Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 16, No 2 (2018): Agustus"
:
10 Documents
clear
PEMANFAATAN LIMBAH ABU MARMER SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN LAPIS TIPIS ASPAL PASIR (LATASIR) B
Amal, Andi Syaiful;
Saputra, Wahyuddin
Media Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (459.552 KB)
|
DOI: 10.22219/jmts.v16i2.6744
Latasir (HRSS) Kelas B merupakan campuran yang ditujukan untuk jalan-jalan dengan lalu lintas ringan, khususnya pada daerah dimana agregat kasar tidak tersedia. Campuran ini mempunyai ketahanan alur (rutting) yang rendah oleh sebab itu tidak boleh digunakan dengan lapisan yang tebal, pada jalan dengan lalu lintas berat dan pada daerah tanjakan. Struktur abu marmer yang halus dan dapat lolos saringan #200 layaknya semen, sehingga dapat dikaji sebagai bahan material alternatif filler dalam campuran aspal khususnya latasir kelas b. Penelitian ini menggunakan metode Central Quality Control & Monitoring Unit (CQCMU). Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai karakteristik marshall pada campuran latasir kelas b dengan filler abu marmer dan mengetahui presentase kadar optimum yang digunakan sebagai pengganti abu marmer berdasarkan kadar aspal optimum. Hasil pengujian campuran latasir kelas b menggunakan filler abu marmer dengan kadar aspal optimum 9,01% diperoleh presentase kadar optimum abu marmer sebesar 52,22% maka diperoleh nilai karakteristik Marshall adalah Marshall Stability 800,00 Kg, Marshall Qoutient 1,9 Kg/mm, Volume Air Void 4,9 %, Film Thickness 8,56 ?m.
STUDI KASUS PERMASALAHAN SUNGAI TELUK DALAM, BANJARMASIN
Muzaidi, Irwandy;
Anggarini, Elia;
Prayuga, Habil Ma'ruf
Media Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (609.837 KB)
|
DOI: 10.22219/jmts.v16i2.6267
Sungai adalah aliran air yang besar dan memanjang yang mengalir secara terus-menerus dari hulu (sumber) menuju hilir (muara). Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan, mata air, limpasan bawah tanah dan di beberapa negara tertentu juga berasal dari lelehan es atau salju. Sungai merupakan ciri khas yang tidak lepas dari kota Banjarmasin, dengan sebutan kota seribu sungai tentu tanggung jawab yang dipikul oleh masyarakat Banjarmasin lebih besar dari masyarakat kota lainnya. Pada era globalisasi ini banyak pencemaran yang terjadi pada sungai akibat kelalaian manusia yang tidak menjaga lingkungan. Sungai Banjarmasin salah satu yang memiliki nasib sama dengan sungai lainnya, kondisi ini menuntut masyarakat Banjarmasin untuk bisa menjaga sungai tersebut agar tetap baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif dan survey, dengan dilakukannya pengamatan terhadap kondisi sungai yang mencakup kondisi fisik seperti kebersihan sungai dan kelayakan sebagai air minum serta kelancaran aliran, lebar, panjang serta perubahan fungsi dari tahun ketahun jumlah penduduk yang sangat mempengaruhi kondisi sungai. Survey juga dilakukan dengan mengamati panjang garis sempadan yang diatur dalam PP No .44 tahun 1997 tentang Tata Ruang Nasional.
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN SERBUK MARMER PADA STABILISASI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF (Kasus Tanah Lempung Ekspansif di Daerah Citra Land Surabaya)
Setyono, Ernawan;
Sunarto, Sunarto;
Gumilang, Anggita Moro
Media Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.216 KB)
|
DOI: 10.22219/jmts.v16i2.6245
Konstruksi jalan diatas tanah dasar yang bersifat ekspansif banyak dijumpai di Indonesia. Jenis tanah ini akan mengembang dan dapat menyebabkan jalan atau struktur terangkat disaat kondisi kadar air tinggi. Sebaliknya disaat kadar airnya rendah, tanah ekspansif akan menyusut dan dapat menyebabkan penurunan jalan (shrinkage). Akibat perubahan muai susut (swelling and shrinkage activity) kontruksi jalan menjadi tidak stabil sehingga untuk jangka waktu yang lama terjadi keretakan memanjang dan bergelombang. Salah satu upaya untuk mendapatkan sifat tanah yang memenuhi syarat teknis tertentu adalah dengan metode stabilisasi tanah menggunakan bahan tambah serbuk marmer dari hasil olahan pabrik marmer di Tulungagung, Jawa Timur. Untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk marmer terhadap kekuatan dan nilai daya dukung tanah dibuktikan dengan pengujian Unconfined Compression Test dan uji California Bearing Ratio. Benda uji dibuat dengan variasi penambahan serbuk marmer sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, 25%. Dari pengujian menunjukkan bahwa tanah lempung ekspansif yang distabilisasi dengan serbuk marmer dapat memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah. Pada uji sifat fisik tanah sampel yang diambil termasuk tanah lempung dengan tingkat plastisitas rendah. Sedangkan nilai kuat tekan dan daya dukung tanah meningkat setelah distabilisasi dengan serbuk marmer.
