cover
Contact Name
Rio Era Deka
Contact Email
turatsunaunisma@gmail.com
Phone
+6282198932510
Journal Mail Official
turatsunaunisma@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27470717     DOI : -
Jurnal Turatsuna ini terbit untuk memberikan tempat berkreasi dan berinovasi bagi para peneliti, penulis, atau pemerhti yang berhasil “membaca “ sebagian realitas pergulatan dan dinamika kehidupan keberagamaan dan kependidikan di tengah masyarakat. Perkembangan kehidupan institusi edukasi, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan keislaman yang menangani atau mengelola subyek didik, menjadi substansi utama dalam penerbitan jurnal Turatsuna ini.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS" : 22 Documents clear
STRATEGI PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN KITAB KUNING DI PONDOK PESANTREN RAUDLATUL ULUM 1 PUTRA DESA GANJARAN KABUPATEN MALANG Sodik Sodik
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.351 KB)

Abstract

 ABSTRAKPesantren adalah lembaga pendidikan non formal yang menggunakan system tradisinoal untuk pembelajarannya,tetapi belakangan ini menemui kesulitan untuk mengntrol pembelajaran dan pemahaman santri. Banyak dari santri mulai jenuh, tidak fokus hingga males untuk masuk dalam sebuah porses belajar mengajar. Sehingga banyak diantra meraka yang kesulitan memahami kitab kuning.Sebenarnya bukan masalah sistem dan metodelogi pembelajaran konvensional dipesantren. Yang menjadi persoalan mendasar, bagaimana system dan metodelogi yang telah ada sekarang ini diperkaya dengan proses akomodasi dan intervensi teknologi pembelajaran modern, yang notabene terus berusaha menemukan berbagai prinsip, teori, dan teknik – teknik metodologis pembelajaran yang semakin produktif dan efisien. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatifDalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan deskriptif untuk mendeskripsikan sebuah keadaan pembelajaran dipondok pesantren dan strategi pengembangan pembelajaran kitab kuning yang diinginkan di lembaga PPRU I Malang untuk pengembangan rencana pembelajaran.Pengembangan rencana pembelajaran berjalan baik, hasil dari pengembangan pembelajaran sebagai berikut:Santri lebih aktif menerima informasi dan berusaha untuk mencari refrensi sendiri.Santri lebih aktif bermusyawarah sesama teman tentang materi pelajaran yang belum difahami.Santri lebih mudah terkontrol dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh ustadz.Suasana kelas lebih menyenangkan, sehingga sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan terfokus pada materi yang disampaikan.Kata kunci : strategi, pengembangan dan pembelajaran ABSTRACT Pesantren is a non-formal educational institution that uses the traditional system for learning, but lately it has encountered difficulties in controlling the learning and understanding of students. Many of the students are getting bored, not focused until they are lazy to enter a teaching and learning process. So many of them have difficulty understanding the yellow book.Actually, it is not a problem of the conventional pesantren learning system and methodology. The fundamental problem is how the existing systems and methodologies are enriched with the accommodation process and intervention of modern learning technology, which incidentally continues to find various principles, theories, and methodological techniques of learning that are increasingly productive and efficient.This research is a qualitative research In this study, the researcher used a descriptive approach to describe a learning situation in Islamic boarding schools and the desired yellow book learning development strategy at the PPRU I Malang institution for the development of lesson plans.The development of the lesson plan is going well, the results of the learning development are as follows: 1. Santri are more active in receiving information and trying to find their own references. 2. Santri are more active in deliberation with their friends about subject matter that has not been understood. 3. Santri are more easily controlled in doing the tasks given by the ustadz. 4. The classroom atmosphere is more fun, so that learning goes well and is focused on the material presented. Keywords: strategy, development and learning
KELAS BERSAMA DALAM MEWUJUDKAN NILAI-NILAI MODERASI PENDIDIKAN ISLAM MELALUI BUDAYA SEKOLAH MULTIKULTURAL Firmansyah Firmansyah
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.496 KB)

