cover
Contact Name
Ni Ketut Adi Mekarsari
Contact Email
adi.mekarsari@unipas.ac.id
Phone
+628123849552
Journal Mail Official
adi.mekarsari@unipas.ac.id
Editorial Address
Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali, Indonesia - 81125 email: adi.mekarsari@unipas.ac.id
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Jurnal Manajemen Widya Amerta
ISSN : 24067792     EISSN : 26232367     DOI : https://doi.org/10.37637/wa.v9i1
Core Subject : Economy, Science,
Jurnal Fakultas Ekonomi "Widya Amerta" (p-ISSN: 2406-7792; e-ISSN: 2623-2367) is aimed at the scientific community and practitioners in the field of management, business and industry, universities, and research institutions related to management. JFE "Widya Amerta" contains research results and conceptual studies in the field of management.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2022)" : 8 Documents clear
KEBUTUHAN MODAL KERJA DAN BRAK EVENT POINT PADA PERUSAHAAN DODOL DAN IWEL SINGARAJA DI KABUPATEN BULELENG Komang Dedi Satrya Arma Yoga; Ni Nyoman Resmi; Gede Suardana
Widya Amerta Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v9i2.1212

Abstract

Pada dasarnya manajemen modal kerja merupakan bentuk dari pengelolaan terhadap aktiva lancar dan hutang lancar perusahaan dengan tujuan agar tercapainya keseimbangan antar laba sehingga kelak dapat memberikan kontribusi positif terhadap nilai perusahaan, yaitu peningkatan laba. Manajemen memerluka informasi yang dapat digunakan sebagai dasar merencanakan laba perusahaan. Dengan diketahuinya titik impas (Break Event Point). Perusahaan dapat menentukan jumlah produk atau penjualan yang harus dilakukan. Hasil penelitian menjukan jumlah kebutuhan modal kerja untuk masing- masing produk adalah: dodol nangka sebesar Rp. 1.294.501, dodol iwel sebesar Rp. 2.058.527, dodol ketan sebesar Rp. 2.995.964 dan satuh sebesar Rp. 1.826.072. Kas minimal yang selalu ada sebesar Rp. 1.000.000. Jadi total kebutuhan modal kerja adalah sebesar Rp. 9.175.064. Hasil penelitian dengan metode break event point atas dasar unit pada dodol nangka sebesar 177 unit, dodol iwel sebesar 285 unit, dodol ketan sebesar 73 kg. dan satuh 228 unit. Sedangkan BEP atas dasar rupiah pada dodol nangka sebesar Rp. 1.589.582, dodol iwel sebesar Rp. 2.564.958, dodol ketan sebesar Rp. 1.802.641, dan satuh sebesar Rp. 2.045.752. sara yang disampaikan oleh peneliti yaitu untuk mencegah terjadinya kekurangan modal kerja, maka sebaikanya pelaku usaha Perusahaan harus mengadakan perhitungan secara tepat tentang jumlah produk yang dihasilkan untuk dijual serta persediaan kas minimal yang harus dijaga. Sedangkan untuk memproleh keuntungan hendaknya berproduksi di atas break event point. Dimana besarnya keuntungan yang diperoleh minimal harus sama dengan tingkat suku bunga simpanan jangka panjang di bank, jika seluruh modal kerjanya diinvestasikan dalam bentuk simpanan berjangka (deposito).
KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN KINERJA PEGAWAI PADA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BULELENG Ni Gede Sakni Prasmiati; Gede Arnawa; Ni Ketut Adi Mekarsari
Widya Amerta Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v9i2.1208

