cover
Contact Name
Prihatin Oktivasari
Contact Email
jalaludin.rasyid@pnj.ac.id
Phone
+62818864451
Journal Mail Official
p3m@pnj.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. DR. G.A. Siwabessy, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL POLI-TEKNOLOGI
ISSN : 14122782     EISSN : 24079103     DOI : https://doi.org/10.32722/pt.v20i1
Poli-Teknologi Journal is a journal, which began publication in 2002, published by the Research and community service Unit of Politeknik Negeri Jakarta. It starts from Volume 1 Number 1 in January 2022 for printed version; ISSN (print) 1412-2782 and ISSN (online) 2407-9103. Poli-Teknologi Journal is a series of scientific publications in applied science and technology area from the perspective of a multi and interdisciplinary studies and it is published 3 times in year.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2010)" : 7 Documents clear
Studi Stabilitas Tanah Ekspansif dengan Penambahan Pasir untuk Tanah Dasar Konstruksi Jalan Sutikno Sutikno; Denny Yatmadi
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.886 KB) | DOI: 10.32722/pt.v9i1.479

Abstract

Abstract Problems of ekspansive soil is stability (CBR) and swelling effect of process of compaction. One of the soil expansive component in general is sand beside silt and clay, added sand will make composition of clay to downhill expansive soil. With condensation process conducted by mixing of sand to ekspansive soil with addition composition equal to 10%, 20%, 30%. and 35% to dry weight of ekspansive soil. Conclusion which in earning: Level of CBR mount above ekspansive soil of genuiness come up with the condition of addition of sand counted 30% to the condition of soaked, while at addition of sand up to 35%, value of CBR (downhill stabilitation) but still above original ekspansive soil value, at addition of sand up to 35%, value of CBR (downhill stabilitation) but still above original ekspansive soil value. For the development of (ekspansive soil swelling) of ekspansive soil with addition of sand, condition of natural swelling of value and reduction isn't at addition of sand between 10 to 30% and lower at addition of sand counted 35%. There are influence of addition of sand at ekspansive soil compacted to stability (CBR) and swelling of ekspansive natural of change which are positive after mixed with sand, tired optimasi at addition of sand between 20% up to 30%. Keyword : ekspansif soil, sand, condensation, stability
Perkuatan Struktur pada Bangunan Rumah Tinggal 3 Lantai Anis Rosyidah; Rinawati Rinawati; Dimas Wiratenaya; Muhammad Amitabh Pattisia
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.169 KB) | DOI: 10.32722/pt.v9i1.480

Abstract

Abstract Design on building a less mature may result in failure of the building functions. It can be seen from the emergence of cracks in structural elements. To handle these problems, to prevent any malfunction or possible collapse of the building, it is necessary to strengthen or repair the structural elements that are considered damaged. Damage to the structure elements can be seen from the comparison between the existing calculation of structural elements with ideal calculations buildings. If the ideal calculation is greater than the existing calculation of the structural elements considered necessary improvements. There are several options for strengthening methods. But the selection of methods must be based on the needs, circumstances and budget for strengthening the field itself. In this project the planners combine two methods for strengthening, the concrete jacketing and inject column. In each of these methods has advantages and disadvantages of each is conditioned by the field. Because of this, then inject column be the first choice at this stage of the selection method, this is because the advantages of this method can reduce the force in the received by beam. If this method can not be done due to limited field conditions will be the second selection method that is concrete jacketing. In this method of structural elements can add the capacity of strength to restrain load factored. Until the choosing of the appropriate method. Keyword: concrete strengthening, concrete jacketing, inject column.
Beton Ringan Ber-agregat Limbah Botol Plastik jenis PET (Poly Ethylene Terephthalate) Pratikto Pratikto
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.675 KB) | DOI: 10.32722/pt.v9i1.481

