cover
Contact Name
Delfitriani
Contact Email
delfitriani@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.agroindustrihalal@unida.ac.id
Editorial Address
Jl. Tol Ciawi 01 P.O. Box Ciawi 35 Bogor 16720 Jawa Barat Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL
ISSN : 24423548     EISSN : 25500163     DOI : https://doi.org/10.30997/jah.v8i1
Jurnal Agroindustri Halal Merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi hasil penelitian di bidang teknologi pertanian secara umum dan kehalalan secara khusus. Publikasi yang termasuk di dalamnya dapat berupa hasil penelitian dengan tema kimia pangan, biokimia pangan, pengolahan pangan halal, teknologi industri pertanian, manajemen dan pemodelan agroindustri, teknik dan sistem industri, teknik manajemen lingkungan agroindustri, rekayasa dan bioproses produk biomaterial halal.
Articles 295 Documents
Perancangan Sistem Informasi Traceability Produk Pangan Halal UKM Unggulan Berbasis Digital Business Ecosystem Aditia Ginantaka; Endrianur Rahman Zain
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 3 No. 2 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v3i2.880

Abstract

Makanan halal adalah sesuatu yang tidak mengandung bahan yang dilarang untuk dikonsumsi oleh orang muslim baik pada bahan baku maupun bahan tambahan. Traceability merupakan salah satu standar dalam sistem jaminan halal yang disusun oleh LPPOM MUI Indonesia. Konsumen dapat menggunakan system traceability untuk memperoleh informasi mengenai asal dari semua bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan produk pangan. Baik satu tahap sebelumnya maupun satu tahap sesudahnya dalam mekanisme sistem rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan dan merancang system traceability yang dapat mendokumentasikan semua data yang relevan berdasarkan standar produksi pangan halal. Berdasarkan analisis kebutuhan sistem ini terdiri dari empat stakeholder diantaranya unit produksi dan unit pengiriman pada UKM, konsumen dan admin website. Sistem berbasis digital business ecosystem dapat menggantikan proses dokumentasi berbasis kertas (papper based) sehingga menghasilkan dokumen paperless. Database sistem berisi data yang berkaitan dengan bahan baku, standar penanganan bahan dan transportasi, asal pemasok, tujuan distribusi. Setiap data disimpan dengan sistem keamanan tinggi untuk menghindari kehilangan data dan dapat dipindahkan kepada stakeholder lain menggunakan website.
Pengaruh Minyak Atsiri Bangle (Zingiber Purpureum Roxb.) sebagai Antibakteri terhadap Kualitas Sabun Cair Dewi Wulandari
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.421 KB) | DOI: 10.30997/jah.v4i1.882

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh minyak atsiri dari rimpang bangle sebagai antibakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli terhadap kualitas sabun cair.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan.  Perlakuannya adalah penambahan minyak atsiri berturut-turut S0 (0 ml), S1 (0,62 ml), S2 (1,24 ml), S3 (1,86 ml), dan S4 (2,5 ml).  Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis sidik ragam dan Duncan’s New Multiple Range Test pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak atsiri rimpang bangle berpengaruh nyata terhadap uji antibakteri, viskositas, bobot jenis, alkali bebas, derajat keasaman (pH), dan uji iritasi sabun cair.  Perlakuan terbaik sabun cair dalam penelitian ini adalah S4 (penambahan minyak atsiri bangle 2,5 ml) yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus 9,50 mm dan E. coli sebesar 8,67 mm, viskositas 179,62 Cp, bobot jenis 1,04 g/ml, alkali bebas 0,18%, pH 9,53, dan uji iritasi 0,15 (hampir tidak tampak).
Kajian Minuman Fermentasi Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia (Christm.) Swingle) Menggunakan Bakteri Asam Laktat Adolf Parhusip
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 3 No. 2 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.674 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i2.902

