cover
Contact Name
Imam Faisal Hamzah
Contact Email
jurnalpsychoidea@ump.ac.id
Phone
+6281326678470
Journal Mail Official
jurnalpsychoidea@ump.ac.id
Editorial Address
Fakultas Psikologi - Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH Ahmad Dahlan, PO Box 202 Purwokerto 53182
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Psycho Idea
ISSN : 16931076     EISSN : 26543516     DOI : 10.30595/PSYCHOIDEA
Psycho Idea merupakan Jurnal ilmiah yang diperuntukkan bagi akademisi, praktisi, profesional, mahasiswa, maupun kalangan masyarakat lainnya di bidang : - Psikologi Klinis - Psikologi Pendidikan - Psikologi Perkembangan - Psikologi Sosial - Psikologi Industri dan Organisasi dalam konteks kearifan lokal yang bisa diimplementasikan untuk pemberdayaan individu dan masyarakat.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2016): PSYCHO IDEA" : 5 Documents clear
Perbedaan Kecerdasan Emosi Antara Perawat Laki-Laki dan Perawat Perempuan Satrio Nugroho; Retno Dwiyanti
Psycho Idea Vol 14, No 2 (2016): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.757 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v14i2.2119

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan dan melihat tingkat kecerdasan emosi antara perawat laki-laki dan perawat perempuan di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto. Subjek pada penelitian ini berjumlah 94 perawat di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu 35 perawat laki-laki dan 59 perawat perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuesioner dengan instrumen skala kecerdasan emosi. Hasil uji validitas melalui try out terpakai terhadap 94 perawat diperoleh koefisien validitas yang bergerak dari mulai 0,316 sampai 0,741 dengan standar Azwar sebesar 0,3 dan taraf signifikansi sebesar 5% (0,05). Sedangkan hasil uji reliabilitas skala kecerdasan emosi diperoleh nilai a sebesar 0,915. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan teknik uji-t diperoleh t hitung sebesar 4.879 dengan nilai probabilitas 0,000. Oleh karena itu t tabel dengan df (n-2) sebesar 92 dan menggunakan taraf signifikansi 1% (0,01) yaitu sebesar 2,630, maka t hitung> t tabel yaitu (4,879 > 2,630) dan nilai probabilitas lebih kecil dari 1% (0,01) yaitu (0,000< 0,01). Hasil uji mean, maka diketahui bahwa mean untuk kecerdasan emosi perawat laki-laki yaitu 149.06 lebih besar dari mean kecerdasan emosi perempuan yaitu 135.63. Dengan standar deviasi (SD) kecerdasan emosi perawat laki-laki yaitu 14.138 dan standar deviasi (SD) kecerdasan emosi perempuan yaitu 12.117. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini adalah diterima, berarti ada perbedaan yang signifikan kecerdasan emosi antara perawat laki-laki dengan perawat perempuan dan kecerdasan emosi perawat laki-laki lebih tinggi daripada perawat perempuan di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto. Kata Kunci : Kecerdasan Emosi, Perawat Laki-laki, Perawat Perempuan.
Kesabaran dan Regulasi Emosi pada Pasien Pasca Stroke Retno Ayu Kencono
Psycho Idea Vol 14, No 2 (2016): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.298 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v14i2.2115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesabaran terhadap regulasi emosi pada pasien pasca stroke. Instrumen pengumpul data adalah skala kesabaran dan skala regulasi emosi. Subjek penelitian sebanyak 64 pasien pasca stroke di Instalasi Rawat Jalan Poli Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Uji validitas data menggunakan teknik korelasi product moment, sedangkan uji reliabilitas menggunakan teknik alpha cronbach. Hasil try out alat ukur menunjukkan  bahwa skala kesabaran memiliki skor validitas yang bergerak dari 0,325 sampai 0,690 dengan 51 butir pernyataan yang valid dan mendapat skor reliabilitas sebesar 0,933. Pada skala regulasi emosi diperoleh skor validitas yang bergerak dari 0,316 sampai 0,525 dengan 50 butir pernyataan yang dinyatakan valid dan mendapatkan skor reliabilitas 0,899. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis data diperoleh F hitung sebesar 54,380 dengan signifikasi 0,000 dengan hasil penelitian ada pengaruh kesabaran terhadap regulasi emosi pada pasien pasca stroke. Hasil tersebut menunjukan pengaruh yang positif antara kesabaran dengan regulasi pada pasien pasca stroke dengan taraf signifikansi 1% maka  p=0,000 (p<0,01) dan diperoleh sumbangan efektif 46,7% dan 53,3 faktor lain yang tidak diteliti.  Kata kunci: Kesabaran, Regulasi Emosi, Pasien Pasca Stroke
Kebersyukuran dan Kebermaknaan Hidup pada Penderita Jantung Koroner Izanatul Laily Maulidah
