cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2024)" : 10 Documents clear
PENGARUH MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP KECEMASAN PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA BIRU Firmawati, Firmawati; Nurliah, Nurliah; Hasan, Tri Amaliya
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.126

Abstract

Hipertensi penyebab utama kematian di seluruh dunia yang disebut sebagai the silent killer sehingga mengharuskan penderita hipertensi menjalani pengobatan dalam jangka waktu yang lama untuk mengontrol salah satu gejalanya yaitu peningkatan tekanan darah dan semakin banyaknya obat yang dikonsumsi ini menyebabkan penderita tersebut dapat mengalami masalah mental, dalam hal ini kecemasan. Masalah kecemasan pada penderita hipertensi apabila tidak segera diatasi dapat menyebabkan seseorang berisiko mengalami gangguan jiwa akibat penyakit kronis tersebut. Untuk itu, dibutuhkan penanganan yang dapat mengatasi masalah kecemasan pada penderita hipertensi dengan terapi murottal Al-Qur’an yang juga dapat menurunkan tekanan darah penderita hiperternsi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh murottal Al-Qur’an terhadap kecemasan penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru. Desain penelitian pra-eksperimental dengan one group pre post test design, populasi seluruh penderita hipertensi sejumlah 58 orang, jumlah sampel 25 orang menggunakan tekhnik sampling purposive sampling dalam penelitian ini. Hasil penelitian diperoleh rata-rata tingkat kecemasan sebelum murottal Al-Qur’an adalah 13,09 dengan standar deviasi 1,305 dan rata-rata tingkat kecemasan setelah murottal Al-Qur’an adalah 12,20 dengan standar deviasi 1,201. Rata-rata tekanan darah sebelum murottal Al-Qur’an adalah 147/99 mmHg dengan standar deviasi 5,424 dan rata-rata tekanan darah setelah murottal Al-Qur’an adalah 137/95 mmHg dengan standar deviasi 4,566, serta diperoleh p-value 0,000 (<α 0,05). Dapat disimpulkan ada pengaruh murottal Al-Qur’an terhadap kecemasan penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru. Kata Kunci: Kecemasan; Hipertensi; Murottal Al-Qur’an
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN PENGGUNAAN HOTPACK UNTUK MENURUNKAN SUHU TUBUH PADA ANAK DENGAN DIAGNOSA MEDIS DEMAM THYPOID DI RUANG PERAWATAN ANAK RSUD PROF. DR. H. ALOEI SABOE, KOTA GORONTALO Piola, Wiwi Susanti; Indrianingsih, Sofiyah Tri; Sudirman, Andi Akifa; Suleman Tute, Delvi Mayorina
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.127

Abstract

Demam Typhoid merupakan penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran cerna dengan gejala demam satu minggu atau lebih. Demam atau suhu tubuh yang tinggi dapat di turunkan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan cara kompres air hangat untuk menurunkan suhu tubuh. Salah satu diagnosa dari demam thypoid yakni hipertermi. Hipertermia adalah suhu tubuh meningkat di atas rentang normal tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pada anak yang mengalami demam thypoid dengan fokus kasus penanganan hipertermia dengan pemberian hotpack terhadap penurunan suhu tubuh. Metode penelitian yang di lakukan yaitu kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada 2 orang anak dengan diagnosa medis demam thypoid yang dirawat di ruang perawatan anak RSUD. Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan hotpack dapat berpengaruh menurunkan suhu tubuh pada anak dengan demam thypoid.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN MINUM OBAT OAT PADA PASIEN TBC DI UPT PUSKESMAS KECAMATAN PALELEH KABUPATEN BUOL Puluhulawa, Nikmawati; Syukur, Sabirin B.; Sappe, Pebriani RL
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.129

