cover
Contact Name
Sumartono
Contact Email
mpet.pps@unisma.ac.id
Phone
+62812555860234
Journal Mail Official
mpet.pps@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayjend. Haryono No. 193, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan
ISSN : 28091604     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan diterbitkan oleh Program Studi Magister Peternakan Program Pascasarjana Universitas Islam Malang, sebagai media publikasi hasil penelitian, pengkajian dan pendalaman literatur tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Februari, Agustus, Tulisan/karya ilmiah yang diterima belum pernah dipublikasikan atau tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain.
Articles 12 Documents
PENGARUH LAMA PEMERAMAN TERHADAP KUALITAS YOGHURT DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI SARI PATI IKAT SILANG Supiyah Puteri Ramdhani; Inggit Kentjonowaty; Mudawamah Mudawamah
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 1, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.299 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh lama pemeraman terhadap kualitas yoghurt dengan berbagai konsentrasi sari pati ikat silang. Materi penelitian adalah susu segar, starter, pati sagu modifikasi. Peralatan yang digunakan panci pasteurisasi, spatula, termometer, timbangan digital, gelas ukur, kertas label, toples pemeraman, beaker glass. Metode penelitian adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang di berikan yaitu : P0=  Tanpa penambahan pati sagu modifikasi ikat silang, P2=  Penambahan pati sagu modifikasi ikat silang sebanyak 2 %, P4= 4 %. Dengan lama pemeraman yang di berikan yaitu : L12= Lama pemeraman 12 jam, L24= 24 jam, L36= 36 jam. Data di analisis dengan analisis SPSS dan di lanjut dengan Uji LSD untuk yang berpengaruh.               Hasil penelitian menunjukan bahwa Lama pemeraman tidak mempengaruhi P>0,05 viskositas, sineresis, kadar keasaman, total BAL. Penambahan sari pati ikat silang mempengaruhi P<0,05 viskositas, sineresis, kadar keasaman dan juga total BAL. Terdapat interaksi P<0,05 antara penambahan pati dan lama pemeraman pada viskositas, sineresis, dan juga total BAL. Perlakuan terbaik yaitu P4L36 dengan penambahan pati 4% dan lama pemeraman 36 jam.               Kesimpulan Lama pemeraman tidak memberikan pengaruh terhadap kualitas yoghurt, sedangkan penambahan sari pati ikat silang memberikan pengaruh terhadap viskositas, sineresis. Untuk mengetahui lebih dalam tentang BAL dengan penambahan sari pati disarankan penelitian lebih lanjut tentang kemampuan bakteri asam laktat dalam menggunakan sari pati ikat silang dengan lama fermentasi yang optimum pada suhu ruang dan suhu refrigator.Kata kunci : Yoghurt, Sari pati ikat silang, Viskositas, Sineresis This study aims to analyze the effect of ripening duration on the quality of yogurt with various concentrations of cross-linked starch extract. Research material is fresh milk, starter, modified sago starch. Equipment used for pasteurization pans, spatulas, thermometers, digital scales, measuring cups, label paper, curing jars, beaker glass. The research method was an experiment using a completely randomized design (CRD) factorial pattern with 3 treatments and 3 replications. The treatments given were: P0 = without the addition of crosslinked modified sago starch, P2 = addition of crosslinked modified sago starch as much as 2%, P4 = 4%. With a long curing given, namely: L12 = curing duration 12 hours, L24 = 24 hours, L36 = 36 hours. Data were analyzed by SPSS analysis and followed by LSD test for influential people.The results showed that duration of ripening did not