Jurnal Prointegrita
Tujuan dari Jurnal Integrita untuk mengembangkan sebuah penelitian yang telah dituliskan serta menjadi acuan untuk para peneliti dibidang Ilmu Komunikasi, Ilmu Hukum, Ilmu Menajemen, Ilmu Pemerintahan, dan Manajemen Agribisnis Jurnal Integrita dengan Scope meliputi : Ilmu Komunikasi, Ilmu Hukum, Ilmu Menajemen, Ilmu Pemerintahan, dan Manajemen Agribisnis
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6 No 3 (2022): DESEMBER"
:
13 Documents
clear
Pengaruh Penerapan Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental sustainability terhadap Kepuasan Tamu di Hotel Harper Wahid Hasyim Medan
Agustinus Denny;
Femmy Indriany Dalimunthe;
Padriadi Wiharjokusumo
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i3.2432
Hotel Harper Wahid Hasyim merupakan salah satu hotel yang telah tersertifikasi CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, namun masih saja dapat ditemukan beberapa komplain tamu terkait fasilitas kebersihan, kesehatan, keamanan dan keberlanjutan lingkungan. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi keempat variabel protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Environmental Sustainability) terhadap kepuasan tamu yang menginap di hotel ini. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pengujian hipotesis berdasarkan analisis regresi linier berganda. Pengumpulan data dilakukan dengan metode penyebaran kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga variabel: Cleanliness, Safety dan Environmental Sustainability berpengaruh terhadap kepuasan pengunjung, secara parsial. Sedangkan variabel health tidak berpengaruh terhadap kepuasan tamu. Secara simultan keempat variabel memiliki pengaruh pada kepuasan tamu. Dari hasil penelitian ini, terlihat bahwa tamu yang menginap tidak nyaman dengan prosedur CHSE yang terkit kesehatan seperti: kewajiban bermasker di setiap areal hotel, pengecekan riwayat perjalanan tamu, dan pemeriksaan suhu tubuh yang berulang-ulang. Oleh sebab itu, Hotel Harper diminta adaptif dalam penerapan protokol kesehatan CHSE ini kedepannya, misalnya dengan melonggarkan aturan bermasker sesuai dengan keputusan pemerintah per 17 Mei 2022 yang memperbolehkan masyarakat tidak menggunakan masker di areal terbuka.
PENGARUH ETIKA KERJA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN MELALUI PROFESIONALISME KERJA PADA CV. SENTOSA DELI MANDIRI MEDAN
Venny Fraya Hartin Nst;
Jonner Lumban Gaol;
Muhammad Ansori Lubis
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i3.2437
Penelitian ini bertujuan untuk melihat (1) etika kerja berpengaruh terhadap kualitas pelayanan pada CV. Sentosa Deli Mandiri Medan; (2) profesionalisme kerja berpengaruh terhadap kualitas pelayanan pada CV. Sentosa Deli Mandiri Medan; (3) etika kerja berpengaruh terhadap profesionalisme kerja pada CV. Sentosa Deli Mandiri Medan; (4) etika kerja berpengaruh terhadap kualitas pelayanan melalui profesionalisme kerja pada CV. Sentosa Deli Mandiri Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey melalui pendekatan asosiatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, uji validitas dan reliabilitas. Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan adalah seluruh karyawan yang berada di lingkungan CV. Sentosa Deli Mandiri Medan yang berjumalah 140 karyawan. Dengan penentuan jumlah sample yang diambil sebagai responden dengan menggunakan rumus Slovin, maka sampel dalam penelitian ini adalah 104 orang karyawan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan asosiatif dan kuantitaif dengan alat ukur koefisiensi jalur. