cover
Contact Name
Caturida Meiwanto Doktoralina
Contact Email
journallemhannasri@gmail.com
Phone
+6287808067428
Journal Mail Official
jurnal@lemhannas.go.id
Editorial Address
Jl. Merdeka Selatan No. 10 Jakarta Pusat 10110
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Lemhannas RI
ISSN : 22528555     EISSN : 28305728     DOI : https://doi.org/10.55960/jlri
Jurnal Lemhannas RI (JLRI) is multidisciplinary, focusing on all aspects of national resilience. This journal publishes articles 4 issues every year. JLRI aims to provide a platform for intellectual discourse on topics such as Geography, Demography, Natural Resources, Ideology, Politics, Economics, Socio-Cultural, Defense and Security. Theoretical and conceptual analysis, foundational and applied research using qualitative or quantitative approaches are welcomed. Papers submitted may be in English or Indonesian, and they will be evaluated by peer-reviewed and must significantly contribute to national resilience in general or specific application areas.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 1 (2023)" : 6 Documents clear
Analisis Potensi Pasar Non-Tradisional Dalam Meningkatkan Hubungan Ekonomi Indonesia dan Namibia Sulthon Sjahril Sabaruddin; Hoiril Sabariman
Jurnal Lemhannas RI Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v11i1.421

Abstract

Tujuan studi ini adalah menganalisis potensi pasar non-tradisional dalam meningkatkan hubungan ekonomi Indonesia-Namibia dan ketahanan regional mengingat posisi Namibia yang sangat strategis di Southern African Customs Union (SACU). Metode kualitatif eksplanatif (deskriptif) digunakan untuk menjelaskan berbagai upaya menggali lebih dalam peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Namibia berdasarkan analisis potensi pasar non-tradisional. Data dikumpulkan dari sumber sekunder, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Studi pustaka ini menemukan potensi kebutuhan pasar Namibia berdasarkan sosial ekonomi masyarakat. Pertama, Namibia sangat bergantung pada kegiatan perdagangan dalam memenuhi kebutuhan warga. Kedua, Namibia termasuk dalam salah satu negara emerging market. Ketiga, apresiasi besar (minat positif) masyarakat Namibia terhadap produk ekspor non-migas Indonesia. Selain itu, studi ini juga mengungkap bahwa berdasarkan geopolitik, Namibia memiliki peran regionalisme yang semakin kuat di Afrika bagian selatan. Sebagai anggota Southern African Customs Union (SACU), Namibia dapat turut memberikan pengaruh, posisi, dan jaringan ekonomi di kawasan. Peran regionalisme dan wilayah Namibia yang strategis dapat dijadikan sebagai penghubung (transit) barang antara Indonesia dan kawasan sekitar, begitu juga sebaliknya. Sebagai simpulan, potensi kerjasama ekonomi dan peran regional Namibia dapat menjadi dasar yang kuat untuk dijadikan sebagai tujuan pasar non-tradisional yang menguntungkan.
Dinamika Kebijakan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Melalui Gerakan Non-Blok (GNB) Dzikiara Pesona Sadewa; Falhan Hakiki
Jurnal Lemhannas RI Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v11i1.422

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana dinamika kebijakan politik luar negeri Indonesia melalui Gerakan Non-Blok (GNB), gerakan ini muncul sebagai aksi penolakan dari negara merdeka untuk tidak memilih antara kedua kubu negara adidaya diantaranya adalah antara Blok Barat Amerika Serikat dan juga Blok Timur diantaranya adalah Uni Soviet yang terjadi ketika di masa Perang Dingin. Indonesia menjadi pelopor terbentuknya GNB karena menolak keras atas segala bentuk penjajahan dan ingin menciptakan perdamaian. Penelitian ini digunakan dengan metode kualitatif dijelaskan secara deskriptif. Selain itu, analisis serta pengumpulan data penelitian ini diambil dari studi literartur diantaranya adalah buku, jurnal, laporan, ataupun media daring untuk menjelaskan bagaimana dinamika kebijakan politik luar negeri yang dilakukan Indonesia melalui GNB. Hasil dari penelitian ini adalah Indonesia masih tetap optimis dan aktif dalam GNB ini karena masih dianggap relevan terutama dalam menghadapi permasalahan global yang semakin kompleks.
Kekerasan Seksual Pada Lingkungan Perguruan Tinggi Ditinjau Dari Nilai Pancasila Franciscus Xaverius Wartoyo; Yuni Priskila Ginting
Jurnal Lemhannas RI Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v11i1.423

Abstract

Latar belakang penulisan ini adalah kekerasan seksual di perguruan tinggi tidak bisa diabaikan begitu saja. Kejadian ini harus diantisipasi karena beberapa kali terjadi di masyarakat, apalagi terjadi di lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi seseorang untuk belajar dan menimba ilmu. Metode pendekatan perundang-undangan dalam penelitian hukum normatif dan pendekatan kualitatif dalam penelitian hukum empiris, dengan menggunakan informasi sekunder dari bidang hukum. Hasil kajian menunjukkan bahwa korban membutuhkan perlindungan hukum yang baik dan memadai serta pelaku kejahatan harus dihukum. Pentingnya penerapan Nilai-nilai Pancasila dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari agar ketika kekerasan seksual terjadi, seluruh warga perguruan tinggi memahami bahwa perbuatannya tidak benar dan mengabaikan sila dalam Pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab.
Optimalisasi Pemanfaatan Barang Milik Negara Dalam Rangka Pembiayaan Ibu Kota Negara Nusantara K.P. Suharyono S. Hadiningrat
Jurnal Lemhannas RI Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v11i1.424

