substantive corporate transparency in water management, yet the extent to which GRI 303:2018 has advanced this goal remains insufficiently mapped in the literature. This study aims to (1) map corporate water reporting patterns, (2) identify implementation challenges, and (3) examine how reporting quality has been operationalized in empirical studies following GRI 303:2018 adoption, using a scoping review approach Arksey & O'Malley framework and PRISMA-ScR covering 8 studies from 2019-2025. Findings reveal a consistent pattern of information asymmetry: companies aggressively disclose water withdrawal (GRI 303-3) while minimally reporting discharge and consumption in water-stressed areas (GRI 303-4/5), consistent with symbolic compliance predicted by legitimacy theory. Key challenges include definitional ambiguity around "water stress" and non-comparable reporting formats across companies, while quality measurement in the literature remains predominantly checklist-based and unable to detect substantive versus symbolic disclosure. This study contributes a unified conceptual map across three dimensions previously studied in isolation: reporting patterns, implementation challenges, and quality operationalization. Together, these dimensions are shown to share the same legitimacy logic, thereby informing more holistic reform agendas for corporate water accountability. Abstrak - Kelangkaan air global dan perubahan iklim menuntut transparansi korporat yang substantif dalam pengelolaan air, namun sejauh mana GRI 303:2018 telah mewujudkan tujuan tersebut masih kurang terpetakan dalam literatur. Penelitian ini bertujuan (1) memetakan pola pelaporan air korporat, (2) mengidentifikasi tantangan penerapan, dan (3) menelaah bagaimana kualitas pelaporan dioperasionalisasikan dalam studi empiris pasca-adopsi GRI 303:2018, menggunakan pendekatan scoping review berkerangka Arksey & O'Malley dan pedoman PRISMA-ScR atas 8 studi tahun 2019–2025. Temuan menunjukkan pola asimetri informasi yang konsisten: perusahaan agresif mengungkapkan pengambilan air (GRI 303-3) namun minim melaporkan debit limbah dan konsumsi di wilayah stres air (GRI 303-4/5), konsisten dengan kepatuhan simbolis yang diprediksi teori legitimasi. Tantangan utama meliputi ambiguitas definisi "stres air" dan format pelaporan yang tidak terbandingkan antar perusahaan, sementara pengukuran kualitas dalam literatur masih dominan berbasis daftar periksa dan tidak mampu membedakan pengungkapan substantif dari yang bersifat simbolis. Penelitian ini berkontribusi dengan menyediakan peta konseptual terpadu atas tiga dimensi yang sebelumnya diteliti secara terpisah, yakni pola pelaporan, tantangan implementasi, dan operasionalisasi kualitas, yang menunjukkan bahwa ketiganya berakar pada logika legitimasi yang sama, sehingga menginformasikan agenda reformasi akuntabilitas air korporat yang lebih holistik.
Determining ESG Performance: The Role of Audit Committees, Women on Boards, and Eco-Innovation Andreani Hanjani; Puspita Dewi Wulaningrum; Prasetyono; Beta Pujangga Mukti
Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing
Publisher : Sekolah Tingg Ilmu Ekonomi Y.A.I Jakarta - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the influence of audit committees, women on boards, and eco-innovation on ESG performance. The sample consists of 442 companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2024, purposive sampling selected. Data were analyzed using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) with smartPLS. The results show that ESG performance is positively and significantly influenced by audit committees, women on boards, and eco-innovation. This study offers novelty by integrating corporate governance mechanisms and eco-innovation within a single analytical framework to explain the determinants of ESG performance in emerging markets such as Indonesia. This study provides theoretical contributions by strengthening the relevance of agency, stakeholder, and legitimacy theories in explaining governance mechanisms and eco-innovation participation in increasing transparency, accountability, and corporate desire. Practically, it serves as a reference for regulators and policymakers in Indonesia in formulating policies related to strengthening corporate governance, increasing women's representation in board direction, and encouraging eco-innovation practices to improve corporate ESG performance. This study has not considered the possibility of a two-way causal relationship (endogeneity), where companies with good ESG performance are potentially more attractive to have stronger governance structures, including effective audit committees and women on the board of directors. Abstrak - Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh komite audit, women on boards, dan eco-innovation terhadap kinerja ESG. Sampel terdiri dari 442 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019-2024 yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) dengan smartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh komite audit, women on board, dan eco-innovation. Studi ini menawarkan kebaruan dengan mengintegrasikan mekanisme tata kelola perusahaan dan inovasi lingkungan dalam satu kerangka analitis untuk menjelaskan penentu kinerja ESG di pasar negara berkembang seperti Indonesia. Studi ini memberikan kontribusi teoritis yaitu memperkuat relevansi teori agensi, pemangku kepentingan, dan legitimasi dalam menjelaskan mekanisme tata kelola dan inovasi lingkungan berpartisipasi dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keinginan perusahaan. Secara praktis, sebagai referensi bagi regulator dan pembuat kebijakan di Indonesia dalam merumuskan kebijakan terkait penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan representasi perempuan dalam arahan dewan, dan mendorong praktik inovasi ramah lingkungan untuk meningkatkan kinerja ESG perusahaan. Penelitian ini belum mempertimbangkan kemungkinan hubungan sebab-akibat dua arah (endogenitas), di mana perusahaan dengan kinerja ESG yang baik berpotensi lebih menarik untuk memiliki struktur tata kelola yang lebih kuat, termasuk komite audit yang efektif dan perempuan di dewan direksi.