Abstract

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan yang besar di dunia WHO dengan Negara-Negara yang tergabung di dalamnya termasuk Indonesia mengupayakan untuk mengurangi penyakit TB Paru. Ketidakpatuhan pasien TB dalam menjalani pengobatan menyebabkan tingkat kesembuhan rendah dan juga angka kematian meningkat, salah satu faktor yang berhungan dengan kepatuhan minum obat yaitu adanya dukungan keluarga. Tujuan penelitian untuk meganalisis dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat OAT pada pasien TBC. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 40 penderita TBC dengan menggunakan total sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 40 orang. Hasil penelitian dukungan keluarga tertinggi yaitu dukungan keluarga baik sebanyak 20 orang dengan kepatuhan minum obat OAT yang tertinggi yaitu kepatuhan tinggi sebanyak 21 orang, nilai pValue = 0.000<0.05. Kesimpulan terdapat hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat OAT pada pasien TBC di UPT Puskesmas Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol. Saran diharapkan menjadi masukan untuk pihak UPT Puskesmas Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol dan juga keluarga serta masyarakat secara luas dalam meningkatkan tingkat kepatuhan pada penderita TBC.
GAMBARAN STRES PENGASUHAN IBU BAYI PREMATUR DI RUANG PERAWATAN INTENSIF NEONATUS Alviyanti, Nanda Prastika; Nurlaila, Nurlaila
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.130

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Perawatan bayi prematur di ruang perawatan bayi risiko tinggi dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) merupakan pengalaman yang penuh tantangan dan stres bagi orangtua terutama ibu. Keterbatasan interaksi ibu dengan bayi menjadi faktor penyebab stres yang signifikan. Gambara tingkat stres ibu penting untuk menentukan intervensi keterlibatan ibu dalam perawatan bayi di ruang rawat intensif neonatus. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran stres pengasuhan ibu bayi prematur di ruang rawat intensif neonatus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 94 ibu bayi prematur di RS PKU Muhammadiyah Gombong, yang diambil secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Parental Stressor Scale: Neonatal Intensive Care Unit (PSS: NICU), dengan uji statistik menggunakan Descriptive Statistics Frequencies. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan usia Ibu rata-rata 36,59 tahun, sebagain besar ibu berpendidikan SMA (57,4%), usia gestasi ibu rata-rata 30,73 minggu, rata-rata berat bayi lahir 1583,37 gram, sebagai besar jenis kelamin bayi laki-laki (52,1%). Tingkat stres pengasuhan ibu bayi prematur rata-rata 98,95, dengan hasil paling besar pada subskala hubungan dan peran sebagai orangtua dengan nilai rata-rata didapatkan 29,01 (29%). Kesimpulan: Ibu mengalami stres saat bayi dirawat di ruang perawatan bayi risiko tinggi dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan sumber stres paling besar adalah hubungan dan perubahan orangtua. Kata kunci: Bayi Prematur; NICU; Stres Pengasuhan Ibu ABSTRACT Background: Caring for premature babies in the high risk baby care unit and Neonatal Intensive Care Unit (NICU) is an experience full of challenges and stress for parents, especially mothers. Limited interaction between mother and baby is a significant stress factor. A description of the mother's stress level is important for determining interventions for maternal involvement in baby care in the neonatal intensive care unit. Objective:. To determine the stressful picture of maternal care of premature babies in the Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Methods: This study employed a descriptive quantitative research design with a cross-sectional approach. The sample size consisted of 94 mothers of premature babies, selected through purposive sampling. The instrument utilized was the Parental Stressor Scale: Neonatal Intensive Care Unit (PSS: NICU) questionnaire and descriptive statistics frequencies were employed for statistical analysis. Result: The study showed that the average maternal age was 37.32, with a majority having a high school/vocational education (57.4%). The average maternal gestational age was 30.73 weeks, and the average infant birth weight was 1583.37 grams. Male babies accounted for 52.1% of the sample. The average maternal stress level in caring for premature infants was 98.95. The results indicated that the relationship subscale and parental role were the main sources of maternal stress, with an average value of 29.01 (29%). Conclusion: This study found that relationships and parental changes were the highest sources of stress compared to the baby's appearance and behavior, as well as sights and sounds. Keywords: Premature infants, NICU, maternal stress
KEPATUHAN MINUM TABLET FE TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Astuti, Wahyu Tri; Rianawaty, Ida; Susanti, Evy Tri; Egytama, Muhammad Octafian
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.131

