cover
Contact Name
Awaludin Arifin
Contact Email
awaludin.arifin@unimal.ac.id
Phone
+6285275801071
Journal Mail Official
ojs.lppm@unimal.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Kampus Bukit Indah Jln. Sumatera No.8, Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, Prov. Aceh, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Jurnalisme
ISSN : 2502048X     EISSN : 28072537     DOI : https://doi.org/10.29103/jj.v11i1.6637
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Jurnalisme is a peer-review journal published by Progtam Studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh, Lhoseumawe, Aceh Indonesia, in collaboration with LPPM Universitas Malikussaleh. We welcome all contributions on the following topics media, journalism, strategic communication and all field related to communication studies. The article that uses critical theories/perspectives and encourages the spirit of empowerment would be more preferred.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2018)" : 6 Documents clear
Literasi Media Internet pada Perempuan: Kajian Pemanfaatan dan Pengetahuan Media Sosial di Kalangan Perempuan Organisasi Aisyah Sumatera Utara Mazdalifah Mazdalifah; Yovita Sabarina
Jurnal Jurnalisme Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v7i1.2920

Abstract

Perkembangan media internet membawa dampak bagi masyarakat khususnya perempuan, terutama menyangkut kelimpahan informasi yang membawa konsekuensi bagi masyarakatkhususnya perempuan. Konsekuensi ini berkaitan dengan penggunaan yang kurang bijaksana. Studi ini bertujuan untukmengetahui pola pemanfaatan dan penggunaan internet khususnya media sosial di kalangan perempuan komunitas Aisyiyah di Medan, Pematang Siantar dan Sibolga. Penelitian ini menggunakan disain kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan FGD (focus group discussion). Hasil penelitian menunjukkan media sosial yang paling banyak dimanfaatkan adalah Facebook dan whatsapp. Pengurus/anggota yang berusia muda ( 20 – 40 tahun) lebih banyak serta lebh sering memanfaatkan internet dan media sosial daripada pengurus/anggota yang berusia tua (50–60 tahun).Pengetahuan tentang internet khususnya media sosial cukup baik, baik di kalangan pengurus/anggota yang berusia muda maupun pengurus/anggota yang berusia lebih tua. Artinya mereka mengetahui bahwa internet khususnya media sosial mempunyai pengaruh baik dan pengaruh buruk pada diri sesorang. Diperlukan adanya pemberdayaan Literasi media internet yang tepat untuk komunitas perempuan Aisyiyah Muhammadiyah dengan melakukan diskusi dan pelatihan.
Masalah Kecemasan dan Kecurigaan Mahasiswa Aceh dan Non Aceh di Fisip Unimal: Analisis Komunikasi Antar Budaya Kamaruddin Kamaruddin; Nuhayati Nurhayati
Jurnal Jurnalisme Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v7i1.2925

Abstract

Penelitian ini berjudul “Masalah Kecemasan dan Kecurigaan Mahasiswa Aceh dan Non Aceh Di FISIP Unimal (Analisis Komunikasi Lintas Budaya)”. Komunikasi lintas budaya adalah proses komunikasi dua orang atau lebih mahasiswa/i yang berasal dari berbagai budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan bagaimana hambatan etnosentrisme dan stereotipe serta kecemasan dan kecurigaan pada mahasiswa Aceh dan non Aceh di FISIP. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif  kualitatif. Instrumen utama dari penelitian ini adalah data-data dalam penelitian, yang didukung oleh beberapa instrumen meliputi teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: proses komunikasi lintas budaya antara mahasiswa Aceh dan non Aceh jika dilihat dari segi hambatan etnosentrisme dan stereotipe, komunikasi tersebut berjalan dengan baik. Hal ini di karenakan masing-masing dari pelaku komunikasi lintas budaya ini mau melakukan pendekatan lebih dalam dan menerima setiap perbedaan serta  keunikan lain dari budaya maupun etnis lain. Begitu juga dengan perasaan cemas dan curiga (ketidakpastian), bisa dihilangkan dengan cara berpikir positif terhadap lawan bicara, sehingga komunikasi lintas budaya tetap berlanjut
Strategi Humas Polres Lhokseumawe dalam Membentuk Citra Positif: Studi Kasus Pelecehan Seksual terhadap Nova Anismar Anismar; Viki Fitrian
Jurnal Jurnalisme Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v7i1.2921