The Effect of Tax Aggressiveness on Switching Auditors with Auditor Reputation as a Moderating Variable Febrian Rizkika Kurnianto; I Gede Wied Jagadhita; Ngurah Ade Satria Laksamana Ananta Prayoga; Partiwi Dwi Astuti
Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing
Publisher : Sekolah Tingg Ilmu Ekonomi Y.A.I Jakarta - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55963/jraa.v13i1.1014

Abstract

Auditors need to evaluate business risks before accepting or continuing an audit engagement, including risks that may damage a public accounting firm’s reputation. Companies with high tax aggressiveness may increase reputational risk for auditors and potentially influence auditor switching decisions. However, empirical evidence on the moderating role of auditor reputation remains limited and inconsistent. This study examines the effect of tax aggressiveness on auditor switching, with auditor reputation as a moderating variable. Its novelty lies in testing whether auditor reputation explains inconsistent findings in prior studies. The population comprised companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2020-2022. Using purposive sampling, the study selected 60 companies, yielding 180 firm-year observations. Data were analyzed using logistic regression with a moderated regression analysis approach. The results indicate that tax aggressiveness has a positive but insignificant effect on auditor switching. Furthermore, auditor reputation does not moderate the relationship between tax aggressiveness and auditor switching. This study contributes empirically by demonstrating that auditor switching decisions are not determined solely by tax aggressiveness or auditor reputation, thereby enriching the auditor switching literature and extending understanding of agency theory in the context of developing countries while providing relevant evidence for regulators, auditors, investors, and researchers. Abstrak - Auditor perlu mengevaluasi risiko bisnis sebelum menerima atau melanjutkan perikatan audit, termasuk risiko yang dapat merusak reputasi kantor akuntan publik. Perusahaan dengan agresifitas pajak yang tinggi dapat meningkatkan risiko reputasi auditor dan berpotensi mempengaruhi keputusan auditor switching. Namun, bukti empiris tentang peran moderasi reputasi auditor tetap terbatas dan tidak konsisten. Penelitian ini mengkaji pengaruh agresifitas pajak terhadap auditor switching, dengan reputasi auditor sebagai variabel moderator. Kebaruannya terletak pada pengujian apakah reputasi auditor menjelaskan temuan yang tidak konsisten dalam penelitian sebelumnya. Populasinya terdiri dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 2020-2022. Dengan menggunakan purposive sampling, penelitian ini memilih 60 perusahaan, menghasilkan 180 pengamatan. Data dianalisis menggunakan regresi logistik dengan pendekatan analisis regresi moderat. Hasil penelitian menunjukan bahwa agresifitas pajak memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap auditor switching. Selain itu, reputasi auditor tidak memoderasi hubungan antara agresifitas pajak dan auditor switching. Penelitian ini berkontribusi secara empiris dengan menunjukan bahwa keputusan peralihan auditor tidak hanya ditentukan oleh agresifitas pajak atau reputasi auditor, sehingga memperkaya literatur auditor switching dan memperluas pemahaman tentang teori keagenan dalam konteks negara berkembang dan memberikan bukti yang relevan bagi regulator, auditor, investor, serta peneliti.