Abstract

Pemanfaatan daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia (Christm.) Swingle) dalam pengolahan pangan masih terbatas, tidak seoptimal buahnya. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa daun jeruk nipis memiliki banyak jenis komponen aktif dan kapasitas sebagai antimikrobial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa karakteristik dari minuman fermentasi daun jeruk nipis yang menggunakan Streptococcus thermopilus dan Lactobacillus plantarum. Sari daun jeruk nipis dibuat menjadi empat konsentrasi, yaitu 2%, 3%, 4%, dan 5%. Konsentrasi 0% digunakan sebagai kontrol. Sari daun jeruk nipis dengan konsentrasi 5% dipilih berdasarkan jumlah proporsional tertinggi daun jeruk nipis dalam jus, dan kemudian dibuat menjadi minuman fermentasi dengan 12 formulasi berbeda berdasarkan konsentrasi gula dan susu skim, yaitu 4%, 6%, 8%, dan 10% untuk konsentrasi gula dan 4%, 6% dan 8% untuk konsentrasi susu skim. Minuman fermentasi daun jeruk nipis dengan 4% gula dan 4% susu skim dipilih berdasarkan nilai pH, total asam tertitrasi, total bakteri asam laktat. Produk fermentasi terpilih dilakukan analisis nutrisi, jumlah asam laktat, kadar antioksidan, dan organoleptik. Hasil menunjukkan bahwa minuman fermentasi daun jeruk nipis adalah produk tanpa lemak dengan total asam laktat 18992.77 ppm. Produk juga memiliki jumlah antioksidan, fenolik dan flavonoid berturut-turut adalah 12.47 mgVCE/L, 33.49 mgGAE/100ml, dan 223.75 mgQE/L. Namun minuman fermentasi daun jeruk nipis tidak disukai masyarakat umum.Kata kunci: minuman fermentasi, daun jeruk nipis, bakteri asam laktat, Lactobacillus plantarum, Streptococcus thermophilus
Identifikasi Atribut Aroma dan Rasa Rempah Dengan Profiled Test Melati Pratama
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 3 No. 2 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.785 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i2.903

Abstract

Herbal dan rempah adalah komoditi yang paling banyak digunakan dalam makanan. Keberagaman herbal dan rempah mempengaruhi aroma dan rasa. Aroma dan rasa pada masing-masing herbal dan rempah dapat ditentukan menggunakan profiled sensory test. Pada penelitian ini, Profiled test dilakukan dengan mendeskripsikan aroma dan rasa dari masing-masing herbal dan rempah. Sampel yang digunakan adalah bawang putih segar, bubuk bawang putih, lada hitam, bubuk lada hitam, cabe, bubuk cabe, daun salam dan bay leaf. Hasil menunjukkan bahwa bawang putih, lada hitam dan cabai segar memiliki aroma dan rasa pedas menyengat, yang disebabkan bawang putih mengandung allicin, lada hitam mengandung piperine dan chavicine, serta cabai mengandung capsaicin yang merupakan senyawa aktif. Allicin pada bawang putih segar memiliki sifat pedas yang sama dengan piperine, chavicine dan capsaicin.  Perbedaan dari ketiga senyawa tersebut adalah allicin bersifat tidak stabil dibanding piperine, chavicin dan capsaicin. Stabilitas piperine, chavicine dan capsaicin menjadikan bubuk lada hitam dan bubuk cabai dapat digunakan pada makanan yang telah diolah.           Kata kunci : herbal dan rempah, aroma dan rasa, profiled test
Ekstraksi Tanin pada Daun Ketapang (Terminalia Catappa L) dengan Variasi Pelarut, Konsentrasi Pelarut dan Lama Waktu Ekstraksi Anna Dhora
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 3 No. 2 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v3i2.904

Abstract

Tanaman ketapang (Terminalia catappa L) termasuk  jenis tanaman  yang sangat mudah tumbuh dan terdapat hampir di sebagian besar wilayah Indonesia. Selama ini pemanfaatan tanaman ketapang lebih banyak sebagai tanaman peneduh jalan. Dalam ketapang terkandung zat tanin yang setelah diekstrak dapat dimanfaatkan lebih lanjut. Tanin merupakan salah satu zat yang terdapat dalam tumbuhan dan memiliki banyak manfaat. Adanya tannin dalam beberapa bagian dari tumbuhan, memberikan manfaat tersendiri salah satunya sebagai pelindung bagi tumbuhan tersebut. Manfaat tanin antara lain dipakai dalam industri farmasi, industri pengolahan kulit, industri minuman dan industri pembuatan tinta. Tujuan secara umum yang diinginkan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah meningkatkan nilai ekonomis dari tanaman ketapang, serta mengetahui variabel pemakaian pelarut dan waktu ekstraksi yang digunakan agar  memberikan kemampuan maksimal untuk mengekstrak tanin dari daun ketapang. Metode yang diterapkan adalah metode sokletasi pada proses ekstraksi dan metode volumetri untuk proses analisa.  Pelarut yang digunakan adalah etanol dan metanol yang  dikombinasikan dengan aquadest, dengan lama waktu operasi ekstraksi 3 dan 4 jam. Dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa pemakaian pelarut metanol dan air dengan perbandingan 6 : 4  dengan waktu ekstraksi 4 jam, menghasilkan kadar tanin tertinggi sebesar 28,90 %. Sedangkan pada pemakaian pelarut campuran etanol dan air, menghasilkan kadar tanin tertinggi pada perbandingan 6 : 4 pada  waktu ekstraksi 4 jam dengan kadar tanin 37, 17.Kata kunci: ketapang, tanin, etanol, metanol sokletasi
Kandungan Total Lipid Lemak Ayam dan Babi Berdasarkan Perbedaan Jenis Metode Ekstraksi Lemak Aminullah Aminullah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.055 KB) | DOI: 10.30997/jah.v4i1.949