Abstract

<p align="justify">Kepemimpinan merupakan keseluruhan aktivitas dalam rangka memengaruhi orang-orang agar mau bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan yang memang diinginkan bersama. Pemberian motivasi baik secara finansial maupun non finansial dari pimpinan kepada bawahan menjadikan bawahan merasa bersemangat untuk menunjukkan kinerjanya. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam penelitian ini akan membahas dua faktor yang diidentifikasi yaitu kepemimpinan dan motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh baik secara parsial maupun simultan kepemimpinan dan motiasi terhadap kinerja pegawai, serta untuk mengetahui variabel yang berpengaruh paling dominan terhadap kinerja pegawai pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buleleng.  Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuisioner dengan sampel berjumlah 65 responden. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan accidental sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Analisis statistik dan pengujian hipotesis menggunakan analisis korelasi berganda, analisis regresi liner berganda, koefisien determinasi, uji F dan uji t dengan menggunakan bantuan program Microsoft Excel dan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) for windows Version 20,00.  Dari hasil penelitian dapat disimpulkan 1) Variabel kepemimpinan dan variabel motivasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada SATPOL PP Kabupaten Buleleng. 2) Variabel kepemimpinan dan motivasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada SATPOL PP Kabupaten Buleleng. 3) Variabel kepemimpinan merupakan variabel yang lebih dominan mempengaruhi kinerja pegawai pada SATPOL PP Kabupaten Buleleng.  Hendaknya SATPOL PP Kabupaten Buleleng lebih meningkatkan motivasi pada pegawai karena dengan munculnya motivasi akan sangat membantu para pegawai dalam menyelesaikan tugasnya dan tidak lupa untuk menumbuhkan kepemimpinan pada setiap individu pegawai agar kerjasama antara team dan kerjasama antara atasan dapat berjalan dengan baik. Untuk penelitian selanjutnya, perlu dilakukan penelitian pada variable lain yang belum di teliti dalam penelitian yang terkait dengan kinerja pegawai untuk mengembangkan penelitiannya dengan menggunakan sampel, populasi dan responden yang lebih banyak agar hasil penelitian lebih valid.</p>
KUALITAS LAYANAN PETUGAS LAPANGAN KELUARGA BERENCANA DAN KEPUASAN MASYARAKAT PADA KANTOR BALAI PENYULUHAN KELUARGA BERENCANA KECAMATAN BULELENG Putu Linda Sari; Luh Artaningsih; Nyoman Suandana
Widya Amerta Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v9i2.1213

Abstract

Keberhasilan dari program Keluarga Berencana untuk mengajak Pasangan Usia Subur untuk menggunakan alat/obat kontrasepsi, harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Apakah terdapat pengaruh secara parsial kualitas layanan petugas lapangan keluarga berencana yang terdiri dari tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance terhadap kepuasan masyarakat pada Kantor Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Buleleng? (2) Apakah terdapat pengaruh secara simultan kualitas layanan petugas lapangan keluarga berencana yang terdiri dari tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance terhadap kepuasan masyarakat? (3) Variabel kualitas layanan mana yang paling dominan memengaruhi kepuasan masyarakat?. . Pengumpulan data dilakukan dengan cara : observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Teknik analisis yaitu; analisis korelasi berganda, analisis regresi berganda, analisis determinasi, uji t, uji f, dan uji dominan. Hasil analisis regresi linier berganda diperoleh persamaan regresi : Ŷ = 17,800 + 0,125X1 + 0,288X2 + 0,179X3 + 0,249X4 + 0,302X5. Hasil determinasi D = 0,677, artinya 67,70 % fasilitas fisik, perhatian, kehandalan, kesigapan dan kepastian berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat (Y), sedangkan yang 32,30 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ikut diteliti. Hasil uji t menunjukkan ada pengaruh yang signifikan secara parsial fasilitas fisik, perhatian, kehandalan, kesigapan dan kepastian terhadap kepuasan masyarakat. Hasil uji f menunjukkan ada pengaruh yang signifikan secara simultan fasilitas fisik, perhatian, kehandalan, kesigapan dan kepastian terhadap kepuasan masyarakat. Hasil uji dominan menunjukkan variabel kepastian mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kepuasan masyarakat. Untuk itu dapat disimpulkan (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial kualitas layanan petugas lapangan keluarga berencana yang terdiri dari tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance terhadap kepuasan masyarakat. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara simultan kualitas layanan petugas lapangan keluarga berencana yang terdiri dari tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance terhadap kepuasan masyarakat. (3) Variabel kepastian berpengaruh paling dominan terhadap kepuasan masyarakat. Sehingga dapat disarankan : (1) Variabel fasilitas fisik, perhatian, perhatian, kehandalan, kesigapan dan kepastian sudah baik sehingga   perlu   ditingkatkan   lagi   dengan   tidak   membedakan   status   sosial (2) Variabel kepastian perlu ditingkatkan dengan menepati jadwal waktu penyuluhan yang telah ditentukan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI NASABAH MENABUNG PADA LEMBAGA PERKREDITAN DESA ADAT KALISADA, KABUPATEN BULELENG Ketut Happy Wahyuni; I Dewa Nyoman Arta Jiwa; I Gde Made Metera
Widya Amerta Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v9i2.1216