Abstract

Sekolah Menengah Atas Sultan Iskandar Muda kota Medan di bawah naungan Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda yang terletak di jalan Tengku Amir Hamzah Pekan I Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kotamadya Medan. Sekolah SMA Sultan Iskandar Muda memiliki keunikan tersendiri seperti 1) Religion: agama yang diakui oleh pemerintah seperti Islam, Kristen, Budha, dan Hindu ada di sekolah ini, selanjutnya Masjid, Gereja, Pura, serta Kuil dibangun secara permanen di sekolah ini. 2) Culture: kemajemukan bahasa, tradisi, nilai, keyakinan, mitos, norma, dan berbagai suku seperti suku Batak, Jawa, Tionghoa, Tamil, Mandailing, Melayu, Karo, Aceh, Padang, Nias, Sunda, Banten Palembang, Ambon dan Pakistan ada di sekolah ini. 3) Economic: warga sekolah SMA Sultan Iskandar Muda memiliki berbagai tingkatan status sosial ekonomi, seperti anak asuh atau anak kurang mampu, anak orang mampu dan donatur. Penelitian ini bertujuan pertama: mendeskripsikan nilai-nilai moderasi pendidikan Islam melalui budaya sekolah multicultural. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan etnografi realis Crasswell. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah kelas bersama mewujudkan nilai-nilai moderasi pendidikan Islam melalui budaya sekolah multikultural di SMA Sultan Iskandar Muda yang pertama nilai terbuka, kedua nilai dialog, ketiga toleransi dan keempat tidak ekstrim dalam beragama.Kata Kunci: toleransi, dialog, terbuka dan tidak ekstrim dalam beragama
KELUARGA SAKINAH PADA PASANGAN SUAMI ISTRI TUNANETRA DI KELURAHAN KOTALAMA KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG Fahrur Rozi
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.422 KB)