ANALISA SISTEM PELAYANAN TRANSPORTASI SUNGAI YANG BERPENGARUH TERHADAP PENGGUNAAN ANGKUTAN SUNGAI BANJARMASIN
Hardiani, Dyah Pradhitya;
Setriawan, Ichwan
Media Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.476 KB)
|
DOI: 10.22219/jmts.v16i2.6244
Sungai-sungai di Banjarmasin dimanfaatkan sebagai moda transportasi yang menunjang kegiatan masyarakat selain transportasi darat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penggunaan transportasi sungai adalah dengan meningkatkan sistem pelayanan transportasi tersebut. Semakin baik suatu sistem pelayanan yang diberikan maka semakin meningkat pula penggunaan transportasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagian dalam sistem pelayanan transportasi yang berpengaruh terhadap penggunaan angkutan sungai di Banjarmasin. Selain itu, hasil penelitian yang didapat juga dapat menjadi masukan untuk meningkatkan sistem transportasi angkutan sungai Banjarmasin. Dengan peningkatan sistem transportasi, diharapkan penggunaan angkutan sungai juga  meningkat. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada pengguna angkutan sungai pada lokasi penelitian. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert dengan bobot nilai 1-5 untuk menilai setiap pernyataan yang terdapat dalam kuisioner, sedangkan analisa data dilakukan dengan pendekatan Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software smartPLS-3.2.3. Hasil dari analisis PLS menunjukkan bahwa sistem pelayanan transportasi mempengaruhi penggunaan angkutan sungai Banjarmasin. Komponen tersebut yaitu tarif angkutan sungai, kondisi armada, jadwal keberangkatan, dan beban barang yang diangkut. Penggunaan angkutan sungai Banjarmasin dapat ditingkatkan dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas sistem pelayanan transportasi seperti menambah jumlah armada angkutan sungai, meningkatkan kualitas armada, dan membuat sistem transportasi antarmoda yang menghubungkan antar simpul transportasi.
PENGUATAN KAPASITAS LENTUR BETON DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH
Kurniati, Dwi
Media Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (181.296 KB)
|
DOI: 10.22219/jmts.v16i2.6522
Dewasa ini semakin banyak pembangunan konstruksi dalam suatu wilayah. Kondisi ini yang menyebabkan timbulnya permasalahan pada kelangkaan material yang digunakan. Demi meminimalisir kelangkaan material, diperlukan penelitian mengenai pengolahan limbah material sebagai bahan tambah alternatif yang dapat digunakan dalam pekerjaan pembangunan konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kelecakan pada campuran beton, dan nilai kuat lentur beton. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bahan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, dengan metode pengujian uji lentur beton. Benda uji yang digunakan adalah sampel uji balok, dengan prosentase 5%, 10% dan 15%. Pengujian dilakukan pada umur beton 14 hari dan 28 hari. Mutu beton rencana adalah 25 MPa. Pada pengujian kuat lentur rata-rata nilai tertinggi dengan umur 14 hari yaitu beton dengan bahan tambah 5% sebesar 5,73 MPa. sedangkan nilai rata-rata kuat lentur tertinggi di 28 hari yaitu beton normal sebesar 5,93 MPa. Hasil dari pengujian nilai slump pada campuran beton normal yaitu 10,5 cm, campuran dengan bahan tambah 5% yaitu 14,4 cm, campuran beton dengan bahan tambah 10% yaitu 15,35 cm dan campuran beton dengan bahan tambah 15% yaitu 16 cm. Sehingga didapatkan kesimpulan bahwa bahan tambah limbah pecahan genteng, fly ash dan superplasticiser kurang direkomendasikan untuk digunakan dalam konstruksi, dikarenakan mutu beton yang dihasilkan jauh dri mutu beton rencana.