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Penyebab anemia pada remaja putri salah satunya menstruasi yang bisa terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun atau pada masa awal remaja. Volume darah yamg keluar saat menstruasi mengakibatkan kehilangan zat besi sebanyak 12-15 mg per bulan atau 0,4-0,5 mg per hari. Pada saat menstruasi wanita tidak hanya mengalami kehilangan zat besi tetapi juga mengalami kehilangan basal, jadi bila ditotal wanita perhari mengalami kehilangan zat besi sebanyak 1,25 mg. Volume darah yang keluar setiap bulannya berkisar 30-50 cc. Kondisi tersebut menyebabkan wanita mengalami anemia. Anemia ditandai dengan rendahnya konsentrasihemoglobin (Hb) atau hematokrit dari nilai ambang batas yang disebabkan oleh rendahnya produksi sel darah merah (eritrosit) dan Hb, meningkatnya kerusakan eritrosit atau kehilangan darah yang berlebihan. Tujuan: Untuk mengetahui kepatuhan minum Tablet Fe terhadap kejadian anemia pada remaja putri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 123 siswi, yang diambil secara total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Kepatuhan Minum tablet Fe dan tes Hb, dengan uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 106 siswi tidak patuh minum tablet Fe dan yang mengalami anemia sebanyak 66 siswi, dengan nilai p-value 0,036 (<0,05) dengan POR : 3.025. Kesimpulan: ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada siswi kelas 9 di SMP Negeri I Magelang dan siswi yang tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe mempunyai kemungkinan 3 kali mengalami anemia dibandingkan siswi yang patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe. Kata kunci : Anemia, tablet Fe, remaja Abstrack Background: Background: One of the causes of anemia in teenage girls is menstruation which can occur between the ages of 10-16 years or during early adolescence. The volume of blood lost during menstruation results in iron loss of 12-15 mg per month or 0.4-0.5 mg per day. During menstruation, women not only experience iron loss but also experience basal loss, so in total women experience iron loss per day of 1.25 mg. The volume of blood that comes out every month is around 30-50 cc. This condition causes women to experience anemia. Anemia is characterized by a low concentration of hemoglobin (Hb) or hematocrit from the threshold value caused by low production of red blood cells (erythrocytes) and Hb, increased erythrocyte damage or excessive blood loss. Objective: To determine compliance with taking Fe tablets on the incidence of anemia in adolescent girls. Method: This research is a descriptive quantitative research with a cross sectional approach. The number of samples in this study was 123 female students, taken by total sampling. The instruments used were the Adherence to Taking Fe tablets questionnaire and the Hb test, with statistical tests using Chi Square. Results: The results of this study showed that 106 female students did not comply with taking Fe tablets and 66 female students experienced anemia, with a p-value of 0.036 (<0.05) with a POR: 3.025. Conclusion: there is a significant relationship between adherence to consuming Fe tablets and the incidence of anemia in grade 9 female students at SMP Negeri I Magelang and female students who are not compliant in consuming Fe tablets are 3 times more likely to experience anemia than female students who are compliant in consuming Fe tablets. Keywords: Anemia, Fe tablets, teenagers
KECANDUAN GAME ONLINE TERHADAP PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA Rusminah, Rusminah; Siswanto, Siswanto; Ferdiansyah, Akbar
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.134