Abstract

Abstrak Sebuah keluarga diandalkan untuk menjadi sumber kebahagiaan, keselarasan dan cinta untuk semua kerabat. Demikian juga, tunanetra, meskipun mereka memiliki cacat yang sebenarnya, tidak dapat melihat, bagaimanapun mereka adalah ciptaan Allah, makhluk Allah sehingga mereka memiliki hak dan komitmen dalam hidup mereka untuk beribadah kepada Allah. Di kelurahan kotalama kecamatan kedungkandang kota malang terdapat pasangan Suami Istri tunanetra yang telah Menjalani Kehidupan Rumah Tangga yang Harmonis. Disitulah penulis punya inisiatif melakukan penelitian bahwa penelitian tersebut menarik untuk diteliti pada pasangan suami istri tunanetra. Dari fenomena di atas, maka Fokus Penelitian ini adalah: (1) Bagaimana Pemaahaman Pasangan Suaami Istri Tunaanetra Terhadap Keeluarga Yang Sakiinah. (2) Bagaimana Upaaya Pasaangan Suami Istri Tunaanetra dallam Mewujudkan Keluarga yang Sakinah. (3) Bagaimana penyelesaian konflik yang terjadi pasangan suami istri tunanetra terhadap rumah tangga. Penelitian ini menggunakan penelitian Deskriiptif Kualiitatif, Metode Yang Diigunakan Dalam Peneliitian ini Waawancara, Obseervasi, dan Dokumentasii, Subjek yang diiteliti adalah Sepaasang Suamii Istrii Tunaanetra yang tiinggal di daerah kelurahan kootalama kecamatan kedungkandang kota malang. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa: (1) Pemahaaman pasaangan suamii istrii tunanetra keluarga sakinah adalah keluarga yang adem ayem, tentram dan selalu hidup rukun. Tiap permasalahan yang muncul mereka mengatasi dengan cara saling lemah lembut, dan adanya rasa pengertian diantara sesama anggota keluarganya. (2) Untuk Mewujdkn Keluarga Sakiinah merupakan adnya saliing Pengrtian, antara suamii maupn Istrii hndaknya saliing memahami dan Mengertii tentang keadaan Masng-Masng baik secara fisik maupun Mentall (tunanetra). pasangan tunanetra pernah berkata “lebih baik mencari nafkah halal, berangkat pagi pulang malam, keringat dingin, sering di maki-maki orang, dari pada meminta-minta, atau menjadi pengemis di pinggir jalanan. Hidup lebih barokah dan di ridhai allah SWT. (3) Konflik yang terjadi pasangan suami istri tunanetra adalah ketika ekonomi dalam keadaan menurun, dimaki-maki orang dan yang paling berat ketika istrinya hamil pertama merupakan kepanikan dalam sebuah keluarga tunanetra. Ketika para pasangan tunanetra mengalami permasalahan seperti itu tunanetra menyelesaikan dengan lapang dada, senyuman, saling pengertian, saling mengalah antra satuu dngan yang laiin dan yang terakhir yaqinlah kita punya gusti allah yang maha melihat dan pemberi rezeki. Kata kunci: keluarga sakinah, pasangan suami istri, tunanetra     Abstract A family is relied upon to be a wellspring of bliss, congruity and love for all relatives. Likewise, the visually impaired, despite the fact that they have actual handicaps, can't see, however they are Allah's creation, Allah's animals so they have rights and commitments in their lives to venerate Allah. In the Kotalama Village, Kedungkandang District, Malang City, there is a blind husband and wife who have lived a harmonious household life. That's where the author took the initiative to conduct research that the research is interesting to study on blind couples. From the phenomena above, the focus of this research is: (1) How is the understanding of a blind husband and wife towards a sakinah family. (2) How are the efforts of a blind husband and wife in realizing a sakinah family. (3) How to resolve conflicts that occur between husband and wife who are blind to the household. This study uses descriptive qualitative research, the methods used in this study are interviews, observation, and documentation. The subjects studied were a blind husband and wife living in the area of Kedungkandang District, Malang City. From the results of the research that has been carried out, it can be concluded that: (1) The understanding of the blind husband and wife of the Sakinah family is a family that is calm, peaceful and always lives in harmony among fellow members. Every problem that arises they overcome by sharing with each other, talking from heart to heart and having a sense of understanding among family members. (2) To realize a sakinah family, there is mutual understanding, between husband and wife should understand and understand each other's circumstances both physically and mentally (blind). a blind couple once said “it is better to earn a halal living, leave early in the morning and come home late at night, sweat cold, often cursed at by people, than beg, or be beggars on the street. Life is more blessed and in the pleasure of Allah SWT. (3) Conflicts that occur between a blind husband and wife are when the economy is in a state of decline, people are cursed at and the most severe when his wife is pregnant for the first time is panic in a blind family. When blind couples experience problems like that, the visually impaired solve gracefully, smiles, understands each other, succumbs to each other and finally, rest assured, we have God who is all-seeing and the giver of sustenance. Keywords: harmonious family, married couple, blind  
STUDI KOMPARASI KAWIN HAMIL KARENA ZINA ANTARA PANDANGAN ULAMA SALAF DAN ULAMA KHALAF DENGAN KOMPILASI HUKUM ISLAM Cintya Firnanda Agustine
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.629 KB)