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa (1) Berdasarkan nilai signifikan sebesar 0.000 dengan taraf signifikan yang digunakan adalah 0,05 (sig. ≤ α). Hasil tersebut menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara etika kerja terhadap profesionalisme kerja pada CV. Sentosa Deli Mandiri. Hal ini diketahui nilai P1 adalah 0,479; (2) Berdasarkan nilai signifikan sebesar 0.004 dengan taraf signifikan yang digunakan adalah 0,05 (sig. ≤ α). Hasil tersebut menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara etika kerja terhadap kualitas pelayanan pada CV. Sentosa Deli Mandiri. Hal ini diketahui bahwa nilai P2 adalah 0,224; (3) Berdasarkan nilai signifikan sebesar 0.000 dengan taraf signifikan yang digunakan adalah 0,05 (sig. ≤ α). Hasil tersebut menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara profesionalisme kerja terhadap kualitas pelayanan pada CV. Sentosa Deli Mandiri. Hal ini diketahui bahwa nilai P3 adalah 0,615; (4) Berdasarkan nilai R-Square sebesar 0,561 yang menunjukkan bahwa kontribusi varian nilai variabel etika kerja (X), terhadap kualitas pelayanan (Y) melalui variabel profesionalisme kerja (Z) adalah sebesar 0,561 (56,1%) dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS KESEHATAN KOTA BINJAI
Rena Wahyuni Br Sembiring;
Rasmulia Sembiring;
Nikous S. Sihombing
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i3.2429
Adapun penelitian ini bermaksud dengan mengetahui Analisis Pengaruh Budaya Organisasi, Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kesehatan Kota Binjai. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Populasi merupakan penelitian ini sebanyak 65 orang pegawai. Adapun Metode pengumpulan data ini dilakukan dengan uji asumsi klasik, regresi berganda, uji t, uji f dan koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel budaya organisasi, disiplin kerja dan motivasi kerja berpengaruh positif dengan signifikan secara parsial dan secara bersama – sama terhadap kinerja pegawai Pada dinas Kesehatan Kota Binjai. Hasil pengujian koefisien determinasi (R2) diperoleh nilai Adjusted R Square 0,754 berarti variabel budaya organisasi, disiplin kerja dan motivasi kerja menjelaskan Kinerja Pegawai Pada Dinas Kesehatan Kota Binjai sebesar 75,4%. Sedangkan sisanya sebesar 24,6% variabel kerja pegawai dapat dijelaskan oleh variabel – variabel gaya kepemimpinan, lingkungan kerja kepuasan kerja dan kemampuan personal.
ANALISIS KOORDINASI PEMERINTAH DENGAN PEMERINTAH DAERAH DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM BIDANG KESEHATAN PADA BENCANA ALAM DI KABUPATEN NIAS
Dahlanroso Lase
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i3.2433
Kabupaten Nias merupakan daerah aktif gempa dengan aktivitas yang sangat tinggi. Musibah bencana alam seperti tsunami dan gempa terjadi pada tanggal 26 Desember 2004, disusul oleh gempa kedua pada tanggal 28 Maret 2005 yang mengakibatkan korban jiwa dan gangguan di berbagai bidang kehidupan serta menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Dalam menangani dampak gempa khususnya di bidang Kesehatan diperlukan koordinasi antara Pemerintahan dan pemerintah daerah serta partisipasi masyarakat. Perumusan Masalah pada penelitian ini yaitu : a) Sejauhmana Koordinasi yang dilakukan Pemerintah dengan pemerintah daerah dalam penenganan bencana khususnya bidang Kesehatan dan b) Bagaimana Bentuk Partisipasi Masyarakat Luas dalam pemulihan kembali bidang kesehatan di masa bencana alam di Kabupaten Nias. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Koordinasi pusat daerah dalam bencana alam di bidang Kesehatan baik Infrastruktur Kesehatan dan Pembiayaan masih sangat terbatas sarana dan prasarana serta pendanaan, sementara koordinasi masih belum optimal dilaksanakan. Sedangkan Partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana alam adalah dalam berbagai bentuk yaitu : dana untuk memperlancar capaian keperluan masyarakat yang membutuhkan bantuan, sumbangan dalam bentuk peralatan kerja/perkakas adalah harta benda; dan untuk pelaksanaan usaha yang dapat mendukung keberhasilan program diperlukan tenaga; dan dibutuhkan keterampilan anggota masyarakat lain yang membutuhkannya.