Abstract

Penelitian ini berjudul “Strategi Humas Polres Lhokseumawe Dalam Membentuk Citra Positif”. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan oleh Humas Polres Lhokseumawe dalam membangun citra positif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dan informasi diperoleh dengan melakukan wawancara kepada subjek-subjek yang berkaitan dengan penelitian, diantaranya Wakil kepala polres Lhokseumawe, Kepala bagian Operasional Polres Lhokseumawe dan Kepala sub bagian Humas Polres Lhokseumawe. Kemudian dilakukan observasi non partisipatif, dokumentasi dan studi pustaka dalam mengumpulkan data, dengan tujuan mendapatkan informasi tentang strategi komunikasi yang dilakukan oleh Humas Polres Lhokseumawe. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Pembentukan Citra. Untuk itu Humas Polres Lhokseumawe melakukan berbagai strategi sebagai upaya untuk membentuk citra, seperti adanya musyawarah atau rapat, publikasi media sebagai upaya mengembalikan citra yang positif, dan IMM (Intelijen Multimedia Manajemen) sebagai alat ukur keberhasilan citra positif yang dibentuk.
Komunikasi Pembangunan Pemerintahan Gampong dalam Perencanaan Pengelolaan Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) Muhammad Ali; Antika Widiana
Jurnal Jurnalisme Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v7i1.2922

Abstract

Penelitian ini dilator belakangi oleh komunikasi pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah gampong belum maksimal dan belum transparan dalam mengkomunikasikan tentang perencanaan dan pengelolaan dana anggaran pendapatan dan belanja gampong sehingga ini menghambat tercapainya tujuan komunikasi pembangunan yang efektif. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui komunikasi pembangunan yang dijalankan pemerintah gampong dan hambatan komunikasi apa yang dihadapi pemerintah gampong dalam menjalankan komunikasi pembangunan tentang perencanaan pengelolaan dana APBG. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah gampong adalah komunikasi yang dijalankan secara langsung seperti musyawarah dusun, musyawarah gampang, rapat-rapat internal dan komunikasi menggunakan media seperti spanduk, baliho, dan papan proyek. Selain itu hambatan komunikasi pembangunan yang dihadapi pemerintah gampong  Pelita Sagoup Jaya,  berupa kepentingan, prasangka, dan motivasi
Iklim Komunikasi Organisasi di Kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe Muhammad Yahya; Widya Yulibar
Jurnal Jurnalisme Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v7i1.2923

Abstract

Penelitian ini menfokuskan pada Iklim Komunikasi Organisasi yang berlangsung antara atasan yaitu kepala urusan Wasdakim dengan bawahan atau pegawai dibidang kerja yang berhubungan langsung dengan pembuatan paspor mulai  dari pengambilan foto, wawancara dan penyerahan di loket pelayanan, komunikasi yang berlangsung antara bawahan dengan atasan dan juga komunikasi horizontal di Kantor Imigrasi  Kelas II Lhokseumawe. Iklim adalah suatu keadaan atau suasana yang dapat mempengaruhi perubahan sikap dan sifat dari individu maupun kelompok dalam suatu wilayah tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui iklim komunikasi organisasi yang berlangsung di kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan teori sistem.  Untuk memperoleh data dan informasi yang akurat maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mereduksi data, penyajian data dan penyimpulan data. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa Iklim komunikasi berjalan kondusif secara keseluruhan. Hasil penelitian selanjutnya juga menggambarkan bahwa atasan jarang memberi pengarahan langsung kepada bawahan karena menurut atasan bawahan sudah mengerti dengan setiap tugas yang dikerjakan. bawahan tidak sepenuhnya terbuka, bawahan selalu menunggu atasan yang bertanya dulu baru menyampaikan keluhannya, komunikasi yang berlangsung juga jarang terjadi disebabkan karena atasan yang sibuk dengan pekerjaannya
Komunikasi Interpersonal Hakim Mediator dalam Menyelesaikan Perkara Perceraian di Mahkamah Syari’ah Kota Lhokseumawe Anna Syafitri Barus; Juwita Manda Pratiwi; Awaluddin Arifin
Jurnal Jurnalisme Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v7i1.2924

Abstract

Upaya memediasi kasus perceraian merupakan upaya kompleks yang diambil oleh hakim mediator. Proses mediasi menitik beratkan pada proses komunikasi dua arah dan melibatkan kedua belah pihak. Proses mediasi dilakukan secara terpisah atau bisa secara langsung kepada kedua belah pihak. Proses seperti ini disebut dengan proses “kaukus”. Strategi lainnya yaitu dengan meminta wali atau orang tua untuk ikut menasehati. Hakim mediator juga mengajak kedua belah pihak agar berfikir dengan matang perceraian yang diinginkan, mengingat anak-anak butuh keberadaan mereka berdua. Hasil penelitian ini juga memperlihatkan bahwa dari 100 kasus yang dimediasi oleh hakim mediator, hanya satu diantaranya yang berhasil rujuk (tidak jadi cerai). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dimana penelitian ini mengedepankan pengamatan dan hasil wawancara untuk mendapatkan informasi dan data yang akurat di lapangan

Page 1 of 1 | Total Record : 6