Abstract

Abstrak Pernikahan merupakan cara yang diperintah oleh Allah SWT sebagai jalan bagi umat muslim untuk melanjutkan keturunannya disaat masing-masing pasangan antara laki-laki dan perempuan siap melakukan hal yang baik dalam menjalani perannya menjadi suami-istri. Bahwasannya Allah tidak menciptakan manusia seperti makhluk lainnya yang hidup bebas mengikuti nalurinya dan berhubungan secara brutal tanpa aturan. Maka, dengan itu diadakannya Ijab Qabul sebagai lambang ridho-meridhoi dengan disaksikannya oleh para pihak yang hadir untuk menyaksikan bahwa pasangan antara laki-laki dan perempuan telah terjalin dalam ikatan yang sah.Tetapi manusia juga masih jauh dari kata sempurna serta tempatnya salah dan lupa. Seperti hal nya berzina, padahal Allah telah menganugerahkan kepada manusia naluri dan akal yang menyebabkan mereka membenci zina, namun tidak ada seorang pun yang dapat menerima dengan lapang dada jika anak kandung, saudara perempuan, atau bahkan dirinya dibuahi oleh seseorang di luar peraturan perundang-undangan yang berlaku, hal ini tidak akan mengurangi jumlahnya. dari kasus perzinahan.menurut Pasal 4 KHI menyatakan bahwa pernikahan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum Islam sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang pernikahan. Adapun beberapa faktor yang mendorong terjadinya perzinaan yang berakibat hamil diluar nikah, diantaranya: kurangnya edukasi seks, jaminan akan dinikahi dan karena tidak dapat restu dari orangtua.Dari latar belakang tersebut peneliti merumuskan masalah, yakni bagaimana pendapat Ulama Salaf dan Ulama Khalaf tentang nikah hamil, apa perbedaan dan persamaan pendapat antara Ulama Salaf dan Ulama Khalaf tentang nikah hamil, bagaimana komparasi tentang nikah hamil menurut Ulama Salaf dan Ulama khalaf dengan Kompilasi Hukum Islam. Kata Kunci : zina, pernikahan, kawin hamil, komparasi Abstract Marriage is the way be governed by Allah SWT to all muslims for carry on their descent between a man and a woman is ready to be a good things in living life as husband and wife. Allah SWT will not create a humans like other creatures who live only based on their intincs and relate brutally without rules. So, with that, marriage was held as a symbol of blessing and was witnessed by the partiest present to witness that the male and female pairs had been present in the lawful. But humans are still far from perfect, often make a mistake and often forget. As with adultery, even though Allah has glorified humans with intincts and reason who implement acts of adultery so that no one can accept gracefully if their biological child, sister, or even himself is fertilized by anyone outside the las and regulations, this is cannot reduce the number of adulterous behaviors. According to chapter 4 of KHI (Kompilasi Hukum Islam) or compilation of Islamic law that marriage is legal if it is carried out according to Islamic law in accordance with chapter 2 pragraph (1) of law number 1 of 1974 concerning marriage. There are several factors that encourage the occurance of adultery which results in pregnancy out of marriage, including: lack of sex education, quarantees to be married and a couple who didn’t got blessing of their parents. From this background, the researcher formulates the problem, namely what are the opinions of Ulama Salaf and Ulama Khalaf about pregnant out of marriage, what are the differences and similarities between Ulama Salaf and Ulama Khalaf regarding of pregnant out of marriage, how is the comparison of pregnant out of marriage according Ulama Salaf and Ulama Khalaf with the compilation of Islamic law. Keywords: adultery, marriage, pregnant out of marriage, comparison 
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP ISLAM SABILURROSYAD MALANG Lisaudaturohmah Lisaudaturohmah
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.38 KB)

Abstract

ABSTRAKKepala sekolah SMP Islam Sabilurrosyad mempunyai peran penting dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan sekolah. Akan tetapi terdapat beberapa guru yang belum memahami visi misi dan tujuan sekolah, belum linear kualifikasi akademiknya dan belum bisa membuat perangkat pembelajaran. Fokus penelitian ini bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Islam Sabilurrosyad Malang. Metode analisis data menggunakan data reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini adalah perencanaan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan pada aspek pendidik dan tenaga terdiri dari meningkatkan jumlah tenaga pendidik yang berkualifikasi relevan, meningkatkan kompetensi profesionalitas guru dan  tenaga kependidikan melalui pelatihan. Aspek pengelolaan adalah menjalin kemitraan. Aspek kompetensi lulusan dengan bedah standar kompetensi lulusan pada mapel UN. Pelaksanaan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Islam Sabilurrosyad Malang pada aspek pendidik dan tenaga kependidikan adalah rekrutmen pendidik dilaksanakan setiap tahun ajaran baru, dan mengirimkan guru mengikuti pelatihan dilaksanakan secara berkala. Aspek pengelolaan adalah menjalin kemitraan dilaksanakan setiap tahun. Aspek kompetensi lulusan dengan bedah standar kompetensi lulusan pada mapel UN dilaksanakan setiap semester. Evaluasi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu di SMP Islam Sabilurrosyad Malang pada aspek pendidik dan tenaga kependidikan adalah supervisi akademik dan manajerial. Aspek pengelolaan mengelola sistem informasi manajemen. Aspek kompetensi lulusan adalah meningkatkan nilai jumlah kuantitas maupun kualitas kompetensi lulusan. Kata kunci: Manajemen kepala sekolah, mutu pendidikan Abstract The principal of Islamic Junior High School Sabilurrosyad has an important role in realizing the vision, mission and goals.  But, there are some teachers do not understand the vision, mission and goals the school, their academic qualifications have not been linear and have not been able to make learning tools.  The focus of this research is how to plan, implement and evaluate of the principal in improving the quality education at Sabilurrosyad Islamic Junior High School Malang. The data analysis method uses reduction, presentation and conclusion drawing. The conclusion of this study is planning of the principal in improving the quality of education in the aspect educators and personnel consists of increasing the number relevant qualified educators, increasing professional competence teachers and education personnel through training. The management aspect is to build partnerships. Aspects graduate competence with graduate competency standards in the national exam subjects. The implementation of the principal in improving the quality of education at the aspect educators and education personnel is recruitment educators implemented every new academic year, and sending teachers to participate in training implemented periodically. The management aspect is to build partnerships implemented every year. Aspects graduate competence with graduate competency standards in the national exam subjects implemented every half. Evaluation of the principal in improving the quality educators and education personnel is academic and managerial supervision. The management aspect manages the management information system. The aspect graduate competence is to increase the value of the quantity and qualit. Keywords: principal management, quality of education
PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DI PERGURUAN TINGGI salim salim
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.608 KB)

