cover
Contact Name
Firdaus Noor
Contact Email
jurnalurban@pascasarjanaikj.ac.id
Phone
+6221-3159687
Journal Mail Official
jurnalurban@pascasarjanaikj.ac.id
Editorial Address
Jl. Cikini Raya No. 73 Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Urban : Jurnal Seni Urban dan Industri Budaya
ISSN : 26142767     EISSN : 28283015     DOI : -
Urban: Jurnal Seni Urban is published twice a year (Apr and October) issued by the Postgraduate School of the Jakarta Institute of the Arts. Urban provides open access to the public to read abstract and complete papers. Urban focuses on creation and research of urban arts and cultural industries. Each edition, Urban receives a manuscript that focuses on the following issues with an interdisciplinary and multidisciplinary approach, which are: 1. Film 2. Television 3. Photograph 4. Theatre 5. Music 6. Dance 7. Ethnomusicology 8. Interior Design 9. Fine Arts 10. Art of Craft 11. Fashion Design 12. Visual Communication Design 13. Literature
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No.2: Oktober 2018" : 6 Documents clear
Keurbanan Dan Penelitian Artistik Raseuki, Nyak Ina
Urban: Jurnal Seni Urban Vol 2, No.2: Oktober 2018
Publisher : Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsu.v2i2.20

Abstract

Antara Damiens dan Pieter Erberveld: Sebuah Perbandingan “Teater” Kekejaman Suyono, Seno Joko
Urban: Jurnal Seni Urban Vol 2, No.2: Oktober 2018
Publisher : Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsu.v2i2.21

Abstract

The story teller’s point of view in a literary piece can demonstrate a poet’s alignment. Through the point of view, it is quite often literary piece is turned to a propaganda tool for a poet to convey his/her mission and thought to influence people, especially the readers. This article discusses the character Damiens and Pieter Erberveld with two different author’s point of views using comparative method in the form of text analysis. Through the analysis of point of view and characterization, there are two different perspectives toward the character of Pieter Erberveld. The result of the analysis is that the character of Pieter Erberveld is described as treason in Malay literature, but it is the opposite when it is seen from the perspective of Japanese literary world, this character is a hero.Sudut pandang pencerita dalam sebuah karya sastra dapat menunjukkan keberpihakan seorang penyair. Lewat sudut pandang itu, tidak jarang pula karya sastra dijadikan alat propaganda bagi seorang penyair untuk menyampaikan misi dan pemikirannya untuk memengaruhi masyarakat, khususnya penikmat karya itu. Tulisan ini membahas tentang tokoh Damiens dan Pieter Erberveld lewat dua sudut pandang kepengarangan yang berbeda dengan menggunakan metode komparasi melalui analisis teks. Lewat analisis sudut padang dan penokohan, didapatkan dua pespektif yang berbeda terhadap tokoh Pieter Erberveld. Dari hasil analisis, tokoh Pieter Erberveld digambarkan sebagai sosok makar dalam kesusastraan Melayu. Sementara itu, dalam kesusastraan Jepang, tokoh tersebut dipandang sebagai seorang hero.
Street Art Dalam Narasi Sebuah Kota Sungkar, Anna
Urban: Jurnal Seni Urban Vol 2, No.2: Oktober 2018
Publisher : Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsu.v2i2.22