EVALUASI PROGRAM BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA (BSPS) DI KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH
Budi Dharma;
Matius Bangun
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i3.2430
Penelitian tentang BSPS ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan cara deskripsi yaitu dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada konteks khusus dan dengan menggunakan berbagai metode ilmiah (Hardiansyah, 2010:9). `Metode penelitian Kualitatif dalam penelitian ini dengan menggunakan sumber data primer melalui wawancara dengan Informan Kunci yaitu yang memahami dan memiliki kewenangan tentang permasalahan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Subulussalam. Serta Informan Pendukung yaitu yang mengetahui permasalahan namun tidak memiliki kewenangan dalam mengekskusi permasalahan yang timbul di lapangan. Hasil penelitian adalah Penyelenggaran Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) belum optimal karena masih kurangnya Sosialisasi sehingga berdampak kurangnya pemahaman akan procedure/persyaratan baik administrasi maupun teknis. Faktor Pendorng dalam Penyelenggaran Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) terdiri dari Kekuatan (Terdapat payung hukum BSPS, Ketersediaan dana dari APBN, Terjalinnya Koordinasi Pusat–Daerah dan Peluang (Adanya Tim Teknis dari Kementerian, Tersedianya Tenaga Pendamping.Dana Pendamping oprasional lapangan). Sedangkan Faktor Penghambat adalah Adanya Kelemahan (Keterbatasan Sosialisasi Program BSPS; Penyaluran bahan dan material, Minimnya pengetahuan penerima tentang pertanggungjawaban) serta Ancaman atau Hambatan (Cuaca hujan tinggi saat konstruksi, Perubahan kebijakan tentang BSPS, Kesinambungan program BSPS). Penyelenggaran Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ke depannya dengan Strategi Agresif yaitu Strategi Menggunakan KEKUATAN dengan memanfaatkan PELUANG. Menggunakan Kekuatan yaitu : Terdapat payung hukum BSPS, Ketersediaan dana dari APBN, Terjalinnya Koordinasi Pusat–Daerah dengan Memanfaatkan Peluang yaitu : Adanya Tim Teknis dari Kementerian, Tersedianya Tenaga Pendamping Dana Pendamping oprasional lapangan.
ANALISIS PROGRAM GURU PENGGERAK SEBAGAI AGEN TRANSFORMASI DALAM SISTEM PENDIDIKAN DI KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH
Hendra Mahlil;
Matius Bangun
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i3.2434
Dalam penelitian ini di gunakan Metode Kualitatif yang menurut Bogdan dan Taylor dalam Moleong, (2001 : 3) yang menyatakan bahwa penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Waktu penelitian ini di rencanakan sekitar selama 2 (dua) bulan yaitu awal bulan Maret sampai April 2022 bertempat di kantor Pemerintah Kota Subulussalam khususnya Dinas Pendidikan dan jajarannya serta instansi yang berkaitan lainnya termasuk kantor Walikota yang berhubungan dengan pendidikan seperti Bappeda, Dinas Keuangan dan Pengelolaan Aset, sekolah-sekolah, Perguruan Tinggi Swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti persatuan orang tua murid, persatuan guru (PGRI) di lanjutkan dengan observasi di lapangan. Hasil penelitian adalah Implementasi Program Guru penggerak di Kota Subulussalam Angkatan 1-VI sudah berjalan dengan baik dan saat ini berdasarkan Surat Direktur Jenderal, Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Surat Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor : 0623/B3/GT.03.15/2022, Tertanggal : 4 Maret 2022, Hal Rekrutmen Calon Guru Pengerak, kini Pemko Subulussalam memasuki rekrutmen Program Guru Penggerak Angkatan ke-7. Melalui Analisis SWOT posisi penyelengaraan Guru penggerak Kota Subulussalam berada pada kwadran I (Pertama) yang disebut Strategi Agresif, yaitu Menggunakan Kekuatan dengan Menggunakan Peluang.
PENGARUH KOMUNIKASI, KERJASAMA KELOMPOK,KEPEMIMPINAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERHADAP KINERJA ANGGOTA POLRI (Studi Kasus Pada Unit Sekretariat Kepolisian Daerah Sumatera Utara)
Ricardo Bakkara;
Jonner Lumban Gaol;
Anton A.P. Sinaga
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i3.2426
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Komunikasi, Kerjasama Kelompok, Kepemimpinan Dan Pengambilan Keputusan Terhadap Kinerja Anggota Polri (Studi Kasus Pada Unit Sekretariat Kepolisian Derah Sumatera Utara). Adapun hasil penelitian Bahwa variabel Komunikasi tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Anggota Polisi. Bahwa variabel Kerjasama Kelompok berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Anggota Polisi.Bahwa variabel Kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Anggota Polisi. Bahwa variabel Pengambilan Keputusan berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Anggota Polisi Bahwa Komunikasi, Kerjasama Kelompok, Kepemimpinan, dan Pengambilan Keputusan berpengaruh signifikan secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel Kinerja Anggota Polisi. Melihat hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa Kerjasama Kelompok dan Pengambilan Keputusan sudah baik. Maka Unit Sekretariat Kepolisian Daerah Sumatera Utara diharapkan terus menjaga Kerjasama Kelompok dan Pengambilan Keputusan guna meningkatkan Kinerja Anggota Polisi yang tentu saja akan berdampak positif juga bagi Unit Sekretariat Kepolisian Daerah Sumatera Utara.