Abstract

Indonesia sebagai -negara-bangsa (nations-state) berkaitan erat dengan konsep multikulralisme, sebab negara ini dibentuk berdasarkan “Bheneka Tunggal Ika”. Perguruan tinggi adalah salah satu institusi sosial yang berpengaruh pada kebudayaan suatu bangsa juga bertanggung jawab dalam transmisi budaya dari satu generasi ke generasi lain, dan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam kerangka menciptakan kehidupan yang harmonis, persatuan dan kesatuan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Bentuk nilai-nilai pendidikan Islam multikultural yang ditanamkan antara lain; nilai interaksi, moderat, toleransi, harmoni, tolong-menolong, kebersamaan, menghargai, demokrasi, terbuka, kasih-sayang, dan amanah 2) Proses penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural melalui beberapa tahap yaitu a) proses sosialisasi, b) implementasi dan c) internalisasi, sedangkan bentuk strateginya yaitu melalui a) jalur struktural, organisasional, dan kultural.3) Model penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural dalam kehidupan mahasiswa melalui model konvessional dan model fenomenologi (Pelaksanaannya terintegrasi dalam kurikulum) sedangkan metode penanaman nilainya melalui (indoktrinasi, keteladanan, reinforcement, simulasi, diskusi). Temuan formal penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural di Perguruan Tinggi by the confessional and the phenomenological model.Kata Kunci: penanaman nilai-nilai, pendidikan Islam, multikultural
INTEGRASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA AN-NUR DENGAN PONDOK PESANTREN AN-NUR 2 AL MURTADLO BULULAWANG KAB. MALANG. Mohamad Fahmi Hafidil Ilmi
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.921 KB)