affect P> 0.05 viscosity, syneresis, acidity, total LAB. The addition of crosslinked starch extract affected P <0.05 viscosity, syneresis, acidity and also total LAB. There was an interaction of P <0.05 between starch addition and ripening duration on viscosity, syneresis, and also total LAB. The best treatment is P4L36 with the addition of 4% starch and ripening duration of 36 hours.Conclusion The duration of ripening did not influence the quality of yogurt, while the addition of cross-tied starch extract gave an effect on viscosity, syneresis. To find out more about LAB with the addition of starch extract it is recommended further research on the ability of lactic acid bacteria to use cross-linked starch extract with optimum fermentation time at room temperature and refrigator temperature.Keywords: Yogurt, Cross-linked Starch, Viscosity, Sineresis
PENDUGAAN KEUNGGULAN GENETIK PEJANTAN KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) BERDASARKAN SIFAT KUANTITATIF CEMPE DI BALAI BESAR INSEMINASI BUATAN SINGOSARI Zulchaidi Zulchaidi; Achmad Setiyono; Mudawamah Mudawamah; Sumartono Sumartono
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.489 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter genetik heritabilitas dan ripitabilitas pejantan kambing PE serta menentukan rangking pejantan kambing PE melalui breeding value dan MPPA. Materi penelitian adalah cempe kambing PE berjumlah 30 ekor dari 4 pejantan (Damar, Danur, Fikra dan Dhika). Variabel yang diamati pada penelitian adalah sifat kuantitatif meliputi berat lahir (BL), berat sapih (BS), tinggi pundak (TP), panjang telinga (PT), lingkar dada (LD), lingkar skrotum (LS) dan PBBH. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode korelasi saudara tiri sebapak untuk menduga heritabilitas, metode intraclass correlation untuk menduga ripitabilitas, serta pendugaan nilai MPPA dan breeding value pada berbagai sifat kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai heritabilitas 0,16 (PBBH), 0,13 (PB), dan 0,01 (LD) termasuk dalam kategori rendah, sedangkan BL (0,23), BS (0,21) dan PT (0,33) termasuk dalam kategori heritabilitas sedang, serta TP (0,64) dan lingkar skrotum (0,49) tergolong sebagai heritabilitas kategori tinggi. Nilai ripitabilitas BL (0,02), BS (0.05), PBBH (0.06), TP (0.11), PB (0.01), LD (0.02), PT (0.09) serta lingkar skrotum (0,15) termasuk dalam kategori ripitabilitas rendah. Nilai MPPA sifat BL berkisar antara -0,04 – 0,05, sedangkan sifat BS (-0,07 – 0,14), PBBH (-0,004 – 0,004), TP (-2,43 – 3,05), PB (-0,01 – 0,02), LD (-0,47 – 0,73), PT (-0,52 – 0,42), dan LS (-0,83 – 1,09). Nilai BV sifat BL berkisar antara -0,42 – 0,56, sedangkan sifat BS (-1,60 – 1,85), PBBH (-0,011 – 0,012), TP (-14,72 – 18,51), PB (-2,88 – 5,10), LD (-0,21 – 0,33), PT (-1,91 – 1,54), dan LS (-2,68 – 3,51). Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai heritabilitas berbagai sifat kuantitatif termasuk dalam kategori rendah (PBBH, PB, LD), sedang (BL, BS, PT) dan tinggi (TP dan LS). Nilai ripitabilitas sifat kuantitatif termasuk dalam kategori rendah. Nilai MPPA berbeda dengan nilai Breeding value tetapi sama-sama mempunyai nilai negatif dan positif pada sifat kuantitatif (BL, BS, PT, PBBH, PB, LD, TP dan LS). Berdasarkan nilai MPPA dan nilai BV rangking pertama untuk sifat BL dan PT yaitu Pejantan Danur. Pejantan Fikra rangking pertama untuk TP, PB, LD. Pejantan Damar rangking pertama untuk sifat BS dan lingkar skrotum, sedangkan rangking pertama untuk sifat PBBH yaitu Pejantan Dhika. Kata Kunci: breeding value, heritabilitas, MPPA, Peranakan Etawah, ripitabilitas

Page 2 of 2 | Total Record : 12