Abstract

Pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia dari Jakarta ke Nusantara sebagaimana ditegaskan dalam dalam Undang-Undang No.3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara bertujuan menjadi kota berkelanjutan di dunia yang mampu menggerakkan ekonomi Indonesia di masa depan dan menjadi simbol identitas nasional yang merepresentasikan keberagaman bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945. Untuk mewujudkannya diperlukan biaya besar yang bersumber dari APBN maupun non APBN, namun akibat terdampak oleh covid 19 dan krisis ekonomi global, kondisi perekonomian nasional sangat terbatas untuk membiayai pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara . Oleh karena itu, diperlukan suatu cara terobosan diantaranya melakukan optimalisasi pemanfaatan barang milik negara (BMN). Disain penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan metode kualitatif untuk menggambarkan variabel optimalisasi pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) dikaitkan dengan pembiayaan pembangunan IKN Nusantara. Analisis data bersifat naratif mengacu pada tujuan penelitian ini. BMN baik di Jakarta maupun di Nusantara perlu dimanfatkan secara optimal untuk pembiayaan pembangunan IKN Nusantara agar efektif dan efisien, sehingga tidak perlu hutang. Ada 5 (lima) cara yaitu :a) Pinjam Pakai untuk maksimal 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang paling lama sekali periode; b) Bangun Guna Serah atau Bangun Serah Guna (BOT/BTO); c) Kerjasama Pemanfaatan untuk jangka waktu 30 sampai 50 tahun; d) Kerjasama Penyediaan Infrastruktur untuk jangka waktu maksimal 50 tahun; dan e) Sewa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Barang Milik Negara perlu dimanfaatkan secara optimal untuk pembiayaan pembangunan IKN Nusantara agar efektif dan efisien, sehingga tidak perlu hutang.
Analisis Ancaman dan Adaptasi Unit Intelijen DJBC Dalam Mendukung Ketahanan Nasional Di Bidang Ekonomi Dalam Perspektif Intelijen Strategis Arthur Josias Simon Runturambi; Samuel Hartawijaya Kusdiarto
Jurnal Lemhannas RI Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v11i1.425

Abstract

Direktorat Jenderal Bea Cukai/ DJBC sangat krusial dalam hal pengawasan dan pelayanan arus barang eskpor dan impor pada perdagangan internasional. Di saat yang sama, konteks intelijen ekonomi saat ini juga semakin mempunyai peran penting dalam mengamankan pendapatan negara dari berbagai ancaman. Pemetaan ancaman yang sesuai dengan kondisi terkini lingkungan DJBC, dapat membantu merumuskan kebutuhan adaptasi bagi unit intelijen dalam menghadapi ancaman yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methode), menggunakan dua sumber data yaitu kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, penggunaan data ditujukan untuk menganalisis sampel opini dari 400 anggota DJBC tentang ancaman yang dihadapi saat ini, dan opini mereka terkait kebutuhan organisasi atas unit intelijen. Sedangkan secara kualitatif, peneliti menggali dan menganalisis langkah adaptasi yang dibutuhkan DJBC dalam meningkatkan fungsi intelijen strategis. Hasil penelitian menunjukan ancaman utama saat ini berupa penyelundupan, transnational organized crime, trade-based money laundering dan ancaman terkait perlawanan terhadap petugas DJBC. Sementara itu, dapat dikatakan unit atau divisi intelijen pada DJBC merupakan satu kesatuan tugas yang sangat vital dalam melakukan fungsi intelijen yaitu memberikan peringatan dini atas ancaman atau kemungkinan permasalahan yang terjadi dalam lingkup ekspor dan impor. Untuk meningkatkan fungsi intelijen yang ada, adaptasi yang diperlukan adalah restrukturisasi sebagai upaya memperluas fungsi unit intelijen dan merevitalisasi sumber daya intelijen baik manusia dan teknologi pendukung.
Analisis Ketergantungan Indonesia Pada Teknologi Asing Dalam Sektor Energi dan Dampaknya Pada Keamanan Nasional Tri Bagus Prabowo; Rezya Agnesica Sihaloho
Jurnal Lemhannas RI Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v11i1.426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketergantungan Indonesia pada teknologi asing dalam industri energi dan dampaknya pada keamanan nasional. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kualitatif, dengan melakukan studi literatur dan analisis dokumen laporan pemerintah, lembaga penelitian, dan sumber lain yang kredibel dan akuntabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki ketergantungan tinggi pada teknologi asing dalam industri energi, terutama dalam hal eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas bumi. Ketergantungan ini membawa dampak pada keamanan nasional, terutama dalam hal ketahanan energi dan risiko keamanan siber. Ketergantungan Indonesia pada teknologi asing dalam industri energi menimbulkan beberapa risiko keamanan nasional, di antaranya adalah risiko gangguan pasokan energi akibat adanya konflik internasional atau kebijakan proteksionis oleh negara pemasok teknologi. Ketergantungan teknologi asing juga memunculkan risiko keamanan siber karena rentan terhadap serangan siber dari negara pemasok atau pelaku kejahatan siber. Penelitian ini merekomendasikan bahwa Indonesia perlu mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dengan mengembangkan kemampuan dalam hal riset dan pengembangan, serta meningkatkan investasi dalam industri teknologi nasional. Pun, perlu dilakukan peningkatan keamanan siber untuk melindungi infrastruktur energi dari ancaman siber yang mungkin terjadi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6