Abstract

Abstrak          Pendidikan adalah alat utama dalam menunjang ilmu pengetahuan. Sebab di dalam Pendidikan banyak sekali hal-hal baru yang dapat di pelajari dan di pahami. Pendidikan sendiri  ada yang berbasis Pendidikan umum dan juga Pendidikan agama. Kebanyakan  Pendidikan yang ada di indonesia berbasis Pendidikan umum yang  hanya menunjang pengetahuan umumnya saja dan minim akan Pendidikan agama.Hal seperti ini akan menimbulkan ketidak seimbangan pada pengetahuan.         Tujuan yang hendak di capai dalam penelitian ini adalah Mengetahui Bagaimana Proses Integrasi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama An-nur dengan PondokiPesantreniAn-nuri2 Al MurtadloiBululawangiKab. Malang. UntukiMengetahuiiBagaimana Implementasi Integerasi PendidikaniAgamaiIslamidi SekolahiMenengahiPertamaiAn-nur dengan PondokiPesantreniAn-nuri2 AliMurtadlo BululawangiKab.iMalang.UntukiMengetahuiiBagaimana Evaluasi Integrasi Pendidi-kaniAgamaiIslam di SekolahiMenengahiPertama An-nur dengan Pondok Pesantren An-nur 2 Al Murtadlo Bululawang Kab. Malang.iiiiiiiPenelitianiiniimenggunakanipendekatanikualitatifidaniberbentukideskriftif.haliiniidiikarenakanipenelitiiberusahaimemaparkanirealitaiyangiadaitanpaimemerlukanidataiyangiberupaiangka-angkai dan berusahaimenggambarkanisuatuikeadaanidanimenggaliiinformasiisejelas-jelasnya.iDenganikatailainipenelitianiiniimenuturkanidanimenafsirkanidataiyangiada.iPelaksanaanimetode-metodeideskriftifitidakiterbatasihanyaisampaiipadaipengumpulanidataidan pe-nyusunani data.iAkanitetapiimeliputiianalisaidaniInterprestasiitentangidataitersebut.       Berdasarkan hasil temuan penelitian: 1. Proses Integrasi PendidikaniAgamaiIslam di Sekolah Menengah Pertama An-nur dengan Pondok Pesantren An-nur 2 Al Murtadlo Bululawang Kab. Malang Berawal dari harapan Pengasuh Pondok Pesantren serta dorongan dari para Alumni serta Wali santri yang mengharapkan adanya pendidikan formal sehingga nantinya dapat menunjang pengetahuan Santri akan Pendidikan Formal. 2. Implementasi Pendidikan Agama Islam di Smp An-nur adalah hasil integrasi dari Kurikulum Kitab-kitab yang di kaji di Pondok Pesantren dan untuk penerapannya di Smp An-nur di tekankan Pada Praktek. 3. Evaluasi Pendidikan Agama Islam di Smp An-nur berjalan dengan baik. Hasil tersebut di buktikan dari hasil rapat bulanan yang di bahas oleh pengurus Pondok Pesantren Serta guru. Kata kunci: Proses Integrasi,Implementasi Integrasi,Evaluasi Integrasi. 
IMPLIKASI HUKUM PELAFALAN SIGHOT TAKLIK TALAK STUDI KOMPARASI. HUKUM ISLAM. DAN UU NO. 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN. Nanda Rizkiya Putra
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.359 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Pernikahan merupakan salah satu sarana menyempurnakan ibadah, serta .menciptakan .generasi.yang berakhlak baik, karena.Islam gencar mempromosikan tatanan keluarga yang sejahtra dan damai. stand pernikahan sangatlah tinggi sehingga untuk menjaga perlu adanya ikatan pernikahan oleh suatu perjanjian ikrar yang suci sesuai perintah syariah islam. Dalam pernikahan di Indonesia ada istilah sighot taklik talak namun dalam pelaksanaanya menimbulkan perbedaan pendapat baik dalam hukum Islam atau UUP No 1 tahun 1974, untuk membantu menganalisis masalah hukum perkawinan terutama taklik talak, tujuan penelitian ini adalah untuk mengatuhi implikasi hukum dalam pelafalan sighot taklik talak yang berdasarkan pandangan Hukum Islam dan UUP No 1 Tahun 1974Metode klasifikasi riset ini tercantum riset sastra ataupun yang tercantum dalam jenis. riset hukum yuridis. normatif. Analisis informasi riset menggunakan metode normatif yang didukung oleh logika deduktif dan di cek menggunakan triangulasi.Hasil: Saat ini menurut kuasa hukum jumhur Ulama taklik talak mubah, Dalam kajian syariat Islam, taklik talak memiliki satu syarat, yaitu kondisi mutlak yang jatuh bercerai Ketika kondisi itu terjadi. Sementara talak taklik versi Indonesia tidak hanya kondisi alternatif saja, namun terdapat persyaratan kumulatif, yang wajib diserahkan kepada PA. Berikutnya, dalam kajian Hukum Islam taklik talak, digolongkan dengan talak raj’ i, sebab suami yang melafalkan taklik talak tersebut. Sebaliknya bagi Uu Nomor Tahun 1974 Tentang pernikahan, taklik talak tersebut tercantum pelangaran dalam jenis talak ba’ in sughra( cerai gugat), walaupun juga yang jatuh merupakan talak suaminya.Kata kunci : Implikasi, Komparasi, Sighot taklik talak, UU .No 1 Tahun 1974 Tentang .Perkawinan.  ABSTRACT Introduction : Marriage is a means of perfecting worship, as well as creating a generation of good morals, because Islam is aggressively promoting a prosperous and peaceful family order. The marriage stand is very high so as to maintain the need for a marriage bond by a sacred pledge agreement according to Islamic sharia commands. In marriage in Indonesia there is the term sighot taklik talak but in its implementation it causes differences of opinion both in Islamic law or UUUP No. 1 of 1974, to help analyze marriage legal issues, especially taklik talak, the purpose of this study is to observe the legal implications in the pronunciation of sighot taklik talak which based on the views of Islamic Law and UUUP No. 1 of 1974Metode :This research classification method includes literary research or those listed in type. juridical law research. normative. Analysis of research information using normative methods supported by deductive logic and checked using triangulation.Result : Currently, according to the attorney for the majority of Ulama taklik talak mubah, in the study of Islamic law, taklik talak has one condition, namely the absolute condition that divorce occurs when that condition occurs. Meanwhile, the Indonesian version of talak taklik is not only an alternative condition, but there are cumulative requirements, which must be submitted to the PA. Next, in the study of Islamic law, taklik talak is classified as talak raj'i, because it is the husband who recites the taklik talak. In contrast to Law Number 1974 concerning marriage, the talik talak is listed as a violation in the type of talak ba 'in sughra (divorce sughra), although it is also her husband's divorce. Keywords: Implications, Comparison, Sighot taklik talak, Law No. 1 of 1974 concerning Marriage
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH (ASWAJA) MELALUI KITAB JAUHARATUT TAUHID DI PONDOK PESANTREN AL-FATTAH CANDIRENGGO SINGOSARI MALANG Abdul Qohar
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.702 KB)

