cover
Contact Name
Muhammad Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar No. K-2/22, Pos: 20222, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Khazanah : Journal of Islamic Studies
ISSN : 28298225     EISSN : 28280458     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Fokus penerbitan artikel riset pada jurnal Khazanah : Journal of Islamic Studies : 1. Ilmu-Ilmu Keislaman 2. Pendidikan Islam 3. Pemikiran Islam 4. Hukum Islam 5. Islam politik 6. Ekonomi Islam 7. Ilmu dakwah 8. Komunikasi Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Volume 2 Nomor 3 Agustus (2023)" : 11 Documents clear
Tradisi Baca Yasin 41 Di Majelis Sosial Tahfizul Qur’an Kota Medan : (Studi Living Hadis) Zainal Abidin
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 3 Agustus (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i3.1429

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang fenomena pembacaan Yasin 41 yang sering di baca di Majelis Sosial Tahfizul Qur’an (MSTQ) Kota Medan. Lembaga lembaga pendidikan sejenis pesantren non formal yang khusus menjadi tempat pendidikan bagi penghafalan Al-Qur’an ini tidak jarang di datangi oleh masyarakat atau orang yang memiliki hajat tertentu agar di kabulkan atau dimudahkan Tuhan hajat dan keinginannya melalui pembacaan Surat Yasin sebanyak 41 kali oleh para santri Majelis Sosial Tahfizul Qur’an (MSTQ) Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dari segi kajian Living Hadis yang melandasi pembacaan Surat Yasin sebanyak 41 kali tersebut. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode dokumentasi dan observasi dengan para pelaku yang terlibat dengan pembacaan Surat Yasin 41 kali ini, kemudian di klasifikasi dan dianalisis. Dan adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Tradisi membaca Surat Yasin sebanyak 41 kali ini dapat memberikan pengaruh dalam menjalankan rutinitas keseharian masyarakat sehingga, tradisi ini akan tetap ada; (2) Aspek fungsional sosial masyarakatnya adalah : Secara khusus, Tradisi membaca Surat Yasin sebanyak 41 kali dapat bermanfaat bagi individu dengan tujuan untuk memohon kepada Allah agar mengabulkan permintaan dan hajatnya ; Bagi beberapa orang santri secara signifikan akan memberikan pengaruh terhadap kepribadian mereka yang akan istiqomah meminta kepada Allah secara serius dan mereka tidak akan menyimpang dari ajaran agama ; sedangkan bagi Majelis Sosial Tahfizul Qur’an (MSTQ) yang mengadakan pembacaan Surat Yasin sebanyak 41 kali merupakan ajang silaturahmi dengan masyarakat. Interaksi masyarakat terjalin erat dan dapat berlanjut dalam kehidupan mereka sehari-hari akan tetap terjaga.
Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam Moderasi Beragama Perspektif Nahdlatul Ulama Untuk Mencegah Radikalisme di Madrasah Aliyah Tri Adi Muslimin
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 3 Agustus (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i3.1433

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pendidikan agama Islam dalam moderasi beragama perspektif Nahdlatul Ulama untuk mencegah radikalisme di MA Hikmatul Amanah Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Adapun jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dan pendekatan penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Tahapan analisis data penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini yaitu; pertama, implementasi pendidikan agama Islam dalam moderasi beragama di MA Hikmatul Amanah sudah berjalan dengan baik melalui pengajaran dan bimbingan guru dalam setiap kesempatan kepada siswa siswi MA Hikmatul Amanah. Implementasinya berupa toleransi, bersikap adil dan jalan tengah, cinta kedamaian dan kerukunan, saling tolong menolong serta cinta tanah air. Kedua, implementasi moderasi beragama di MA Hikmatul Amanah untuk mencegah radikalisme berupa toleransi, bersikap adil dan jalan tengah, cinta kedamaian dan kerukunan, saling tolong menolong serta cinta tanah air. Melalui sikap-sikap yang diajarkan dan dibimbing diatas menjadikan kesadaran kepada siswa siswi MA Hikmatul Amanah akan pentingnya moderasi dalam beragama sehingga dapat mencegah radikalisme.
Pengembaraan Ilmiah Dan Peran Syeikh Ahmad Khatib Al-Syambasi Dalam Penyebaran Islam Di Nusantara Melalui Thariqat Qadiriyyah Wa Naqsabdniyyah Salman Al Farisi
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 3 Agustus (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i3.1440