ANALISIS STARTEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DEWAN PERWAKILAN RAKYAT SUMATERA UTARA DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH
Thomas Dachi;
Matius Bangun
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i3.2458
Penelitian tentang Strategi peningkatan produktivitas Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Utara dalam Pembentukan Peraturan Daerah ini bertempat yang utama adalah Seketariat DPRD Sumatera Utara menggunakan metode Diskriftif dengan pendekatan Kualitatif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi Legeslasi masih di dominasi oleh pihak Ekskutif (Pemerintah Provinsi Sumatera Utara). Faktor Pendorong adalah Kekuatan (Terdapat payung hukum, Adanya anggaran dan Tersedianya tenaga ahli) dan Peluang (Teknologi Informasi, Adanya Informan Pendukung dan pengamat kebijakan). Faktor Penghambat terdiri dari Faktor Kelemahan (Sistem Rekrutmen; Kurangnya skill, Ketidaktaatan terhadap displin) sedangkan Faktor Hambatan (Tekanan dari kelompo kepentingan, Adanya perubahan kebijakan dan Masih Dominannya peran Ekskutif). Strategi kebijakan berdasarkan analisis SWOT berada pada KRWADRAN PERTAMA dengan strtaegi AGRESIF, yaitu memanfaatkan kekuatan (Terdapat payung hukum, tersedianya anggaran dan tenaga ahli) dan menggunakan peluang (sistem rekrutmen; kurangnya skill, dan ketidaktaatan terhadap displin).
PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA SATUAN KERJA PROVINSI SUMATE
Denni Sipahutar;
Anton A.P Sinaga;
Jonner Lumban Gaol
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i3.2435
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai dengan kualitas sumber daya manusia sebagai variabel moderatisasi pada Unit Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II, Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat . Adapun hasil penelitian ini, hipotesis pertama yang diajukan menyatakan bahwa variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (Y). Variabel Motivasi Kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y). Variabel Kemampuan Kerja (X1) , Motivasi Kerja (X2) , memiliki pengaruh yang signifikan secara bersamaan (serentak) pada variabel Kinerja Karyawan (Y). Variabel Kualitas Sumber Daya Manusia (Z) adalah variabel moderator yang mempengaruhi hubungan antara Kemampuan Kerja (X1) dan Kinerja Karyawan (Y) . Variabel Kualitas Sumber Daya Manusia (Z) bukanlah variabel moderator yang mempengaruhi hubungan antara motivasi kerja (X2) dan kinerja karyawan (Y) . Dapat dilihat bahwa nilai kuadrat R yang disesuaikan adalah 0, 489 atau 48, 9%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Kemampuan Kerja (X1) , Motivasi Kerja (X2) , dapat menjelaskan variabel Kinerja Karyawan (Y) sebesar 48,9%, sisanya 51,1% (100% - 48,9%) dijelaskan oleh variabel lain. di luar model penelitian ini seperti budaya organisasi dan kompetensi.
ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG KELAUTAN TERHADAP PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN LAUT DI PROVINSI SUMATERA UTARA
Muhammad Yunus;
Matius Nangun
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i3.2427
Sebagai negara kepulauan, Indonesia dengan luas lautan meliputi hampir dua pertiga dari seluruh wilayah kepulauan dengan potensi sumber daya pesisir dan laut berupa sumber daya perikanan, mangrove, terumbu karang, padang lamun, sumber daya mineral minyak dan gas. Perubahan kebijakan pusat dalam pengelolaan wilayah pesisir dan laut pulau-pulau kecil juga akan berimplikasi pada perubahan di daerah. Dinamika kebijakan pemerintah yang mengalami perubahan tentunya akan mengimplementasikan kebijakan daerah. Perubahan tersebut selain pengelolaan pesisir dan laut yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 juga Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan khususnya Provinsi Sumatera Utara yang sudah memiliki Peraturan Daerah sendiri yaitu Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Sumatera Utara Tahun 2019 – 2039. Metode dan pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan kesimpulanpenelitian bahwa faktor-faktor penyebab perubahan kebijakan pemerintah adalah: penyesuaian visi dan misi, perubahan target yang ingin dicapai, penyesuaian tuntutan masyarakat dan pengaruh kelompok kepentingan. Kompleksitas Perubahan Pengelolaan Pesisir dan Laut di Sumatera Utara akibat perubahan kebijakan Pemerintah Pusat pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 antara lain: a) Ditemukannya konsepsi pengelolaan pesisir laut yang berorientasi pada investasi, Perubahan Kelembagaan , Perubahan Perizinan Berusaha (Penyederhanaan Izin Usaha, Izin Lokasi dan Izin Pengelolaan, Izin Nelayan Kecil, Ketentuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Penyesuaian Penataan Ruang Pesisir dan Laut terhadap peraturan daerah khususnya Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 4 Tahun 2019.