Abstract

AbstrakPondok pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia yang sifatnya tradisional untuk tafaqquh fiddin (memperdalam ilmu agama Islam) dan mengamalkannya sebagai pedoman hidup (way of life). Tantangan berat setiap pesantren adalah bagaimana cara pembelajaran aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang efektif agar aqidah para santri menjadi kokoh. Pembelajaran kitab klasik dalam disiplin ilmu aqidah Ahlu Sunah wal Jama’ah itu banyak sekali. Diantara kitab-kitab tersebut adalah kitab Jauharatut Tauhid.Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana efektivitas pembelajaran kitab Jauharatut Tauhid di pesantren al-Fattah Candirenggo Singosari Malang, efektivitas pembelajaran yang mencakup efektivitas selama proses pembelajaran dan efektivitas sebagai metode pembelajaran yang menghasilkan tujuan yang menjadi harapan, yaitu dapat mengerti dan mengamalkan materi ajar secara baik.Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif kualitatif. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis.Kesimpulan yang diperoleh peneliti adalah konten akidah  Aswaja dalam  kitab Jauharatut Tauhid  adalah konsep hukum ilmu ushuluddin (pokok-pokok agama). Metode dalam pembelajarannya adalah bandongan dan sorogan. Sedangkan tingkat efektivitasnya sudah baik dan mengalami peningkatan kualitas secara signifikan. Hasil pembelajaran kitab Jauharatut Tauhid di Pondok Pesantren ini kusus aspek kognitif termasuk dalam kategori belum baik dengan indikator nilai  muhafadhah (hafalan) kurang baik, nilai menterjemah nadham kurang baik dan nilai menjabarkan setiap nadham juga kurang baik. Kata Kunci: efektifitas pembelajaran, ahlus sunnah wal jama’ah.  AbstractIslamic boarding school is one of the traditional Indonesian Islamic educational institutions for tafaqquh fiddin (studying the knowledge of Islam) and practicing it as a way of life. The big challenge for every Islamic boarding school is how to teach the Ahlus Sunnah wal Jama'ah creed effectively so that the aqidah of the students becomes solid. The yellow book learning in the discipline of Ahlu Sunah wal Jama'ah aqidah is a lot. Among these books is the book Jauharatut Tauhid.This study aims to determine the effectiveness of learning the book of Jauharatut Tauhid at Pesantren al-Fattah Candirenggo Singosari Malang, the effectiveness of learning which includes effectiveness during the learning process and effectiveness as a teaching method that produces the expected goals, namely being able to understand teaching materials well.The method used in this study is a qualitative descriptive method. While the data collection using interviews, observation, and documentation, then analyzed.The conclusion obtained by the researcher is that the content of Aswaja's faith in the book Jauharatut Tauhid is the legal concept of ushuluddin science (religious principles). The method of learning is bandongan and sorogan. While the level of effectiveness is good and has significantly improved quality. The results of learning the book of Jauharatut Tauhid at this Islamic Boarding School, especially the cognitive aspect, are included in the not good category with indicators of poor muhafadhah (memorization) value, the value of translating nadham is not good and the value of describing each nadham is also not good. Keywords: effectiveness of learning, Ahlus Sunnah wal Jama'ah. 
INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK NEGERI 1 SINGOSARI Moch Choirul Anam
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.318 KB)

