cover
Contact Name
Andrias Pujiono
Contact Email
shalom.jurnal@gmail.com
Phone
+6285273734314
Journal Mail Official
shalom.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Padang Ratu. Perum. Villa Tamin Asri Blok A/4., Sukajawa, Tanjung karang barat, Lampung. 35151
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Shalom: Jurnal Teologi Kristen
ISSN : -     EISSN : 27983021     DOI : 10.56191
Core Subject : Religion, Education,
Shalom: Jurnal Teologi Kristen (Jurnal Shalom) adalah jurnal teologi Kristen yang diterbitkan oleh STT Syalom Bandar Lampung. Shalom: Jurnal Teologi Kristen adalah wadah bagi para dosen dan peneliti dapat menerbitkan karya ilmiah mereka. Shalom: Jurnal Teologi Kristen menerima artikel dari seluruh Indonesia yang sesuai dengan focus and scope Shalom: Jurnal Teologi Kristen antara lain: antara lain:  1. Teologi Kristen 2. Pendidikan Agama Kristen 3. Etika Kristen 4. Kepemimpinan Kristen
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2021): Desember" : 4 Documents clear
Keharmonisan Pernikahan Dalam Perspektif Pengajaran Mempelai Budi Santosa; Stevanus Parinussa; Wenny Kristiani Waruwu
Shalom: Jurnal Teologi Kristen Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Syalom Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.954 KB) | DOI: 10.56191/shalom.v1i2.7

Abstract

Abstract: The phenomenon of marital disharmony is very varied. Busy work resulting in a lack of time and attention given to the family. Differences in financial income where when the wife has a salary greater than her husband, thereby reducing respect for her husband, and being an example for the children to their father. The existence of infidelity is also a trigger for the fracture of a marriage. Happy families must have a holy and harmonious marriage blessed by God. The purpose of establishing harmony in a family is not only the formation of a harmonious relationship between husband and wife, but also includes everything related to the welfare and peace of the family. This study uses descriptive qualitative methods with literature review to produce theoretical data on the concept of marital harmony as well as interview and documentation techniques to obtain concrete data about the concept of teaching the bride and groom. The results of the study show that: First, a harmonious Christian marriage will be achieved with the correct understanding and willingness to obey the authority of God's Word. Second, Christian marriage is very beautiful when husband and wife are able to realize and carry out their duties and functions proportionally. Third, the teaching of the bride and groom provides a starting point in marriage as a standard in the family and a picture of Christ's relationship with the church.   Abstrak: Fenomena ketidakharmonisan pernikahan sangat variatif penyebabnya. Kesibukan kerja sehingga kurangnya waktu dan perhatian yang diberikan bagi keluarga. Perbedaan pendapatan finansial dimana ketika isteri memiliki gaji lebih besar dari suami, sehingga mengurangi rasa hormat terhadap suami, dan menjadi contoh anak-anak kepada ayah mereka. Adanya perselingkuhan juga turut menjadi pemicu retaknya pernikahan. Keluarga bahagia harus memiliki pernikahan yang kudus dan harmonis diberkati Tuhan. Tujuan pembentukan keharmonisan dalam sebuah keluarga bukan hanya pembentukan hubungan harmonis suami isteri saja, tetapi didalamnya juga mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan kesejahteraan dan kedamaian keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan kajian pustaka untuk menghasilkan data teoretis konsep keharmonisan pernikahan serta teknik wawancara dan dokumentasi guna memeroleh data konkrit tentang konsep pengajaran mempelai. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, pernikahan Kristen harmonis akan tercapai dengan pemahaman yang benar dan kemauan untuk taat terhadap otoritas Firman Allah. Kedua, pernikahan Kristen sangat indah ketika suami isteri mampu menyadari dan menjalankan tugas dan fungsinya secara proporsional. Ketiga, pengajaran mempelai memberikan titik pijak dalam pernikahan sebagai standar dalam keluarga dan gambaran hubungan Kristus dengan jemaat.
Peluang Membangun Spiritualitas Di Era Covid 19 Berdasarkan Nehemia 2:11-20 Yohanis Kotte
Shalom: Jurnal Teologi Kristen Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Syalom Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.138 KB) | DOI: 10.56191/shalom.v1i2.8