Abstract

Abstrak Kecanduan game online adalah penggunaan internet terus-menerus, berulang bermain game sehingga merusak hubungan kehidupan nyata, yang bersangkutan tidak mampu mengendalikan dan menghentikannya. Game yang banyak disukai adalah versi permainan kekerasan misal PUBG. Bermain terus–menerus pemain menghayati peran kekerasan pada akhirnya menginternalisasi perilaku kekerasan dalam dirinya. Tujuan: Untuk menganalisis tingkat kecanduan dan jenis game online yang berdampak pada perilaku agresif remaja pemain game online. Metode:Deskriptif analitik dengan pendekatan studi literatur review dari penelitian tentang pengaruh kecanduan game online terhadap perilaku agresif pada remaja. Sampel penelitian sesuai kriteria inklusi dan eklusi yang dipilih dengan tehnik total sampling. Hasil: Populasi remaja berusia 13 – 18 tahun rentan mengalami perilaku agresif dengan jenis permainan versi kekerasan, pertarungan; bentuk kekerasan yang paling ringan ditampilkan remaja adalah agresivitas verbal seperti berteriak keras, berkata kasar. Kata kunci: Kecanduan Game Online, Perilaku Agresifitas. Abstract Online game addiction is the countinous, repeated use of the internet to play games so that it destroys the relationship with real life, takes up a lot of time, the person is unable to control or stop it. The most popular games are versions of violent games such as PUBG. Playing continuously makes the players live the role of violence which ultimately internalizes violent behavior within them. Objective: This study aims to analyze the level of addiction and types of online games that have an impact on aggressive behavior in adolescent online game players. Methods: This research is an analytical descriptive study with a literature review approach from previous studies on the influence of online game addiction on aggressive behavior in adolescents. The sample used was 3 research journals according to the inclusion and exclusion criteria selected by total sampling technique. Results: The population of adolescents aged 13 - 18 years is prone to experience aggressive behavior with the type of game version of violence, fighting; form of violence displayed by adolescents is verbal aggressiveness such as shouting loudly, saying rude things. Keywords: Aggressive Behavior, Online Game Addiction.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA KEPERAWATAN MENJADI RELAWAN BENCANA COVID-19 : STUDI LITERATUR Wijayanti, Novida Prima; Bagus Sugiarto, Kurniawan
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.135

Abstract

Covid-19 is an infectious disease caused by coronavirus with common symptoms of fever, weakness, cough, anosmia and diarrhea. In 2020, the World Health Organization has designated Covid-19 as a non-natural pandemic disaster. The increasing number of Covid-19 sufferers has caused an increase in the need for health workers from volunteers, especially from nursing students. Student preparedness can be started from the academic level to increase the desire to volunteer during a pandemic disaster. Objective: this study aims to analyze factors that can influence the desire of nursing students to volunteer during the COVID-19 disaster. Method: The type of research used is a type of quantitative research descriptively cross sectional and takes research sources that have been carried out from November 2023 to January 2024 with google scholar sources. Results: Factors that influence students' desire to volunteer are the length of education, training that has been obtained, transmission of the COVID-19 virus, availability of personal protective equipment, student housing. Conclusion: Educational institutions and volunteer institutions can work together to form guidelines in increasing the interest and skills of nursing students to volunteer during disasters by paying attention to these factors starting from the disaster learning curriculum.
PENGETAHUAN ANEMIA DAN TABLET FE TERHADAP KEPATUHAN MINUM TABLET FE Nurhayati, Lis; Marhamah, Emah; Fuady, Asiq'atul; Putri Olivia, Natasya Berliana
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.136

