cover
Contact Name
Delfitriani
Contact Email
delfitriani@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.agroindustrihalal@unida.ac.id
Editorial Address
Jl. Tol Ciawi 01 P.O. Box Ciawi 35 Bogor 16720 Jawa Barat Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL
ISSN : 24423548     EISSN : 25500163     DOI : https://doi.org/10.30997/jah.v8i1
Jurnal Agroindustri Halal Merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi hasil penelitian di bidang teknologi pertanian secara umum dan kehalalan secara khusus. Publikasi yang termasuk di dalamnya dapat berupa hasil penelitian dengan tema kimia pangan, biokimia pangan, pengolahan pangan halal, teknologi industri pertanian, manajemen dan pemodelan agroindustri, teknik dan sistem industri, teknik manajemen lingkungan agroindustri, rekayasa dan bioproses produk biomaterial halal.
Articles 295 Documents
PENGUKURAN KELAYAKAN FINANSIAL PENDIRIAN INDUSTRI VANILIN DENGAN BAHAN BAKU VANILI BASAH (Vanilli spp) Kirana Sanggrami
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.078 KB) | DOI: 10.30997/jah.v2i1.464

Abstract

Industri pengolahan vanili merupakan agroindustri yang mengolah vanili kering menjadi ekstrak vanili. Industri vanili dirancang untuk memberikan peningkatan nilai tambah vanili. Kajian ini dilakukan untuk menganalisis kelayakan finansial dari proses curing vanili yang diaplikasikan pada skala industri. Penghitungan kriteria investasi pendirian industri pengolahan vanili dengan metode curing termodifikasi ini didapatkan NPV Rp 1.089.999.998,00, IRR 58,46%, Net B/C Ratio 1,01, dan PBP selama 2,44 tahun. Berdasarkan parameter tersebut, rancangan industri vanili ini layak untuk dioperasikan.
TEKNOLOGI DISINFEKSI LIMBAH CAIR DENGAN MENGGUNAKAN OZON Aditia Ginantaka
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.569 KB) | DOI: 10.30997/jah.v1i2.559

Abstract

Penanganan limbah merupakan salah satu aspek yang menjadi perhatian berbagai negara di dunia. Hal ini ditunjukan dengan penerapan beberapa regulasi mengenai produk ramah lingkungan melalui penggunaan ecolabeling pada sebuah produk industri. Beberapa teknik penanganan limbah konvensional telah banyak diterapkan, mulai dari pendekatan end of pipe maupun pendekatan preventif melalui konsep cleaner production. Paper ini menjelaskan hasil review dari beberapa literatur tentang penanganan limbah cair secara lanjutan dalam penanganan tersirer yang bertujuan untuk membersihkan air hingga mencapai parameter kualitas yang lebih baik. Tujuan dari paper ini yaitu, untuk membandingkan beberapa penerapan teknik disinfeksi limbah cair dengan penambahan ozon serta konfigurasi output yang dihasilkan. Selain itu paper ini bertujuan untuk menunjukan tentang hal-hal yang perlu dilakukan selanjutnya dalam rangka menghadapi trend di masa mendatang berdasarkan sudut pandang para peneliti. Hasil review menunjukan bahwa teknologi disinfeksi dengan ozon direkomendasikan sebagai satu unit operasi yang dapat memenuhi kebutuhan penanganan limbah industri dan pengembangannya mampu menyesuaikan dengan tuntutan regulasi yang ada.
COOKIES RENDAH KALORI BERBAHAN BAKU TEPUNG BERAS MENIR DAN PATI GARUT Novidahlia Noli
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.377 KB) | DOI: 10.30997/jah.v1i2.560