Abstract

Pembangunan perekonomian pedesaan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi karena sebagian besar penduduk Kabupaten Buleleng berada di daerah pedesaan. Maka, Lembaga Perkreditan Desa menjadi sumber pendanaan yang berkembang di desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi nasabah menabung pada Lembaga Perkreditan Desa Adat Kalisada, Kabupaten Buleleng. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan kuisioner. Teknik analisis yang diterapkan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif melalui analisis faktor. Berdasarkan hasil analisis melalui analisis faktor didapatkan bahwa terbentuk 4 (empat) faktor inti yang berpengaruh pada keinginan nasabah dalam menabung yaitu faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologis dengan total varian kumulatif untuk keempat faktor tersebut adalah sebesar 65,752%. Faktor yang paling dominan memengaruhi nasabah menabung pada LPD Desa Adat Kalisada, Kabupaten Buleleng adalah faktor dengan nilai eigenvalues sebesar 2,781 dan presentase varian sebesar 25,285%. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 4 faktor yang mempengaruhi budaya menabung nasabah di LPD Desa Adat Kalisada dengan faktor kebudayaan menjadi faktor paling dominan. Oleh karena itu, disarankan kepada pengelola LPD Desa Adat Kalisada, Kabupaten Buleleng untuk lebih memperhatikan Faktor Budaya dalam keputusan nasabah dalam menabung.
KEPEMIMPINAN, MOTIVASI KERJA DAN KINERJA PEGAWAI PADA KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BULELENG Eka Yuliartini; Ketut Gunawan; Ni Putu Sri Wati
Widya Amerta Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v9i2.1214

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuisioner sebagai instrumen penelitian. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apakah kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng? (2) Apakah motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng? (3) Apakah kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh secara bersamaan terhadap kinerja pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng? (4) Mana variabel yang lebih dominan berpengaruh diantara kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng?  Sampel meliputi semua populasi pada Sekretariat KPU Kabupaten Buleleng, yang berjumlah 34 orang. Data dikumpulkan dengan mempergunakan teknik observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi, penelitian lapangan dan studi kepustakaan Data yang diperoleh berupa jawaban dari responden diolah menggunakan teknik analisis yaitu; analisis regresi linier berganda, analisis determinasi, uji t, uji f dan uji dominan dengan bantuan softwere SPSS Versi 25.0 for windows  Tujuan dilakukan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui apakah kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng (2) Untuk mengetahui apakah motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng. (3) Untuk mengetahui apakah kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh secara bersamaan terhadap kinerja pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng. (4) Untuk mengetahui variabel yang lebih dominan berpengaruh diantara kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kepemimpinan berpengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng, dan Motivasi Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng serta Kepemimpinan dan Motivasi Kerja berpengaruh positif secara simultan terhadap Kinerja Pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng dan Variabel Kepemimpinan lebih dominan dibandingkan dengan variabel Motivasi Kerja dalam mempengaruhi peningkatan maupun penurunan kinerja.
MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT BANJAR KABUPATEN BULELENG Putu Yuliana Sulastini
Widya Amerta Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v9i2.1210

Abstract

Keberhasilan pekerjaan suatu instansi sangat dipengaruhi oleh kinerja pegawainya. Peningkatan kinerja pegawai dapat memberikan dampak positif bagi lembaga maupun organisasi. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah terdapat pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja secara parsial terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Banjar di Kabupaten Buleleng? (2) Apakah terdapat pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja secara simultan terhadap kinerja pegawai? (3) Variabel mana yang lebih dominan mempengaruhi kinerja pegawai. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan yaitu; analisis korelasi linear berganda, analisis determinasi, analisis regresilinear berganda, .uji t, uji f dan uji dominan. Hasil analisis regresi linier berganda diperoleh model persamaan regresi: Ŷ = - 0,012 + 0,711 X1 + 0,399 X2. Hasil analisis Determinasi diperoleh sebesar 0,610, artinya 61 % variabel motivasi kerja dan lingkungan kerja memengaruhi kinerja pegawai, sedangkan sisanya sebesar 39 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ikut diteliti. Hasil uji T , motivasi kerja 0,000, lebih kecil dari 0,05 (taraf signifikansi), maka Ho ditolak berarti ada pengaruh yang signifikan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. Nilai probabilitas (Sig) variabel lingkungan kerja 0,000, lebih kecil dari 0,05 (taraf signifikansi), maka Ho ditolak berarti ada pengaruh yang signifikan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Hasil uji F, nilai probabilitas (Sig) adalah 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak, berarti ada pengaruh secara bersama-sama atau simultan motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan uji dominan variabel motivasi kerja mempunyai koefisien lebih besar yaitu 0,618, atau dapat dilihat dari nilai t hitung. Dari nilai t hitung motivasi kerja lebih besar yaitu 7,022, sehingga variabel motivasi kerja mempunyai pengaruh lebih dominan terhadap kinerja pegawai. Untuk itu dapat disimpulkan (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara simultan motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. (3) Variabel motivasi kerja lebih dominan memengaruhi kinerja pegawai. Sehingga dapat disarankan : (1) Untuk meningkatkan kinerja pegawai maka pemberian motivasi kerja hendaknya secara adil dan tidak membeda-bedakan antar pegawai. (2) Lingkungan kerja hendaknya diperhatikan agar pegawai merasa nyaman dalam melaksanakan pekerjaan, baik lingkungan kerja yang ada di sekitar pegawai maupun hubungan antara atasan dan bawahan.
GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI KERJA DAN KINERJA PEGAWAI PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN BULELENG Komang Indah Permatasari
Widya Amerta Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v9i2.1215