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi dimana jumlah konsentrasi darah yang mengangkut oksigen dan sel darah merah tidak sesuai fisiologi tubuh. Anemia lebih banyak terjadi pada remaja putri karena proses menstruasi sehingga akan mengalami kehilangan zat besi sekitar 30 mg. Anemia pada remaja berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja. Remaja putri merupakan calon ibu yang nantinya akan mengalami proses kehamilan dan persalinan. Kondisi kekurangan zat besi dapat memperbesar risiko kematian maternal, bayi lahir prematur dan BBLR. Anemia dapat dicegah dengan pemberian Tablet Fe, namun yang kepatuhan minum tablet Fe menjadi kendala utama, hal ini memerlukan pengetahuan yang cukup luas mengenai anemia dan konsumi tablet Fe. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang anemia dan tablet Fe dengan kepatuhan minum tablet Fe pada remaja putri. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 61 remaja putri, yang diambil secara non random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan tentang anemia dan tablet Fe dengan kepatuhan minum tablet Fe, dengan uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil: Remaja putri yang memiliki tingkat pengetahuan tentang anemia dan tablet Fe tinggi, lebih banyak proporsinya tidak patuh minum tablet Fe (73,9%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang sinifikan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dan tablet Fe terhadap kepatuhan minum tablet Fe pada remaja putri, dengan p value= 0,054 (>0,05) Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang anemia dan tablet Fe terhadap kepatuhan minum tablet Fe pada remaja putri kelas 9 di SMP Negeri I Kota Magelang. Kata kunci : Kepatuhan; pengetahuan; remaja; tablet Fe Abstrack Background: Anemia is a condition where the concentration of blood that carries oxygen and red blood cells does not match the body's physiology. Anemia is more common in teenage girls due to the menstrual process, so they will experience a loss of around 30 mg of iron. Anemia in teenagers has a negative impact on reducing immunity, concentration, learning achievement, and fitness of teenagers. Young women are prospective mothers who will later experience the process of pregnancy and childbirth. Iron deficiency conditions can increase the risk of maternal death, premature birth and low birth weight babies. Anemia can be prevented by administering Fe tablets, but the problem of adherence to taking Fe tablets is the main obstacle, this requires extensive knowledge regarding the consumption of Fe tablets. Objective: To determine the relationship between knowledge about anemia and Fe tablets and adherence to taking Fe tablets in adolescents daughter. Method: This type of research uses quantitative observational analysis with a cross sectional approach. The total sample in this study was 59 female students, taken by non-random sampling. The instrument used was a questionnaire on Knowledge about Anemia and Compliance with Taking Fe tablets, with a statistical test using Chi Square. Results: Adolescent girls who had a good level of knowledge about anemia and Fe tablets were more likely to be non-compliant with taking Fe tablets (73,9%). The test results showed that there was a non-significant relationship with a p value = 0.054 (>0.05), meaning that there was no relationship between the level of knowledge about anemia and Fe tablets and compliance with taking Fe tablets in young women. Conclusion: There is no significant relationship between knowledge about anemia and Fe tablets and compliance with taking Fe tablets in grade 9 teenage girls at SMP Negeri I Kota Magelang. Key words: Compliance; knowledge; teenagers; Fe tablets
LITERATUR REVIEW PERAN BIDAN DALAM PENINGKATAN PROGRAM INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Nuzula, Firdausi
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.139