Abstract

Abstract: The era of the Covid-19 pandemic and the development of the delta variant have urged the United Nations to define this era as the new normal era. Because millions of people have been exposed, died, economic recession, there have been layoffs, the tradition of gathering in certain activities by gathering people in hundreds or even thousands are restricted and must follow the new normal regulations by government recommendations or policies. This study aims to find the basics as an opportunity to build spirituality in the text of Nehemiah 2:11-20 that can be applied during the Covid 19 period. The study uses a library research method by collecting data in the form of documents, theological books, interpretations, and even Bible texts, magazines, articles, and news. The results of his research. There are three opportunities to build spirituality during the Covid 19 pandemic. First: Build facilities and infrastructure for symbols of security and order in carrying out spirituality; second: building vertical (covenant renewal) and horizontal relationships through prayer to God, communicating with the king, building relationships with the people, and acting with precise management according to the times. Third: Opportunity to use modern infrastructure (covid-19 pandemic) real action in managing all virtual and inside implementations.   Abstrak: Era Pandemi Covid 19 dan perkembangan varian delta mendesak Perserikatan Bangsa-bangsa menetapkan era ini sebagai era new normal. Karena Jutaan orang terpapar, meninggal, resesi ekonomi, adanya putus hubungan kerja, tradisi berkumpul dalam kegiatan-kegiatan tertentu dengan mengumpulkan orang dalam jumlah ratusan bahkan ribuan dibatasi dan wajib mengikuti peraturan new normal sesuai dengan anjuran atau kebijakan pemerintah. Penelitian ini bertujuan menemukan dasar-dasar sebagai peluang membangun spiritualitas dalam teks Nehemia 2:11-20 yang dapat diterapkan pada masa Covid 19. Penelitian menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan data berupa dokumen, buku teologi, tafsiran bahkan teks Alkitab, majalah, artikel, dan berita. Hasil penelitiannya. Ada tiga peluang membangun spiritualitas masa pandemi Covid 19. Pertama: Membangun sarana dan prasarana simbol keamanan dan ketertiban dalam menjalankan spiritualitas; kedua: membangun hubungan vertikal (pembaharuan kovenan) dan horizontal melalui doa kepada Allah, berkomunikasi kepada raja, membangun relasi dengan umat dan bertindak dengan manajemen yang jitu sesuai zamannya.  Ketiga: Peluang menggunakan sarana prasarana masa kini (masa pandemi covid 19) tindakan nyata dalam mengelola semua pelaksanaan secara virtual maupun inside.
Konsep-Konsep Dasar Dalam Pemuridan Bagi Orang Kristen Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yeniretnowati
Shalom: Jurnal Teologi Kristen Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Syalom Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.107 KB) | DOI: 10.56191/shalom.v1i2.10

Abstract

Abstract: Discipleship is the essence of Christian life, because discipleship invites every believer who becomes a follower of Christ to be educated, taught, and discipled as early as possible in his life following the example of Jesus and having the desire to do God's will as best as possible. The research method used in this study is a qualitative method with a literature study approach. First, it examines the concept of discipleship from various Christian discipleship theories and experts. Second, analyze the meaning and implications of discipleship as the core of Christian life. The results of this study conclude that being a Christian is being a disciple of Jesus who is called not only to be like Jesus in a similar sense but the real meaning is how to live to be a model of the Lord Jesus who wears the person of Jesus.   Abstrak: Pemuridan merupakan inti kehidupan Kristen, karena pemuridan mengajak setiap orang percaya yang menjadi pengikut Kristus agar dididik, diajar, dan dimuridkan sedini mungkin hidupnya mengikuti teladan Yesus dan memiliki kerinduan melakukan kehendak Allah dengan sebaik mungkin. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Pertama, mengupas konsep pemuridan dari berbagai teori dan para ahli pemuridan Kristen. Kedua, menganalisis tentang makna dan implikasi pemuridan sebagai inti kehidupan orang Kristen. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa menjadi seorang Kristen adalah menjadi murid Yesus yang dipanggil bukan hanya menjadi seperti Yesus dalam artian mirip, tetapi makna yang sesungguhnya adalah bagaimana hidup menjadi peraga Tuhan Yesus yang mengenakan pribadi Yesus.
Pendidikan Anak Usia Dini dalam Keluarga di Era Disrupsi Berdasarkan 2 Timotius 3:15-17 Meilani Meilani; Andreas Fernando
Shalom: Jurnal Teologi Kristen Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Syalom Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.112 KB) | DOI: 10.56191/shalom.v1i2.12

Abstract

Abstract: Technological developments that occur massively have made children grow up in a different pattern from the previous generation who lived in the past. Children from an early age have been acquainted with technology that affects their cognitive development and behavior patterns. The purpose of writing this article is to find out the theory and practice of family education that is appropriate for early childhood in facing challenges in this era of disruption by looking at the content of the context of 2 Timothy 3:15-17. The method used in this research is descriptive qualitative. The data collection technique was by examining the theological descriptions of 2 Timothy 3:15-17 from the Bible, as well as digging up information from various literatures, in the form of journals, commentaries, and books on early childhood development and the era of disruption. Through this research, it was found that based on 2 Timothy 3:15-17, the best way to educate children in today's families is to educate them as early as possible to study and explore the contents of the Holy Scriptures so that children have wisdom in overcoming problems and challenges, especially those that can shake faith as a result. the impact of current technological advances.   Abstrak: Perkembangan teknologi yang terjadi secara pesat saat ini telah membuat anak-anak bertumbuh dengan pola yang berbeda dari generasi yang hidup pada masa sebelumnya. Anak sejak usia dini telah berkenalan dengan teknologi yang memengaruhi perkembangan kognitif dan pola tingkah laku mereka. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui teori dan praktik pendidikan keluarga yang sesuai bagi anak usia dini dalam menghadapi tantangan di era disrupsi ini dengan melihat isi konteks dari 2 Timotius 3:15-17. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan mengkaji uraian teologis dari 2 Timotius 3:15-17 dari Alkitab, juga menggali informasi dari berbagai literatur, berupa jurnal, buku-buku tafsiran, dan buku-buku mengenai perkembangan anak usia dini dan era disrupsi. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa berdasarkan   2 Timotius 3:15-17, cara terbaik pendidikan anak dalam keluarga masa kini adalah dengan sedini mungkin mendidik mereka untuk mempelajari dan mendalami isi Kitab Suci sehingga anak memiliki hikmat dalam mengatasi masalah dan tantangan terutama yang dapat menggoyahkan iman akibat pengaruh kemajuan teknologi saat ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 4