Abstract

This article attempts to describe the figure of the Nusantara scholar who belongs to the network of Middle Eastern scholars known as Ashabul Jawawyn, namely Sheikh Ahmad Khatib al-Sambasi, who has a very large role in spreading Islamic teachings. He is known as an expert in the field of Sufism and is called as a sufi expert, he is also known as the founder of the tarekat Qadiriyyah wa Naqsabandiyyah. In collecting data, the author refers to references in the form of books, journals, articles, and others that are relevant to the purpose of writing this article, and after the data is collected, the author sorts and selects the data used as a reference source and then describes the data collected. Obtained according to the purpose of the article in this paper, it was found that Sheikh Muhammad Ibn 'Abd Ghaffar al-Sambasi was an Indonesian scholar from West Kalimantan who wandered in search of Knowledge to the Haramyn Country at the age of 19, and lived in Mecca until he died in in 1875. Even so, Sheikh Ahmad Khatib al-Syambasi was known as someone who had a big role in the Islamic world, especially some areas of the Archipelago and Malaya, among the roles of Sheikh Ahmad Khatib al-Sambasi was to spread Islamic teachings through the Qadiryyah wa Naqsabandiyyah congregation, concerning to the book that is used as a reference in this tarekat is the book of Fath al-'Arifin, a book written by his students through the direct teaching of his teacher, Sheikh Ahmad Khatib al-Syambasi.
Niat Belajar Dalam Perspektif Pendidikan Islam Muammar Zuhdi Arsalan
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 3 Agustus (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i3.1441

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan dan menganalisis implementasi niat belajar dalam Pendidikan  Islam. Penelitian ini merupakan library research yaitu penelitian yang obyek utamanya buku-buku kepustidakaan dan literatur-literatur lainnya. Berdasarkan tujuannya penelitian ini termasuk basic research, yaitu penelitian dalam rangka memperluas dan memperdalam pengetahuan secara teoritis. Berdasarkan petunjuk para ulama’ dapat kita simpulkan bahwa niat yang benar dalam belajar adalah untuk meraih ridha Allah SWT, untuk mengamalkan ilmu, mengajarkan kepada orang lain, menegakkan syariat Allah SWT, menyucikan hati, dan sebagai bentuk kesyukuran kita atas karunia akal dari Allah SWT.
Penerapan Furudhul Ainiyah Dalam Pembembentukan Akhlak Mulia Peserta Didik Madrasah Ibitidaiyah Negeri 2 Mojokerto Purwandik, Rahmat
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 3 Agustus (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i3.1450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mengetahui cara penerapan nilai-nilai furudhul ainiyah bagi peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Mojokerto? dan (2). mengetahui penerapan furudhul ainiyah dalam pembentukan akhlak mulia bagi peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Mojokerto. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah guru PAI Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Mojokerto. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif deskriptif melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Cara penerapan nilai-nilai furudhul ainiyah di MIN 2 Mojokerto adalah sebagai berikut. (1) Penerapan Gerakan Furudhul Ainiyah (GEFA) dalam membentuk karakter siswa di MIN 2 Mojokerto berdasarkan: rumusan visi, misi, dan tujuan madrasah (2) Evaluasi pelaksanaan program Gerakan Furudhul Ainiyah (GEFA) dalam membentuk karakter siswa di MIN 2 Mojokerto dilakukan dengan pendekatan mastery learning melalui proses evaluasi setoran hafalan dengan standar kelulusan program Syarat Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul Karimah (SKUA), (3) Guru Pendidikan agama Islam sebagai pembimbing dalam menciptakan budaya religius di MIN 2 Mojokerto. Dan berdasarkan dari hasil penelitian penerapan nilai-nilai furudhul ainiyah di MIN 2 Mojokerto mampu mencapai target pendidikan agama Islam dalam Pembembentukan Akhlak Mulia Peserta Didik. Sehingga pembentukan akhlak mulia peserta didik dapat tercapai.
Implementasi Penilaian Pembelajaran Fiqih Berbasis E-Assessment Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Mojokerto Akhid Afnan, Rahmat
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 3 Agustus (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i3.1451

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis (1). perencanaan penilaian pembelajaran fiqih aspek pengetahuan, sikap berbasis E-Assessment di MIN 2 Mojokerto, (2) pelaksanaan penilaian pembelajaran fiqih aspek pengetahuan, sikap berbasis E-Assessment di MIN 2 Mojokerto, (3) pelaporan penilaian pembelajaran fiqih aspek pengetahuan, sikap berbasis E-Assessment di MIN 2 Mojokerto. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian meliputi Petama, Perencanaan, Pelaksanaan, Ketiga, Pelaporan.
Pengembangan Bahan Ajar Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlaqul Karimah (SKUA) Untuk Melatih Keterampirlan Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IV-F di Madrasah Ibitidaiyah Negeri 2 Mojokerto Kabupaten Mojokerto Ahmad Arif, Rahmat
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 3 Agustus (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i3.1452