Abstract

This article discusses street art in the narrative of a city in order to see the phenomenon and role of a piece of art as the media of communication between artist and community. This research uses descriptive method with observation technique with a number of cases studies to delve into a number of artworks, specifically fine arts. Through case studies, a graffiti artist known as Bujangan Urban in Jakarta and an installation work of giant feet of Dunani in Yogyakarta, it is revealed that artworks are not merely a form of ideas channeling, expression, and artist’s creativity, but also as medium to pass on criticism, representing people’s feeling, and also a medium for community to voice their concern to the authority in a particular city.Artikel ini membahas tentang street art dalam narasi sebuah kota untuk melihat fenomena dan peran suatu karya seni sebagai media komunikasi antara seniman dengan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui teknik observasi dengan beberapa studi kasus untuk melihat beberapa peran karya seni, khususnya seni rupa. Melalui studi kasus, seorang seniman grafiti dengan julukan Bujangan Urban di Jakarta serta karya instalasi kaki raksasa Dunani di Yogyakarta, dapat dilihat bahwa karya seni tidak hanya sebagai bentuk penyaluaran ide, ekspresi, dan kreativitas seniman, tetapi juga dapat berperan sebagai media untuk menyampaikan pesan, mewakili perasaan masyarakat, dan juga sebagai media penyampaian kritik bagi suatu komunitas (masyarakat) kepada para penguasa pada suatu kota tertentu.
Seksualitas Tokoh Perempuan Dalam Cerpen “Menyusu Ayah” dan “Saya di Mata Sebagian Orang” Karya Djenar Maesa Ayu Hodijah, Siti
Urban: Jurnal Seni Urban Vol 2, No.2: Oktober 2018
Publisher : Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsu.v2i2.23

Abstract

In so many cases we find in our society, specifically in urban areas, women are frequently discriminated. Sex behaviour as one of human central needs is often the main cause of various discriminations. This article will reveal diverse sexuality issues experienced by the female characters in two short stories written by Djenar Maesa Ayu titled “Menyusu Ayah” ‘Breastfeeding Father’ and “Saya di Mata Sebagian Orang” ‘Me in the Eyes of Some People’ included in short stories collection titled Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu). With critical analysis using literature review method and sexuality approach, the result is that the sexuality of the female characters shows freedom, strength, and power to be equal with male characters. However, the freedom of sexuality also implies that there is a weakness and limitation of the female part compared to that of the male. Furthermore, the power of sexuality demonstrated by the female characters is also a sort of confirmation that the ability and authority of woman is limited.Pada banyak kasus di masyarakat, terutama di lingkungan perkotaan, perempuan sering sekali mengalami diskriminasi. Perilaku seks sebagai salah satu kebutuhan sentral manusia kerap menjadi pemicu utama terjadinya berbagai diskriminasi itu. Tulisan ini akan mengungkap berbagai persoalan seksualitas yang dialami tokoh perempuan dalam dua cerpen 109 karya Djenar Maesa Ayu yang berjudul “Menyusu Ayah” dan “Saya di Mata Sebagian Orang” yang terdapat dalam kumpulan cerpen Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu). Lewat analisis kritis yang dilakukan dengan metode studi pustaka dan pendekatan seksualitas, didapatkan hasil bahwa seksualitas tokoh perempuan menunjukkan sebuah kebebasan, kekuatan, dan kekuasaan untuk mencapai kesetaraan dengan laki-laki. Namun, kebebasan seksualitas itu juga menyiratkan adanya suatu kelemahan dan keterbatasan perempuan itu sendiri dibanding laki- laki. Selain itu, kekuasaan seksualitas yang ditunjukkan tokoh perempuan sekaligus menjadi semacam pengukuhan bahwa kemampuan dan kewenangan perempuan bersifat terbatas.
Peran Sosial Agensi Dalam Kegiatan Komunitas KamiSketsa Galeri Nasional Indonesia Nugraha, Daniel
Urban: Jurnal Seni Urban Vol 2, No.2: Oktober 2018
Publisher : Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsu.v2i2.24