Abstract

Abstrak Konstruksi bangunan umumnya terdiri dari beton sebagai bahan konstruksi karena mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan seperti lemah terhadap tarik dan juga mempunyai berat sendiri beton yang cukup besar sampai mencapai berat jenis 2400 kg/m3.. Peranan berat sendiri didalam struktur bangunan gedung bertingkat sangatlah dominan khususnya bila dilakukan analisa terhadap beban gempa. Semakin berat bangunan maka semakin besar gaya inersia yang ditimbulkan akibat berat sendiri bangunan. Beton ringan menjadi salah satu alternative untuk mengatasi masalah berat sendiri karena mempunyai berat jenis sekitar 1700 kg/m3 . Agregat ringan ini dapat diperoleh dari limbah botol plastik yang mempunyai logo PET. Sampah plastik adalah penyumbang sampah terbesar didunia dan termasuk kedalam golongan material yang tidak dapat diuraikan oleh organisme (non bio-degradable), serta bersifat tahan lama (persistent) yang tidak membusuk. Hal yang dapat dilihat langsung dari limbah ini adalah berat yang ringan dan tidak mudah berubah bentuk dan limbah botol plastik PET (Poly Ethylene Terephthalate) akan dijadikan agregat kasar. Sifat fisis dan sifat mekanis dari beton ringan dalam penggunaan limbah botol plastik jenis PET sebagai pengganti agregat kasar harus sesuai dengan peraturan yang ada. Dari penelitian ini didapatkan rasio perbandingan untuk campuran setiap m3 beton ringan adalah semen 263kg, Pasir 420kg, Air 279kg dan Agregat PET 559kg pada pemakaian additive 50ml Kata kunci : Beton Ringan, Limbah botol plastik PET, Berat sendiri, agregat ringan.
Analisis Investasi Proyek Rumah Sakit Internasional MH.Thamrin Bogor I Ketut Sucita; Agung Budi Broto
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.078 KB) | DOI: 10.32722/pt.v9i1.482

Abstract

Abstrak Kajian terhadap suatu proyek sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Kajian suatu proyek dimaksudkan untuk memperbaiki/ memilih pilihan investasi. Kesalahan dalam memilih proyek dapat mengakibatkan pengorbanan/ kerugian pada modal/ sumber-sumber daya yang ada. Oleh karena itu diperlukan pengkajian yang cermat sebelum melaksanakan proyek. Hal yang sama juga diperlukan untuk proyek pembangunan Rumah Sakit MH.Thamrin Bogor. Tulisan ini membahas mengenai kelayakan investasi pada proyek pembangunan Rumah Sakit International MH.Thamrin Bogor ditinjau dari aspek pasar, teknis dan keuangan. Berdasarkan analisa aspek pasar didapatkan bahwa rencana fasilitas yang dimiliki/tersedia pada Rumah Sakit International MH.Thamrin Bogor lebih lengkap daripada rumah sakit - rumah sakit pesaingnya. Ditinjau dari rencana tarif pada Rumah Sakit International MH.Thamrin Bogor tergolong lebih terjangkau bila dibandingkan dengan Rumah sakit- rumah sakit kompetitornya yang sekelas. Sehingga Rumah Sakit International MH.Thamrin Bogor dapat memenuhi pilihan kebutuhan sesuai dengan kondisi konsumen. Ditinjau dari aspek keuangan yang disimpulkan bahwa Rumah Sakit International MH.Thamrin Bogor layak untuk dilaksanakan karena didapatkan hasil NPV positif yaitu sebesar Rp 6.201.637.048,00, IRR 13,57% lebih besar dari MARR (12%) dengan Payback Period lebih dari 20 tahun. Kata-kata kunci: Investasi, studi kelayakan, proyek RS. MH.Thamrin Bogor.
Perumusan Model Koordinasi Penanganan Jalan Aantar Wilayah DI Era Otonomi Daerah Achmad Nadjam; Desi Supriyan
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v9i1.483

Abstract

Abstract After area autonomy prevailed, local governments in South Sumatra and Lampung are impressed to have high enough sector tendency in handling highway network. Every local government not only in sub-province/city but also in province, develops, improves and protects the highway network which is his/her authority. Province government has authority of province road, and sub-province/city government has authority of sub-province/city road, so that sometimes, the agreement in the planning of highway network system can not be reached. The purpose of this research is to formulate the models of coordinate handling road between region which is appropriate for the condition in Indonesia. The method that is used in this research is reexamination about road management which is evaluated from 3 aspects that is, institutional aspect, financing aspect, and regulation aspect. These three aspects are correlated with area autonomy, so that the model of handling road coordination can be designed. The result and the conclusion from this research are in the form of coordinating model, such as: Top-down Principal Agency System. In this system, the planning and the developing (executing) of road which are based on master plan and financing, become center government’s responsibility through APBN or province government’s APBD, while local government is supporter. The type of road which is managed in this system is National road or Province road. Bottom-Up Principal Agency System. This system can be done if the local government has high financial, so that the local government has a role as the owner and financier, while the center government is just as sponsor through APBN. The type of road which is managed in this system is province road and sub-province road. Keywords : local government, province government, institutional aspect, financing aspect, regulation aspect.
Alasan Utama Perusahaan Jasa Kontruksi Melakukan Investasi Teknologi Informasi Andi Maddeppungeng
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v9i1.484