Abstract

 AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi karena situasi negara saat ini mencerminkan bahwa Pancasila dirasakan belum sepenuhnya diimplementasikan secara langsung. Bahkan belakangan ini, Pancasila hanya menjadi ungkapan simbolis kenegaraan yang tidak jelas implementasinya, baik dalam kehidupan bernegara maupun bermasyarakat. Ditambah lagi maraknya aksi tawuran antar pelajar yang sudah meramban hingga ke wilayah Malang Raya. Hal ini disebabkan karena rendahnya pemahaman peserta didik akan nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu sangat penting adanya internalisasi nilai-nilai Pancasila oleh semua guru mata pelajaran, termasuk guru Pendidikan Agama Islam untuk diterapkankan minimal di dalam sekolah dan terus dikembangkan.Fokus penelitian yang timbul adalah: (1) Nilai-nilai Pancasila apa yang diinternalisasikan melalui pendidikan agama Islam di SMK Negeri 1 Singosari (2) Bagaimana proses internalisasi Nilai-nilai Pancasila tersebut? (3) Apa saja dampak internalisasi Nilai-nilai Pancasila terhadap peserta didik?Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian etnografi. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan model interaktif dengan model: pengumpulan data, kondensasi data, data display, serta penarikan kesimpulan.Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa: (1) Semua nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila telah diinternalisasikan melalui mata pelajaran pendidikan agama Islam. Hal ini karena adanya banyak materi yang searah dengan nilai-nilai tersebut. Dan didukung dengan adanya budaya-budaya positif yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. (2) Beberapa pendekatan yang biasa diterapkan oleh guru pendidikan agama Islam dalam menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila, diantarnya adalah pendekatan pembelajaran, pelatihan, fungsional, pembiasaan dan keteladanan. (3) Dampaknya dinilai telah membantu, khususnya terhadap pembentukan karakter peserta didik melalui perubahan tingkah laku mereka pada kehidupan sehari-hari di sekolah.Kata kunci: Internalisasi, Nilai-nilai Pancasila, Pendidikan Agama Islam AbstractThis research is motivated because the current state of the nation reflects that Pancasila is felt to have not been practiced directly. Even for a while, Pancasila seemed to only be a symbolic expression of the state without a clear implementation, both in state and social life. In addition, there are rampant brawls between students who have penetrated to the Greater Malang area. This is due to the low understanding of students about the values of Pancasila. So the internalization of Pancasila values by all subject teachers, including Islamic Religious Education, is very important to be implemented and continue to be developed in schools. The research focuses that arise are: (1) What Pancasila values are internalized through Islamic religious education at SMK Negeri 1 Singosari (2) What is the process of internalizing the Pancasila values? (3) What are the impacts of internalizing Pancasila values on students?The research approach used in this study is a descriptive qualitative approach with an ethnographic type of research. Methods of data collection using the method of observation, in-depth interviews and documentation. While the data analysis uses an interactive model with the following models: data collection, data condensation, data display, and drawing conclusions.From the results of the study, it was concluded that: (1) All the values contained in Pancasila have been internalized through Islamic religious education subjects. This is because there are many materials that are in line with these values. And supported by the existence of positive cultures that reflect the values of Pancasila. (2) Several approaches used by Islamic religious education teachers in internalizing the values of Pancasila, including learning, training, functional, habituation and exemplary approaches. (3) The impact is considered to have helped, especially in shaping the character of students through changes in their behavior in everyday life at school.Keywords: Internalization, Pancasila Values, Islamic Religious Education

Page 1 of 3 | Total Record : 22