Abstract

Pengembangan Bahan ajar ini berdasarkan realita bahwa pendidikan agama Islam di madrasah harus terus bisa mengikuti perkembangan dan kebutuhan siswa dan lingkungan sekitar. Kemudahan dalam mempelajari dan capain target pembelajaran menjadi prioritas dalam rencana pembelajaran. Bahan ajar Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlaqul Karimah berusaha untuk menjawab tantangan tersebut. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan prosedur pengembangan bahan ajar Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlaqul Karimah dalam fungsinya untuk melatih ketrampilan siswa dalam pendidikan agama Islam. Penelitian ini mengambil model pada siswa kelas IV-F di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Mojokerto sebagai eksperimennya. Adapun tahapan dalam pengembangan bahan ajar tesis ini menggunakan model Borg & Gall dengan tahapan 1) Analisis kebutuhan, 2) Perencanaan pengembangan bahan ajar, 3)Pengembangan Bahan Ajar, 4) Validasi Produk, 5) Uji coba kelompok kecil, 6) Uji Lapangan, 7) Analisis hasil uji produk bahan ajar dan Uji lapangan. 8) Tahap revisi produk. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlaqul Karimah ini adalah 1) Telah berhasil menjelaskan dengan detail prosedur pengembangan bahan ajar Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlaqul Karimah (SKUA), 2) Produk pengembangan ini telah terbukti valid dan dapat meningkatkan capain belajar siswa yang didasarkan pada hasil dari validasi ahli Desaian bahan ajar sebanyak 93%, ahli Bahasa Indonesia sebanyak 92%, ahli materi PAI sebanyak 92%, Sedangkan dari hasil angket siswa didapatkan prosentase sebanyak 95%. Dan berdasarkan dari hasil penelitian dan pengembangan bahan ajar Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlaqul Karimah (SKUA) mampu mencapai target pendidikan agama Islam di kelas IV-F Madarah Ibtidaiyah Negeri 2 Mojokerto dalam ketrampilan pendidikan agama Islam.
Pendidikan Agama Islam Sebagai Sarana Membentuk Identitas Keagamaan dalam Masyarakat Multikultural Rahmad Mulyadi, Diah Sartika, Hasrian Rudi Setiawan
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 3 Agustus (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i3.1554

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk identitas keagamaan individu dalam masyarakat multikultural. Artikel ini bertujuan untuk menggali kontribusi pendidikan Agama Islam dalam proses membentuk identitas keagamaan dalam konteks masyarakat yang beragam budaya dan agama. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis literatur, dengan merujuk kepada sumber-sumber terkini yang relevan dengan topik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki potensi besar dalam membantu individu memahami, menghormati, dan menerima keragaman agama dan budaya, sekaligus memperkuat identitas keagamaan mereka. Selain itu, pendidikan Agama Islam juga dapat mempromosikan nilai-nilai toleransi, saling pengertian, dan perdamaian dalam masyarakat multikultural. Artikel ini juga menyoroti tantangan dan peluang yang dihadapi dalam mengimplementasikan pendidikan Agama Islam dalam masyarakat multikultural, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas pendidikan keagamaan dalam konteks tersebut.
Pembelajaran Akidah Akhlak Berbasis Multilitersi di Madrasah Aliyah Negeri 1 Mojokerto Farida Ulvi Na’imah, Mahmudah,
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 3 Agustus (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i3.1618

Abstract

This research aims to describe the implementation and obstacles in multiliteracy-based learning of moral beliefs at Madrasah Aliyah Negeri 1 Mojokerto. This research uses qualitative research with a case study approach. Data collection was carried out by means of observation, interviews and documentation. This research shows the results that multiliteracy-based learning of moral beliefs at Madrasah Aliyah Negeri 1 Mojokerto is carried out in three stages, namely planning the implementation of learning which includes preparing lesson plans by adding literacy in learning moral beliefs. Implementation of learning which includes preliminary activities, core activities and closing activities. And learning evaluation which includes knowledge assessment, which is taken from daily assignment assessments, mid-semester assessments and final semester assessments. Skills assessments are taken from observations of daily attitudes and behavior in class and outside of class. As well as assessment of attitudes taken from oral tests, practice, and students' abilities in understanding and exploring the meaning of texts they have read, writing and explaining what they have written. The obstacles in learning moral beliefs are students' lack of interest in literacy and lack of understanding, so they give different responses when learning takes place. However, teachers continue to try to provide motivation as an effort to increase students' interest through literacy programs as a forum for channeling talent in writing, and providing appreciation for teachers and students who excel, in order to attract students' interest in literacy.
Hak Dan Kedudukan Sebagai Ahli Waris Pengganti dalam Hukum Waris Islam Putri Juliani br Tarigan, Laras Hilda Samura, Fandy Franata, Joshua Hery Cristian Gultom,
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 3 Agustus (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i4.1627

Abstract

Inheritance law is part of the law that has developed and is currently in effect, and reflects the relevant family system. This research is Normative Law research, which is carried out by examining and analyzing legal regulations with legal issues in their consistency with existing principles. Regarding the division of Islamic inheritance, based on the Al-Qur'an, it is a guideline for ijtihad for ulama, as in Indonesia, ijtihad is compiled into regulations compiled in a compilation of Islamic law, strengthened by Presidential Instruction Number 1 of 1991.

Page 1 of 2 | Total Record : 11