Abstract

Abstrak. Pada era informasi ini perusahaan jasa konstruksi telah menyadari pentingnya peran teknologi informasi dalam menunjang proses bisnis konstruksi, yang mana pada saat ini diharuskan menunjukkan kualitas pekerjaan yang sesuai spesifikasi, baik teknis maupun administrasi. Demikian pula efisiensi biaya, metode dan waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi sangat mewarnai persaingan, dalam bidang industri konstruksi yang trennya semakin menunjukkan peningkatan seiring dengan berjalannya waktu. Disisi lain pemilik proyek konstruksi sangat ketat jadual penyerahan pekerjaan, karena bangunan tersebut sudah akan dimanfaatkan, utamanya jika bangunan tersebut diperuntukkan senbagai fasilitas umum. Untuk menjawab permasalahan seperti yang dimaksud tadi maka perusahaan industri konstruksi melakukan investasi dalam bidang teknologi informasi, dengan harapan untuk memenuhi permintaan klien untuk melakukan pekerjaan teknik yang lebih efisien, pengelolaan progres pekerjaan, disamping mutu, waktu dan biaya pelaksanaan pekerjaan dari setiap tahapan pekerjaan yang harus dilaporkan tepat waktu. Investasi teknologi informasi oleh perusahaan industri konstruksi harus diimbangi dengan penyiapan sumberdaya manusia perusahaan yang dapat mengoperasikan teknologi informasi tersebut sebagai sarana komunikasi antara klien, dan konsultan manajemen konstruksi, dalam masa pelaksanaan sampai penyerahan proyek. Kata Kunci: Jasa konstruksi, investasi, teknologi informasi
Prototipe Beton Plastik dengan Bahan Dasar Agregat Plastik Hasil Daur Ulang KUSUMO DRADJAD SUTJAHJO
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v9i1.485

Abstract

Abstrak Pemanfaatan sampah kantong plastik yang telah didaur ulang pada penelitian sebelumnya digunakan untuk pengganti bahan agregat kasar pada beton plastik (Betik) dilanjutkan pada penelitian ini. Betik dengan bahan dasar semen, pasir, dan agregat plastik dilanjutkan pada penelitian ini dalam aplikasi prototype paving block dan kanstin. Pengujian laboratorium pada sampel paving blok dan kanstin dari Betik dapat diketahui berat isi rata-rata sebesar 72% dari berat beton normal, atau lebih ringan sebesar 28% dari beton normal. Dan diketahui Kekuatan Tekan Karakteristik sebesar 120,20 kg/cm2 atau 96,16% mendekati kekuatan beton normal K125, hal ini cukup bagus untuk konstruksi nonstruktur. Campur dan perbandingan volume bahan untuk pembuatan paving blok terdiri dari: Bahan Paving Betik adalah 1 bagian semen, 2,5 bagian pasir, 1,25 bagian klingker plastik kemudian dicampur dengan air ¼ bagian air dan untuk kanstin terdiri dari bahan: 1 bagian semen, 3 bagian pasir, 2 bagian klingker plastik kemudian dicampur dengan air 3 bagian air. Berat isi dan kuat tekan karakteristik Paving dan Kanstin Betik sangat tergantung dari komposisi banyaknya klingker plastik serta bahan campuran yang lain. Untuk mencukupi kebutuhan agregat plastik dalam penelitian ini dibuatkan rancang bangun dan pembuatan prototype mesin daur ulang sampah kantong plastik yang dapat memproduksi agregat plastik yang mempunyai diametr kurang lebih 2 cm. Mesin dibuat dengan sistim pemanasan tabung tempat pengisian sampah kantong plastik secara konstan dengan heater bertemperatur 250 derajat celcius. Hasil dari penelitian mesin ini masih belum berhasil. Harapan dari penelitian lanjutan ini untuk mendapatkan bahan alternative dari daur ulang sampah plastik menjadi komoditi bahan bangunan murah, aman, bagus dan mudah dibuat oleh masyarakat. Dan hasil penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan agar ditemukan mutu Betik yang dapat digunakan untuk beton struktur. Kata Kunci: beton plastik, agregat plastik, daur ulang

Page 1 of 1 | Total Record : 7