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh dari perbedaaan metode ekstraksi lemak terhadap hasil total lipid dari lemak ayam dan babi. Penelitian ini menggunakan empat metode ekstraksi, yaitu metode Soxhlet, Folch, Hara and Radin, dan Bligh and Dyer serta bahan yang digunakan adalah lemak ayam dan babi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total lipid yang dihasilkan dari metode ekstraksi Soxhlet, Folch, Haran and Radin, dan Bligh and Dyer pada lemak ayam, berturut-turut adalah 54.28%, 70.06%, 63.87%, dan 44.21%. Sedangkan pada lemak babi, berturut-turut, adalah 65,57%, 86,97%, 67,74%, dan 64,07%. Penggunaan metode ektraksi yang berbeda akan memberikan efisiensi pada jumlah lipid yang berbeda. Perbedaan hasil tersebut juga disebabkan oleh karakteristik asam lemak penyusun yang berbeda antara lemak ayam dan lemak babi.
FORMULATION OF ROSELLE EXTRACT AND MANGOSTEEN PEEL AS A FUNCTIONAL ANTIOXIDANT-RICH BEVERAGE aditya dwi anggoro
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.567 KB) | DOI: 10.30997/jah.v4i1.1121

Abstract

Rosella mengandung antioksidan yang dapat mengahambat terakumulasinya radikal bebas. Manggis tergolong sebagai buah buni yang mempunyai kulit buah tebal namun mudah dipecah, dengan biji berlapis yang mempunyai rasa manis asam. Minuman fungsional merupakan salah satu pangan fungsional yang dapat dikonsumsi dan memiliki manfaat bagi tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula ekstrak rosella dan kulit manggis sebagai minuman fungsional yang kaya antioksidan.Penelitian dilakukan dengan menentukan produk terpilih dengan uji organoleptik dan melakukan analsisa antioksidan, kadar vitamin C, kandungan gizi dan  stabilitas selama penyimpanan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 2 kali ulangan. Data analisis diolah dengan menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Perlakuan yang digunakan terdiri dari  tiga formulasi (ekstrak rosella, ekstrak kulit manggis dan madu) yaitu A1(50:40:10), A2 (50:35:15) dan A3 (40:40:20). Uji organoleptik yang digunakan dalam penelitian adalah uji mutu sensori dan uji hedonik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terpilih adalah perlakuan A3, memliki aktivitas antoksidan dengan nilai IC50 3,47 mg/ml sample, kadar vitamin C 15,88 mg/100gr sample, kadar air 72,02%, abu 0,40%, lemak 9,12%, Protein 4,86% dan karbohidrat 13,60% serta selama penyimpanan terjadi endapan pada hari ke 4.  
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KOMODITAS KAKAO DI KABUPATEN KOLAKA – SULAWESI TENGGARA Dhian Herdhiansyah herdhiansyah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.372 KB) | DOI: 10.30997/jah.v4i1.1124