Abstract

Kinerja karyawan meliputi kualitas dan kuantitas output serta keandalan dalam bekerja. Karyawan dapat bekerja dengan baik bila memiliki kinerja yang tinggi sehingga dapat menghasilkan kerja yang baik pula. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Apakah terdapat pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja secara parsial terhadap kinerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Buleleng?. (2) Apakah terdapat pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja secara simultan terhadap kinerja pegawai?. (3) Variabel mana yang lebih dominan memengaruhi kinerja pegawai?. Data dikumpulkan dengan mempergunakan teknik observasi, wawancara,dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan yaitu; analisis korelasi linear berganda, analisis determinasi, analisis regresilinear berganda, .uji t , uji f dan uji dominan. Hasil analisis regresi linier berganda diperoleh model persamaan regresi :Ŷ = 11,336 + 0,537X1 + 0,473X2 Hasil analisis Determinasi diperoleh sebesar D = 0,760, artinya 76% variabel gaya kepemimpinan dan motivasi kerja memengaruhi kinerja pegawai, sedangkan sisanya sebesar 24% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ikut diteliti. Hasil uji secara parsial, nilai probabilitas gaya kepemimpinan 0,004< 0,05, maka Ho ditolak berarti ada pengaruh yang signifikan gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai. Nilai probabilitas motivasi kerja   0,006, < 0,05, maka Ho ditolak berarti ada pengaruh yang signifikan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan uji simultan, nilai probabilitas adalah 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak, berarti ada pengaruh secara bersama-sama atau simultan gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai.Hasil uji dominan, gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh lebih dominan terhadap kinerja pegawai. Untuk itu dapat disimpulkan (1) Terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. (3) Variabel gaya kepemimpinan lebih dominan memengaruhi kinerja pegawai. Sehingga dapat disarankan : (1) Pimpinan hendaknya berinteraksi dengan bawahan serta memberikan perintah kepada bawahan tugas dan tanggung jawab kepada bawahan, serta dalam pengambilan keputusan diperhatikan saran, pendapat atau masukan dari bawahan.atau menerima masukan dari bawahan. (2) Dalam hal motivasi hendaknya pimpinan hendaknya memberikan tugas sesuai dengan bidang yang dimiliki oleh pegawai, pimpinan meningkatkan kontinuitas dengan pegawai, promosi sesuai dengan prestasi kerja pegawai serta lebih memberikan perhatian terhadap kebutuhan pegawai seperti pemberian uang lembur maupun bonus lainnya.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHDAP PENGELOLAAN KEUANGAN MAHASISWA PROGRAM STUDI MAJAMENE UNIVERSITAS PANJI SAKTI Kadek Vivi Maharani; I Made Madiarsa; Ni Putu Sri Wati
Widya Amerta Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v9i2.1211

Abstract

Literasi keuangan adalah seperangkat keterampilan dan pengetahuan yang memungkinkan seorang individu membuat keputusan yang efektif dengan semua sumber daya keuangan mereka. Pemahaman mengenai literasi keuangan akan sangat membantu seseorangdalam mengelola keuangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan. Penelitian ini mencari hubungan sebab akibat dengan variabel independen adalah dua indikator dari literasi keuangan yaitu Pengelolaan Keuangan Dasar, serta Tabungan dan Pinjaman.Variabel dependen dari penelitian ini adalah Pengelolaan Keuangan.Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Panji Sakti. Data dikumpulkan dengan kuisioner, dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda, koefisien determinasi, uji t dan uji f. Hasil analisis regersi linier berganda diperoleh persamaan garis Y= 1,462+0,519X1+0,346X2, hasil determinasi menunjukkan bahwa variabel pengetahuan keuangan dasar serta tabungan dan pinjaman berpengaruh sebesar 81,6%terhadap variabel pengelolaan keuangan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Panji Sakti. Uji t dan uji f diperoleh hasil bahwa memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa literasi tentang pengetahuan keuangan dasar serta literasi tentang simpanan dan pinjaman mempunyai pengaruh positif dan signifikan baik secara simultan maupun secara parsial. Pengaruh variabel yang paling dominan antara literasi tentang pengetahuan keuangan dasar serta literasi tentang simpanan dan pinjaman adalah variabel literasi tentang pengetahuan keuangan dasar.

Page 1 of 1 | Total Record : 8