Abstract

Abstrak Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses bayi menyusu yang dilakukan segera dalam 1 jam pertama setelah persalinan. Seringkali ibu tidak melakukan IMD disebabkan rendahnya pengetahuan para ibu mengenai manfaat ASI dan cara menyusui yang benar, kurangnya pelayanan konseling laktasi dan dukungan dari petugas kesehatan, persepsi–persepsi sosial budaya yang menentang pemberian ASI. Dengan adanya upaya kesehatan ibu bersalin maka peran tenaga kesehatan sangatlah penting, karena biasa memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada ibu bersalin. Tenaga kesehatan akan sangat berpengaruh dalam pelaksanaan IMD yang dilakukan sesaat setelah bayi lahir. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan sistematis. Sumber penelitian diperoleh dari penelusuran artikel ilmiah melalui internet dengan database Google Scholar dan Pubmed tahun 2013-2023 dengan menggunakan PICO kemudian dilakukan identifikasi, screening, dan kelayakan melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasilnya terdapat lima artikel membahas mengenai peran bidan dalam peningkatan program inisiasi menyusu dini dan pemberian asi eksklusif. Lima artikel menyatakan bahwa bidan dapat meningkatkan program inisiasi menyusu dini dan pemberian asi eksklusif, salah satu artikel menjelaskan bahwa pemberian informasi oleh tenaga kesehatan merupakan faktor yang sangat berpengaruh pada pelaksanaan Inisiasi menyusu dini dan pemberian asi eksklusif. Peran dari tenaga kesehatan seperti bidan merupakan faktor yang sangat penting dalam terlaksananya program IMD dan Asi Eksklusif, sehingga diharapkan semua bidan dalam berperan aktif. Kata Kunci: Asi Eksklusif, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Peran bidan Abstract Early Initiation of Breastfeeding (IMD) is the process of breastfeeding a baby which is carried out immediately within the first hour after birth. Often mothers do not carry out IMD due to low knowledge of mothers regarding the benefits of breast milk and the correct way to breastfeed, lack of lactation counseling services and support from health workers, socio-cultural perceptions that oppose breastfeeding. With the existence of health efforts for mothers giving birth, the role of health workers is very important, because they usually provide confidence and trust to mothers giving birth. Health workers will be very influential in implementing IMD which is carried out immediately after the baby is born. The research method used is a systematic review. Research sources were obtained from searching scientific articles via the internet with the Google Scholar and Pubmed databases for 2013-2023 using PICO, then identification, screening and eligibility were carried out through inclusion and exclusion criteria. Five articles met the inclusion criteria. The result was five articles discussing the role of midwives in improving early breastfeeding initiation and exclusive breastfeeding programs. Five articles state that midwives can improve early breastfeeding initiation and exclusive breastfeeding programs, one of the articles explains that providing information by health workers is a very influential factor in the implementation of early breastfeeding initiation and exclusive breastfeeding. The role of health workers such as midwives is a very important factor in the implementation of the IMD and Exclusive Breastfeeding programs, so it is hoped that all midwives will play an active role. Keywords: Exclusive breastfeeding, Early Breastfeeding Initiation (IMD), Role of the midwife
PENERAPAN POLA ASUH ORANG TUA PADA REMAJA DI KELAS XI PEMASARAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BAKTI UTAMA PATI Widiastuti, Triana; Mustaghfiroh, Lailatul; Wahyuni, Sri
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.141

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kualitas rumah tangga dan keluarga atau kehidupan jelas memainkan peran paling besar dalam membentuk kepribadian remaja. Perkembangan remaja juga sangat rentan terhadap pengeruh lingkungan. Penerapan pola asuh yang sesuai pada remaja salah satu cara menghindari perilaku yang tidak sehat Tujuan dari penelitian ini mendiskripsikan pola asuh orang tua pada remaja di Kelas IX pemasaran SMK Bakti Utama Pati. Metode penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas XI sejumlah 68 siswi yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data penelitian dengan menggunakan kuesioner. diolah secara editing, coding, tabulating, serta dianalisis secara univariat. Hasil penelitian pola asuh orang tua pada remaja menunjukan sebagian besar mendapatkan pola asuh orang tua yang demokratis, yaitu sebanyak 59 responden (86.8%), sebanyak 7 responden (10.3%) mendapatkan pola asuh yang otoriter, sebanyak 2 responden (2.9%) mendapatkan pola asuh yang serba boleh. Kesimpulan Sebagian besar pola asuh yang diberikan orang tua pada siswa kelas IX pemasaran SMK Bakti Utama Pati adalah pola asuh demokratis. Kata Kunci: Penerapan, Pola Asuh, orang tua, Remaja Abstract Background: The quality of household and family or life clearly plays the most role in shaping a teenager's personality. Juvenile development is also very vulnerable to environmental turbidity. The application of appropriate parenting in adolescents is one way to avoid unhealthy behavior The purpose of this study describes the parenting style of parents in adolescents in Class IX marketing of SMK Bakti Utama Pati. This research method is descriptive with a cross sectional approach. The population in this study was all class XI students totaling 68 female students who were taken in total sampling. Collection of research data using questionnaires. processed by editing, coding, tabulating, and analyzed univariately. The results of the parenting research in adolescents showed that most of them got democratic parenting, namely as many as 59 respondents (86.8%), as many as 7 respondents (10.3%) got authoritarian parenting, as many as As many as 2 respondents (2.9%) received a versatile parenting style. Conclusion Most of the parenting styles given by parents to grade IX marketing students of SMK Bakti Utama Pati are democratic parenting styles Keywords: Applicability, Parenting, Parent, Youth

Page 1 of 1 | Total Record : 10