Abstract

Sketching as an activity that can make a bridge for art audience becoming an artist is a choice of educational activities chosen by National Gallery of Indonesia. KamiSketsa Galnas has successfully launched three sketch exhibitions with integrated and growing achievements. Anthony Giddens’ Structural Theory will be used in this study to reveal the social role of agency. The methods used are (1) the method of observation by examing the arrangement of events from poster and sketch work, and (2) the method of interviewing the team and participant of KamiSketsa Galnas. The results of this study reveals the success of the sketch work which show significants developments both in terms of technique and narrative, and the results of the interview focus on Zamrud Setya Negara as Head of Exhibition and Partnership of the National Gallery of Indonesia who acts as both a planner and as a sketcher so that he can “naturally” grow the sketch community KamiSketsa Galnas. This research reveals that Giddens’ thought explains that some of the Agency’s social actions are able to reorganize a new system and order in art while remaining within the structure. The streght of the practical continuity, which routinely crosses time and space, has shown positive results through the development of KamiSketsa Galnas.Sketsa merupakan salah satu kegiatan yang dapat menjembatani seseorang menjadi penikmat sekaligus bisa menjadi pelaku seni. Melalui KamiSkesa, Galeri Nasional Indonesia bertekad untuk memberikan wadah dan edukasi bagi para pelaku dan penikmat seni. Penelitian ini akan membahas peran Galeri Nasional sebagai sosial agensi dalam kegiatan KamiSketsa yang digagas oleh Galeri Nasional. Teori Strukturasi dari Anthony Giddens akan digunakan dalam penelitian ini untuk mengungkap peran sosial agensi. Metode yang digunakan adalah (1) metode observasi dengan meneliti susunan acara melalui penanda poster dan karya serta (2) metode wawancara kepada tim penyelenggara dan peserta KamiSketsa Galnas. Hasil penelitian ini mengungkap keberhasilan karya sketsa yang menunjukkan perkembangan signifikan baik dari segi teknik maupun narasinya. Penelitian ini juga mengungkap bahwa soaial agensi yang digagas Giddens mampu menata kembali sebuah sistem dan tatanan baru dalam seni dengan tetap berada di dalam struktur. Kekuatan kontuinitas praksis yang rutin melintasi ruang dan waktu telah menunjukkan hasil positif melalui perkembangan KamiSketsa Galnas.
Kajian Fotografi Melalui Pendekatan Autoetnografi Pada Penelitian Berbasis Seni Siregar, Ridhwan Ermalamora
Urban: Jurnal Seni Urban Vol 2, No.2: Oktober 2018
Publisher : Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsu.v2i2.25

Abstract

This article focuses on the discussion of the “autoethnography” approach, which is a form of qualitative research that has not been widely found in art study. Research using autoethnog- raphy method is a study that aims to understand certain cultural experiences through self-narrative and personal experiences. Criticism for this method is mainly due to its high subjectivity and lack of analysis, has made autoethnography approach is less popular in Indonesia, especially in pho- tography research.Research that examines visuals such as photography generally uses a semiotic approach, so this paper becomes a pre-eleminary research on the use of autoetnography methods in photography research that I am currently doing. This article departs from a literature review of art- based research, which is still underdeveloped in Indonesia art schools. I am trying to map how au- toethnography method is applied in photography study, so that it can become an alternative method that is academic, valid and analytical in art research.Artikel ini membahas fotografi melalui pendekatan autoetnografi yang merupakan salah satu bentuk penelitian kualitatif yang belum banyak ditemukan dalam kajian seni. Penelitian dengan metode autoetnografi merupakan riset yang bertujuan untuk memahami pengalaman budaya tertentu melalui naratif diri dan pengalaman personal. Riset ini menggunakan metode studi kepustakaan melalui pendekatan berbasis seni (art-based research) pada beberapa foto keluarga. Lewat penelitian ini, penulis mencoba memetakan bagaimana metode autoetnografi digunakan dalam kajian fotografi untuk dapat mengungkap peran dan posisi laki-laki sebagai “ayah rumah tangga”. Berdasarkan hasil penelitian pada beberapa foto keluarga, didapatkan fakta bahwa ayah selalu tampil pada posisi sentral dan dominan serta sejajar dengan ibu meskipun dalam kesehariannya berperan sebagai “ayah rumah tangga”. Hal itu menunjukkan sekaligus mengukuhkan bahwa posisi dan peran ayah di dalam keluarga sejatinya tidak dapat digantikan oleh siapa pun.

Page 1 of 1 | Total Record : 6