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah pembuatan cookies rendah kalori berbahan baku tepung beras menir dan pati garut. Tahap  pertama penelitian ini adalah pembuatan tepung beras menir dan trial and error untuk menentukan formulasi. Selanjutnya dibuat tiga formula cookies b dengan tiga perbandingan tepung beras menir dan tepung garut, yaitu 30% : 70%, 50% : 50%, 70% : 30%. Cookies terbaik dipilih berdasarkan uji hedonik. Selanjutnya cookies terpilih dianalisis kandungan kimia dan nilai energinya.. Hasil uji sidik ragam menunjukkan bahwa perbedaan perbandingan tepung beras menir dan pati garut tidak berpengaruh nyata (p>0.05) terhadap tingkat kesukaan panelis terhadap  warna, aroma, rasa, dan tekstur cookies rendah kalori yg dihasilkan . Berdasarkan metode pembobotan,  didapatkan nilai terbaik adalah cookies dengan perbandingan tepung beras menir dan pati garut 70% : 30%.  Cookies rendah kalori terpilih memiliki kadar air 7.48%, abu 2.00%, protein 9.22%, lemak 6.53%, karbohidrat 74.78%, dan kalori 395 kkal. Nilai kalori cookies terpilih lebih rendah dibandingkan nilai kalori cookies sudah beredar di pasaran. 
EVALUASI KETIDAKSESUAIAN JUMLAH TEORITIS DENGAN JUMLAH AKTUAL SUSU STERIL 70 ML Fina Uzwatania
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.027 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i1.682

Abstract

Penelitian dilakukan di PT X. PT X merupakan perusahaan yang memproduksi minuman susu steril dengan berbagai rasa dan merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketidak sesuaian jumlah teoritis dengan jumlah aktual susu steril Milky 70 ml. Hasil penelitian di lapangan dibandingkan dengan dokumen BOM (Bill of Material) sebagai data teoritis produksi, kemudian ketidaksesuaian dianalisa menggunakan diagram pareto dan diagram fish bone. Penelitian dilakukan secara langsung di lapangan, mulai dari proses mixing sampai proses packing. Hasil penelitian menunjukan adanya produk yang terbuang pada proses filling dan proses sterilisasi. Persentase produk yang terbuang pada proses filling menunjukan jumlah yang lebih tinggi dengan nilai 79,63%, sedangkan proses sterilisasi menghasilkan produk yang terbuang dengan jumlah 20,37%. Produk cacat yang diperoleh dari proses sterilisasi merupakan produk cacat yang tidak tertangani pada saat inspeksi produk dari mesin filling. Hasil penelitian menunjukan bahwa mesin filling merupakan sumber terbesar tingginya produk yang terbuang selama proses produksi. Sehingga proses filling perlu dianalisa lebih lanjut agar produk cacat yang dihasilkan dapat diminimalisir.
TEKNOLOGI PROSES BIO OIL DARI MIKROALGA SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF Fina Uzwatania
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.347 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i1.683

Abstract

Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, tingkat kebutuhan energi manusia juga semakin meningkat. Pemenuhan energi di dunia sebagian besar dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil yang sudah berumur jutaan tahun berupa bahan yang tidak dapat diperbaharui, dan hanya sebagian kecil yang berasal dari penggunaan sumber energi lain yang berasal dari bahan terbarukan.  Salah satu contoh energi terbarukan yang dapat dikembangkan diantaranya adalah energi biomassa dari mikroalga sebagai bahan baku alternatif penghasil bio oil. Bio oil merupakan salah satu energi alternatif yang potensial dan belum banyak dikembangkan terutama di Indonesia. Produksi bio oil dapat menghasilkan keuntungan karena konversi bio oil akan menghasilkan beberapa produk berupa bahan bakar, misalnya: biokerosene, biodiesel, arang, gas dan lain sebagainya. Teknologi proses untuk memproduksi bio oil dari mikroalga dimulai dari proses kultivasi, pemanenan, pengeringan dan pirolisis. Pirolisis merupakan penguraian biomassa karena panas pada suhu lebih dari 150 ºC. Hasil proses pirolisis ini berupa cairan, gas, dan padatan.
ANALISIS DAN DESAIN SISTEM PRODUKSI SABUN TRANSPARAN ANTIMIKROBA BERBASIS STEARIN Sri Wahyuni
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.828 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i1.684