Abstract

 Xx12 I Herdhiansyah D dan Asriani.  Strategi pengembangan agroindustri komoditas kakao Peningkatan luas areal dan produksi tanaman perkebunan di Kabupaten Kolaka dinilai masih kurang dalam menciptakan kesempatan kerja yang lebih banyak disebabkan produksi tanaman perkebunan masih sedikit yang diolah pada tingkat lebih lanjut. Hasil tanaman perkebunan diperdagangkan para petani rata-rata masih terbatas pada tingkat on farm agribusiness dengan nilai tambah bagi petani yang masih terlalu kecil sehingga pendapatan petani belum memadai. Sampai saat ini belum ada acuan yang akurat bagi pemerintah Kabupaten Kolaka.  Diversifikasi produksi komoditas kakao belum berkembang dan hasil ikutannya belum dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan agroindustri komoditas kakao. Objek penelitian adalah komoditas kakao  yang terdapat di Kabupaten Kolaka dengan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan strategi pengembangan agroindustri komoditas kakao berada pada kuadran I atau strategi yang dibuat dengan menggunakan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang yaitu strategi agresif. Strategi agresif berdasarkan faktor kekuatan yang merupakan internal dan faktor peluang yang merupakan faktor eksternal dengan alternatif strategi: peningkatan kemandirian petani melalui pembinaan dan penyuluhan, pengembangan kemitraan pada kegiatan agroindustri dalam upaya menambah nilai tambah produksi komoditas kakao.
PENGANEKARAGAMAN UBI CILEMBU (Ipomoea batatas (L) Lam) MENJADI SALE UBI DENGAN TUNEL DRYER Wiandana Permana
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.811 KB) | DOI: 10.30997/jah.v4i1.1125

Abstract

Pemanfaatan ubi khususnya jenis ubi jalar cilembu masih terbilang rendah di Indonesia, umumnya masyarakat lebih mengenal ubi cilembu dalam bentuk ubi bakar/panggang namun ada juga yang mengolah menjadi cake, nastar dan lain-lain.Untuk meningkatkan potensi ubi cilembu di pasaran dengan proses pengolahan yang lebih efektif ini dilakukanpembuatan produk sale ubi cilembu dengan tunel dryer.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu dan lama pengeringan yang terbaik berdasarkan uji mutu sensori dan uji hedonik terhadap sale ubi cilembu, mengetahui daya terima sale ubi cilembu dan mengetahui kandungan betakaroten serta zat gizi sale ubi cilembu yang paling disukai. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan dua faktor yang meliputi suhu pengeringan (A): 55°C, 65°C, 75°C dan lama pengeringan (B): 5, 6, 7 jam. Analisis yang dilakukan meliputi organoleptik (uji mutu sensori & hedonik), uji kadar betakaroten dan nilai gizi produk sale ubi cilembu. Kombinasi suhu dan lama pengeringan berpengaruh terhadap sifat organoleptik sale ubi cilembu. Produk yang terpilih adalah sale pada kombinasi A2B1 (55°C:6jam), memiliki kadar air 17,47%, abu 1,78%, protein 12,16%, lemak 2,62%, karbohidrat 65,97%, nilai energi 336,1 kkal dan kadar betakaroten 2,68 ppm.
Mutu Kimia Dan Organoleptik Nugget Ikan Tuna Dengan Penambahan Berbagai Kombinasi Tepung Wortel If'all If'all; Minarny Gobel; Fahmi Fahmi; Irfan Pakaya
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.181 KB) | DOI: 10.30997/jah.v4i1.1128

Abstract

The purpose of this research is to know and study various combination of carrot flour to chemical quality and organoleptic quality of tuna nugget. This study used Completely Randomized Design (RAL) with 4 treatments, and 4 replications. The research that will be done is as follows: R0 = 15% tapioca starch + 5% cornstarch + 0% carrot flour; R1 = 10% tapioca starch + 5% maize starch + 5% carrot flour; R2 = 5% tapioca starch + 5% maize flour + 10% carrot flour and R3 = 5% tapioca starch + 15% carrot starch. Each treatment was repeated four times, so there were 16 experimental units. To know the effect of the experiment, then the diversity test is done and if the result of the diversity test show the real effect, then continued with the test of the Least Significant Difference (LSD). The results showed that the addition of various carrot starch combinations had significant effect on protein content, crude fiber and tuna nugget fat but no significant effect on water content, b-carotene and organoleptic qualities of tuna nugget. a 10% tapioca starch combination, 5% cornstarch and 5% carrot flour give the highest levels of protein, coarse fiber, tuna nugget fat. Combination of 5% tapioca starch and 15% carrot flour gave the organoleptic qualities of tuna nuggets tend to be favored by panelists.

Page 6 of 30 | Total Record : 295