Intermathzo: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
INTERMATHZO yang kami artikan sebagai zona tau area antar matematika merupakan Jurnal Pendidikan Matematika yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana. Terbit setahun dua kali, dengan penerbitan pertama kali bulan Juni 2016. INTERMATHZO dijadikan sebagai sarana publikasi dan desiminasi hasil penelitian dan pemikiran orisinal dari para ahli dan praktisi matematika dan pendidikan matematika. INTERMATHZO terbit dalam edisi cetak dan edisi online.
Articles
7 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 1 (2017)"
:
7 Documents
clear
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis
Kurniasih Eka Sakti
INTERMATHZO Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (123.171 KB)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis pada siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri dan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis dengan siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri lebih baik dari pada siswa menggunakan model pembelajaran ekspositori. Populasi yang diambil adalah salah satu sekolah SMP swasta kota Bandung. Untuk mencapai tujuan penelitian ini maka penarikan sampel yang diambil secara tehnik purposif. Design penelitian ini adalah kuasi kontrol non ekivalen. Instrumen penelitian yang dilakukan yaitu dengan membuat desain RPP sebanyak empat kali pertemuan untuk masing-masing kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisis data yang dilakukan adalah dengan cara tes uraian yaitu test pretes dan postes. Data hasil pretes dan postes yang diberikan setiap kali pertemuan. Data hasil pretes dan postes siswa kemudian dianalisis dengan software SPSS dan Microsoft excel untuk melihat peningkatan model pembelajaran. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri lebih baik dari pada model pembelajaran ekspositori secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis pada siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri. (2) Kemampuan berpikir kritis dengan siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri lebih baik daripada menggunakan model pembelajaran ekspositori.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP
Rizkiani Putri Rahmat
INTERMATHZO Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (137.875 KB)
ampuan pemahaman matematis sangat diperlukan siswa dalam pembelajaran matematika. Namun kemampuan pemahaman matematis siswa ternyata masih rendah. Hal tersebut disebabkan karena guru masih sering menggunakan model pembelajaran konvensional dalam proses pembelajaran sehingga menyebabkan siswa menjadi kurang aktif. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis adalah model pembelajaran TSTS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman matematis siswa SMP melalui penerapan model pembelajaran TSTS, lebih baik daripada yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Menurut metodenya, penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri 28 Bandung tahun ajaran 2016-2017. Adapun sampel penelitiannya adalah siswa kelas VII-A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-D sebagai kelas kontrol sampel tersebut dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes tipe uraian soal-soal kemampuan pemahaman konsep matematis dan lembar observasi. Hasil penelitian, diperoleh kesimpulan telah terjadi peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model TSTS lebih baik daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional. Sehingga model pembelajaran TSTS dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam melaksanakan pembelajarannya untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, efektif dan menyenangkan.
Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Sma Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Take and Give
Susi Suanti Sinaga
INTERMATHZO Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (121.133 KB)
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran pokok yang diajarkan di setiap jenjang pendidikan. Kemampuan penalaran matematis sangat diperlukan siswa dalam memahami matematika. Namun kemampuan penalaran matematis siswa ternyata masih rendah.Hal tersebut disebabkan karena guru jarang melatih siswa saat proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa SMA melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Take and give. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen, dan disain penelitiannya adalah disain kelompok kontrol non-ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Dayeuhkolot tahun ajaran 2016/2017 sedangkan sampel penelitian diambil dua kelas yang dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa berupa tes. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji perbedaan rata-rata (uji-t). Analisis data dilakukan dengan Independent Sample t-Tes. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan, bahwa terdapat peningkatan yang lebih baik kemampuan penalaran matematis siswa baik yang mendapatkan model pembelajaran kooperatf tipe Take and Give dari pada siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam melaksanakan pembelajarannya untuk meningkatkan kemampuan penelaran matematis siswa.
Meningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning
Listiani Lizza Amalia
INTERMATHZO Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (113.518 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian kelompok kontrol non-ekuivalen. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di salah satu SMA Kabupaten Bandung. Penelitian ini melibatkan 2 kelas sebagai sampel. Pengambilan data menggunakan instrumen berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Analisis data kuantitatif dilakukan terhadap hasil pretes dan postes kedua sampel dengan menggunakan Uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan, bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning, dan terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model Problem Based Learning lebih baik dari pada yang menggunakan pembelajaran konvensional.
Penerapan Model Pembelajaran Student Team Achievement Division (SATD) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Siswa SMP
Rika Nathania Simanjuntak
INTERMATHZO Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (128.428 KB)
Penelitian melalui kuasi eksperimen, bertujuan untuk mendeskripsikan capaian peningkatan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa SMP. Demikian juga bermaksud mengidentifikasi tingkat partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran matematika melalui model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) dengan menggunakan dua kelas siswa SMP, satu kelas eksperimen melalui penerapan Student Team Achievement Division (STAD) dan satu kelass kontrol melalui pembelajaran konvensional. Hasil analisis pretest postest dan observasi kelas menunjukkan pembelajaran matematika dengan Student Team Achievement Division (STAD) secara signifikan lebih baik dalam meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa SMP dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan konvensional ditinjau dari kemampuan reflektif matematis siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa khususnya kemampuan berpikir reflektif matematis.
Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP di Kota Bandung Melalui Model Pembelajaran PjBL (Project Based Learning)
Sopian Sauri
INTERMATHZO Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (119.701 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan capaian peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa SMP melalui penerapan Model Pembelajaran PjBL(Project Based Learning). Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SMP swasta kelas VII di Kota Bandung tahun ajaran 2016-2017.Sampel penelitian adalah siswa kelas VII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol disuatu SMP swasta di Kota Bandung. Sampel tersebut dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis dan lembar observasi yang digunakan untuk mengidentifikasi tingkat dan aktivitas proses pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji- t melalui program SPSS 22.0 for Windows yaitu dengan menggunakan Independent Sample t-Tes. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan, bahwa terdapat peningkatan yang lebih baik kemampuan penalaran matematis siswa baik yang mendapatkan model pembelajaran PjBL (Project Based Learning) dari pada siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional. Dan diharapkan model pembelajaran PjBL (Project Based Learning) dapat dijadikan sebagai alternatif bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa. Simpulan penelitian ini ditunjang juga oleh tingkat partisipasi aktif siswa yang relatif tinggi dan baik selama mengikuti proses pembelajaran Melalui Penerapan Model PjBL.
Penerapan Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP
Yani i Juniawati;
Mumun Syaban;
Elly Retnaningrum
INTERMATHZO Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (124.049 KB)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai kemampuan penalaran matematis siswa SMP dapat meningkat dengan penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian kelompok kontrol non-ekuivalen. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 28 Bandung dengan sampel kelas VIII F sebagai kelas eksperimen yang memperoleh perlakuan dengan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dan kelas VIII H sebagai kelas kontrol yang memperoleh perlakuan dengan model pembelajaran konvensional. Jumlah siswa dari masing-masing kelas kontrol dan kelas eksperimen terdiri dari 30 siswa. Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini berupa tes kemampuan penalaran matematis siswa untuk memperoleh data kuantitatif dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran untuk data kualitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan terhadap hasil pretes dan postes kedua sampel dengan menggunakan Uji-t sedangkan data kualitatif dianalisis berdasarkan hasil lembar observasi untuk memperoleh gambaran pelaksanaan pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa Penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis dan Kemampuan penalaran matematis siswa SMP di kota Bandung dengan penerapan model pembelajaran Think talk write (TTW) lebih baik daripada model pembelajaran konvensional.