Psycho Idea Vol 14, No 2 (2016): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.731 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v14i2.2116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebersyukuran dan kebermaknaan hidup pada penderita jantung koroner di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara.   Jumlah partisipan dalam penelitian ini yaitu 65 pasien.Alat pengumpulan data menggunakan skala kebersyukuran dan skala kebermaknaan hidup. Dari uji validitas, diperoleh koefisien validitas skala kebersyukuran bergerak dari 0,252 sampai 0,508 dengan rtabel = 0,244, sementara validitas skala kebermaknaan hidup bergerak dari 0,322 sampai 0,496 dengan rtabel = 0,244. Hasil uji reliabilitas skala kebersyukuran diperoleh nilai sebesar 0,879 dan skala kebermaknaan hidup sebesar 0,890.Analisis data dalam penelitian ini  menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil uji hipotesis menunjukkan rhitung sebesar 0,726 dan rtabel 0,244 p sebesar 0,000 dengan taraf kepercayaan 99% (α = 0,01), hal ini menunjukkan bahwa rhitung>rtabel (0,726>0,244) maka arah hubungan adalah positif. Dimana semakin tinggi kebersyukuran maka semakin tinggi kebermaknaan hidupnya, begitu juga sebaliknya jika semakin rendah kebersyukuran maka akan semakin rendah pula kebermaknaan hidupnya. Sumbangan efektif variabel kebersyukuran adalah sebesar 52,7% terhadap kebermaknaan hidup, sementara 47,3% merupakan sumbangan efektif dari faktor lain yang tidak diteliti.  Kata Kunci : Kebersyukuran, Kebermaknaan Hidup, Penderita Jantung Koroner
Kontrak Psikologis pada Karyawan Kontrak Bagian Marketing Di PT Nasmoco Purwokerto Aditya Anjar; Retno Dwiyanti
Psycho Idea Vol 14, No 2 (2016): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.895 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v14i2.2117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kontrak psikologis pada karyawan kontrak bagian marketing di PT Nasmoco Purwokerto. Kontrak Psikologis terbagi menjadi tiga dimensi yaitu transactional contract, relational contract dan balanced contract. Subjek penelitian ini adalah seluruh karyawan kontrak bagian marketing yang berjumlah 30 orang. Uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi Product Moment, sedangkan uji reliabilitas menggunakan Alpha Croncbach. Skor validitas untuk skala kontrak psikologis bergerak dari aitem terkecil sampai aitem terbesar yaitu r= 0,385 sampai r=0,744 dengan skor reliabilitas sebesar α = 0,926. Penelitian mengungkap bahwa Kontrak Psikologis karyawan kontrak bagian marketing di PT Nasmoco berada pada dimensi transactional contract dengan perincian pada dimensi transactional contract terdapat 26 subyek, pada kategori dimensi relational contract terdapat 1 subyek, dan pada dimensi balanced contract terdapat 3 subyek. Kata Kunci : Kontrak Psikologis, Transactional Contract, Relational Contract, Balance  Contract
Kesepian Pada Middle Age yang Melajang (Studi Fenomenologis Tentang Tipe Kesepian) Dyah Putri Wardani; Dyah Siti Septiningsih
Psycho Idea Vol 14, No 2 (2016): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.192 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v14i2.2118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tipe kesepian pada middle age yang masih melajang di Purwokerto.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan 1 berjenis kelamin pria menunjukkan 7 tipe kesepian yang dialami yaitu kesepian emosional (sedang melakukan tahap pendekatan dengan lawan jenis), mengalami interpersonal loneliness (merindukan wanita yang pernah dekat, setelah putus dengan wanita tersebut banyak menjalin hubungan dengan lawan jenis), kesepian kosmik (belum memiliki wanita yang cocok untuk dinikahi, memiliki pemikiran bahwa menjalin hubungan dengan wanita yang berjarak jauh tidak akan berjalan lancar), kesepian kognitif (jarang mencurahkan hati dengan orang lain), kesepian psikologikal (pengalaman masa lalu berpengaruh untuk kehidupan saat ini sehingga merasa kecewa, menyesal, merasa bersalah dan merasa kena kualat), kesepian perilaku (berbagai kegiatan dilakukan sendiri), dan kesepian sosial (tidak memiliki peran dalam masyarakat). Informan 2 berjenis kelamin pria menunjukkan 4 tipe kesepian yang dialami yaitu kesepian emosional (ingin memiliki hubungan yang serius dengan lawan jenis), kesepian kosmik (belum memilki wanita yang cocok untuk dinikahi, merasa tidak mungkin menjalin hubungan dengan wanita karena merasa belum mapan dari segi ekonomi), kesepian kognitif (jarang mencurahkan hati dengan orang lain, lebih memilih Allah SWT sebagai tempat curahan hatinya) dan kesepian perilaku (berbagai kegiatan dilakukan sendiri). Informan 3 berjenis kelamin wanitamenunjukkan 4 tipe kesepian yang dialami yaitu kesepian emosional (merasa kurang mendapatkan kasih sayang dari keluarga dan belum terpenuhi), kesepian kognitif (hanya mencurahkan hati dengan kakak), kesepian sosial (tidak memiliki peran dalam masyarakat, keadaan lingkungan tempat tinggal sepi), dan culture shock (merasa kesulitan menyesuaikan diri saat berada dilingkungan baru).  Kata Kunci : Tipe Kesepian, Middle Age, Lajang.

Page 1 of 1 | Total Record : 5