Abstract

Sistem produksi sabun transparan antimikroba berbasis stearin adalah suatu sistem yang dapat menjelaskan mengenai proses produksi sabun transparan dengan menggunakan bahan baku utama berupa stearin dengan penambahan ekstrak lengkuas (Alpinia galanga L.). Penulisan ini memiliki tujuan untuk dapat mengidentifikasi komponen (elemen) dan peran (role) yang terdapat pada  sistem produksi sabun transparan antimikroba, mendesain dan mengoptimalkan sistem produksi sabun transparan antimikroba berbasis stearin sehingga dapat diperoleh keuntungan yang maksimal. Tahap kegiatan ini mencakup analisis sistem produksi sabun transparan antimikroba, menentukan indikator keberhasilan sistem, klasifikasi sabun transparan antimikroba, dan optimasi sabun transparan antimikroba. Hasil dari pengklasifikasian sabun transparan terdiri atas tiga grade yaitu grade 1 (satu), grade 2 (dua) dan grade 3 (tiga) berdasarkan sifat mutu fisik yaitu, penampakan visual (transparansi), kekerasan dan warna sabun serta sifat kimia dari sabun antimikroba. Keuntungan maksimal sebesar Rp 9.275.000 akan diperoleh oleh perusahaan apabila dapat memproduksi sabun grade 1 sebanyak 1.325 pcs pada kondisi optimal.
FORMULASI NORI ARTIFISIAL BERBAHAN BAKU BAYAM (Amaranthus hybridus L.) Eka Nurul Agusta
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.31 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i1.685

Abstract

Saat ini pasar retail Indonesia telah didominasi oleh produk camilan impor. Salah satu jenis produk camilan tersebut adalah rumput laut (nori). Peningkatan konsumsi nori di dalam negeri mengakibatkan perlu adanya diversifikasi produk nori untuk menghasilkan jenis produk yang serupa dengan produk nori camilan namun menggunakan bahan baku selain rumput laut yang ketersediaannya masih sangat terbatas. Bayam dapat menjadi alternatif bahan pengganti rumput laut sebagai bahan dasar pembuatan nori artifisial sebagai makanan camilan. Dengan dilakukannya substitusi nori rumput laut menjadi nori bayam, maka diharapkan angka impor makanan camilan rumput laut dapat dikurangi. Formulasi nori artifisial berbahan baku bayam ini dibagi menjadi 2 (dua) tahap penelitian. Pada penelitian di tahap pertama terdapat 2 (dua) perlakuan (tanpa blansir dan dengan blansir), kemudian pada tahap kedua terdapat 3 (tiga) perlakuan dengan menggunakan 3 (tiga) macam bahan pengisi berbeda (tepung tapioca, maltodekstrin dan tepung beras). Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian dengan  analisis sensori metode uji pembedaan serta uji hedonik didapatkan bahwa camilan nori artifisial berbahan baku bayam yang paling disukai panelis adalah produk dengan bahan baku/bayamnya tanpa dilakukan proses blansir dan menggunakan tepung tapioca sebagai bahan pengisi
BEBERAPA KOMPONEN FISIKOKIMIA KAKAO FERMENTASI DAN NON FERMENTASI Elsera Br Tarigan
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.112 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i1.687