ANALISIS SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH GEDUNG NEO CONDOTEL BATU
Samin, Samin;
Setyono, Ernawan;
Anugrah, Wisnu Tri
Media Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (404.854 KB)
|
DOI: 10.22219/jmts.v16i2.6554
Sistem pendistribusian air bersih merupakan bagian yang sangat utama untuk pembangunan suatu gedung, terutama untuk hotel karena sistem pendistribusian air bersih yang baik dapat memberikan kenyamanan bagi para pengguna hotel. Tidak hanya pendistribusian air bersih, namun juga sistem pembuangan air limbah juga harus direncanakan dengan baik. Neo Condoel memiliki 7 lantai. Gedung ini dibangun di atas tanah seluas 2.575 m2. Apabila ditinjau dari SNI 03-7065-2005, suatu bangunan hotel diharuskan memiliki jaringan air bersih yang mampu melayani sedikitnya 250 liter/orang/hari untuk kebutuhan tamu hotel dan 120 lier/orang/hari untuk kebutuhan karyawan. Pada bangunan tinggi seperti hotel, tekanan air yang disyaratkan adalah kurang lebih sebesar 1 atm. Apabila tekanan air belum memenuhi syarat yang telah ditetapkan, maka dibutuhkanlah pompa booster agar kebutuhan tekanan air dapat dicapai.
PERMASALAHAN LINGKUNGAN SUNGAI PEGAMBANGAN KOTA BANJARMASIN
Fitriansyah, Muhammad;
Asmadi, Asmadi;
Sari, Ayu Putri Kusmia
Media Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.865 KB)
|
DOI: 10.22219/jmts.v16i2.6269
Lingkungan dapat menjadi masalah krusial terhadap pembangunan kota berkelanjutan, seperti pembungan sampah yang tidak pada tempatnya yang menyebabkan tercemarnya pemukiman. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya berkurang dan menyebabkan pemukian dan air di sepanjang aliran sungai menjadi tercemar yang membuat kualitas hidup masyarakat di daerah sungai pangambangan itu rendah akibat kurangnya kesadaran tentang penting nyan kebersihan. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriftif dan survey langsung ke lokasi. Alternatif yang dapat di terapkan adalah menjadikan sungai tersebut sebagai wisata edukasi. Pemerintah diharapkan bisa membantu memperbaiki bangunan-bangunan rumah warga disekitar sungai pengambangan dan yang terutama adalah pembersihan sungai untuk dapat menarik minat wisatawan. Memperindah lingkungan sungai pengambangan seperti pembersihan sungai, peremajaan bangunan warga, membuka ruang terbuka hijau serta melengkapi fasilitas yang ada seperti tempat sampah, kursi untuk bersantai, toilet umum dll.
ANALISIS KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN PROGRAM KENPAVE TERHADAP TEBAL PERKERASAN YANG DIDESIGN MENGGUNAKAN METODE ANALISA KOMPONEN, AUSTROAD DAN ASPHALT INSTITUTE
Rahmawati, Anita;
Setiawan, Dian;
Pangestu, Mohammad Aby Yansun;
Aulia, Robith Azkal
Media Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (276.418 KB)
|
DOI: 10.22219/jmts.v16i2.6428
In order to improve and develop road quality, it is necessary to evaluate pavement thickness using the Analisa Komponen Method, the Austroads Method and the Asphalt Institute Method, then analyze pavement damage using Kenpave Program to know strain value that happened on road due to traffic load. Based on calculations that have been done, the results of pavement thickness of Analisa Komponen Method, that are the surface layer of 7,5 cm (Laston MS 340), the base layer of 10 cm (Laston Atas MS 340) and the subbase layer of 15 cm (Sirtu Class B). Austroads Method, that are the surface layer of 7,5 cm (Laston MS 340), the base layer of 13 cm (Laston Atas MS 340) and the subbase layer of 50 cm (Sirtu Class B). While for Asphalt Institute Method, that are the surface layer of 5 cm (Laston MS 340), the base layer of 10 cm (Laston Up MS 340) and the subbase layer of 15 cm (Sirtu Class B). Based on the analysis of the damage that has been done, only the Austroads Method is able to reach the life service, while the Analisa Komponen and the Asphalt Institute will experience damage before the life service.