The Influence of Accounting Profit, Audit Fee, Audit Opinion, Company Operational Complexity on Audit Delay Dewi Agustin; Suryani Yuli Astuti; Ira Megasyara; Devi Febrianti
Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing
Publisher : Sekolah Tingg Ilmu Ekonomi Y.A.I Jakarta - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55963/jraa.v13i1.1053

Abstract

This study aims to analyze the influence of accounting profit, audit fees, audit opinions, and company operational complexity on audit delay in companies in the energy sector’s oil, gas, and coal subsectors listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2021-2023 period. The research population consists of 82 companies. This study employs a quantitative causal approach using secondary data in the form of audited annual reports. Using purposive sampling, 50 companies met the sampling criteria, resulting in 150 observations. Hypothesis testing was conducted using logistic regression with IBM SPSS version 25. Research's results indicate that audit fees influence audit delays, while the company operational complexity significantly affects audit delays, however, accounting profit and audit opinions do not influence audit delays. The novelty of this study lies in the use of logistic regression with audit delay measured via a dummy variable, its focus on the oil, gas, and coal subsector period 2021-2023, and the integration of four variables into a single analysis. This research provides an empirical contribution to the development of audit delay literature and serves as a basis for consideration by company management, auditors, regulators, and investors in enhancing the efficiency and promptness of financial reporting audits. Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh laba akuntansi, audit fee, opini audit, dan kompleksitas operasi perusahaan terhadap audit delay pada perusahaan sektor energi subsektor oil, gas & coal yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023. Populasi penelitian terdiri dari 82 perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausalitas dengan data sekunder berupa annual report yang telah diaudit. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, sebanyak 50 perusahaan memenuhi kriteria sampel sehingga diperoleh 150 observasi. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan regresi logistik dengan menggunakan IBM SPSS versi 25. Hasil riset memperlihatkan bahwa audit fee berpengaruh terhadap audit delay, kompleksitas operasi perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit delay, sedangkan laba akuntansi dan opini audit tidak berpengaruh terhadap audit delay. Keterbaharuan penelitian ini terletak pada penggunaan regresi logistik dengan pengukuran audit delay menggunakan variabel dummy, fokus pada subsektor oil, gas & coal periode 2021-2023, serta mengintegrasikan empat variabel ke dalam satu pengujian. Riset ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan literatur audit delay serta menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan, auditor, regulator dan investor dalam meningkatkan efisiensi dan ketepatan waktu pelaporan keuangan auditan.
Understanding Land and Building Tax Compliance Through Tax Knowledge, Taxpayer Income, and Government Trust Monika Budiman; Marini Anggie Putri Siregar; Aang Syahdina; Malik Hidayat; Dhevia Pragatti
Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing
Publisher : Sekolah Tingg Ilmu Ekonomi Y.A.I Jakarta - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the effects of tax knowledge, taxpayer income, and trust in government on taxpayer compliance in paying land and building tax (PBB). The population consisted of 41,375 land and building tax objects in Koja District, North Jakarta. Using incidental sampling and the Slovin formula, a sample of 100 respondents was obtained, resulting in 100 observations analyzed in this study. Data were analyzed using smartPLS 4.0. The novelty of this research lies in investigating the combined effects of tax knowledge, taxpayer income, and trust in government on land and building tax compliance within a specific regional context using the smartPLS approach. The results indicate that tax knowledge and taxpayer income have a positive and significant effect on taxpayer compliance, whereas trust in government has no significant effect. The findings imply that the Directorate General of Taxes should strengthen taxpayer education through seminars, direct outreach programs, and accessible online campaigns. Compliance strategies may also be tailored to taxpayers’ income levels through educational support and incentives for lower-income groups, as well as stronger law enforcement for higher-income groups. Overall, efforts to improve compliance should emphasize educational and technical approaches rather than relying solely on enhancing the government's public image. Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengetahuan perpajakan, pendapatan wajib pajak, dan kepercayaan terhadap pemerintah terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak bumi dan bangunan (PBB). Populasi penelitian terdiri atas 41.375 objek pajak bumi dan bangunan di Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan incidental sampling dengan rumus Slovin sehingga diperoleh 100 responden, dengan total 100 observasi yang dianalisis dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan menggunakan smart-PLS 4.0. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian secara simultan pengaruh pengetahuan perpajakan, pendapatan wajib pajak, dan kepercayaan terhadap pemerintah terhadap kepatuhan PBB dalam konteks wilayah tertentu dengan pendekatan smart-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perpajakan dan pendapatan wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, sedangkan kepercayaan terhadap pemerintah tidak berpengaruh signifikan. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa Direktorat Jenderal Pajak perlu memperkuat edukasi perpajakan melalui seminar, sosialisasi langsung, dan kampanye daring yang mudah diakses. Strategi peningkatan kepatuhan juga dapat disesuaikan dengan tingkat pendapatan wajib pajak melalui edukasi dan insentif bagi kelompok berpendapatan rendah serta penguatan penegakan hukum bagi kelompok berpendapatan tinggi. Secara keseluruhan, peningkatan kepatuhan wajib pajak perlu lebih difokuskan pada pendekatan edukatif dan teknis dibandingkan hanya pada peningkatan citra pemerintah.