Abstract

Kakao salah satu tanaman perkebunan penghasil devisa negara, karena Indonesia merupakan produsen terbesar ketiga dunia. Kakao Indonesia umumnya memiliki mutu lebih rendah, salah satunya disebabkan oleh tidak dilakukannya proses fermentasi. Fermentasi merupakan perubahan kimia pada zat organik yang timbul akibat enzim mikroba. Mikroba jenis Bacillus dan jamur filamenteus akan menguraikan pulpa sehingga terbentuk aroma cokelat. Proses fermentasi dapat dilakukan dengan beragam metode, seperti ditumpuk atau menggunakan wadah kotak. Rata-rata proses fermentasi membutuhkan waktu sekitar 5-6 hari. Mutu fisik biji kakao fermentasi sudah diatur dalam SNI 2323-2008. Beberapa penelitian yang terkait perbedaan mutu fisik biji kakao hasil fermentasi dan tidak fermentasi terlihat jelas pada warna, aroma dan tekstur biji pada saat dilakukan uji belah. Selain itu, kandungan lemak dan nilai pH pada biji kakao hasil fermentasi lebih tinggi bila dibandingkan dengan tanpa fermentasi. Senyawa volatil yang lazim ditemukan pada kakao merupakan golongan aldehid, keton, ester, alkohol, asam, pirazin dan senyawa lainnya. Senyawa golongan aldehid yang memberikan flavor cokelat seperti 2-methylbutanal meningkat selama fermentasi. Rerata kandungan senyawa volatil yang memberikan aroma yang disukai meningkat selama bertambahnya waktu fermentasi.
ANALISIS EKUIVALENSI TINGKAT KEMANISAN GULA DI INDONESIA Maya Kurniawati
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.889 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i1.688

Abstract

Gula pasir adalah komoditi penting di Indonesia karena banyaknya pangan olahan yang menggunakan gula sebagai bahan pembuatannya. Gula pasir yang umum beredar yaitu gula pasir curah dan gula pasir bermerk terafinasi. Gula bermerk berasal dari olahan pabrik yang memiliki warna lebih putih dibandingkan dengan gula pasir curah.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbandingan ekuivalensi kemanisan antara gula curah, gula rafinasi bermerk, dan pemanis buatan aspartam.  Analisis ekuivalensi tingkat kemanisan menggunakan metode analisis deskriptif magnitude estimation. Analisis deskriptif merupakan analisis sensori untuk mendapatkan deskripsi sensori produk pangan. Metode ini merupakan metode kuantitatif subjektif langsung dengan menggunakan reference dalam pengujiannya Hasil ekuivalensi kemanisan pada gula bermerk dan gula curah memberikan hasil bahwa kadar kemanisan gula bermerk lebih baik dari gula curah. Kadar kemanisan gula bermerk 1,04 kali , gula curah 1,02 kali, aspartam 31 kali dari sukrosa 9%.
PENAMBAHAN DAUN SIRSAK (Annona muricata) PADA JELLY DRINK ROSELLA (Hibiscus sabdariffa) Merisa Suryani
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.469 KB) | DOI: 10.30997/jah.v3i1.689

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat penganekaragaman minuman fungsional yaitu jelly drink rosella dengan penambahan daun sirsak. Daun sirsak yang diekstrak pada fase air dicampurkan dengan ekstrak rosella sesuai perlakuan, kemudian ditambahkan gula dan karagenan. Penelitian menggunakan tiga formulasi dengan konsentrasi daun sirsak 0,2%; 0,6%; dan 1%. Konsentrasi rosella pada ketiga perlakuan dan kontrol adalah 1%. Penambahan daun sirsak menimbulkan pengaruh pada tingkat kecerahan, aroma, tekstur, tingkat kesukaan, total asam, dan kapasitas antioksidan. Jelly drink rosella terpilih adalah jelly drink rosella dengan daun sirsak 1%. Jelly drink rosella terpilih memiliki karakteristik sensori warna cukup merah (5,29) namun agak gelap (3,71), memiliki rasa cukup asam (5,61) dan cukup manis (5,21), dengan aroma rosella cukup kuat (5,91), dan terkstur yang kental (6,05). Jelly drink rosella ini juga disukai konsumen dengan nilai 6,36 (suka). Jelly drink rosella dengan penambahan daun sirsak terpilih mengandung antosianin sebesar 1,30 mg/Kg, fenol sebanyak 286,49 mg/Kg, kadar abu sebesar 0,23 %, total asam 20,71 mg/Kg, pH 2,93, viskositas 30078 cps, serta kapasitas antioksidan setara dengan 14,01 mg Vitamin C/100g sampel.

Page 4 of 30 | Total Record : 295